
"Terima kasih, Wilson!!" Yuna yang sudah turun dari Lexus hitam LS 460 L itu kini melambaikan tangannya kepada Wilson.
Wilson membalasnya dengan senyum lebar lalu mulai melajukan mobilnya kembali untuk segera pergi ke tempat kerjanya. Tak butuh waktu lama, kira-kira 20 menit kemudian dia sudah sampai di markas utama Doragonshadou karena jalanan tidak terlalu macet.
Setelah melakukan parkir, pria berdarah Jepang-Kanada itu mulai melenggang dan memasuki bangunan mewah dan megah dengan nuansa yang dipenuhi dengan alat-alat canggih dan futuristic itu.
Namun belum sampai Wilson pada ruangan pribadinya, kini seorang staff tiba-tiba menghadangnya.
"Selamat pagi, Tuan Wilson!" sapa staff itu dengan ramah.
"Selamat pagi, Sakuraba!" balas Wilson dengan seulas senyum dan melirik kembali jam tangannya.
"Tuan Kagami Jiro sedang menunggu tuan Wilson di ruangan kerjanya." ucap staff itu lagi.
"Sepagi ini?" celutuk Wilson mengkerutkan keningnya dan masih terlihat sedikit tidak percaya.
Karena biasanya jam segini Kagami Jiro belum sampai di markas besar. Dia akan tiba pagi jika sedang ada beberapa rapat penting saja. Jika tidak ada, biasanya Kagami Jiro akan tiba lebih siang.
"Iya, Tuan Wilson." jawab staff itu lagi.
"Tumben sekali." gumam Wilson pelan dan mengusap ujung hidung dengan punggung telapak tangannya. "Baiklah. Aku akan segera kesana!"
Wilson mulai melenggang kembali dan menuju ruangan paling ujung, yang merupakan ruangan Kagami Jiro. Perlahan dia mengetuk pintu kaca itu.
"Masuk!" perintah seseorang dari dalam ruangan.
Wilson mulai menarik handle pintu itu dan mulai memasuki ruangan itu. Terlihat seorang pria sedang berdiri tegap menatap pemandangan luar gedung melalui kaca ruangan kerjanya yang begitu bening dan jernih.
"Tuan Jiro memanggilku?" tanya Wilson.
__ADS_1
Kagami Jiro mulai berbalik perlahan dan menatap Wilson dengan seulas senyum, "Ya! Aku punya hadiah untukmu, Wilson!" ucapnya lalu melenggang dan menghampiri Wilson.
"Hadiah?"
"Yeap, karena kinerjamu yang sangat bagus. Maka aku akan memberikan hadiah untukmu!" Kagami Jiro mulai merogoh untuk mencari sesuatu di dalam saku pakaiannya.
Lalu dia mulai mengeluarkan sebuah kunci berwarna keemasan lalu menarik tangan kiri Wilson dan memberikan kunci itu untuk Wilson.
"Ini ... ini kunci apa, Tuan?" Wilson mengkerutkan kening dan terlihat begitu kebingungan saat ini.
"Ini adalah kunci sebuah apartemen di Frazer Suites Akasaka. Disitu sudah ada nomor kamarnya. Sebuah apartemen mewah dengan serviced apartment dan residence di 46 kota besar di dunia. Lokasinya juga begitu strategis dan dekat dengan markas utama Doragonshadou dan juga kedutaan asing, Tokyo Broadcasting System (TBS) Television, serta sejumlah perusahaan lokal dan multinasional besar." ucap Kagami Jiro menjelaskan dengan senyuman memukau.
Wilson masih terdiam selama beberapa saat dan tak tau harus menjawab apa dan bagaimana? Memang benar selama ini dia tingal di apartemen Azabu yang begitu mewah dan elit, namun sebenarnya itu belum menjadi milik Wilson sepenuhnya.
Selama ini Wilson masih menyewanya saja. Namun sebenarnya Wilson sudah mempunyai sebuah rencana untuk membeli apartemen itu karena memang sudah merasa begitu nyaman untuk tinggal di apatemen yang saat ini menjadi tempat tinggalnya.
"Tapi ... tuan ... hadiah ini terlalu berlebihan dan sangat mahal. Lebih baik aku tetap tinggal di apartemenku yang sekarang saja." tolak Wilson dengan hati-hati dan sopan.
