
Kagami Jiro mulai menghempaskan sebuah vas bunga antik berwarna putih dengan ukiran bunga tulip berwarna kebiruan dan peach lembut itu dan menjatuhkannya di lantai hingga membuat vas antik itu pecah dan hancur menjadi berkeping-keping.
Semua orang yang sedang berada di lantai dasar yang sedang menyaksikan kejadian semua itu kini seketika dibuat melongo oleh Kagami Jiro dalam hitungan detik saja. Mata mereka membelalak dengan mulut yang terbuka dengan cukup lebar.
Kagami Jiro mulai memungut salah satu serpihan dari vas antik yang sudah hancur itu dan raut wajahnya masih terlihat begitu tenang tanpa tergambar sedikitpun rasa panik maupun gelisah.
"Barang ini adalah barang palsu. Dan ini adalah barang tiruan yang berkualitas. Jika tidak bisa membedakan sebenarnya bukanlah hal yang sangat memalukan, karena barang ini hampir mirip dengan barang aslinya. Ada tempat pembuatan yang juga tidak bisa untuk dibedakannya. Angka di dalam pecahan ini adalah sebuah kode untuk daerah tertentu dan merupakan tempat pembuatan vas tiruan yang berkualitas ini. Jadi, hal ini bisa membuatmu salah dalam memberikan penilaian." ucap Kagami Jiro sambil menunjukkan sebuah serpihan kecil dari vas antik palsu itu yang memiliki sebuah kode angka seperti yang sudah dijelaskan olehnya.
"Lain kali jika mau membeli barang antik, bawalah seorang ahli agar kamu tidak tertipu seperti ini lagi." imbuh Kagami Jiro masih dengan tenang dan menatap pemuda itu. "Atau jangan-jangan kamu yang sudah berusaha untuk menipu kami?" imbuh Kagami Jiro dengan nada bicara yang terdengar begitu ramah, namun sangat tajam dan menusuk.
"Apa? Tidak mungkin!! Jadi aku sudah tertipu? Padahal aku jauh-jauh membeli barang antik ini hingga sampai ke China!! Argghh ... sial!!" pemuda itu terlihat begitu frustasi hingga akhirnya mulai meninggalkan Rubby Shine begitu saja.
"Kalian semua bubar!" titah Kagami Jiro kepada para staff yang sudah berkerumun di tempat itu.
Para staff itu seketika bubar dan segera kembali dengan pekerjaan masing-masing. Begitu juga dengan Rin dan dua oramg yang bertugas sebagai pemeriksa dan peneliti barang antik di Rubby Shine.
Tiba-tiba saja Aiko mulai datang menghampiri Kagami Jiro, dan sepertinya Aiko baru saja dari luar karena sebuah pekerjaan.
"Ada apa, Jiro? Apa ada sesuatu yang baru saja terjadi?" tanya Aiko karena masih melihat seorang petugas kebersihan yang sedang membersihkan serpihan-serpihan vas bunga yang dibawa oleh pemuda itu tadi. "Apakah ada yang membuat masalah disini?"
__ADS_1
"Ada seorang pelanggan yang datang dan membawa barang palsu, Ibu. Dan dia malah menuduh staff kita telah merusak barang itu. Dia meminta ganti rugi dan mengancam kita akan melaporkannya ke pihak kepolisian. Namun aku berhasil membuktikan jika barang yang dia bawa adalah barang palsu. Dan sekarang pemuda itu sudah pergi dan terlihat sangat frustasi karena dia tertipu saat di China." jelas Kagami Jiro apa adanya.
"Wah, putraku sangat cerdas ya. Padahal bukan seorang ahli dan peneliti resmi di bidang perhiasan dan barang kuno. Tapi sekilas saja bisa membedakan mana barang asli dan mana barang palsu. Keren sekali putraku!!" ucap Aiko begitu takjub dan bangga melihat keahlian dari Kagami Jiro yang sungguh menakjubkan.
"Ahaha ... aku hanya paham sedikit saja, Ibu. Belajar dari pengalaman saja kok. Karena melihat barang-barang seperti itu." jawab Kagami Jiro tersipu karena mendapatkan pujian dari sang ibu. "Oh iya ... bagaimana dengan LV, Ibu? Apakah disana semua juga aman?"
