Casanova In Love

Casanova In Love
Aoki


__ADS_3

SWWOOSSHH ...


SRRAATT ...


Tarian indah dari sebuah katana kini mulai mengayun dan membelah beberapa meja kayu dan juga kursi kayu yang dilakukan oleh seorang pemuda berambut panjang dan diikat. Dan tentu saja aksinya itu membuat semua pengunjung restoran ini berteriak begitu histeris seketika.


Para pengunjung berlarian, bahkan ada yang sudah berhasil kabur dari restoran kecil itu. Pemuda berambut panjang itu kini mulai melenggang dengan membawa katana miliknya dengan menyeringai menakutkan dan mulai mendekati seorang pria paruh baya yang sedang berdiri di depan restoran dengan mengangkat kedua tangannya.


'"Heh, Pria tua! Cepat lunasi semua hutangmu beserta bunga-bunganya sekarang juga! Semua 1 juta yen!" tandas pemuda yang sedang membawa sebuah katana itu dengan suara yang begitu menggelegar dan begitu menakutkan.


Terlebih pemuda berambut panjang itu membawa sebuah katana yang sesekali berkilauan karena terkena cahaya dari lampu.


"Tapi hutangku hanya 500 ribu yen, Aoki. Mengapa kini berubah menjadi 1 juta yen? Dan kami tidak memiliki uang sebanyak itu saat ini."imbuh pria paruh baya itu dengan wajah yang begitu memelas.


"Aku tidak mau tau, Pria tua miskin! Pokonya aku mau kau membayar semua hutangmu sekarang juga! Jika tidak, aku akan menyeret anak gadismu dan memakannya di hadapanmu!" ancam pria berambut panjang diikat yang bernama Aoki itu.


"Jangan lakukan itu pada putriku! Dia tidak ada sangkut pautnya dengan hutangku ..." ucap pria paruh baya itu dengan cepat. "Beri aku waktu, tolong berikan aku waktu satu minggu! Aku akan melunasi semuanya, Aoki!"


"Cihh. Sudah berapa kali kau membual dan berjanji padaku akan membayarnya? Pada akhirnya kau hanya berbicara omong kosong, Si tua!" pangkas Aoki dengan nada bicara yang begitu menyebalkan. Seret anak gadis itu kemari!" perintah Aoki sembil mengayun-ayunkan katana miliknya dengan begitu indah. Dan mengalir alami seperti air.


"Baik, Boss." sahut seorang pria lalu mulai melenggang dan melewati sebuah pintu yang menghubungkan antara restoran ini dengan rumah pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Aku mohon jangan sangkut pautkan putriku, Aoki! Aku berjanji akan segera melunasinya. Tapi tolong jangan sentuh putriku." pinta paruh baya itu dengan suara memohon, bahkan dia segera mendatangi Aoki dan duduk bersimpuh pada kaki Aoki.


"Cih ... kalau kamu tidak bisa membayarnya sekarang juga, maka aku akan benar-benar membawa putrimu bersama kami! Dan kali ini aku tidak bisa memberi toleransi lagi padamu!" Aoki mengarahkan katana miliknya di hadapan wajah pria baya itu. "Atau kau memilih untuk menyerahkan nyawamu?!" Aoki kembali menyeringai menakutkan.


"Jangan! Aku mohon jangan lakukan itu!" pria paruh baya itu semakin memeluk kaki Aoki, namun dengan cepat Aoki segera menghempaskannya dengan cukup kasar hingga tubuh pria tua itu terhempas dan menabrak beberapa meja dan kursi hingga menjadikan tempat ini semakin menjadi berantakan.


BRRAAKK ...


Setelah beberapa saat akhirnya dua pria yang merupakan anak buah dari Aoki sudah datang dan menyeret dua gadis yang masih cukup muda. Seoraang gadis memiliki wajah manis dan berambut keriting. Raut wajahnya terlihat begitu ketakutan hingga dia menangis.


Satunya lagi adalah seorang gadis cantik, namun terlihat begitu tegas dengan rambut sebahu. Bahkan dia terlihat cukup berani. Saat seorang pria dewasa yang begitu menakutkan menangkapnya, dia sempat melawannya bahkan membuat hidung pria itu menjadi mimisan karena tendangannya. Wow! Keren!


