Casanova In Love

Casanova In Love
Penantian Sang Pria Iblis


__ADS_3

Kini Kagami Jiro mulai meraih benda pipihnya dan terlihat sedang menghubungi seseorang. Setelah panggilan itu diangkat dari seberang, kini Kagami Jiro mulai memerintahkan sesuatu untuk orang itu.


"Igor, gantikan aku untuk semua janji pertemuan rapat hari ini! Aku sedang berhalangan untuk hadir!" perintah Kagami Jiro kepada asistennya, Igor.


"Baik, Tuan Jiro. Dimengerti!" sahut Igor dengan begitu patuh.


Kagami Jiro segera mengakhiri panggilan itu lalu menyimpan kembali ponselnya di dalam saku pakaiannya. Dia kembali tersenyum penuh dengan kemenangan.


Setelah beberapa saat, akhirnya Mayu sudah datang dengan membawakan secangkir Americano Coffe dan memberikannya untuk Kagami jiro.


"Silakan, Tuan." ucapnya dengan nada rendah dan segera undur diri kembali.


Tak banyak berkata-kata, kini Kagami Jiro mulai menikmati Americano Coffe itu dengan suasana hati yang cukup baik.


Karena bosan menunggu, akhirnya Kagami Jiro mulai melihat-lihat kembali butik ini. Dia berjalan-jalan dan melihat beberapa karya dari Yuna.


"Lumayan ... tidak terlalu buruk." gumamnya dengan seulas senyum tipis setelah melihat sebuah setelan jaz berwarna hitam yang dipakai oleh salah satu patung manekin di sebuah ruangan.


Namun senyum berseri yang selalu menghiasi wajah tampannya sedari pagi ini, tiba-tiba saja memudar begitu saja saat melihat seorang pemuda yang baru saja datang mengunjungi butik ini.


Seorang pemuda yang begitu familiar untuk seorang Kagami Jiro. Pemuda itu juga mendapat sambutan ramah dari para staff di butik ini.


"Selamat pagi, Tuan Jonathan." sapa seorang staff menyambut Jonathan dengan begitu hangat dan ramah.


"Selamat pagi." sahut Jonathan dengan senyum lebarnya memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi. "Dimana Yuna?"


Sapaan dan beberapa percakapan itu terdengar oleh Kagami Jiro yang berada tak jauh dari mereka. Dan ketika Jonathan mulai menyebutkan nama Yuna, kini wajahnya mulai terlihat begitu kesal hingga Kagami Jiro mulai mengeraskan rahangnya dan menatap tajam Jonathan.


"Nona Yuna sedang menemui seorang pelanggan setianya, Tuan Jonathan." jawab staff itu kembali.

__ADS_1


"Oh begitu ya." sahut Jonathan masih dengan wajahnya yang begitu ceria.


"Benar sekali, Tuan Jonathan. Sebentar lagi nona Yuna akan segera kembali kok." jawab staff itu lagi.


Setelah beberapa saat menit berlalu, akhirnya Yuna sudah datang kembali. Dengan cepat Jonathan segera melenggang untuk menghampiri Yuna.


"Hai, Yuna!" sapa Jonathan masih dengan wajah yang begitu bersinar.


"Hai, Jo! Ada apa tiba-tiba datang kemari? Mengapa tidak mengabariku terlebih dulu?" tanya Yuna yang terlihat sedikit terkejut melihat kehadiran sahabatnya, Jonathan.


"Ya. Aku ingin membuat kejutan untukmu, Yuna!" sahut Jonathan tersenyum lebar menatap Yuna. "Makan bersama yuk! Kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu bukan?"


"Makan bersama?" ucap Yuna yang terlihat begitu bersemangat.


"Ya! Kita ke Rokkasen Restaurant lagi yuk!" Jonathan mengusulkan dan terlihat juga begitu bersemangat.


"Wah!! Sepertinya seru!!" celutuk Yuna yang bahkan melupakan sesuatu yang begitu penting! Jika dirinya sudah ditunggu oleh Kagami Jiro sejak tadi.


Aura gelap bak dewa kematian yang sedang datang untuk menjemput seseorang menuju kematiannya. Menakutkan sekali!


Oops! Aku hampir saja melupakan keberadaan pria iblis itu! Padahal dia sudah menungguku sejak tadi. Semoga emosinya masih terkendali dan tidak menimbulkan masalah.