"Ya, adikmu Yosuke bisa menanganinya dengan baik kok." jawab Aiko mulai menggandeng Kagami Jiro untuk mengajaknya makan siang bersama di kantin Rubby Shine.
Yeap, LV adalah adalah salah salah satu perusahaan di bidang industri fashion yang juga dipimpin oleh Aiko. Namun Aiko memberikan beberapa tanggung jawab yang cukup besar untuk putra keduanya, Yosuke untuk mejadi seorang wakil preaiden direktur di LV.
Jadi beberapa perusahaan itu memang dibagi-bagi untuk kedua putranya agar ikut andil di dalam beberapa perusahaan tersebut. Bagaimana dengan Doragonshadou? Tentu saja Kagami Jiro dan Yosuke juga sepenuhnya memegangnya.
"Kita makan siang bersama dulu, ibu sudah lama sekali tidak makan siang bersamamu!" ucap Aiko tanpa mempedulikan keputusan dari Kagami Jiro, entah putranya sedang sibuk atau tidak.
...⚜⚜⚜...
Yuna's Fashion, di ruangan produksi.
Seorang gadis berwajah cantik nan tegas terlihat sedang melakukan pemantauan terhadap beberapa karyawannya yang sedang menjahit dan mengerjakan beberapa gaun pesanan yang akhir-akhir ini dipesan oleh seorang pelanggan dalam jumlah yang cukup besar dan harus dikerjakan dengan cepat.
__ADS_1
Seorang gadis dengan pakaian formal terlihat mulai mendatangi gadis yang tak lain adalah Yuna itu dengan langkah yang tergesa. Dan raut wajahnya terlihat begitu khawatir.
"Nona, Yuna. Ini gawat sekali." ucap gadis yang baru saja datang menghampiri Yuna.
"Ada apa, Mayu? Dimana para penjahit profesional itu? Dan mengapa hari ini banyak sekali penjahit kita yang mendadak tidak masuk?" tanya Yuna yang masih menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.
"Penjahit profesional yang baru saja kita dapatkan tiba-tiba membatalkan penawaran dari kita siang ini. Dan para penjahit kita 2 orang tidak bisa masuk bekerja karena sakit." jelas Mayu yang merupakan asisten pribadi Yuna.
Tak kalah kebingungan seperti Mayu, Yuna juga mulai kebingungan karena masalah seperti ini adalah pertama kalinya terjadi di dalam bisnisnya. Biasanya semua akan aman dan masih terkendali. Karena biasanya para konglomereat itu akan memesan gaun-gaun indah hasil tangan ajaib Yuna dengan mengginakan estimasi waktu yang cukup dan tidak terburu-buru seperti ini.
"Bagaimana ini, Nona Yuna? Pelanggan kita meminta agar pekan depan semua gaun itu harus sudah selesai. Dan pelanggan itu adalah salah satu pelanggan VIP kita, seorang pemilik SM group, dan memiliki banyak artis-artis besar. Jika sampai kita mengecewakan mereka kali ini, ini akan sangat tidak baik untuk performa dari butik ini, Nona Yuna." Mayu terlihat begitu panik luar biasa.
"Mayu, urus butik selama beberapa hari ini! Aku akan melakukan sesuatu!" ucap Yuna dengan tegas dan menatap Mayu lurus-lurus. "Aku akan melakukannya sendiri! Aku akan menjahit untuk gaun-gaun itu ..." imbuh Yuna mulai membuat keputusan.
"Tapi, Nona Yuna ..."
"Tidak ada pilihan lain, Mayu. Sekarang aku percayakan butik kepadamu. Aku akan berada disini selama beberapa waktu untuk membantu para penjahit ini."
Tak ada pilihan lain, akhirnya Mayu menerima keputusan dari Yuna. Meskipun sebenarnya Mayu merasa tak tega jika Yuna harus melakukan beberapa pekerjaan itu. Padahal Yuna adalah seorang owner dari butik yang sudah cukup terkenal ini.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...