Casanova In Love

Casanova In Love
Di Lantai Dansa Bersama


__ADS_3

"Mau berdansa bersama?" kini Kagami Jiro mulai menengadahkan tangan kanannya untuk menyambut tangan dari Yuna untuk menerima dan menyambut ajakan berdansa bersama Kagami Jiro.


Yuna tersunyum hangat dan mulai menerima uluran tangan dari Kagami Jiro. Keduanya mulai melenggang bersama menuju ke tengah aula. Denting piano yang begitu indah dan menenangkan mulai bersautan dengan suara indah dari permainan biola.


Sebuah instrumen yang menenangkan hati, menyejukkkan, lembut dan begitu romantis telah dimainkan oleh beberapa team orkestra Jepang yang sudah begitu legendaris.


Tangan kiri Kagami Jiro mulai meraih pinggang ramping Yuna, sementara tangan kanannya mulai meraih jemari kiri Yuna dan menautkannya begitu saja dan sedikit menariknya ke arah samping.


Sementara Yuna mulai mendongak dan mendaratkan tangan kanannya pada bawah bahu Kagami Jiro. Langkah kaki mereka berdua mulai menari-nari mengikuti iringan musik yang begitu indah itu.


Tarian dari Kagami Jiro dan Yuna serta musik instrumen ini sukses membuat semua para tamu undangan malam ini begitu tersihir dan terpukau. Mereka semua menatap takjub pasangan yang baru saja resmi menjadi tunangan itu.


"Beruntungnya Yuna akan menikah dengan tuan Kagami Jiro yang begitu populer dan sangat sempurna!" kicau seorang tamu, yang mungkin adalah tetangga keluarga Yuna di apartemen ini.


"Mereka serasi kok. Yuna sangat cantik, dan tuan Kagami Jiro juga sangat tampan." sahut tamu undangan lainnya lagi.


"Benar. Mereka berdua sangat serasi. Lagipula mereka berdua juga sangat keren. Yuna bahkan sudah menjadi desainer muda yang sudah diakui karya-karyanya." timpal tamu yang lainnya lagi.


"Ah ... rasanya seperti sedang melihat seorang pangeran tampan dan seorang putri yang sedang menari bersama." celutuk yang lainnya lagi.


Dan masih banyak sekali pujian-pujian dari para tamu untuk mereka berdua.


"Darimana tuan tau aku bisa berdansa?" tanya Yuna di tengah-tengah saat mereka masih berdansa bersama.


"Malam itu aku melihatmu berdansa dengan Tatsuya." jawab Kagami Jiro dengan hangat.


"Oh, padahal itu adalah pertama kalinya aku berdansa. Dan pasti masih begitu buruk." celutuk Yuna merasa geli sendiri jika mengingat kejadian malam itu.


Sebenarnya malam itu Yuna merasa begitu tegang, karena sebelun-sebelumnya Yuna sama sekali belum pernah berdansa di depan umum.

__ADS_1


"Tidak kok, Yuna. Malam itu kamu berdansa dengan sangat baik. Bahkan aku begitu terpana saat melihatmu." jawab Kagami Jiro dengan jujur.


Yuna mengkerutkan keningnya menatap Kagami Jiro, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengarkan.


"Maksud tuan?"


"Sekali lagi kamu memanggilku tuan, maka aku akan menciummu ..." ancam Kagami Jiro menahan tawa.


Sepasang mata Yuna membulat sempurna setelah mendengar ucapan dari Kagami Jiro. Hingga akhirnya mulai malam ini Yuna benar-benar berusaha untuk menghilangkan embel-embel kata tuan saat memanggil Kagami Jiro.


"Ba-baiklah, Jiro ... ehm ... tapi ... apakah tidak terdengar sedikit aneh? Terlihat seperti kurang menghormati ... dan aku merasa canggung." ucap Yuna berusaha untuk jujur.


Kagami Jiro memutar bola matanya dan berusaha untuk menjawab pertanyaan dari Yuna.


"Ya sudah gunakan panggilan sayang, atau honey, atau cintaku ... atau kasihku ..."


Nah loh, jawaban dari Kagami Jiro malah membuat Yuna begitu merona. Karena masih terdengar cukup aneh untuk Yuna gunakan sehari-hari, namun Yuna berusaha untuk menjawab sesopan mungkin agar tidak menyinggung Kagami Jiro.


Kagami Jiro tersenyum lebar mendengarkan jawaban dari Yuna.


