
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Selama ini Yukimura masih menempati tempat tinggalnya di kontrakan lama yang ditinggalinya bersama orang tuanya dulu. Yeap, sebuah rumah tua di daerah Yokohama.
Dan dia juga sering melakukan pertemuan bersama Kagami Jiro untuk latihan bersama, atau terkadang hanya untuk makan bersama. Tokugawa Yukimura dan Kagami Jiro terus berlatih dan berlatih hingga akhirnya menjadi partner bertarung yang begitu kuat dan tak terkalahkan. Bahkan kemampuan dan keahlian bertarung mereka saat ini sudah sangat seimbang.
Suatu hari Kagami Jiro mengajak Yukimura untuk makan bersama dan minum bersama di sebuah cafe bar.
"Pesan apapun dan sebanyak apapun! Hari ini makanlah sepuasnya dan aku akan mentraktirmu karena aku sedang dalam keadaan hati yang baik." ucap Kagami Jiro di bawah gemerlapan lampu warna-warni yang menyinari cafe club itu.
"Sudah lama aku tidak makan steak. Bolehkan aku memesan 10 porsi?" ucap Yukimura dengan asal.
"Tentu saja! Kalau mau pesan semua makanan yang ada di cafe ini juga tidak masalah kok." Kagami Jiro menyauti sambil memainkan ponselnya dan terlihat sedang membaca sebuah pesan dari seseorang.
"Kau sungguh yang terbaik, Jiro. Hehe... kalau begitu aku akan pesan ... " ucap Yukimura sambil melihat-lihat buku menu itu. "Ehem ... tolong catat baik-baik ya, Nona!" imbuh Yukimura sambil menatap seorang waitress yang sudah berdiri di sampingnya dan sudah bersiap untuk mencatat pesanan mereka.
"Baik, Tuan." waitress itu menyauti dengan begitu ramah.dan sudah bersiap untuk menulis pesanan sang tamu.
"Aku pesan 10 porsi spesial sirloin steak, shabu-shabu, sushi, takoyaki, onigiri, ramen, dan berikan kami red wine!" ucap Yukimura yang masih terlihat menatap buku menu itu. "Jiro, kau mau makan apa?"
"Pesankan aku takoyaki dan shabu-shabu saja!" Kagami Jiro menyauti sambil membalas sebuah pesan untuk seseorang lalu menyimpan kembali benda pipih itu di dalam saku pakaiannya.
"Baik, sudah aku pesankan! Okay, aku rasa ini saja!" ucap Yukimura sambil menutup kembali buku menu itu.
"Baik, Tuan. Silakan tunggu sebentar." ucap waitress itu dengan begitu ramah lalu undur diri kembali.
"Katakan padaku, apa yang membuatmu bahagia kali ini, Jiro?!" kini Yukimura bertopang dagu menatap Kagami Jiro.
"Besok adalah hari ulang tahun adikku yang ke 10 tahun. Aku ingin memberikan kado untuknya, tapi aku bingung mau memberikan apa." ucap Kagami Jiro sambil duduk bersandar dengam santai dan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
__ADS_1
"Apakah dia seorang gadis?" tanya Yukimura memicingkan matanya menatap Kagami Jiro dan mengusap dagunya.
"Yeap. Adik kecilku yang begitu cantik, lucu dan menggemaskan ..." ucap Kagami Jiro sambil tersenyum membayangkan adik bungsunya.
"Sayangnya masih kecil ya. Coba sudah remaja, maka akan aku pacari deh. Ahahaha ..." celutuk Yukimura asal dan tertawa tebahak-bahak.
"Jika mau mendekati adikku Christal, maka harus berani menghadapiku terlebih dulu!" ucap Kagami Jiro dengan tegas.
"Wah, untuk mendapatkan Christal itu artinya harus bisa menghadapimu terlebih dahulu dan harus mendapatkab restu darimu dulu, Jiro?"
"Hhm. Tentu saja!"
"Kau gila ya. Gyahahaha ... pemuda mana yang akan bisa menandingi dirimu sang pemimpin Doragonshadou yang begitu legendaris?! Untuk menjadi adik iparmu tantangannya begitu berat ya. Aku kira hanya akulah yang memenuhi persyaratan itu, Jiro. Gyahahaha ..." kini Yukimura tertawa terbahak-bahak, bahkan sampai memegangi perutnya.
