Casanova In Love

Casanova In Love
Halusinasi 2


__ADS_3

Gadis berambut blonde dan berpakaian super sexy dan menantang itu mulai melemparkan tersenyum manisnya dan lekas mendekati Kagami Jiro. Gadis itu melenggang dengan begitu anggun, ritme hentakan dari sepatu hak tingginya terdengar begitu teratur dan semakin membuat Kagami Jiro berdebar seperti drum, karena gadis itu semakin mendekati Kagami Jiro.


Debaran yang tak pernah dirasakan oleh Kagami Jiro sebelumnya saat bersama dengan gadis manapun. Mereka berdua semakin memasuki apartemen itu, lalu gadis itu mulai menutup pintu apartemen dan menguncinya.


"Yuna ... kau datang untukku?" ucap Kagami Jiro dengan wajahnya yang sudah sedikit teler menatap gadis cantik itu.


Gadis itu hanya tersenyum dan malah mengalungkan kedua tangannya pada leher kuat Kagami Jiro dan sedikit mendorong tubuh Kagami Jiro.


"Apakah ini artinya kau menerimaku?" suara maskulin yang terdengar sedikit lembut dan hangat itu membuat gadis itu sedikit mendengus, namun dia segera membuang jauh fikiran tidak senang itu dan segera bertingkah agresif lagi. Karena malam ini gadis itu tak mau sebuah kesempatan emas ini!


Yeap! Karena sepertinya saat ini Kagami Jiro benar-benar sudah kehilangan kesadaran sampai melihat sosok seorang Jessy sebagai Yuna. Dan sebenarnya hal ini adalah terjadi secara kebetulan.


Kebetulan Jessy yang sedang mengunjungi salah satu rekan kerjanya di apartemen ini melihat Igor yang sedang menaiki sebuah elevator. Karena Jessy tau jika apartemen ini adalah bukan tempat tinggal Igor, maka Jessy berinisiatif untuk mengikuti Igor dan mencari tau siapa yang sedang ditemui oleh Igor hingga Igor membawakan beberapa minuman keras untuk orang itu di malam hari.


Dan sebenarnya Jessy sempat berfikir jika orang yang sedang didatangi oleh Igor adalah Kagami Jiro. Dan ini adalah sebuah keberuntungan untuk Jessy, karena ternyata orang yang didatangi oleh Igor adalah benar-benar Kagami Jiro.


Senyuman lebar Jessy yang begitu misterius mulai menghiasi wajah ayunya. Dan sepertinya Jessy sedang merancanakan sesuatu untuk menjerat Kagami Jiro. Jessy mulai memasang sebuah mini camera di atas nakas lalu segera kembali.


Kali ini aku akan membuat dirimu melakukannya tanpa pil itu! Aku akan hamil dan kau tak akan bisa terlepas dariku, Jiro! Hehe ...


Batin Jessy yang semakin mendorong tubuh Kagami Jiro hingga kini mereka berdua sudah menabrak sebuah ranjang, dan semua ini tentu saja sudah direncanakan oleh Jessy dengan baik.

__ADS_1


Menyerang Kagami Jiro dengan begitu manis dan memabukkan, seakan dirinya adalah gadis yang sedang disukai oleh Kagami Jiro. Dan sepertinya dewi fortuna sedang berpihak padanya, karena saat ini Kagami Jiro sedang begitu teler dan tidak memiliki kesadaran yang bagus.


"Yuna ... mengapa kamu diam saja?" ucap Kagami Jiro yang sudah duduk di tepian pembaringan. "Apa kamu menerimaku? Aku sangat menginginkanmu ... aku ingin menjadikanmu sepenuhnya menjadi milikku ... hiduplah bersamaku hingga kita menua bersama ..."


Cih ... memang sehebat apa gadis bernama Yuna itu hingga membuat dirimu begitu tergila-gila seperti ini?! Kau pria yang selama ini tak pernah mengejar seorang wanita, kini kamu malah menjadi seperti ini, Jiro! Kita lihat saja ... siapa yang akan berhasil menjadi nyonya Kagami Jiro dan menjadi menantu pertama keluarga besar Kagami?


Batin Jessy menyeringai licik dan masih menatap lekat wajah pria di hadapannya yang sudah merem melek itu.


"Hhm ..." Jessy mengangguk pelan dan tersenyum dengan manis.


