Casanova In Love

Casanova In Love
Apartemen Azabu


__ADS_3

CCKKIITT ...


Sebuah Buggati Divo berwarna hitam baru saja melakukan parkir dengan begitu cepat dan mendadak di depan sebuah gedung appartemen Azabu yang begitu mewah dengan bangunannya yang gemerlapan karena terkena cahaya sang surya.


Yuna masih terlihat sedikit menunduk dan memegangi dadanya yang naik turun karena masih begitu ketakutan dan shock. Dia juga masih mengatur napasnya kembali saat ini.


"Sudah sampai. Ayo turun!" oceh Kagami Jiro mulai melepas sabuk pengamannya.


Mengapa aku bisa melupakannya, jika pria ini adalah seorang pengemudi gila! Dua kali aku hampir saja dibuatnya memiliki penyakit jantung.


Batin Yuna yang mulai menatap Kagami Jiro dengan sangat tajam dan menusuk.


"Apa kau sedang mengumpat di dalam hati?" ucap Kagami Jiro seakan bisa membaca pikiran Yuna, bahkan Kagami Jiro juga malah terlihat sedang menahan tawa karena gemas sendiri. "Turunlah atau aku akan menggendongmu seperti malam itu!"


Kagami Jiro mulai membuka pintu dan segera turun dari mobil. Yuna yang tak mau digendong untuk kedua kalinya, kini dengan cepat membuk pintu mobil itu dan segera turun.


Ternyata Kagami Jiro sudah lebih dulu melenggang dan mulai memasuki appartemen Azabu. Dia terlihat sedang berbincang dengan seorang gadis yang tak lain adalah salah satu model sebuah majalah dan pakaian branded.


Sepasang mata bening mulai membelalak ketika gadis itu mulai melakukan cium pipi bersama Kagami Jiro.


"Haishh ... mengapa begitu banyak gadis yang menggilainya? Sepertinya rumor itu memang benar. Apa sih kehebatan si mesum itu! Selama ini aku hanya tau jika dia suka berindak sesuka hatinya sendiri, kasar dan menyeramkan! Dan dia juga suka memaksa orang lain untuk menuruti semua keinginannya!" Yuna mendengus dan menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali kemudian mulai melenggang dan melalui mereka begitu saja.


"Aku ada urusan. Aku duluan!" Kagami Jiro yang melihat Yuna sudah melaluinya kini segera berpamitan dengan model bule itu dan segera menyusul Yuna kembali dengan langkah cepat agar bisa mengejar Yuna, hingga mereka berjalan berdampingan.


Namun yang membuat Yuna sedikit bingung adalah, hampir semua orang yang berpapasan dengan mereka berdua selalu saja membungkukkan badannya dan menyapa dengan begitu hormat.


Setelah menaiki sebuah lift dan turun di lantai 7, kini mereka berdua mulai melenggang bersama menyusuri sebuah lorong dan berhenti di depan sebuah kamar.


Yuna mulai meraih sebuah card hitam dengan tulisan berwarna keemasan dari dalam sling bag miliknya. Lalu Yuna mulai menempelkan card itu pada sebuah monitor kecil di sisi samping pintu, hingga monitor abu-abu itu berubah menjadi kebiruan. Setelah memindai beberapa saat akhirnya kunci mulai terbuka.

__ADS_1


BIIPP ...


"Silakan masuk, Tuan." Yuna mulai memasuki rumahnya dan diikuti oleh Kagami Jiro.


"Hhm. Lumayan. Tempat tinggal yang cukup nyaman. Namun masih terlalu kecil." ucap Kagami Jiro berkacak pinggang dan mengamati sekitarnya.


Sebuah bangunan modern yang cukup mewah artistik. Bangunannya juga begitu kuat. Dan sebenarnya tempat tinggal ini sudah begitu diakui oleh dan terbilang elit.


"Jika mau luas di halaman saja!" celutuk Yuna begitu malas menanggapi Kagami Jiro.


"Haish ... gadis ini benar-benar!" celutuk Kagami Jiro lalu meraih sebuah figura kecil di atas meja.


Terlihat dua orang gadis belia di dalam figura itu dengan senyumnya yang begitu manis. Salah satu dari gadis itu adalah Yuna yang kira-kita masih berusia 18 tahun. Sementara gadis yang lainnya, sebenarnya Kagami Jiro juga merasakan jika pernah bertemu dengannya sebelumnya.


