
Kini Wilson mulai melenggang dengan langkahnya yang lebar mendekati Samuel yang terlihat sudah sangat ketakutan. Wilson dengan santainya mengangkat kaki kanannya ke udara dan menendang kuat tubuh Samuel tepat pada bagian perutnya.
Tubuh yang tergolong tinggi dan kurus itu kini terhempas ke belakang hingga menabrak sebuah pilar raksasa.
DUUAAKK ...
Wilson masih melenggang dengan sangat santai mendekati Samuel yang masih dalam posisi duduk dengan memegangi perutnya yang masih terasa begitu sakit karena tendangan kuat dari Wilson.
"Pecundang seperti dirimu tak pernah merasa jera ya! Selalu saja melakukan hal bodoh seperti ini! Jika tak bisa bermain judi, sebaiknya jangan bermain! Jika kamu ketahuan curang, kau bisa mampus seketika!" tandas Wilson sedikit duduk dengan salah satu kaki yang ditekuk dan tangan kirinya mulai menarik paksa Samuel untuk berdiri kembal.
"Caramu bermain sangatlah kotor dan idiot!" Wilson mulai menghempaskan kembali tubuh Samuel dengan sangat kuat (padahal dia memakai tangan kirinya) hingga kini tubuh Samuel terjatuh di bawah kaki salah satu pria bule yang tadi sempat menghajar Rie Fu.
"Uhuk ... uhuk ..." Samuel terbatuk-batuk hingga akhirnya dia muntah darah dan mengenai sepatu boot dari pria bule itu.
"What the f*ck!! (Dasar, breksek!)" pria bule itu merasa begitu marah, hingga akhirnya dia mulai menendang wajah Samuel dengan cukup keras hingga beberapa gigi bagian depannya ada yang terlepas begitu saja.
Suasana tempat kasino ini masih terdengar begitu riuh. Beberapa pengunjung wanita berteriak begitu histeris saat menyaksikan semua itu. Ada beberapa dari pengunjung segera meninggalkan tempat itu karena begitu ketakutan dan tak ingin terlibat dengan pertarungan pria-pria menakutkan itu.
Namun ada juga cukup banyak pengunjung yang masih ingin tetap stay dan menyaksikan semua aksi heroik itu. Malah sebagian dari mereka malah berteriak dan menyemangati jagoannya layaknya seorang cheerleader / pemandu sorak.
Setelah puas melihat semua keadaan Samuel dan Rie Fu yang terluka cukup parah, kini Sean dan Wilson mulai melenggang bersama untuk meninggalkan tempat kasino itu.
Namun sepertinya mereka berdua melupakan sesuatu, hingga tiba-tiba seorang gadis mulai memanggilnya.
"Exusme, Sir. But you left this bag. ( Permisi, Tuan. Tapi tuan meninggalkan tas ini.)" ucap gadis itu sambil memberikan sebuah tas jinjing berwarna hitam yang sudah terisi begitu padat dengan uang!
__ADS_1
Yeap, bergepok-gepok uang itu berada dalam tas itu. Dan uang itu adalah uang yang baru saja dimenangkan oleh Wilson saat melawan Samuel. Dengan susah payah Samuel meminta uang itu dan malah Wilson membuat Samuel hingga babak belur, namun kini malah dengan mudahnya Wilson hampir saja meninggalkan uang itu begitu saja.
"Terima kasih." ucap Wilson mulai menerima tas hitam itu lalu membuka resleting dari tas itu sedikit untuk mengambil segepok uang.
"Ini untukmu, Carolina!" Wilson menyodorkan segepok uang itu untuk gadis bule itu, namun dengan cepat Carolina menolaknya dengan halus dan sopan.
"Thanks a lot, Sir. But i can't accept this money. ( Terima kasih banyak, Tuan. Tapi aku tidak bisa menerima uang ini.)" Carolina menolak dengan sopan dan mendorong tangan Wilson yang masih membawa segepok uang itu.
"So. What do you want?" ( Lalu, apa yang kamu inginkan?" tanya Wilson lalu menyimpan kembali uang itu ke dalam tas jinjing itu lalu menutup rapat tas itu kembali.