"Cckk ... kau terlalu tua untuknya! Kau lebih cocok menjadi pamannya!"
Kini Yukimura mendapatkan tanda sayang dari Kagami Jiro. Sebuah pukulan dengan tangan kuatnya yang mengenai kepalanya.
"Apa yang kau lakukan, Jiro?!" ucap Yukimura sedikit kesal.
"Itu tanda sayangku padamu, Yukimura!" Kagami Jiro menyauti dengan senyum lebarnya menatap Yukimura. "Hmm ... sudah lama aku tidak melihat Christal karena jarang pulang ke rumah." sungut Kagami Jiro sedikit mendengus.
"Cckk ... tentu saja. Kau selalu pulang ke appartement dan bermain dengan para gadis." ucap Yukimura menggoda Kagami Jiro.
"Aku tidak melakukannya lagi! Bahkan aku sudah pindah appartement agar mereka tidak mencari dan menggangguku!" sahut Kagami Jiro membela diri.
"Sungguh kau sudah pindah appartement, Jiro?" ucap Yukimura seakan tidak percaya mendengar perkataan dari Kagami Jiro.
__ADS_1
"Hhm. Sudah Satu minggu ini aku pindah ke appartementku yang baru." jawab Kagami Jiro seadanya.
"Jadi kau tidak lagi bermain-main lagi bersama para gadis?" selidik Yukimura memicingkan matanya menatap Kagami Jiro dengan penuh curiga.
Kagami Jiro kini meringis dan melirik Yukimura, "Aku akan memanggil mereka ke hotel jika aku sedang ingin melakukannya!"
"Ccck!! Dasar kau ini! Aku pikir kau sudah berubah!" Yukimura mendengus kesal mendengarkan ucapan Kagami Jiro.
Keduanya kini tertawa terbahak-bahak bersama. Perbincangan mereka yang mulai tidak jelas alurnya, terus berlanjut hingga akhirnya dua orang waitress mulai mengantarkan pesanan makanan mereka berdua.
Waitress itu mulai meletakkan wadah demi wadah, piring demi piring berisi menu makanan yang begitu menggugah selera dan menggiurkan saliva. Penyajiannya cukup memiliki seni dan begitu menarik.
Kagami Jiro tertegun menatap semua pesanan makanan itu, karena begitu banyak yang Yukimura pesan. Ada 10 porsi sirloin steak, satu mangkok besar shabu-shabu, satu papan sushi, satu papan takoyaki, satu piring onigiri, dan satu mangkok ramen.
"Yukimura! Kau serius akan memakan semua ini?" ucap Kagami Jiro sedikit tidak percaya.
"Hhm ... mengapa tidak? Latihan otot yang begitu berat membuatku merasa begitu lapar. Hehe ..." ucap Yukimura sambil mulai memotong sirloin steak dengan pisaunya.
Sedangkan Kagami Jiro hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat porsi makan sahabatnya yang begitu fantastis. Sementara Kagami Jiro mulai menikmati Takoyaki-nya, yang merupakan salah satu makanan faforitnya.
Takoyaki adalah salah satu makanan Jepang kesukaan Kagami Jiro, yang harus selalu ada di setiap akhir pekan. Aiko atau juru masak keluarga besar Kagami pasti akan begitu memahami kebiasaan satu ini. Takoyaki berbahan dasar tepung terigu, yang kemudian disiram dalam cetakan khusus yang berbentuk seperti cekungan setengah bola.
Isian takoyaki kesukaan Kagami Jiro biasanya adalah keju dan daun bawang. Setelah matang, takoyaki akan diberi tambahan saus mayonnaise, remahan rumput laut atau nori, dan serutan ikan yang akan menambah cita rasa yang nikmat saat disantap.
Selain takoyaki, Kagami Jiro juga sangat menyukai shabu-shabu. Shabu-shabu adalah makanan khas Jepang yang berisi irisan tipis daging, tahu, jamur, dan sayuran. Daging yang biasa digunakan adalah daging sapi, dan terkadang juga daging ayam, ikan, atau gurita.
Namun di dalam keluarga Kagami tidak pernah menggunakan daging gurita, karena sebenarnya Kagami Jiro akan alergi jika mengkomsumsi masakan seafood yang berlebihan Daging shabu-shabu dapat dinikmati dengan Gomadare atau saus Jepang yang mengandung wijen.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...