Casanova In Love

Casanova In Love
Sacrifice


__ADS_3

"Berhenti!" titah seorang preman karena melihat Kagami Jiro masih berusaha untuk mendekati Yuna.


Kagami Jiro tak menghiraukan peringatan dari preman itu dan masih melenggang untuk mendekati Yuna. Tiba-tiba saja dari arah belakang, ada seorang preman yang belari ke arah Kagami Jiro dan sudah mengayunkan sebuah pisau lipat untuk menghunus tubuh bagian punggung Kagami Jiro.


Tepat saat jarak preman yang sedang berusaha untuk menyerang Kagami Jiro berjarak hanya beberapa inchi saja dari Kagami Jiro, Kagami Jiro segera melakukan spin dengan begitu cepat berlawanan dengan arah jarum jam 360 derajat, dan segera melayangkan sebuah tinju dan mengenai tepat pada wajah preman itu.


BBUUAAGGHH ...


Serangan dari preman itu terpatahkan begitu saja, dan tubuhnya dengan mudahnya dipentalkan oleh Kagami Jiro hingga menabrak sebuah tempat perapian yang sudah lama tidak dipakai. Preman itu terbatuk-batuk karena terkena sisa debu dan abu yang tersisa pada perapian itu cukup tebal.


Kagami Jiro mulai melenggang kembali, namun kali ini seseorang yang memiliki tubuh dua kali lebih besar dari Kagami Jiro mulai menghadangnya di hadapannya.


Tubuhnya seperti seorang pegulat sumo, besar dan tambun sekali. Namun tidak kekar dan padat seperti Kagami Jiro. Tapi pria itu lengkapn memakai pakaiannya, tidak seperti saat berada di dalam ring dan bertarung yang hanya sebatas mengenakan celana yang begitu minim.


Jiro sangat memahami, jika saling adu kekuatan dalam jarak dekat akan sangat kurang menguntungannya dan akan sangat mengulur dan menghabiskan waktunya saja.


Maka dari itu Kagami Jiro memutuskan untuk mengalahkannya dengan pertarungan jarak jauh. Atau setidaknya menghabisinya dengan sekali pukulan atau tendangan saja.


Pria berbadan super tambun itu sepertinya tak sabaran menunggu Kagami Jiro, akhirnya pria itu malah berlari ke arah Kagami Jiro. Kagami Jiro hanya menatapnya dengan santai namun begitu waspada.


Di saat pria dengan postur bak pegulat sumo itu mulai menghempaskan tubuhnya dan berniat untuk menjatuhkannya di atas tubuh Kagami Jiro, Kagami Jiro mulai memanfaatkan tubuhnya yang sedikit lebih ramping untuk segera menghindarinya dengan pergerakan yang sangat lincah dan cepat.


Pria bertubuh tambun itu kini malah menabrak sebuah meja tua. Disaat pria bertubuh tambun itu menjadi sedikit tak seimbang dan lengah, Kagami Jiro segera bersiap untuk melakukan sebuah tendangan putar tepat saat sang preman berbalik.


Dan tendangan putar yang dilakukan oleh Kagami Jiro kali ini sukses membuat pria bak seorang pegulat sumo itu pingsan dalam seketika saat Kagami Jiro sudah menendang bagian leher pria itu.

__ADS_1


Sebuah senyuman miring dan meremehkan mulai menghiasi wajah tampan itu. Kagami Jiro membersihkan dan membenarkan pakaiannya yang menjadi sedikit kusut dan mulai melenggang kembali mendekati Yuna yang masih juga belum sadarkan diri.


"Berhenti!!" titah salah satu preman menandaskan kembali.


Akhirnya Kagami Jiro mulai menghentikkan langkah kakinya ketika melihat seorang pria yang sudah menggunakan sebuah masker tengkorak untuk menutupi wajah bagian bawahnya, sedang menodongkan sebuah senjata api pada kepala Yuna.


"Sebenarnya siapa kalian? Mengapa kalian melakukan semua ini? Jika masalah kalian hanya denganku saja, maka kalian tak perlu mengaitkan semua ini dengan Yuna!" ucap Kagami Jiro menandaskan.


