
Kini akhirnya pengait Yuna mulai terlepas begitu saja dan Kagami Jiro mulai menanggalkannya dengan begitu pelan dan hati-hati sembari menyambutnya hangat dengan kecupan lembut dan hangat dengan sepasang matanya yang sedikit menyipit namun masih bisa melihat pemandangan indah di hadapannya saat ini.
Sepasang gundukan kenyal yang begitu indah dan masih begitu ranum itu kini mulai dinikmati oleh Kagami Jiro dengan pelan dan lembut. Kecupan hingga permainan dari lidah dari Kagami Jiro yang sudah begitu mahir dan handal sukses membuat tubuh Yuna semakin menggeliang dan bergetar begitu hebat hingga Yuna mulai mendesaah semakin keras.
Kedua tangan Yuna reflek memeluk dan meremaas rambut Kagami Jiro, bahkan tak sadar Yuna malah semakin menenggelamkannya di antara kedua dadanya. Bukan karena Yuna ingin dan terlalu menikmatinya, namun gerakan refkek dari Yuna itu karena indra tubuhnya yang masih cukup sensitif untuk mendapatkan serangan mematikan dari Kagami Jiro itu.
Desaahan dari Yuna semakin membuat Kagami Jiro tertantang dan membuatnya semakin ingin melakukan hal yang lebih lainnya lagi. Namun sepertinya Kagami Jiro masih tak ingin berpaling dan meninggalkan kedua buah ranum itu, dan malah ingin bermain-main disana lebih lama lagi.
Tangan pengembara itu sesekali juga ikut memainkannya layaknya sedang memainkan sebuah squishy yang begitu lembut, fleksibel, empuk dan kenyal. Sementara sisi lainnya masih menjadi target untuk kecupan dan permainan dari lidahnya yang sudah cukup terlatih.
"Emhh ... Jiro ..." sesekali terdengar desaahan Yuna yang begitu lirih tanpa gadis itu sadari.
Semua itu tak dihiraukan oleh Jiro, dan malah seakan membuatnya menjadi lebih terbakar dan semakin bersemangat.
Setelah beberapa saat dan merasa cukup puas menikmati kedua gundukan yang masih ranum itu, kini Kagami Jiro mulai menuruni kecupannya hingga mencapai bagian perut dan pusat Yuna. Lagi-lagi bagian ini juga masih cukup sensitif untuk mendapatkan sentuhan itu, meskipun reaksinya tidak se-wow saat Kagami menyerang kedua squishy milik Yuna.
__ADS_1
Kecupannya terus saja menurunin hingga paha mulus Yuna dan **** * Yuna yang masih tertutup dengan sangat rapat dengan sebuah kain putih berenda cantik yang membalutnya menyerupai bentuk segitiga. Sementara salah satu tangannya masih memainkan salah satu gundukan indah Yuna seakan masih tak mau meninggalkannya begitu saja.
Kecupan demi kecupan terus saja Kagami Jiro layangkan untuk menjelajahi setiap detail tubuh indah dan begitu molek itu. Bahkan tak puas dengan itu saja, Kagami jiro juga membuat beberapa kiss mark kemerahan yang dia tinggalkan pada beberapa bagian tubuh indah gadis itu.
Hingga akhirnya Kagami Jiro mulai melepakan sebuah tali berwarna putih untuk melepaskan kain penutup terakhir yang menutupi salah satu bagian tubuh Yuna. Kini tubuh gadis itu begitu polos tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh indah yang begitu putih dan mulus itu.
Yuna menunduk kembali dengan wajahnya yang sudah semakin menjadi merah seperti tomat, posisi kedua kakinya sedikit dirapatkannya dan berusaha untuk menutupi salah satu bagian tubuhnya yang selama ini selalu dijaganya.
Kagami Jiro kembali mendekati wajah Yuna dan mulai mengecup bibir kemerahan itu yang sudah menjadi candu untuk Kagami Jiro.
"Yuna, aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati, jangan takut ..." ucap Kagami Jiro setengah berbisik dan sengaja mengatakannya di dekat daun telinga Yuna. "Rileks dan santai ... jangan takut dan tegang."