Namun, biar bagaimanapun dia hanyalah seorang gadis kecil yang tentu saja tak akan bisa mengalahkan pria-pria kuat itu seorang diri. Hingga pada akhirnya pria itu bisa menangkapnya lagi.


"Hah? Biarkan saja! Tangkap saja mereka berdua dan bawa ke markas!" sahut Aoki dengan begitu santai dan seenak jidatnya sendiri.


"Ayahhh!!" gadis berambut keriting itu kini mulai menangis lagi setelah melihat seorang pria paruh baya yang masih terduduk dan terjatuh diantara meja dan kursi kayu itu.


"Aoki! Aku mohon lepaskan mereka berdua! Aku akan segera melunasi semua hutangku! Tolong lepaskan mereka berdua ..." tak lelah pria paruh baya itu terus memohon untuk meminta kemurahan hati dari sang samurai Aoki.


Namun berandalan mana yang memiliki hati nurani? Mereka hanya memiliki naffsu dan keserakahan untuk menguasai harta, tahta dan segala yang gemerlapan di dunia ini saja. Kehidupannya akan mereka lakulan untuk mencapai semua keserakahan itu tanpa memperdulikan orang lain akan dirugikan atau tidak. Asalkan mereka puas, makan itu sudah cukup!

__ADS_1


"Aku mohon lepaskan mereka berdua ... bunuh saja aku jika itu bisa membayar semua hutangku! Tolong lepaskan mereka berdua ..." ucap pria paruh baya itu dengan sedikit bergetar dan mulai pasrah, karena Aoki sudah menyeret kedua gadis itu hingga sampai di dekat pintu masuk/keluar.


"Sekalipun kau mati pun, mereka berdua akan tetap aku bawa. Setelah kunikmati sendiri, maka aku akan menjual mereka! Gyahahaha ..." Aoki tertawa terbahak-bahak dan itu membuat gadis cantik dengan rambut pendek begitu kesal, hingga akhirnya dia mengangkat kaki kanannya ke udara dan menendang wajah Aoki, hingga Aoki sedikit terdorong ke belakang.


"Wanita j*lang kecil ini beraninya padaku bertingkah seperti ini!!" Aoki melangkah cepat mendekati gadis cantik berambut pendek itu dan bersiap untuk menamparnya dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya masih memegang katana.


PLLAAKK ...


Tamparan itu terasa begitu keras dan panas dirasakan oleh gadis itu hingga membuat pipi kanannya yang halus dan putih itu hingga kini menjadi merah, rambutnya juga mulai menutupi sebagian wajahnya.


Tak menyerah hingga sampai disini, gadis cantik itu terlihat begitu murka dan dengan cepat meludahi pria bernama Aoki, "Cuuiihh ..."


"Keparat sialan!! Dasar j*lang kecil!!" umpat Aoki mengusap wajahnya yang terkena air liur dari gadis itu, kemudian menjambak rambut gadis itu dan mendongakkannya.


"Katakan padaku, berapa hutang paman Yu?! Aku yang akan melunasi semua hutangnya?" tandas gadis muda berambut sebahu itu dengan nada bicara yang sudah begitu kesal.


Pipi kanannya terlihat begitu merah, sedangkan sudut bibirnya juga berdarah karena serangan Aoki.


Aoki menatap tajam gadis itu dan mulai menyeringai menakutkan kembali, "Aku berubah pikiran! Aku harus menidurimu terlebih dahulu baru kau bayar semua hutang itu! Kau sangat kasar, pasti kau juga akan sangat hebat di ranjang ..."


"Dasar bajingan busuk!!" umpat gadis itu yang berusaha untuk.melepaskan diri kembali dari cengkeraman seorang pria yang masih mengunci kedua tangannya.

__ADS_1


"Gyahahaha ... aku semakin tertarik padamu, Gadis manis bermulut pedas!" ucap Aoki dengan tawa yang begitu menggelegar seisi ruangan. "Bawa mereka ke markas!" tandas Aoki dengan suara tegasnya.


"Siap, Boss!!" sahut para kaki tangan Aoki.


__ADS_2