
"Aku sudah mengantarmu, jadi aku akan segera pulang. Lepaskan aku, Jiro ..." pinta Amane yang berusaha untuk melepaskan dirinya dari jeratan Kagami Jiro.
"Tidak, jujur saja aku sangat merindukanmu, Amane. Mengapa kita tidak bersama sebentar dulu ..." senyuman dengan sepasang mata yang sedikit terpejam itu menghiasi wajah tampan pemuda yang sudah hampir kehilangan kesadarannya saat ini. "Bagaimana? Kau cukup menghangatkanku di tempat tidur saja. Dan asal kau tau, ini adalah sebuah kesempatan yang dimimpikan oleh setiap wanita." imbuh Kagami Jiro tersenyum tipis lalu meraih dagu indah Amane dengan salah satu tangannya.
"Jiro ... aku mohon padamu. Ini tidak benar. Aku hanya datang untuk mengantarmu. Tolong jangan mempersulitku seperti ini ..." ucap Amane yang masih berusaha untuk melepaskan dirinya.
"Aku tidak mempersulitmu, Amane. Aku hanya sedang merindukanmu. Aku tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini sebelumnya. Kau sangat berbeda ..." Kagami Jiro dengan cepat segera merubah posisinya sehingga kini berada di atas, sementara Amane sudah di bawahnya.
"Jiro, jangan suka mempermainkan perasaan orang lain! Dan lagi ... aku sudah menikah! Tolong hargai itu semua ... aku bahkan tidak meminta pertanggung jawaban darimu. Jadi aku mohon sekali padamu, jangan mempersulitku kali ini."
"Ckk ... apakah pria itu benar-benar lebih baik dariku hingga kau begitu dimabuk cinta olehnya? Apakah dia dia lebih handal dariku?" ucap Kagami Jiro yang terlihat sedikit kesal.
"Setidaknya dia lebih menghargaiku dibanding denganmu ..." tandas Amane yang semakin membuat Kagami Jiro begitu kesal.
"Oh ya? Tapi aku lebih dulu mendapatkanmu, aku lebih dulu menikmati tubuh indahmu, Amane? Apa kau melupakan malam itu? Kau bahkan sudah menyerahkan mahkotamu padaku malam itu. Bagaimana jika suamimu Kin Izumi mengetahui hal itu? Apakah dia akan tetap menerima dan menghargaimu? Bagaimana jika aku memberitahunya saja jika kita sudah melakukannya lebih dulu?" ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu menyebalkan.
PLLAAKK ...
Dengan dada yang sudah bergemuruh dan lagi-lagi terasa begitu menyakitkan, akhirnya Amane melayangkan jemarinya dan menampar Kagami Jiro hingga meninggalkan panas dan tanda kemerahan pada wajah sebelah kirinya.
Seketika suasana menjadi begitu hening namun terasa begitu memuakkan untuk Amane. Dia benar-benar tidak menyangka Kagami Jiro akan mengatakan hal semacam itu. Hal yang sangat tidak pantas dan tidak berperasaan.
"Amane ... berani sekali kau melakukan semua ini padaku ..." tiba-tiba saja raut wajah manis pemuda tampan itu berubah menjadi begitu menyeramkan. "Kau tentu tau bukan siapa aku? Aku ini berdarah dingin dan tidak akan memandang siapapun ketika ada yang berani menentangku!" geramnya begitu menakutkan.
"Yang harusnya dilihat sudah dilihat, yang harusnya dipegang sudah dipegang. Jadi aku bisa saja membereskanmu jika aku mau ..." tandas Kagami Jiro kembali dengan suara yang membuat setiap orang bergidik ngeri.
Kagami Jiro mulai mengusap wajah cantik yang kini terlihat begitu ketakutan itu, bahkan Amane mulai memejamkan matanya karena begitu ketakutan. Kagami Jiro mengusapnya dengan lembut dari kening, mulai menuruni sepasang mata yang indah itu, lalu menuruni hidung Amane yang mancung dan mungil dengan tulang hidungnya yang tegak, dan berakhir pada bibir kemerahan yang menggiurkan kaum adam itu.
__ADS_1
Amane masih terlihat sedikit menahan napasnya kali ini, wajahnya masih terlihat begitu tegang dan ketakutan dengan mata yang masih tertutup. Kagami Jiro tersenyum puas karena merasa sedikit puas.
