Casanova In Love

Casanova In Love
Together In Love


__ADS_3

Perlahan Kagami Jiro mulai menyibak rambut samping Yuna ke belakang telinga kiri Yuna. Dan hal itu membuat Yuna sedikit mengangkat kedua bahunya karena merasa sedikit geli.


Masih dengan senyum tipisnya, perlahan Kagami Jiro mulai mendekati wajah ayu Yuna yang kini sudah mulai memanas karena merasa sangat kikuk dan tegang luar biasa.


Masih dengan kedua tangan yang bertumpu di atas pembaringan dengan mengunci tubuh Yuna, kini Kagami Jiro mulai mulai memiringkan wajahnya dan semakin mendekati wajah Yuna.


Yuna mulai memejamkan sepasang matanya dan bersiap untuk menyambut sesuatu dari Kagami Jiro. Setelah beberapa detik, kini mulai dirasakannya sesuatu yang lembut mulai menyentuh bibirnya. Tak hanya itu, hembusan nafas kasar dari Kagami Jiro juga sangat dirasakannya saat ini.


Kagami Jiro melakukannya dengan hati-hati dan sengat lembut karena ingin memberikan kesan untuk Yuna dan tentu saja Kagami Jiro juga ingin menikmati pelan-pelan.


Seperti tak mau melewatkan satu inchipun dari setiap sudut bibir mungil Yuna, Kagami Jiro terus saja menciuminya dengan begitu hangat dan sesekali menyesapnya.


Jemari pengembara yang sudah cukup lama berdiam diri itu kini mulai melepas satu persatu kancing kemeja Yuna mulai dari atas. Yuna sudah tidak menyadari akan hal itu, karena masih dibuat terbang oleh ciuman maut dari Kagami Jiro yang seakan sudah menyihirnya begitu saja.


Hingga akhirnya semua kancing pakaian Yuna mulai terbuka semua dan Kagami Jiro mulai menanggalkan pakaian Yuna yang berwarna putih itu. Disaat itu Kagami Jiro menghentikan ciumannya, dan melihat wajah Yuna sudah menjadi begitu merah seperti tomat.


Apalagi saat ini Yuna sudah hampir dibuat telanjang oleh Kagami Jiro dan hanya mengenakan pakaian dalamnya dan rok span saja. Gadis itu pasti benar-benar merasa malu luar biasa saat ini.


Tatapan keduanya kini kembali bertemu kembali, namun tatapan menawan dari pemuda itu kini mampu meluluhkan kembali gadis cantik itu. Kagami Jiro tersenyum hangat lalu mulai mengecup lembut bibir kemerahan itu lagi.

__ADS_1


Kecupan itu kini mulai menuruni leher jenjang Yuna dan membuat tubuh Yuna menggeliang karena serangan yang begitu lembut itu. Setelah cukup berlama-lama menikmati leher jenjang Yuna yang indah kini Kagami Jiro mulai menuruni bahu putih nan mulus ini.


Yuna sedikit mengangkat kedua bahunya kembali dan juga sesekali mendeesah karena sentuan itu masih sangat tak biasa untuknya. Sentuhan hangat dan kecupan-kecupan yang terkadang disertai permainan lidah dari Kagami Jiro telah membuatnya seakan mabuk dan melayang.


Gadis ini sungguh masih sangat polos. Semua anggota tubuhnya masih begitu sensitif dan memberikan respon yang luar biasa. Sentuhan dariku membuatnya begitu lemah seperti ini. Ah ... ini sangat menyenangkan! Sudah lama aku tidak melihat hal yang seperti ini. Namun saat melakukannya bersama Yuna, entah mengapa rasanya sedikit berbeda. Rasanya seperti candu untukku. Membuatku ingin melakukan sesuatu yang lebih dan lebih lagi. Gadis ini sangat sulit untuk aku dapatkan! Aku tak akan pernah melepaskannya ...


Batin Kagami Jiro yang kini mulai melayangkan serangannya dengan jemari mengembaranya yang mulai menyibak rok span Yuna, sementara ciumannya kini mulai menuruni tulang selangka Yuna di atas dadanya.