"Cihh ... jika tidak memakai gadis ini maka kami tak akan memiliki kesempatan sebesar ini!" jawab seoraang preman yang mulai berjalan ke arah Kagami Jiro.


"Dasar licik kalian! Bertarunglah dengan gentle! Jangan seperti ini! Dasar banci!" cerca Kagami Jiro begitu kesal.


Namun preman itu malah tertawa tebahak-bahak setelah mendengar ucapan dari Kagami Jiro.


"Kita lihat saja siapa yang banci karena tak bisa bertarung lagi!" sahut preman itu mulai menghentikkan tawanya lalu melayangkan high kick, dengan melayangkan kaki kirinya ke udara dari atas dan sudah bersiap untuk mengenai bahu / kepala Kagami Jiro.


Namun siapa sangka rupanya preman itu melakukan sebuah tipuan. Dengan cepat preman itu segera mendaratkan kaki kirinya kembali di atas lantai. Dan dengan cepat segera mengayunkan kaki kanannya ke udara dari atas untuk mengayunkan hight kick.


Sepasang pupil kecoklatan itu awalnya sedikit terkejut saat menyadari tipuan itu, namun Kagami Jiro tetap fokus kembali dan sedikit mendongak ke atas dan bersiap untuk menangkap sesuatu. Hingga akhirnya ...


GREEPP ...


Kagami Jiro berhasil menangkap telapak kaki sang preman dengan jemari kirinya, dan menangkap pergelangan kaki preman itu dengan menggunakan jemari kanannya.


Perfect catch!

__ADS_1


Kagami Jiro mulai sedikit memplintir kaki preman itu hingga akhirnya terdengar sesuati bunyi seperti ada sesuatu yang patah.


KRAAKK ...


KRETEK ...


"Arghh ..." preman itu meraung-raung kesakitan karena kakinya yang mengalami patah tulang, hingga akhirnya tubuhnya ambruk dalam posisi terduduk dan memegangi kaki kaki kanannya. "Brengsekk!!"


"Apa katamu?! Brengsek?!" ucap Kagami Jiro tak terima hingga mulai menendang kembali kepala preman itu hingga tubuhnya sedikit terseret ke sisi samping dan menabrak sebuah meja kayu tua, hingga meja itu patah begitu saja.


GUBRAK ...


Kagami mulai melenggang kembali untuk menghampiri Yuna setelah membereskan beberapa preman itu.


"Sudah cukup! Berhenti atau aku akan menarik pelatuk senjata api ini!!" tandas seseorang lagi yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Yuna.


Sepasang mata kecoklatan Kagami Jiro membelalak tak percaya menyaksikan semua itu. Dan kali ini tak ada pilihan lain selain untuk mengikuti semua perintah dan permainan dari preman-preman itu untuk sementara waktu.


Tiba-tiba terlihat Yuna mulai bergerak dan mendongak pelan. Sebagian rambutnya yang susah sedikit berantakan masih menutupi wajahnya. Namun Yuna dengan sangat jelas ketika dia melihat sosok Kagami Jiro yang sudah berdiri dengan tegap dan gagah di seberangnya.


"Jika kamu mau nyawa gadis ini selamat, maka diam dan jangan melawan kami!" tandas seseorang pria yang sudah menodongkan sebuah senjata api di kepala Yuna.


Kagami Jiro terlihat mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya. Namun tak ada pilihan lain saat ini. Kagami Jiro harus diam dan tak melawan agar mereka tidak menyakiti Yuna, seorang gadis yang sangat berarti untuknya saat ini.


"Baiklah! Lakukan saja semau kalian! Tapi jangan sekali-kali berani untuk menyentuh dan menyakiti Yuna!" ucap Kagami Jiro mulai menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada para preman itu.

__ADS_1


"Gyahahahah ..." para preman itu tertawa renyah mendengar ucapan dari Kagami Jiro. "Seorang petinggi utama dari Doragonshadou kali ini rela menyerahkan hidupnya hanya untuk seorang gadis??!! Dasar tidak keren sama sekali! Ternyata kau sungguh lemah terhadap wanita!!" kicau preman yang sedang menodongkan senjata api di kepala Yuna.


"Habisi dia!" imbuh pria itu mulai menginstruksi beberapa anak buahnya yang masih tersisa.


__ADS_2