
Sebuah capung besi berwarna putih bersinar, terlihat sudah mulai mendarat secara vertikal di sebuah pinggiran pantai Black Sand Beach di Macau. Setelah beberapa saat, terlihat keempat pria mulai memasuki capung besi itu.
Setelah beberapa saat sebuah Airbus H225 Super Puma itu mulai mengudara kembali dan mulai melakukan sebuah perjalanan yang cukup panjang untuk kembali ke Tokyo, Jepang.
Keempat pria itu menghabiskan waktunya selama kurang lebih 5 jam untuk mengistirahatkan mata sekaligus otaknya. Sementara sang pilot masih terlihat begitu fokus mengemudikan capung besi itu, dan disebelahnya juga sudah ada seorang pilot pengganti.
Yeap, karena udara yang sedikit berkabut karena salju yang masih saja turun, sementara cahaya matahari juga masih bersembunyi di balik kabut tebal membuat penerbangan kali ini sedikit pelan dan memerlukan pilot pengganti untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
...⚜⚜⚜...
"Selamat pagi, Yuna!" sapa Wilson yang kebetulan bertemu dengan Yuna di sebuah lorong apartemen pagi itu.
"Oh ... hai, Wilson! Kau sudah kembali rupanya!" sahut Yuna yang terlihat begitu terkejut.
"Ya, semalam aku baru saja tiba di Tokyo. Oh iya, kebetulan sekali! Ini untukmu!" Wilson memberikan dua buah bingkisan untuk Yuna.
"Apa ini? Harum sekali ..." ujar Yuna sambil menerima bingkisan itu dan mencium aroma manis dari bingkisan itu.
"Itu adalah kue khas Macau, Almond Cakes dan Almond Cookies. Dan juga Macau Egg Tart ala Portugis yang sangat hits. Aku juga sudah memberikan untuk paman dan bibi tadi pagi-pagi sekali. Jadi itu bisa kamu makan bersama teman-teman di kampusmu." ucap Wilson begitu ramah.
"Wah ... terima kasih, Wilson! Kau baik sekali!" ujar Yuna begitu tulus. "Bagaimana dengan Macau? Aku belum pernah pergi kesana. Pasti keren sekali ya!" Yuna beralih menatap Wilson dan menatap sisi samping wajah Wilson.
Karena mereka masih melenggang bersama untuk menuju sebuah elevator, dan sebenarnya sejak kejadian elevator yang rusak di markas besar Doragonshadou, Yuna masih begitu trauma jika menaiki elevator seorang diri. Jadi dia hanya akan menggunakan sebuah elevator saat bersama dengan orang lain saja. Jika tidak ada, maka Yuna akan lebih nyaman menggunakan tangga manual.
"Macau adalah kota dan pulau yang sangat menakjubkan, Yuna! Namun hati-hati saat disana, karena banyak orang licik disana!" ucap Wilson mulai memasuki sebuah elevator, dan segera diikuti oleh Yuna.
"Begitukah? Licik soal apa?" ucap Yuna dengan polosnya.
__ADS_1
"Banyak hal. Terutama disana sangat identik dengan perjudian. Jika tidak berhati-hati, maka kita akan sangat dirugikan."
"Oh ... kalaupun aku bisa pergi ke tempat itu, pastinya aku hanya akan berfoto di beberapa tempat saja. Karena tempat itu sangat menakjubkan! Ahaha ..." Yuna tertawa renyah dan melupakan sesuatu, jika saat ini dia sedang berada di dalam elevator.
Karena biasanya Yuna akan berdiam diri dan tidak akan banyak bergerak saat berada di dalam elevator saking tegangnya.
"Kau benar, Yuna! Tempat itu sangat luar biasa!" sahut Wilson seadanya.
TRIINGG ...
Pintu elevator kini mulai terbuka kembali dan angka sudah menunjukkan jika mereka sudah berada di lantai dasar.
"Kau mau ke kampus apa ke butik? Ayo kita berangkat bersama saja!" ajak Wilson dengan ramah.
