
"Hhm. Kau benar sekali, Yuna! Maka dari itu aku sedang mencari seseorang yang bisa selalu mengingatkanku soal hal itu di sepanjang hari-hariku. Dan seseorang yang selalu bisa menjaga dan mengurusku." ucap Kagami Jiro menatap Yuna dengan senyum tipis dan kedua alis yang diangkat.
Wajah tampan nan licik itu mulai terlihat untuk menyerang targetnya kali ini! Namun sepertinya itu tidak berpengaruh sama sekali untuk Yuna.
"Itu mudah sekali, Tuan Kagami Jiro!" sahut Yuna dengan santai sambil mengambil sebuah potongan ikan salmon dan mulai menikmatinya.
"Oh ya?" ucap Kagami Jiro dengan wajah berbinar dan penuh harap menatap Yuna.
Yeap, berharap Yuna tanggap akan ucapannya yang sebenarnya adalah salah satu modusnya untuk mendekati Yuna.
"Ya. Itu sangat mudah, Tuan Kagami Jiro. Tuan memiliki banyak asisten bukan? Dan tentu saja mereka bisa selalu membantu mengingatkan pola makan tuan Kagami Jiro." sahut Yuna yang membuat semangat Kagami Jiro seketika lenyap.
"Maksudku ... maksudku adalah bukan seperti itu." ucap Kagami Jiro.
"Lalu?"
"Maksudku adalah seorang pendamping yang akan selalu ada dan mengingatkanku akan semua kesehatanku." ucap Kagami Jiro yang sebenarnya dia mengucapkannya dengan begitu kikuk dan merasa aneh.
Karena lagi-lagi ini adalah pertama kalinya di dalam seumur hidup seorang Kagami Jiro dia mengatakan hal seperti itu kepada seorang gadis. Karena biasanya dia hanya akan berkata kepada para gadis, "Temani aku malam ini, dan puaskan aku!".
Sungguh sepertinya sudah terjadi sebuah kesalahan terhadap otak seorang Kagami Jiro hingga menyebabkan dia menjadi seperti ini.
Kagami Jiro masih terdiam dan menatap Yuna untuk mendengar jawaban dari gadis berwajah cantik nan tegas itu dengan penuh harap.
"Seorang pendamping hidup?" ucap Yuna sedikit memicingkan matanya menatap Kagami Jiro.
"Hhm ..." jawaban singkat disertai anggukan dari Kagami Jiro terkesan begitu dingin, namun ternyata itu semua tidak sinkron dengan hatinya yang sebenarnya memendam sebuah harapan.
"Hhm. Bukankah ada Nana."
__ADS_1
Nah loh! Yuna malah mengira Kagami Jiro dan Nana Fukada memiliki sebuah hubungan spesial layaknya sepasang kekasih. Karena saat itu mereka berdua mendatangi butik Nana dan terlihat begitu mesra.
Dan tentu saja Yuna tidak terlalu mengetahui dan update dunia infotaiment, jika sebenarnya Nana sudah memiliki seorang tunangan dan malah akan segera menikah. Yuna hanya mengetahui sedikit saja mengenai dunia entertaiment.
"Nana?" ucap Kagami Jiro hampir tak percaya Yuna menyebut nama gadis itu.
"Hhm. Dia gadis yang sangat cantik dan luar biasa. Dia juga seorang model dan penyanyi. Sangat sempurna ... cantik sekali." ucap Yuna yang mulai membayangkan Nana Fukada dengan wajah berseri, karena sebenarnya Yuna memang begitu mengagumi penyanyi sekaligus model cantik yang masih cukup muda itu.
"Aku dan Nana tidak memiliki hubungan seperti itu. Dan mengapa kau bilang dia cantik?"
"Apa? Dia memang cantik kok." celutuk Yuna dengan santai.
Kagami Jiro terlihat memutar bola matanya dan sedikit menghembuskan napas kasarnya ke udara. Dan dia juga terlihat sedikit pusing setelah mendengar ucapan Yuna hingga memijit keningnya sendiri.
"Apa tuan sedang sakit?" tanya Yuna mengangkat kedua alisnya menatap Kagami Jiro.
"Tidak! Sudahlah ..." sungut Kagami Jiro yang terlihat sedikit kesal.