"No, Sir. I don't want anything. ( Tidak, Tuan. Aku tidak menginginkan apa-apa.)" ucap Carolina dengan ramah lalu bergegas untuk segera kembali ke tempat kerjanya.
Wilson dan Sean bertatapan sebentar lalu mulai melengggang kembali untuk segera bergabung bersama Kagami Jiro dan Igor yang sedang berada di dalam sebuh restoran di daerah itu. Cafe Noite e Dia, sebuah reatoran dengan menu masakan China dan Asia.
"Maaf jika sedikit lama, Tuan." ucap Wilson setelah duduk di seberang Kagami Jiro.
Wilson mulai memesan ayam kung pao dan cap cay, sementara Sean memesan beef black paper dan pokcoy garlic.
"Jadi apa rencanamu untuk besok, Wilson?" tanya Kagami Jiro yang kini mulai menikmati teh bunga krisan yang disajikan dalam sebuah cangkir kecil dan bening.
"Besok pagi aku akan kembali ke tempat itu untuk mengurus hadiahku, Tuan." sahut Wilson seadanya.
"Hhm. Semoga saja mereka tak akan banyak mengulur waktu kita. Karena aku ingin segera kembali ke Jepang." celutuk Kagami Jiro yang seakan sudah bisa membaca sesuatu keadaan yang akan terjadi keesokan harinya.
"Semoga saja begitu, Tuan."
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya seorang waitress mulai datang untuk mengantarkan beberapa pesanan Wilson dan Sean. Beberapa botol Baiju juga terlihat dibawakan untuk mereka.
Sean dan Wilson mulai menyantap makan malam mereka. Sementara Kagami Jiro terlihat sedang menyibukkan dirinya dengan melihat-lihat ponselnya untuk mengecek sesuatu.
Setelah membuka dan membalas beberapa pesan dari Yosuke dan beberapa rekan kerjanya, Kagami Jiro mulai menyimpan kembali benda pipih itu pada saku pakaiannya.
Setelah menyelesaikan makan malam itu, keempat pria itu mulai menikmati Baiju ( arak putih China ) bersama sebelum mereka kembali ke hotel.
...⚜⚜⚜...
BRUUGGHH ...
Kagami Jiro mulai menghempaskan tubuhnya dengan cukup keras di atas pembaringan di kamarnya dengan posisi terlentang. Sepasang matanya terpejam, namun sebenarnya dia belum tidur.
"Apa yang sedang dilakukan oleh gadis bermulut pedas itu ya saat ini?" gumamnya tiba-tiba. "Dua hari aku tak berada di Jepang, apa dia tak kehilangan aku sama sekali? Dua hari berada di Macau, Hongkong ... rasanya seperti sudah berbulan-bulan saja. Jiro ... Jiro ... mengapa kau bisa seperti ini?!" gumamnya mengolok-olok dirinya sendiri.
TRING ...
Bunyi sebuah notifikasi yang berasal dari ponselnya membuatnya sedikit berharap jika pesan itu berasal dari Yuna. Sebuah benda pipih dikeluarkannya dari saku pakaiannya lalu Kagami Jiro mulai membaca pesan itu yang ternyata berasal dari sebuah nomor baru.
"Siapa ya?" gumamnya pelan lalu mulai membacanya.
Hallo, Handsome. Do you remember me? I'm Carolina. I just finished my job. What about you? What are you doing right now? Carolina. ( Hallo, Tampan. Apa kamu mengingatku? Aku Carolina. Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku. Bagaimana denganmu? Apa yang sedang kau lakukan saat ini? Carolina
Begitulah kira-kira isi pesan itu yang ternyata dikirim oleh Carolina.
__ADS_1
"Wah, gadis bule itu ya rupanya. Biar bagaimanapun dia sudah membantu permainan Wilson dengan jujur. Dan dia sudah mengantarkan uang sebanyak itu, uang yang Wilson tinggalkan begitu saja. Cihh ... dasar Wilson!" sungut Kagami Jiro lalu mulai membalas pesan itu.