"Tidak, Wilson! Bahkan hadiah ini tak sebanding dengan pengabdianmu yang begitu besar selama ini untuk Doragonshadou. Terimalah! Jika kau menolaknya, maka itu akan membuatku merasa begitu sedih." ucap Kagami Jiro dengan nada begitu rendah.
Tak ada pilihan lain. Akhirnya Wilson menerima hadiah dari Kagami Jiro. Hadiah yang bernilai begitu besar dan fantastis. Dan itu artinya Wilson akan segera pindah dari apartemen Azabu ke apartemen barunya. Dan sebenarnya itu cukup berat untuknya dan sangat membuatnya cukup bersedih.
"Semoga kamu menyukai tempat tinggal barumu!" Kagami Jiro tersenyum lebar dan menepuk bahu lebar Wilson beberapa kali.
"Terima kasih banyak, Tuan Kagami Jiro." ucap Wilson mencoba untuk tersenyum.
"Hhm. Sama-sama." Kagami Jiro tersenyum lebar penuh dengan kemenangan. "Aku akan memberikan cuti untukmu, jika kau mau pindahan ke apartemen barumu nanti. Dan jika membutuhkan tenaga, katakan saja. Aku akan mengirimkan semua untukmu." imbuhnya dengan wajah yang berseri-seri.
"Baik, Tuan Kagami Jiro. Terima kasih banyak. Kalau begitu aku permisi, Tuan." Wilson membungkukkan badannya dan mulai berbalik lalu melenggang untuk meninggalkan ruangan ini.
__ADS_1
Senyuman Kagami Jiro masih saja menghiasi wajah tampan nan sangar itu. Dia terlihat begitu bahagia saat ini karena menyadari Wilson akan mulai menjauh dari Yuna.
Padahal beberapa saat yang lalu pria dengan temperamen super ini sudah uring-uringan tak karuan saat mendengar sebuah laporan dari pengawal transparan yang ditugaskan untuk menjaga Yuna akhir-akhir ini.
Okay, rewind ...
"Tuan. Pagi ini nona Yuna berangkat bersama tuan Wilson. Bahkan tuan Wilson juga mengantar nona Yuna untuk pergi ke kampusnya. Dan mereka berdua terlihat begitu akrab dan sangat dekat." ucap pengawal transparan Yuna itu melaporkan kepada Kagami Jiro melalui telpon.
"Apa?!" ketus Kagami Jiro begitu naik pitam. "Terus awasi mereka berdua jangan sampai kehilangan jejak!" tandasnya kembali dengan nada bicara yang begitu tegas.
"Baik, Tuan."
Kagami Jiro segera mengakhiri panggilan itu dengan penuh kekuatan menekan sebuah tombol merah. Tak puas dengan itu saja, Kagami Jiro mulai menghempaskan benda pipih yang tak berdosa itu dengan cukup keras dan kencang, hingga akhirnya menabrak sebuah dinding di hadapannya.
PRRAANNGG ...
Benda pipih itu pecah dan hancur begitu saja. Kagami Jiro menghempaskan tubuhnya dengan sangat kasar di atas kursi kerjanya yang begitu empuk. Sebuah tuas yang berada di bawah kursinya mulai dia tarik untuk mendapatkan posisi ketinggian yang dianggapnya paling pas.
Tatapannya masih penuh dengan emosi dan menatap lurus ke depan dengan jemarinya yang saling bertautan satu sama lain. Sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu terlihat begitu tajam, kedua alisnya juga terlihat berkerut saling berdekatan.
Setelah beberapa saat pintu terbuka begitu saja tanpa ada sebuah kata permisi atau ketukan. Mungkin saja, sang tamu terlalu terburu-buru, atau mungkin terlalu khawatir karena baru saja dia mendengar ada suara sesuatu yang pecah dengan cukup keras di dalam ruangan sang bos.
"Tuan Jiro. Apa tuan baik-baik saja?" rupanya Igor, sang asisten pribadi dari Kagami Jiro yang datang dengan asal nyelonong masuk itu.
Kagami Jiro tak menjawab pertanyaan dari Igor. Dia masih terlihat kesal menatap serpihan dari ponselnya yang sudah rusak itu. Selama beberapa saat Igor juga terdiam dan merasa kebingungan karena lagi-lagi hal seperti ini terjadi lagi.
"Lihat apa kau, Igor?! Cepat bereskan dan belikan yang baru untukku!" tandas Kagami Jiro masih dipenuhi dengan amarah.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1