Namun tiba-tiba saja Kagami Jiro mulai merobohkan tubuh dan kepalanya. Mendaratkan kepalanya begitu saja pada bahu Amane menghadap lehernya.
Amane masih memejamkan sepasang matanya dan masih terlihat begitu ketakutan, bahkan untuk bernapas saja dia terlihat begitu berhati-hati kali ini. Namun, setelah beberapa saat gadis cantik itu mulai merasakan ada sebuah kejanggalan. Kagami Jiro tidak berkata-kata lagi bahkan tidak merubah posisinya selama beberapa menit.
Hingga akhirnya, Amane memberanikan diri untuk membuka matanya kembali. Dan ternyata dia mendapati Kagami Jiro yang sudah terlelap di atas tubuhnya.
Perlahan Amane mulai mendorong tubuh Kagami Jiro dengan hati-hati dan mulai bangun. Lalu dia segera meninggalkan tempat itu. Setelah sampai di luar, Amane segera menghadang sebuah taxi dan segera kembali ke appartemenya.
Lain kali aku tidak akan berhubungan dengannya lagi!
Batin Amane terlihat begitu sedih dan penuh dengan penyesalan. Gadis itu kini menyadari, bahwa sosok seorang Kagami Jiro sebenarnya adalah pemuda yang begitu menakutkan, dan dia akan selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan. Bahkan dia akan tega membuang sesuatu yang tidak dikehendakinya jika dia mau.
Amane terlihat mulai melakukan sesuatu dengan ponselnya. Yeap, kali ini Amane memblokir nomor telpon Kagami Jiro.
Dengan hati-hati dan begitu pelan, Amanr mulai membaringkan dirinya di atas ranjang dengan posisi miring dan membelakangi Kin Izumi.
PPLLUUKK ...
Tiba-tiba saja Amane dibuat begitu terkejut, ketika tangan Kin Izumi mulai memeluk tubuhnya dari belakang.
"Sayang ... mengapa sudah memakai baju?" ucappan lembut itu kini sudah berada begitu dekat dan seperti menggelitiki ruang telinganya.
"Eh ... itu ... aku kedinginan."
"Kemarilah dan aku akan menghangatkanmu ..."
__ADS_1
GRREEPP ...
Kini Kin Izumi semakin mempererat pelukannya.
...⚜⚜⚜...
Tirai putih yang begitu manis dan telihat begitu elegan itu melambai-lambai karena terkena angin lembut yang berasal dari AC di salah satu kamar VIP InterContinental Yokohama Grand, an IHG Hotel.
Sinar mentari yang mulai tersenyum menyambut dunia dengan hangat, mulai memasuki dan menembus kaca bening dari kamar itu. Seorang pemuda terlihat masih tertidur dengan pulas di atas pembaringan.
Pemuda tampan itu mulai membuka matanya dan mengerjapkan matanya karena kilau cahaya matahari yang sedikit membuatnya silau.
"Ugh ... dimana aku?" gumamnya lalu duduk dan memperhatikan sekelilingnya. Pemuda itu juga memegangi kepalanya karena masih begitu pusing. "Apa aku sedang berada di hotel? Ugh ... dasar Igor! Mengapa dia membawaku ke hotel?! Dan dimana dia sekarang?!"
Kagami Jiro mulai meraih ponselnya dan berniat untuk menghubungi Igor, namun Kagami Jiro mulai terlihat begitu terkejut setelah memeriksa panggilan keluar dan menemukan nama Amane disana.
"Amane?" gumam Kagami Jiro mengkerutkan keningnya. "Jadi yang aku minta untuk datang dan menjemputku semalam adalah Amane? Dan bukan Igor? Haishhh ... kau sungguh memalukan sekali, Jiro!" sungutnya kepada dirinya sendiri.
"Tunggu dulu. Itu berarti yang mengantarku ke hotel adalah Amane?" Kagami Jiro terlihat memperhatikan tubuhnya dan sudah bertelanjang dada. "Apakah malam itu terjadi sesuatu?"
Kini Kagami Jiro mencoba mengingat kejadian malam itu, dan setelah beberapa saat akhirnya dia bisa mengingat sedikit-sedikit.
"Haishhh ... apa yang sudah aku lakukan!" ucapnya begitu frustasi. "Memalukan sekali!"
Kagami Jiro mulai bangun dan berniat untuk membersihkan dirinya di kamar mandi, setelah itu dia bergegas untuk meninggalkan hotel itu dan segera kembali untuk bekerja.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1