"Silakan, Tuan, Nona. Ini adalah Deep Fried Tofu terbaik dari restoran kami." ucap pelayan pria itu dengan begitu ramah sambil menyodorkan 2 mangkok makanan itu di atas meja.
"Terima kasih." sahut Yuna dengan begitu ramah dan tersenyum lebar menatap pelayan restoran itu.
"Sama-sama, Nona. Jika membutuhkan sesuatu bisa langsung saja memanggilku." sahut pelayan restoran pria itu lagi dengan ramah.
"Hhm. Tentu saja!" sahut Yuna lagi.
Cciihh ... dengan pria lain yang tidak dikenalnya saja dia selalu ramah dan tersenyum seperti itu! Mengapa saat bersamaku gadis itu selalu saja tidak bisa bersikap manis seperti itu?!
Sungut Kagami Jiro di dalam hati begitu kesal dan mulai meletakkan sumpitnya dengan cukup keras di atas meja, dan sebenarnya dia sudah sengaja melakukan sesuatu terhadap sepasang sumpit itu.
__ADS_1
PLEETTAKK ...
Seketika Yuna dan pelayan pria itu mulai menatap Kagami Jiro.
"Cepat ambilkan sumpit baru untukku!" perintah Kagami Jiro menandaskan dengan cukup tegas dan menatap tajam pelayan pria itu.
"Apakah ada yang salah dengan sumpit itu , Tuan?" tanya pelayan pria itu masih dengan ramah.
"Dimana matamu? Apa kamu tidak melihat kalau sepasang sumpit ini sudah patah?! Sekarang cepat ambilkan yang baru untukku!" perintahnya lagi dengan cukup tegas.
"Ba-baik, Tuan Kagami Jiro. Tolong tunggu sebentar!" ucap pelayan pria itu lalu segera pergi meninggalkan mereka berdua.
Pria iblis ini memang tidak pernah berubah! Selalu saja kasar dan tidak bisa bersikap lebih baik Selalu saja berbuat sesuka hatinya!
Sungut Yuna di dalam hati lalu mulai melanjutkan makan siangnya kembali. Tak lama kemudian pelayan pria tadi mulai datang kembali dan memberikan sepasanh sumpit untuk Kagami Jiro. Setelah itu dia segera undur diri kembali.
Setelah beberapa saat pelayan pria itu kembali datang lagi dengan membawakan menu ketiga untuk Yuna dan Kagami Jiro.
"Ini adalah menu ketiga di restoran kami, Today's sashimi. Silakan menikmati ..." ucap pelayan pria itu dengan ramah dan berakhir tersenyum lebar menatap Yuna.
Yuna menanggapinya dengan senyum lebar juga dan mengacungkan jempol kanannya kepada pelayan restoran ini. Dan lagi-lagi ini sangat membuat Kagami Jiro merasa begitu kesal hingga dia mulai memerintahkan sesuatu kembali.
"Setelah ini, aku tidak mau melihatmu lagi! Gantikan dengan pelayan wanita saja untuk mengantarkan menu-menu berikutnya!" perintah Kagami Jiro dengan asal.
Seketika perintah itu begitu membuat Yuna dan pelayan pria itu terdiam karena begitu terkejut mendengar perintah yang bahkan sungguh tak masuk akal dari Kagami Jiro. Memang apa bedanya saat yang menyajikan dan mengantarkan makanan adalah pelayan pria atau pelayan wanita? Toh hasil dan cita rasa dari makanan itu akan tetap sama dan tidak akan berubah sama sekali!
"Baiklah, Tuan. Kalau begitu saya permisi." ucap pelayan restoran itu masih berusaha untuk tersenyum dan tetap bersikap ramah, lalu mulai melenggang dan meninggalkan meja makan itu.
Pria ini benar-benar keterlaluan sekali! Mengapa dia suka sekali melakukan hal sesuai dengan keinginan hatinya saja?! Menyebalkan dan tidak punya hati!
__ADS_1
Batin Yuna yang terlihat begitu kesal dan meletakkan kedua sumpitnya begitu saja.
"Aku mau ke toilet!" ucapnya lalu mulai bangkit dan melenggang begitu saja meninggalkan Kagami Jiro.