Perlahan Jessy mulai sedikit mendorong tubuh Kagami Jiro dan mulai menindihnya dengan kedua kakinya yang terbuka dan duduk tepat di atas tubuh Kagami Jiro.


Perlahan Jessy sedikit menunduk dan mendekati Kagami Jiro. Sementara Kagami Jiro terlihat begitu terlena dan seakan sudah terbang melayang karena kehangatan Yuna. Seorang Inukai Yuna kali ini menerima penawarannya dan malah datang sendiri ke apartemen Kagami Jiro.


Jessy mulai mengecup pelan bibir Kagami Jiro, dan ciuman itu mendapat sambutan yang begitu hangat dari Kagami Jiro. Hingga Kagami Jiro membalasnya dengan cukup lembut dan begitu manis. Karena baginya adalah sekarang ini dia sedang berciuman dan bercumbu dengan Yuna. Gadis yang sudah menjadi incarannya dalam beberapa waktu terakhir ini.


Tangan besar Kagami Jiro kini mulai meraih pinggang ramping Jessy, dan tangan kanannya mulai meraih tengkuk Jessy untuk semakin menariknya untuk memperdalam ciuman mereka berdua.


Nafas dan saliva keduanya mulai berbaur menjadi satu. Dan ciuman itu kini menjadi semakin memanas saat Jessy dengan sengaja mengusap dada bidang yang sedikit terlihat dan menggesekkan pelan pangkal pahanya dan sedikit memberi tekanan hingga Jessy merasakan sudah ada sesuatu yang menjadi keras dan sedang didudukinya.


Jessy menyudahi kecupannya dan tersenyum misterius, jemari lentiknya mulai membuka ikatan jubah mandi Kagami Jiro dan segera melepaskannya begitu saja.

__ADS_1


Kali ini Jessy mulai menyerang Kagami Jiro lagi seperti seorang wanita panggilan dan pemuas saja. Sedangkan Kagami Jiro yang sudah semakin teler hanya bisa pasrah dan menikmati semuanya. Sudah lama tak berhubungan dengan gadis, dan kali ini dia melakukannya kembali, dan itu adalah dengan Yuna. Jadi, mana mungkin dia menolaknya!


"Uh ... Yuna ... aku sangat tidak menyangka. Gadis polos sepertimu bisa sangat handal seperti ini ..." Kagami Jiro benar-benar sudah dibuat terbuai oleh gadis itu, bahkan Kagami Jiro sama sekali tak kefikiran lagi untuk meminum pil yang selalu dia konsumsi sebelum berhubungan badan dengan seorang gadis.


Ditengah-tengah gelora yang begitu menggebu-gebu diantara keduanya, kini ponsel Kagami Jiro mulai berdering. Jessy yang masih terduduk di atas tubuh Kagami Jiro mulai meraih benda pipih yang tergeletak di atas nakas itu.


Sebuah nama seorang gadis Gadis bermulut pedas ( Yuna ) rupanya berusaha untuk mengbungi Kagami Jiro. Raut wajah Jessy seketika terlihat menjadi begitu kesal, hingga akhirnya Jessy menggeser sebuah tombol merah untuk menolaknya.


Beraninya kamu menghubungi Jiro, calon suamiku!


Geram Jessy di dalam hati lalu mematikan ponsel itu dan meletakkan kembali di atas nakas.


"Yuna ..." panggilan lirih dari Kagami Jiro sempat membuat Jessy merasa begitu kesal.


Namun Jessy segera tersenyum misterius dan mulai mengecup kembali bibir Kagami Jiro dengan lebih agresif.


Karena sudah merasa begitu berhasrat dan tak bisa menahannya lagi, kini Kagami Jiro segera mulai mencengkeram kedua lengan Jessy dan segera membaringkan Jessy hingga posisi mereka kini mulai berbalik 360 derajat.


Kali ini Kagami Jiro segera menuntaskan hasratnya yang sudah menggebu-gebu. Namun ada sedlsuatu yang mengganjal yang dirasakan oleh Kagami Jiro.


Yuna ... sudah tidak virgin? Aku sungguh tidak menyangka dia sudah pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya bersama seorang pria. Dengan siapa dia melalukannya? Apakah seniornya yang jelek itu? Apakah Jonathan? Apakah Wilson? Argghh ... sialan kalian!!

__ADS_1


Batin Kagami Jiro yang sudah sangat merasa tak berdaya hingga akhirnya dia merobohkan dirinya di atas tubuh Jessy dan langsung tertidur begitu saja.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2