Casanova In Love

Casanova In Love
Wilson Dan Kim Nara


__ADS_3

Seorang gadis yang terlihat sudah berpakaian rapi dengan setelan blazer hitam dan celana drill mulai menyibak gorden putih di kamarnya dan membuat sinar mentari mulai menyinari seisi kamarnya.


Berkas cahaya itu begitu menyilaukan dan masuk dengan menembus melalui kaca bening di kamar itu. Seorang pria terlihat masih berbaring di atas pembaringan berukuran medium di dalam kamar itu.


Namun setelah beberapa saat akhirnya pria dewasa itu mulai membuka matanya karena merasa silau sinar mentari yang mulai menembus ke kamar berukuran minimalis itu.


Setelah mengerjapkan matanya beberapa kali, pria yang tak lain adalah Wilson itu mulai duduk dan menatap sekitarnya. Wilson juga menangkap sosok gadis yang sedang merapikan meja di dekat jendela.


"Kim Nara ..." ucap Wilson yang sudah tersadar, namun masih merasa sedikit pusing, hingga Wilson mulai memijat keningnya dan sedikit menunduk.


"Tuan Wilson ... tuan sudah sadar ..." sahut Kim Nara yang sedikit mengalihkan pandangannya ke arah Wilson.


"Ya, apa yah sudah terjadi? Apa saat kamu datang aku benar-benar sudah tak sadarkan diri?" tanya Wilson yang sepertinya tidak mengingat kejadian malam itu dengan baik. "Lalu dimana ini?" imbuh Wilson mulai menatap seisi ruangan yang bagi Wilson sangat kecil ini.


"Uhm. Ini kontrakanku, Tuan Wilson. Maafkan aku jika membawa tuan Wilson kesini. Itu karena aku tidak tau dimana tuan Wilson tinggal. Dan malam itu tuan Wilson sudah benar-benar tak sadarkan diri. Maatkan aku ..." ucap Kim Nara yang mulai menghentikkan aktifitasnya lalu mulai sedikit mendekati Wilson.


"Hhm? Ahh ... begitu ya?? Kacau sudah ..." Wilson memijit keningnya kembali dan memejamkan matanya. "Terima kasih karena sudah datang untuk menjemputku dan membawaku kesini, Nara." imbuy Wilsom dengan tulus dan mulai beralih menatap Kim Nara.


"Sama-sama, Tuan Wilson." sahut Kim Nara dengam ramah.


"Nara, aku tidak melakukan hal aneh bukan tadi malam?" tanya Wilson ingin tau, karena Wilson sama sekali tidak mengingat apapu.


Malam itu tidak terjadi apa-apa. Hanya saja ... kamu sempat mengigau dan memanggilku Yuna, dan kamu juga tak mau aku tinggalkan. Apa Yuna yang tuan Wilson maksud adalah Yuna calon istri tuan Kagami Jiro?

__ADS_1


Batin Kam Nara yang masih kebingungan karena tak mengetahui tentang semua itu.


"Nara? Katakan srsuatu ... apa aku melakukan sesuatu kepadamu?" ucap Wilson mengulang kembali pertanyaannya, karena Kim Nara malah terdiam dan melamun.


"Tidak ada, Tuan." ucap Kim Nara dengan jujur. " Tuan Wilson bisa mandi dulu. Aku sudah memasak sup pereda mabuk." ucap Kim Nara dengan ramah. "Pakaian ganti tuan Wlson juga sudah aku siapkan. Dan aku mendapatkannya di mobil."


"Oh ... iya. Baiklah." Wilson mulai turun dari ranjangnya dan segera menuju kamar mandi.


Sebenarnya kontrakan Kim Nara ini adalah cukup kecil dan sempit, namun tempat ini tidak cukup aneh bagi Wilson, karena Wilson juga pernah mengalami tinggal di kontrakan kecil seorang diri saat memutuskan untuk tidak ikut bersama ayah maupun ibunya yang sudah berpisah.


Setelah beberapa saat, akhirnya Wilson mulai menyudahi ritual mandinya dan segera memakai pakaian gantinya. Setelah itu pria yang saat ini menjabat sebagai under boss dari Doragonshadou ini mulai menyusul Kim Nara di ruang makan.


Terlihat gadis itu sedang sibuk mempersiapkan sarapan dan memindahkannya ke ruang makan dari dapur yang sebenarnya hanya berjarak dekat saja. Sementara Wilson mulai menarik salah satu kursi kayu lalu mendudukinya.