Batin Yuna sedikit menghela napasnya karena sedikit khawatir.


"Maaf, Jonathan. Namun aku harus pergi bersama tuan Kagami Jiro saat ini." ucap Yuna dengan memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan penyesalan dan meminta maaf.


Mendengar ucapan dari Yuna sedikit membuat Kagami Jiro tersenyum tipis dan merasa begitu senang karena Yuna lebih memilih untuk pergi bersama dengannya.


"Maaf, Jonathan. Namun aku sudah berjanji kepada tuan Kagami Jiro. Bagaimana kalau kita makan malam saja nanti? Aku deh yang akan mentraktirmu!" ucap Yuna lagi masih menatap Jonathan dengan wajah memelasnya.

__ADS_1


Dan ucapan Yuna kali ini sukses membuat Kagami Jiro membekukan senyum tipisnya yang hampir saja tak terlihat, bahkan Kagami Jiro seketika mulai menatap tajam Yuna dan Jonathan secara bergantian.


Apa? Makan malam bersama?! Ccckk ... aku tak akan membiarkan hal itu terjadi! Kalian akan aku buat tak akan bisa menikmati makan malam bersama! Karena seharian ini akan aku buat Yuna ada bersamaku!


Batin Kagami Jiro mengeraskan rahangnya dan masih memperlihatkan sepasang mata elangnya yang begitu menusuk.


"Baiklah. Kabari aku saja nanti, Yuna. Aku akan kembali ke rumah saja setelah melihat-lihat butikmu." ucap Jonathan masih dengan ramah, tanpa ada rasa kecewa yang terukir di wajahnya.


"Hhm. Baiklah! Aku akan menghubungimu nanti!" sahut Yuna dengan cepat.


"Ayo pergi! Kau tak bisa mengulur-ulur waktuku meski hanya sedetik saja! Karena waktuku begitu mahal dan berharga!" ucap Kagami Jiro dengan penuh penekanan dan mulai melenggang meninggalkan mereka.


Yuna yang mendengarkan untaian kata yang terdengar begitu menyebalkan itu sedikit mengerucutkan bibir kemerahan nan mungil itu sambil menatap punggung Kagami Jiro dengan begitu kesal, "Dasar!" dengusnya begitu pelan.


"Aku pergi, Jonathan! Jaa matte ne, Jonathan ( sampai jumpa kembali, Jonathan)!" ucap Yuna lalu melenggang dan mulai mengekori Kagami Jiro.


Langkah mereka kini sudah meninggalkan butik milik Yuna, dan mulai mendekati sebuah Buggati Divo berwarna hitam metalik yang masih terparkir manis di depan gedung butik Yuna.


Kagami Jiro mulai membukakan pintu samping kemudi untuk Yuna, namun Yuna tidak segera memasuki mobil itu dan malah menatap Kagami Jiro dengan kening berkerut dan tatapan yang sedikit aneh.


"Ada apa? Kau mau aku menggendongmu lagi untuk memasuki mobil itu?" celutuk Kagami Jiro dengan asal, dan tentu saja ucapannya terdengar begitu mengesalkan untuk Yuna, hingga membuat gadis berwajah cantik nan tegas itu sedikit mendengus.


"Berjanjilah tuan Kagami Jiro tidak akan mengendarai mobil ini dengan kecepatan yang tinggi dan diluar batas aturan rambu-rambu lalu lintas! Dengan begitu aku akan bersedia naik ke dalam mobil ini." ucap Yuna dengan begitu serius.


Ucapan Yuna membuat Kagami Jiro sedikit tertawa kecil, karena terdengar begitu lucu untuknya.


Jadi dia benar-benar begitu ketakutan ya saat itu. Benar-benar gadis yang manis dan cukup unik! Dia tak takut dengan sebuah katana yang hampir saja memenggal kepalanya, namun dia begitu takut saat di dalam sebuah mobil dengan laju yang begitu kencang! Ahahaha ...


Batin Kagami Jiro yang tanpa sadar sudah membuatnya sedikit menahan tawa hingga dia menutupi mulutnya dengan punggung telapak tangannya.

__ADS_1


"Bagaimana? Jika tuan tidak mau memenuhinya, maka aku tidak akan naik bersama tuan!" ucap Yuna menandaskan.


__ADS_2