Casanova In Love

Casanova In Love
Red Velvet Untuk Kagami Jiro


__ADS_3

Panggilan itu sama sekali tidak diangkat oleh Kagami Jiro. Dan tiba-tiba saja sebuah tangan mulai menepuk bahu Yuna dari arah belakang. Dan hal itu cukup mengejutkan Yuna, dan menjadi sedikit waspada dan sudah mengepalkan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya masih memegang ponselnya.


GRREPP ...


"Beginikah caramu mematuhi perintah dari suamimu, Nyonya?" tiba-tiba saja mulai terdengar suara maskulin dari seorang pria yang sangat tidak asing.


Suaranya begitu tegas, namun terdengar sedikit lembut dan jernih. Dan tentu saja Yuna sudah begitu hafal dengan suara itu. Suara siapa lagi kalau bukan suara Kagami Jiro.


Yuna yang mendengar ucapan dari Kagami Jiro segera berbalik dan menatapnya. Antara rasa lega dan rasa merasa begitu bersalah bercampur menjadi satu begitu saja. Dan hal ini membuat Yuna terdiam selama beberapa saat dan hanya bisa memandangi Kagami Jiro dengan raut wajahnya yang terlihat begitu menyesal.


"Hhm? Mengapa hanya diam saja? Merasa bersalah?" tanya Kagami Jiro lagi mengangkat salah satu alisnya.


"Sayang ... maafkan aku. Aku tak tega melihat anak itu yang terpisah dari kedua orang tuanya. Aku hanya ingin membantunya saja." ucap Yuna berusaha untuk menjelaskan sesuatu kepada Kagami Jiro, berharap Kagami Jiro akan berbaik hati dan memberikan toleransi kepadanya.


"Mengapa tidak mengantarkannya dan memasrahkannya kepada pihak keamanan saja? Kamu tak perlu bersusah payah seperti itu, Sayang." ucap Kagami Jiro lagi mulai menurunkan intonasi bicaranya menjadi sedikit lembut. "Dan sekarang bagaimana kamu menjelaskan akan semua ini? Kamu mengkhawatirkan orang lain, dan tidak memikirkan dirimu sendiri. Kamu sedang hamil dan mudah merasa lelah. Lihatlah ... kamu sudah menjadi sedikit pucat."


"Lalu mengapa kamu selalu marah-marah padaku jika tau aku sudah seperti ini?! Apa kamu benar-benar peduli padaku, Jiro?" ucap Yuna yang sudah terlihat begitu lelah.


Kagami Jiro sedikit memijit keningnya dan terlihat begitu pusing saat menghadapi Yuna. Tentu saja pertanyaan dari Yuna sudah memiliki jawaban yang begitu jelas,ndan itu adalah Kagami Jiro sangat peduli dengan Yuna.


Namun Kagami Jiro juga begitu mengkhawatirkan Yuna dan tidak ingin sesuatu yang buruk tiba-tiba saja terjadi pada Yuna. Dan lagi-lagi Yuna menanggapinya dengan begitu sensitif.


"Baiklah ... baiklah ... aku yang salah." ucap Kagami Jiro mulai mengalah dengan sangat terpaksa, karena disaat seperti ini memilih mengalah adalah sebuah pilihan yang paling tepat. "Baiklah, ayo kita beli kue-kue itu bersama." bujuk Kagami Jiro agar Yuna tidak murung lagi.

__ADS_1


"Tidak mau!! Aku sudah tidak menginginkan semua makanan dan minuman itu lagi!" sungut Yina membuang mukanya dan masih terlihat begitu kesal.


Kagami Jiro terlihat menghela nafas dan menyibak rambutnya hitamnya yang lurus dan tipis ke belakang. Dan tentu saja saat ini Kagami Jiro harus selalu mempersiapkan kesabaran yang ekstra agar bisa dengan baik menghadapi sang istri.


"Baiklah, Sayangku ... istriku yang paling cantik ..." ucap Kagami Jiro merayu Yuna dan mulai meraih kedua bahu Yuna hingga menghadapkannya padanya dan membuat mereka saling bertatapan. "Sekarang istriku yang paling cantik ini mau makan apa? Mari kita segera makan bersama."


"Apa kamu sedang meledekku?!" timpal Yuna masih merasa sedikit kesal.


"Tidak. Tentu saja tidak, Sayang. Kamu adalah memang istriku yang paling cantik. Dan aku berkata dengan jujur." jawab Kagami Jiro apa adanya.