"Aku akan ke kampus dulu. Baru siangnya aku akan ke butik. Terima kasih, Wilson. Tapi aku naik taxi saja." sahut Yuna dengan senyum lebar. "Bosmu sangat menyeramkan, lebih baik jangan sedikitpun datang terlambat." imbuh Yuna setengah berbisik pada Wilson lalu Yuna mulai tertawa lepas karena membayangkan Kagami jiro yang begitu menyebalkan menyuruh-nyuruh Wilson sesuka hatinya.
"Tenang saja, Yuna. Aku masih memiliki waktu satu jam sebelum bekerja. Jadi aku bisa mengantarmu dulu, lagipula kampusmu searah dengan tempat kerjaku. Jadi ini tak akan merepotkanku kok."
"Hhm? Oke deh kalau begitu ..." sahut Yuna dengan senyum lebar.
Wilson dan Yuna mulai menuju ke tempat parkiran dan mendatangi sebuah mobil Lexus hitam LS 460L yang cukup mewah. Keduanya mulai memasukinya dan mobil itu kini mulai meninggalkan apartemen Azzabu.
"Aku melihat ada temanmu menandaimu di akun sosial mediamu, Wilson." ucap Yuna sambil menyibukkan dirinya dengan ponselnya.
"Menandai apa?" tanya Wilson begitu kebingungan, karena sebenarnya selama ini Wilson sangat jarang menggunakan sosial media miliknya.
Wilson tak akan sempat untuk bermain-main dengan hal yang menurutnya kurang berguna seperti itu. Waktunya sangat berharga, dan akan selalu dia gunakan untuk hal yang berhubungan dengan pekerjaannya saja.
__ADS_1
"Sebuah fotomu bersama dengan sebuah mesin permainan kasino." ucap Yuna yang masih menatap layar kecil itu.
"Wah! Pasti ini ulah Sean." ucap Wilson menerka.
"Hhm. Benar sekali. Nama orang yang menandaimu adalah Sean."
"Dasar Sean ... aku jadi malu ..." Wilson mengusap tengkuknya karena sedikit malu.
"Keren sekali kau, Wilson! Memenangkan jackpot sebesar ini!!" sepasang mata Yuna membulat sempurna, mulutnya juga menganga dan segera ditutupinya demgan jemari kanannya.
"Ahaha ... itu hanya kebetulan saja, Yuna." kilah Wilson dengan tawa kecil, tanpa mengurangi konsentrasinya sedikitpun saat mengemudikan Lexus hitam LS 460L itu.
"Meskipun kebetulan, tapi kau sungguh keren! Bosmu tidak merampas semua uang itu darimu bukan?" selidik Yuna mencurigai Kagami Jiro.
"Tentu saja tidak, Yuna. Meskipun tuan Kagami Jiro terlihat selalu keras, tegas, dan dingin, namun sebenarnya tuan Kagami Jiro sangat baik dan selalu berusaha untuk menyejahterakan semua anak buahnya. Semua ucapan ancaman yang sering dia lontarkan selama ini sebenarnya adalah sebagai rasa sayangnya untuk kita. Meskipun aku baru saja bekerja untuknya selama 5 tahun ini, namun aku merasa begitu nyaman saat bekerja bersamanya." ucap Wilson dengan jujur.
"Cihh ... segitunya kau membela pria licik itu!" ketus Yuna tanpa sadar, dan Yuna segera membungkam mulutnya kembali dan melirik Wilson yang malah terlihat sedang menahan tawa saat ini.
"Apa kau bilang barusan?" ucap Wilson yang sudah tak bisa menyembunyikan tawanya karena begitu lucu menurutnya. "Kau mengatai tuan Kagami Jiro dengan sebutan pria licik?" ulang Wilson kembali.
Yuna masih terdiam beberapa saat dan masih terlihat membungkam mulutnya.
"Sorry. Aku ... merasa begitu kesal padanya. Karena dia selalu saja mempunyai cara untuk membuat orang lain untuk melakukan semua kemauannya. Dia juga sangat egois!" ucap Yuna akhirnya.
Wilson semakin mengeraskan tawanya saat mendengar ucapan Yuna untuk Kagami Jiro. Baru pertama kali ini Wilson melihat ada seorang gadis yang terluhat begitu tidak menyukai seorang Kagami Jiro. Bahkan Yuna terlihat begitu kesal, benci dan sangat anti dengan seorang Kagami Jiro.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1