"Tapi ... kamu bilang malam saat melihatku berdansa dengan pamanku Tatsuya, kamu terpana? Apa maksudnya? Bukankah saat itu kita belum saling mengenal? Bahkan hanya sekali saja bertemu secara tidak sengaja saat pagi karena pamanku yang menyuruhku untuk meminta tuan datang menemuinya."


CUPP ...


Sebuah kecupan singkat tiba-tiba mendarat pada pipi kiri Yuna begitu saja, dan hal itu membuat Yuna membulatkan sepasang matanya lagi dan seketika wajahnya merona kembali.


"Tuan ... apa yang tuan lakukan?" protes Yuna sangat merasa kikuk.


CUPP ...

__ADS_1


Lagi-lagi kecupan singkat itu mendarat pada bibi Yuna yang begitu mulus.


"Jika lebih dari tiga kali, makan aku akan memberikan yang spesial!" jawab Kagami Jiro seenak jidatnya sendiri.


Yuna mulai terdiam dan memikirkan sesuatu, hingga akhirnya dia mulai mengetahui penyebab Kagami Jiro yang tiba-tiba saja menciumnya. Yeap, jika Yuna masih saja memanggil dengan embel-embel tuan lagi, maka ciuman adalah hukuman yang akan diberikan oleh Kagami Jiro.


"Jadi, sebenarnya malam itu bukanlah pertemuan pertama kita, Yuna." ucap Kaagami Jiro akhirnya berniat untuk memberitahu Yuna.


"Maksudnya kita sudah pernah bertemu sebelumnya? Tapi kapan dan dimana? Aku bahkan baru pulang dari New York. Apa kita pernah bertemu di New York." Yuna mengkerutkan keningnya bingung dan berusaha untuk mengingat sesuatu, namun Yuna masih saja tak mengingat apa-apa. "Mengapa aku tidak bisa mengingat dengan baik?" gumam Yuna kebingungan.


"Tentu saja kamu tidak akan mengingat apapun, Yuna. Karena saat pertama kali kita bertemu hanya aku yang melihatmu. Kamu bahkan tan melihatku sama sekali saat itu." sahut Kagami Jiro yang masih memimpin dansa itu dengan begitu baik.


"Oh ya?" Yuna mulai mendongak dan menatap Kagami Jiro kembali masih dengan sepasang alis yang saling berkerut berdekatan.


"Tiga tahun yang lalu, saat kakakmu dirawat di rumah sakit karena terluka akibat menyelamatkan seorang gadis kecil. Gadis kecil yang kakakmu selamatkan saat itu adalah Christal, adik bungsuku." jelas Kagami Jiro seadanya. "Dan malam itu kita berpapasan di koridor rumah sakit. Kamu hanya berlari dan terus berlari tanpa melihat sekitarmu."


"Benarkah itu? Jadi gadis kecil yang kak Siena selamatkan saat itu adalah Christal?" ucap Yuna begitu terkejut.


"Hhm. Terima kasih ya. Saat itu kami belum bisa mengucapkannya dengan benar, karena keesokan harinya tiba-tiba saja kalian sudah berangkat New York." ucap Kagami Jiro dengan tulus. "Entah aku tidak tau bagaimana jadinya jika saat itu kakakmu tidak menyelamatkan Christal, mungkin Christal akan terluka parah. Dia masih sangat muda saat itu."


"Jadi itulah alasan mengapa ada kalung kak Siena di dalam apartemen tuan Kagami Jiro?" celutuk Yuna menyimpulkan sendiri.


Ucapan dari Yuna membuat Kagami Jiro terdiam beberapa saat dan hanya menatap gadis berwajah cantik nan tegas itu.


"Jadi kamu sudah berani melihat-lihat barangku ya saat berada di dalam apartemenku?!" ancam Kagami Jiro dengan nada yang begitu lembut. "Aku akan menghukummu sekarang juga!!"


Kagami Jiro mulai menunduk dan sedikit memiringkan kepalanya. Perlahan wajah tampan itu mulai mendekati wajah Yuna dan nafas segarnya juga mulai tercium oleh Yuna. Ujung hidung Kagami Jiro mulai menyentuh pipi Yuna, hingga akhirnya sebuah kecupan hangat mulai terjadi begitu saja.


"Wow ..." beberapa tamu bersorak karena melihat Kagami Jiro yang mulai mencium bibir Yuna di hadapan mereka semua.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2