
Tiba-tiba saja dua orang pria berpakaian rapi dengan setelan jas mulai melenggang dan semakin mendekati Yuna, Wilson dan Yoasuke. Dan rupanya kedua pria itu adalah Sean dan Igor.
"Nyonya memanggilku?" tanya Igor setelah menghadap Yuna.
"Hhm. Ya!! Sekarang jelaskan apa saja yang kamu ketahui tentang hubungan suamiku dengan Nana Fukada!" tanya Yuna to the point.
"Tuan Kagami Jiro dan nona Nana Fukada?" ucap Igor kembali mengulangi ucapannya.
"Hhm ... cepat katakan padaku, Igor! Aku akan menjamin keselamatanmu! Jangan takut!" ucap Yuna meyakinkan Igor karena Igor terlihat begitu ketakutan dan ragu-ragu untuk mengatakannya kepada Yuna.
"Uhm ... itu nyonya ... sebenarnya mereka sudah dekat cukup lama. Lama sekali ... dan pertemanan mereka memang selalu membuat orang-orang merasa iri dan salah paham. Bahkan sampai ada yang mengira jika mereka pernah berkencan bersama." ucap Igor dengan hati-hati.
"Kencan bersama? Apa kamu yakin itu hanyalah sebuah perkiraan dari orang-orang saja, Igor? