Casanova In Love

Casanova In Love
Cemburu Buta!


__ADS_3

"Aku bahkan pernah menyukai seorang gadis, Yuna!" ucap Wilson tanpa sadar malah mengucapkannya kepada Yuna.


"Oh ya? Wah ... siapa gadis itu, Wilson? Dia gadis yang sangat beruntung ya karena disukai oleh orang sepertimu ..." ucap Yuna penuh binar menatap Wilson dan sebenarnya Yuna juga merasa cukup penasaran dengan sosok gadis yang bisa meluluhkan hati seorang Wilson.


"Ehh? Apa kamu sangat ingin mengetahuinya, Yuna?" tanya Wilson mulai kebingungan untuk menjawab.


"Hhm. Tentu saja aku sangat ingin mengetahuinya. Aku ingin tau gadis seperti apa dia hingga membuat orang seperti kamu menyukainya." jawab Yuna bersemangat. "Lalu ... mengapa kalian tidak bersama?" imbuh Yuna yang mendadak begitu ingin mengetahui kisah percintaan dari Wilson.


"Uhm ... Itu ... sebenarnya ..."


"Sebenarnya kenapa? Apa gadis itu menolakmu? Wah ... berani sekali gadis itu menolakmu, Wilson! Sudahlah! Sebaiknya kamu lupakan saja gadis yang tidak memandangmu itu. Kamu pasti akan menemukan gadis lain yang lebih baik lagi." ucap Yuna mulai berpikir kemana-mana.


"Sebenarnya aku tidak ditolak olehnya, Yuna. Namun takdir yang lebih dulu menjawabnya. Gadis itu kini sudah menikah dengan pria lain yang jauh lebih baik dariku. Dan aku sekalipun tak pernah mengungkapkan perasaanku padanya." jawab Wilson dengan jujur.


"Pria lain yang lebih baik darimu? Siapa itu? Apakah di dunia ini masih ada pria lain yang lebih baik dari dirimu, Wilson?" tanya Yuna dengan kening yang berkerut dan mulai mengambil mainan bayi yang dijatuhkan oleh Kenzou di atas lantai.


"Ehem ..." tiba-tiba mulai terdengar suara pria dewasa yang berdehem dan mulai memasuki kamar si kembar.


Yuna dan Wilson mulai beralih menatap ke arah sang pemilik suara, rupanya Kagami Jiro sudah berada di ambang pintu dan kini sudah mulai melenggang memasuki ruangan ini. Tatapannya begitu dingin dan menusuk, terlebih saat menatap Wilson yang saat ini sedang menggendong Kenzie.


"Apakah bagimu ... dan di matamu Wilson adalah pria yang paling baik dan sempurna di dunia ini, Yuna?" imbuh Kagami Jiro mulai menatap lekat Yuna.


Wilson yang merasa nyawanya begitu terancam dan sangat dalam bahaya saat ini kini mulai berinisiatif untuk segera meninggalkan mereka dan mulai membaringkan Kenzi di sebelah Kenzou di atas pembaringan.


"Tuan Kagami Jiro, Yuna ... aku akan turun dan segera kembali bergabung bersama Yosuke dan Sean. Kalian berbincang saja dulu." ucap Wilson lalu dengan cepat mulai meninggalkan kamar bayi ini.


Kagami Jiro tidak menyauti ucapan Wilson sama sekali. Kali ini Kagami Jiro kembali menatap lekat Yuna yang saat ini sudah berada tepat di hadapannya.

__ADS_1


"Katakan padaku, Yuna. Apa di matamu Wilson adalah pria yang paling baik dan sempurna di dunia ini?!" kalimat tanya dengan intonasi tegas itu kembali dilayangkan oleh Kagami Jiro, karena Yuna sama sekali belum menjawabnya.


Kagami Jiro juga semakin menghimpit dan mengunci tubuh Yuna yang saat ini sedang terduduk di atas pembaringan. Sementara Kenzi dan Kenzou berada di sebelahnya.


Aduh ... gawat! Sepertinya bayi besarku sedang sangat marah kali ini karena hanya mendengarkan perbincangan yang sepenggal saja. Bagaimana ini? Dia terlihat begitu kesal dan murka padaku.


Batin Yuna semakin memundurkan badannya hingga condong ke belakang, dan Kagami Jiro masih saja semakin mendekatinya.


"Jawab aku, Yuna!!" tandas Kagami Jiro kembali semakin tak sabaran dan sangat frustasi.


