Casanova In Love

Casanova In Love
Sebuah Kecelakaan


__ADS_3

Sepasang mata kecoklatan Kagami Jiro menangkap dan masih mengawasi Tatsuya dan Yuna yang sedang berdansa di tengah aula, hingga akhirnya pembukaan acara dengan dansa itu berakhir dan keduanya mulai melenggang bersama untuk menepi.


Disaat Kagami Jiro hendak melenggang mendekati mereka berdua, tiba-tiba seorang gadis manis dengan wajah yang begitu mungil sudah menghampirinya.


"Hai, Jiro. Apa kabar? Lama tidak bertemu." sapa seorang gadis berambut sebahu lurus berwarna peach dengan model peekaboo hair colour dengan warna sisi dalamnya pastel yang begitu lembut.


Wajahnya begitu mungil dan begitu tirus, sepasang matanya sedikit besar dengan pupil berwarna hazel seperti mata boneka, bulu matanya juga begitu lentik alami, dan dia memiliki paras yang begitu manis dan tidak akan membosankan jika kita menatapnya.


Yeap, kakek dari gadis ini adalah berdarah Spanyol. Dan mungkin karena inilah dia memiliki warna mata hazel. Warna yang cukup langka di dunia ini.


Pemilik bola mata berwarna hazel memiliki kombinasi warna pada irisnya. Terdapat semacam campuran hijau dan orange atau emas yang hampir mirip seperti warna mata kucing.


Sebuah gaun panjang keemasan yang menjuntai membalut tubuh indahnya dengan begitu sempurna, menjadikannya terlihat begitu manis. Gaun tanpa lengan, sedikit terbuka dan memiliki belahan yang cukup tinggi hingga memperlihatkan paha mulusnya membuatnya terlihat begitu memukau, dewasa dan begitu bersinar malam ini.


Rambutnya yang bergaya Peekaboo Hair Colour membuatnya terlihat begitu mempesona, manis, fresh dan energik. Dan tentu saja trend rambut seperti ini sedang begitu populer di Jepang. Peekaboo hair colour atau bisa juga disebut hidden colour atau hide and seek adalah teknik pewarnaan rambut, dengan rambut yang diwarnai hanya pada bagian dalam seperti atas telinga atau atas tengkuk.


"Nana Fukada. Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu? Apa yang sedang kau lakukan disini? Kapan kamu kembali dari Amerika?" ucap Kagami Jiro yang terlihat begitu sumringah saat menyadari jika gadis yang sedang menyapanya saat ini adalah salah satu model dan penyanyi yang dulu pernah begitu dekat dengannya.


Gadis yang memiliki profesi sebagai seorang model dan penyanyi itu beberapa bulan yang lalu pergi meninggalkan Jepang untuk ke Amerika karena menemani ayahnya yang sedang sakit dan sedang dalam masa pengobatan.


Gadis manis berambut unik itu kini segera memeluk lengan kuat Jiro dengan senyum yang begitu merekah. "Aku baru kembali satu minggu yang lalu. Dan malam ini aku mendapat undangan dari presdir Tatsuya untuk memeriahkan acara malam ini. Aku akan menyanyi malam ini disini, Jiro. Dan satu orang yang beruntung akan naik ke panggung bersamaku dan berduet denganku."

__ADS_1


"Wah. Sungguh pasti orang itu akan sangat beruntung karena bisa berduet denganmu, Nana." sahut Kagami Jiro tersenyum manis.


"Hhm. Dan aku harap orang itu adalah kamu ..." Nana tersenyum begitu manis dan memperlihatkan sepasang matanya yang begitu indah.


Yeap, salah satu ciri khas dari Nana Fukada adalah dia yang memiliki senyuman bak bidadari, dan sepasang matanya akan terlihat begitu indah bak mata kucing ketika sedang tersenyum. Senyuman itu akan membuat orang yang sedang menjadi lawan bicaranya akan kesulitan untuk mengatakan "tidak" untuknya.


"Nana. Aku tidak bisa menyanyi. Kau pasti tau itu bukan?" ucap Kagami Jiro dengan tatapannya yang begitu menyihir menatap gadis manis itu dan sedikit menunduk lalu menyibak rambut gadis itu.


"Tidak masalah. Asal kau bersamaku di atas panggung saja, aku sudah sangat senang. Hehe ... apa malam ini kau ada waktu, Jiro? Sudah lama sekali kita tidak minum bersama."