"Silakan, Tuan Wilson. Maaf jika masakanku tidak seenak makanan yang biasanya tuan Wilson makan. Tapi sup ini sangat bagus untuk meredakan mabuk. Dan aku memasaknya dengan resep khusus dari keluargaku." ucap Kim Nara lalu mulai menarik sebuah kursi dan mendukukinya.


Posisi duduk mereka berdua saat ini adalah saling berhadapan. Wilson mulai meraih semangkok sup itu dan mulai mencicipinya dengan bersemangat, karena sup itu begitu harus dan menggiurkan saliva.


"Aku belum pernah memakan sup seperti ini sebelumnya. Apa ini masakan dari Korea?" tanya Wilson yang sesekali menatap Kim Nara, namun melanjutkan kembali menikmati sup itu.


"Ya, Tuan Wilson. Ini adalah sup gomtang. Sup pereda mabuk dari negaraku. Biasanya nenek atau ibuku yang memasaknya setelah keluarga kami merayakan beberapa acara dan minum bersama." jelas Kim Nara mulai teringat dengan sosok keluarganya.


"Nara. Dimana semua keluargamu sekarang?"

__ADS_1


"Sudah tidak ada. Mereka sudah pergi lebih dulu dan meninggalkanku. Aku terpuruk saat itu dan hidupku menjadi hancur. Bahkan aku mencari uang dengan tidak kriminal saat itu. Aku mencopet dan menggunakan uang haram itu untuk tetap bertahan hidup. Namun aku bertemu dengan salah satu orant dari Doragonshadou, dan dia menawariku untuk bergabung bersama." ucap Kim Nara tanpa sadar menceritakan sedikit kisah hidupnya yang cukup memilukan.


"Oh ... maafkan aku, Tuan Wilson. Aku tidak sadar malah menceritakan hal yang tidak penting, hidupku yang begitu bodoh. Maaf ..." ucap Kim Nara dengan cepat karena merasa tidak enak. "Silakan tuan lanjutkan saja, aku akan mempersiapkan yang lainnya." imbuh Kim Nara yang berniat untuk meninggalkan tempat itu.


"Kamu juga makanlah bersamaku, Nara. Setelah itu mari kita berangkat bersama." ucap Wilson menahan Kim Nara, sehingga Kim Nara menghentikkan dirinya.


"Tidak, aku akan naik busway atau taxi saja, Tuan." tolak Kim Nara yang sebenarnya merasa tidak enak, terlebih jika ada rekan kerjanya yang melihat mereka berdua datang bersama.


Padahal selama ini Kim Nara dan Willson saling mengenal gara-gara hal sepele. Saat itu tak sengaja mereka bertemu di sebuah kafe dan tak sengaja Kim Nara menumpahkan minumannya pada pakaian Wilson karena mereka bertabrakan.


Dalam beberapa tugas yang harus Wilson lakukan sendiri di lapangan, beberapa kali secara kebetulan Kim Nara juga sedang ditugaskan dalam misi-misi tersebut.


Setelah itulah mereka menjadi lebih dekat, meskipun hanya dengan status bos dan bawahan saja. Namun Wilson merasa nyaman saat berbincang dengan gadis itu. Terlebih mereka berdua memiliki masa lalu yang cukup pahit, dan kini tinggal sebatang kara.


"Kamu sudah menolong dan mengurusku tadi malam, jadi biarkan aku memberikan tumpangan untuk berangkat ke tempat kerja. Duduklah dan mari sarapan bersama." ucap Wilson yang lebih menyerupai sebuah perintah yang harus dikerjakan oleh Kim Nara.


Dengan terpaksa Kim Nara segera duduk kembali dan mulai melanjutkan untuk menikmati sarapan paginya bersama bos besarnya. Karena tentu saja Kim Nara juga tak ingin menolak perintah dari bosnya.


Setelah menyelesaikan sarapannya, kini mereka mulai berangkat menuju markas utama Doragonshadou bersama. Namun Kim Nara meminta diturunkan di jalan sebelum mobil Wilson mulai memasuki markas utama.


Akankah hubungan ini hanya sebatas hubungan antara under bos dengan bawahannya saja? Ataukah mereka akan memiliki hubungan yang lebih ini? Karena sebenarnya Wilson adalah tipikal pria yang sulit untuk jatuh cinta. Dan mungkin saat ini Wilson juga belum sepenuhnya bisa melupakan Yuna, sangat terbukti saat sedang mabuk dan kehilangan kesadarannya Wilson masih memanggil nama Yuna.


Ikuti selalu kisa mereka hanya di Casanova In Love. Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like, comment, rate, vote, and gift. Thanks a lot my beloved reader.

__ADS_1


__ADS_2