Debaran jantung Yuna semakin cepat dan itu begitu terdengar oleh Kagami Jiro saat Kagami Jiro menciumi antara tulang selangka Yuna. Namun hal ini sangat wajar, dan Kagami Jiro sangat memahaminya.


Jemari mengembara itu semakin mengusap naik paha Yuna yang begitu mulus itu sementara ciumannya masih menyerang kembali leher jenjang Yuna dan mulai menaikinya hingga kembali mengecup bibir kemerahan Yuna.


Kini Kagami Jiro mulai melepaskan pengait rok span Yuna dan sudah berhasil menanggalkannya begitu saja. Dan saat ini Yuna hanya mengenakan setelan pakaian dalam berwarna putih yang sedikit lucu.


Kagami Jiro mulai menghentikan ciumannya lalu sedikit duduk dan mulai menanggalkan satu persatu pakaiannya. Tubuhnya terlihat begitu atletis dan cukup kekar. Sebuah tato naga juga terukir dengan indah pada dada bidangnya sebelah kiri. Beberapa tato naga juga terlihat mememenuhi punggungnya. Struktur tulangnya juga terlihat begitu tegas dan sangat memukau.


Yuna semakin tak bisa berkutik melihat sebuah pemandangan di hadapannya saat ini. Meskipun sebelumnya Yuna sudah pernah melihatnya, namun rasanya begitu berbeda dengan malam ini. Bahkan Yuna seakan sudah begitu tersihir oleh pemuda yang begitu menawan itu dan memiliki wajah dan bentuk tubuh yang sangat sempurna itu.


Tubuh Yuna lumayan juga. Aku jadi semakin tak sabar untuk membuka semua pakaian itu dan melihat semuanya. Aku juga sudah sangat lama menginginkannya ...

__ADS_1


Batin Kagami Jiro beberapa saat menatap bagian dada Yuna hingga menuruninya ke bawah. Karena bagian itu yang saat ini masih tertutup dengan sangat rapi.


Sedangkan Yuna hanya menunduk dan tak memiliki keberanian untuk menatap Kagami Jiro. Kedua tangannya saling disilangkannya di depan dada untuk menutupi bagian pusarnya. Kedua bahunya masih sedikt diangkatnya.


"Sayang ada apa? Apa tubuhku terlalu buruk sehingga kamu tak ingin melihatnya?" ucap Kagami Jiro kembali menggoda Yuna agar Yuna tak merasa begitu tegang.


Yuna terlihat begitu tergagap hingga gadis itu mulai mendongak dan menatap Kagami Jiro untuk menyangkal semua itu.


"Tid-tidak ... tubuhmu sangat bagus ..." ucap Yuna pelan dan sebenarnya sangat terpaksa untuk mengatakannya. Dan tentu saja Yuna juga sangat malu saat mengatakannya.


Kagami Jiro tertawa kecil dan kembali mendekati Yuna hingga membuatnya terbaring.


"Tubuhmu juga sangat indah. Dan aku sangat menyukainya ..." ucap Kagami Jiro setengah berbisik dan mengecup lembut leher jenjang Yuna dan sedikit menyesapnya hingga meninggalkan tanda kemerahan disana.


Mendapat pujian dari Kagami Jiro tentu saja membuat wajah Yuna semakin merona kembali. Namun untung saja Kagami Jiro tak melihatnya kembali dan malah melanjutkan serangan demi serangan untuk menciumi bagian leher, bahu hingga di antara tulang selangka itu kembali.


Tali penggantung bra Yuna itu bahkan sudah mulai terjatuh karena Yuna yang selalu mengangkat kedua bahunya setiap kali tubuhnya yang masih begitu sensiti itu mendapatkan serangan dari Kagami Jiro.


Kali ini Kagami Jiro mulai menciumi bagian bahu dan lengan Yuna yang begitu menantang itu dan sedikit membuat tubuh gadis itu sedikit miring agar Kagami Jiro bisa mencapai pengait bra Yuna yang berada di bagian belakang tubuh Yuna.

__ADS_1


Hingga akhirnya pengait itu kini mulai terlepas begitu saja dan Kagami Jiro mulai menanggalkannya dengan pelan dan hati-hati sembari menyambutnya hangat dengan kecupan lembut dengan sepasang matanya yang sedikit menyipit.


__ADS_2