"Hhm. Okay. Malam ini aku akan menemanimu minum kau hingga puas." lagi-lagi Kagami Jiro menyauti dengan senyumannya yang begitu memabukkan kaum hawa.


"Okay. Aku tak sabar menantikannya."


"Akan segera tiba giliranku untuk mengisi acara malam ini, Jiro. Aku bersiap dulu. Sampai jumpa nanti, Jiro." Nana melayangkan sebuah kecupan lembut dan manis pada pipi kiri Kagami Jiro sebelum dia melenggang dengan begitu anggunnya.


Kagami Jiro hanya menatap punggung gadis itu yang melenggang semakin jauh, masih dengan senyuman, hingga akhirnya gadis itu sampai di sebelah panggung. Dan mungkin saat ini adalah tiba gilirannya untuk menyanyikan sebuah lagu.


"Baiklah. Malam ini kita sudah kedatangan seorang tamu spesial Nana Fukada! Seorang model sekaligus penyanyi nomor satu saat ini di Jepang! Mari kita sambut Nana Fukada ..." seorang MC berkata dengan begitu bersemangat dan mulai bertepuk tangan untuk menyambut Nana, lalu diikuti oleh para tamu undangan yang juga bertepuk tangan dan sudah bersorak riuh.


Terlihat seorang gadis dengan balutan gaun keemasan yang panjang menjuntai tapi begitu press body, sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang begitu indah dan molek bak gitar spanyol. Gadis manis itu mulai melenggang dengan anggun menaiki panggung.

__ADS_1


"Baiklah. Salah satu yang akan beruntung malam ini akan mendapatkan kesempatan berduet dengan Nana Fukada di atas panggung." ucap sang MC yang terlihat begitu bersemangat. "Baik, sebaiknya langsung kita mulai saja ya. Tolong padamkan lampu!" imbuh sang MC memerintahkan seorang petugas yang sedang menjaga pencahayaan.


Setelah beberapa saat, akhirnya lampu mulai padam dan suadana menjadi sedikit remang-remang.. Sebuah lampu sorot mulai dinyalakan dan sudah mulai bergerak berputar secara acak diantara para tamu undangan.


"Saat lampu sorot berhenti menyorot seorang tamu undangan, maka dialah orang terpilih yang beruntung untuk berduet bersana Nana Fukada malam ini." ucap sang MC menjelaskan kembali. "Baik, langsung kita mulai saja."


Lampu itu mulai menyorot dan berputar-putar diantara para tamu undangan dengan gerakan yang tidak terlalu cepat.


BRUUKK ...


Tiba-tiba seorang gadis berjalan dan menabrak seseorang di ruangan yang masih begitu remang-remang itu. Disaat sang gadis yang menabrak mau terjatuh, dengan cepat pemuda yang sedang ditabraknya segera meraih pinggang ramping gadis itu dengan tangan kirinya dan menahannya agar gadis itu tidak berjatuh. Sementara tangan tanannya meraih lengan gadis itu.


"Maaf, Tuan. Aku tidak sengaja menabrakmu. Dan terima kasih sudah menolongku." ucap gadis itu yang masih dalam posisi yang sama dan masih dalam keadaan lampu yang begitu remang-remang, sehingga tidak begitu terlihat dengan jelas, siapakah gadis itu.


Bahkan gadis itu juga tidak mengetahui siapakah pria yang sedang ditabrak olehnya saat ini hingga hampir saja membuatnya terjatuh, dan kini malah keduanya dalam posisi seperti scene yang ada di film-film romantis.


Setelah beberapa detik, sebuah lampu sorot mulai menyorot dan berhenti tepat menyorot mereka berdua. Semua mata begitu tertegun dan terkesima menyaksikan pemandangan ini.


Seorang pria terlihat sedang meraih pinggang seorang gadis yang hampir saja terjatuh. Dan keduanya saling bertatapan saat ini. Benar-benar seperti sebuah scene romantis di dalam sebuah film.


"Wah ... manis sekali mereka berdua. Cantik dan tampan. Serasi sekali!" celutuk seorang tamu undangan.

__ADS_1


Sementara gadis dan pemuda itu masih saling tatap beberapa saat, seolah melupakan lampu sorot yang kini sedang menyorot merka berdua hingga menjadi bahan perhatian seluruh tamu undangan malam ini.


"Kamu ..." ucap keduanya secara bersamaan, yang keduanya terlihat begitu terkejut satu sama lain.


__ADS_2