"Saat pertama kali melakukannya mungkin akan terasa sedikit sakit, namun setelah itu kamu pasti akan terbiasa. Jangan takut, Sayang. Aku akan sangat pelan melakukannya." ucap Kagami Jiro begitu lembut dan sedikit menyibak rambut Yuna ke belakang telinganya.
Wajah Yuna terlihat begitu ayu, kulitnya begitu putih, mulus dan sehat. Dan Kagami Jiro sangat menikmati saat memandanginya dan tak pernah bosan saat menatapnya.
__ADS_1
Lagi-lagi Yuna mengangguk pelan dan berusaha untuk memenuhi salah satu kewajibannya sebagai seorang istri untuk Kagami Jiro.
Kagami Jiro kembali tersenyum hangat lalu mulai duduk dengan tegas dan mulai melepas kain terakhir yang menutupi salah satu bagian tubuhnya. Sebuah celana jeans dan juga celana santai itu kini mulai ditanggalkannya satu persatu hingga kini keduanya sudah polos tanpa ada satupun benang yang menutupi tubuh mereka berdua.
Junior itu sekaan terlihat sudah begitu tak sabar untuk mulai meluncur menuju sarang barunya. Namun Yuna masih saja menunduk dan tak berani untuk melihat apapun saat ini kecuali kedua jemarinya sendiri yan saling bertaut menjadi satu.
Kagami Jiro mulai menindih kembali tubuh Yuna dan mencengkeram kedua pergelangan tangan Yuna yang sudah dinaikkanya ke atas. Lalu Kagami Jiro kembali menikmati bibir Yuna selama beberapa saat dan menciumi beberapa bagian sensitif dari tubuh untuk membuat Yuna merasa lebih rileks dan tidak tegang, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai meluncurkan serangan terakhirnya.
Dengan begitu pelan dan hati-hati Kagami Jiro melakukannya agar tidak membuat Yuna merasa kesakitan. Namun seberapa pelan dan hati-hatinya Kagami Jiro melakukannya, juniornya tetap saja akan membuat Yuna merasakan kesakitan luar biasa dan membuat sebuah koyakan rapi hingga akhirnya darah segar itu mulai mengalir hingga sedikit membasahi pangkal paha Yuna.
Kedua tangan Yuna mulai mencengkeram kuat kedua lengan Kagami Jiro yang kekar dan berotot itu, bahkan kuku Yuna sampai melukai lengan Kagami Jiro hingga berdarah saking kuatnya Yuna mencengkeram lengan Kagami Jiro.
Desaahan demi desaahan yang dikeluarkan oleh si gadis cantik bernama Yuna itu semakin membuat hujaman demi hujaman itu semakin tak bisa dikendalikan oleh Kagami Jiro dan tentu saja itu terasa begitu menyakitkan untuk Yuna yang baru pertama kali melakukannya bersama seorang pria.
Peluh keduanya kini sudah saling berbaur menjadi satu dalam penyatuan cinta Yuna dan Kagami Jiro di malam yang indah ini dengan Menara Eiffel yang menjadi saksi dari cinta kasih mereka berdua.
__ADS_1
"Emhhh ... Jiro ... ini sakit sekali ..." rintih Yuna pelan dan tak terasa sudah ada sedikit air mata hangat yang membasahi wajah Yuna, namun itu tak disadari oleh Kagami Jiro karena Kagami Jiro masih fokus untuk melakukan sesuatu yang lainnya saat ini.
"Aku akan membuatmu melupakan rasa sakit itu, Yuna." sahut Kagami Jiro dengan nafasnya yang sedikit tersenggal dan mulai merilekskan kembali tubuh Yuna dengan memanjakan di beberapa titik sensitif tubuh Yuna dengan kecupan lembut dan tarian lidahnya yang begitu lincah. Sementara juniornya masih saja melakukan tugasnya dengan sangat baik hingga akhirnya mulai mencapai titik klimaaks dan cairan hangat itu mulai dikeluarkannya dan membasahi **** * Yuna.