Aku pernah melihat gadis yang sedang berpoto bersama Yuna, namun dimana? Aku yakin sekali pernah melihatnya!


Yuna yang masih melepaskan coatnya kini sedikit melirik sebuah figura yang sedang ditenteng oleh Kagami Jiro.


"Itu kakakku!" jawab Yuna dengan jujur namun masih mengamati Kagami Jiro yang masih memperhatikan figura itu dengan kening berkerut.


Cckk ... bukankah dia harusnya mengenal kakakku? Sedangkan kalung kakakku saja bisa dibawanya. Masih ingin bersandiwara juga ya di hadapanku?!


Batin Yuna yang masih menatap Kagami Jiro dengan begitu kesal.


"Sekarang lepaskan pakaian anda, Tuan. Biar aku bisa segera mencucinya!" Yuna mulai menunggu Kagami Jiro untuk melepaskan pakaiannya.


"Oh okay! Aku paling suka melepas pakaianku!" kini Kagami Jiro tersenyum samar dan merasa penuh percaya diri ketika melepas pakaiannya.


Yeap, Kagami Jiro akan begitu percaya diri dan senang untuk memamerkan tubuh kekarnya yang begitu atletis di hadapan semua para gadis. Dia mulai melepaskan kancing kemejanya satu persatu dan mulai menanggalkan pakaiannya yang terkena minuman bersoda itu.

__ADS_1


Kagami Jiro yang sudah bertelanjang dada kini mulai melenggang mendekati Yuna untuk memberikan sebuah kemeja merah maroon dan jaz putih kepada Yuna yang sedikit menunduk karena pemandangan tak terduga itu.


"Sambil menunggu pakaian tuan kering, aku akan carikan pakaian ayahku yang bisa tuan pakai saat ini." ucap Yuna lalu berbalik dan berniat untuk meninggalkan Kagami Jiro.


Namun dengan cepat Kagami Jiro malah menarik lengan Yuna dan membuat Yuna tertahan hingga berbalik kembali di hadapannya hingga keduanya saling melakukan kontak mata selama beberapa detik.


"Semua pakaianku tidak ada yang dicuci dengan menggunakan mesin cuci! Jadi kau harus mencucinya dengan menggunakan kedua tanganmu! Apa kau mengerti, Gadis manis?"


"Apa?!" Yuna membulatkan matanya dengan begitu sempurna menatap pria menyebalkan di hadapannya itu.


"Hhm. Semua asisten rumah tanggaku selalu mencuci pakaianku dengan menggunakan tangan mereka." Kagami Jiro menjawabnya dengan senyuman manis yang semakin membuat Yuna merasa kesal. "Kau tentu ingat kan, siapa yang membuat pakaianku menjadi kotor seperti ini?"


"Baiklah! Baiklah! Aku tentu saja ingat! Tunggu saja disini, Tuan!" ucap Yuna dengan pelan namun begitu penuh penekanan dan sebenarnya dia sedang menahan emosinya saat ini


"Gadis pintar!" puji Kagami Jiro dengan senyum lebarnya.


Yuna dengan cepat dan mulai berlalu menuju ruangan yang biasanya digunakan untuk mencuci di rumah ini dan meletakkan pakaian kotor itu di sebuah ranjang.


Sementara itu ...


Kagami Jiro mulai melihat-lihat kediaman ini dan menyisiri setiap ruangan. Namun dia tak menemukan siapapun di rumah ini.


"Apa Yuna tinggal seorang diri disini? Dimana orang tua dan kakak perempuannya?" gumamnya pelan dan mulai memasuki sebuah ruangan.


Sebuah ruangan yang dipenuhi dengan beberapa gaun yang digantung, bahkan ada beberapa boneka manekin juga menggunakan gaun yang begitu indah.


Beberapa buku desain dan katalog juga Kagami Jiro temukan di atas sebuah meja kerja.


"Wow ... apakah Yuna yang menciptakan semua gaun indah ini? Gadis genius itu mengapa tak sebanding dengan mulut pedasnya yang suka mengolok-olokku?! Padahal kebanyakan desainer biasanya akan bertutur kata dan bertingkah laku dengan lembut." gumam Kagami Jiro yang masih melihat beberapa buku desain itu dan wajah tampannya kini mulai menyembulkan sebuah senyum manis.

__ADS_1


__ADS_2