"Tid-tidak ... itu tidak benar. Aku sama sekali tidak sedang membandingkan kalian berdua. Tentu saja kamulah yang paling baik untukku. Tapi Wilson juga pernah begitu baik denganku dan keluargaku ... karena kami pernah bertetangga dan juga berteman." jawab Yuna dengan hati-hati dan jujur.


Suaranya terdengar sedikit bergetar karena aura Kagami Jiro saat ini benar-benar sudah berbeda dan begitu kelam.


"Yuna!!" tandas Kagami Jiro kembali dengan sangat tegas, bahkan terdengar seperti sebuah hardikan. "Tidak bisakah kamu tidak menyebut nama pria lain di hadapanku? Dan tidak bisakan kamu tidak memuji pria lain di hadapanku?"


"Maaf ... tapi aku tak bermaksud seperti itu. Maafkan aku." ucap Yuna berusaha untuk meminta maaf dan berharap emosi Kagami Jiro mulai mereda.


Tanpa berkata-kata lagi, Kagami Jiro malah semakin mendekati Yuna dan mulai memiringkan wajahnya. Tubuhnya semakin mendorong tubuh Yuna dan hampir membuat Yuna terbaring.


Ciuman intens itu terjadi begitu saja dan kali ini Kagami Jiro melakukannya dengan sangat agresif karena masih merasa kesal dan cemburu dengan Wilson.


Yuna hanya pasrah dan mengikuti saja apa yang sedang Kagami Jiro lakukan kepadanya. Serangan-demi serangan dari Kagami Jiro sudah diluncurkan begitu saja.


Namun tiba-tiba saja Yuna mulai teringat kembali, jika saat ini ada kedua putra kembarnya yang berada di satu ranjang dengannya. Sehingga Yuna mulai mendorong tubuh Kagami Jiro dan membuat ciuman itu terhenti.


"Ada apa? Apa kamu tidak menyukainya? Apa kamu juga ingin mencoba melakukannya dengan Wilson? Aku dengar Wilson tak sehebat aku ketika melakukan semua ini." ucap Kagami Jiro meremehkan Wilson.

__ADS_1


Dan sebenarnya ucapan dari Kagami Jiro ini cukup membuat Yuna merasa kesal bukan main. Namun sebisa mungkin Yuna menahan amarahnya agar mereka berdua tidak semakin memanas dan tidak menimbulkan sebuah pertengkaran.


"Jangan bicara omong kosong! Aku tidak mau melakukan hal seperti ini dengan pria lain manapun kecuali denganmu!" ucap Yuna dengan tegas.


Ucapan dari Yuna membuat Kagami Jiro tersenyum tipis dan mulai memandangi bibir kemerahan Yuna kembali.


"Benarkah itu? Apa kamu sudah mengakui kehebatanku, Yuna?" ucap Kagami Jiro setengah berbisik dan mulai berniat untuk kembali mengecup bibir merah merona itu.


Namun Yuna segera menahan kembali tubuh Kagami Jiro dan membuat ciuman itu terjadi hanya dalam beberapa detik saja.


"Sekarang apalagi, Yuna?" ucap Kagami Jiro mulai merasa kesal kembali.


"Lihatlah ... ada kedua putra kita disini." ucap Yuna sambil melihat Kenzi dan Kenzou yang masih saja asyik bermain dengan mainan masing-masing.


"Mereka tidak akan melihat kita. Biarkan saja ..." sahut Kagami Jiro dengan santai dan mulai nyosor kembali untuk mencuri sebuah ciuman dari Yuna.


Dan kali ini jemarinya mulai meraih dada Yuna dan sedikit merem*snya.


"Jiro!" lagi-lagi Yuna mendorong tubuh Kagami Jiro dan membuat ciuman itu terhenti. "Di bawah masih ada banyak tamu. Mari kita turun kembali!"


"Sudahkah. Biarkan saja! Masih ada ibu, papa dan yang lainnya untuk menyambut para tamu itu!" sahut Kagami Jiro dengan entengnya dan mulai memberikan serangan kembali untuk Yuna.


Karena sudah merasa lelah berdebat dengan Kagami Jiro, akhirnya Yuna mengikuti kembali apa yang sedang diinginkan oleh bayi besarnya yang sudah kepanasan karena cemburu buta itu.


Kagami Jiro semakin mendorong tubuh Yuna, dan kali ini benar-benar sudah membuat Yuna terbaring di atas ranjang.


Namun tiba-tiba saja pintu kamar mulai terbuka tanpa ada ketukan atau sebuah kata permisi sebelumnya.

__ADS_1


CEKLEEKK ...


__ADS_2