Yuna masih saja cemberut dan terdiam menatap Kagami Jiro.


"Kamu mau makan apa sekarang, Sayang? Ramen? Steak? Masakan Korea? Masakan China? Masakan Perancis? Masakan Italy? Masakan klasik? Atau masakan apa saja aku akan belikan untukmu. Katakan saja padaku kamu mau makan apa ..."


"Red velved cake? " tanya Kagami Jiro dengan kening yang berkerut karena merasa bingung. "Bukanlah baru saja kamu mengatakan tidak menginginkan makanan itu lagi, Sayang? Dan sekarang kamu mengatakannya kamu menginginkannya lagi?"


Yuna mengangguk pelan namun masih mendongak dan menatap sang suami.


"Aku menginginkan kamu yang memakan red velved cake itu!" ucap Yuna yang sukses membuat Kagami Jiro tercengang selama beberapa saat.


"Red velved cake? Dan aku yang harus memakannya? Bagaimana bisa seperti itu? Keinginan macam apa itu, Yuna? Bukankah kamu tau aku tidak menyukai makanan manis seperti itu?" tanya Kagami Jiro masih dipenuhi dengan tanda tanya dan ketidak mengertian.


"Hhm. Kedua putra kita yang menginginkannya, Sayang. Mereka ingin sekali-kali sang ayah memakan makanan manis." jawab Yuna dengan entengnya. "Dan kamu harus memakan 1 kotak red velved cake di hadapanku!" imbuh Yuna yang semakin membuat Kagami Jiro terpaku dan tak tau bagaimana lagi kali ini dia akan menghindari permintaan dari Yuna yang cukup aneh itu.

__ADS_1


"Mengapa hanya diam? Apa kamu tidak mau melakukannya untukku dan untuk kedua putra kita?" tanya Yuna kembali terlihat murung.


"Ehm. Tentu saja tidak seperti itu." jawab Kagami Jiro dengan cepat. "Baiklah. Aku akan memintakan Igor untuk membelikannya dan mengantarkan kemari. Kita tunggu saja di sekitar sini agar kamu bisa beristirahat sebentar."


"Hhm. Okay!!" jawab Yuna mulai tersenyum lebar.


Aduh ... sekarang aku harus bagaimana? Apa aku bisa memakan 1 kotak red velved cake yang sangat manis itu? Aku tidak terlalu menyukainya dan akan mudah merasa eneg.


Batin Kagami Jiro yang mula menuntuk Yuna untuk menuju ke sebuah bangku taman.


"Yuna, tunggu sebentar. Aku akan menelpon Igor sebentar." ucap Kagami Jiro lagi.


"Okay!!' sahut Yuna dengan sumringah karena merasa bahagia kali ini keinginan anehnya untuk yang kesekian kalinya akan dituruti oleh suaminya.


Kini Kagami Jiro berjalan sedikit menjauh dari Yuna, namun masih selalu mengawasi Yuna. Sebuah kontak yang tersimpan dengan nama Igor mulai ditekannya dan segera terhubung begitu saja setelah beberapa detik Kagami Jiro menunggu.


"Hallo, Tuan Kagami Jiro. Aku dan semua pengawal keluarga Kagami masih belum bisa menemukan Nyonya Yuna, Tuan." ucap Igor dari seberang.


"Suruh para pengawal itu segera kembali saja! Pekerjaannya sangat lambat!" sungut Kagami Jiro terlihat begitu kesal. "Dan kamu!! Segera belikan 1 kotak red velved cake! Dan ingat, pilih porsi yamg palinh sedikit dan paling kecil!!" titah Kagami Jiro lagi menandaskan dengan sangat tegas.


"Red velved cake yang paling kecil ya? Baiklah, Tuan. Tapi apakah nyonya Yuna sudah ditemukan?" tanya Igor yang tentunya juga sangat ingin tau tentang keberadaan dari nyonyanya yang beberapa saat yang lalu menghilang.


"Jika aku sudah tidak menyuruhmu untuk mencarinya, maka itu artinya Yuna sudah aku temukan bukan?" semprot Kagami Jiro. "Jika hanya mengandalkan kalian makan Yuna akan benar-benar sudah hilang! Kalian sangat lelet seperti siput!! Sekarang belikan saja apa yang sudah perintahkan padamu!"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Kagami Jiro mulai mematikan panggilan itu dengam full power.


__ADS_2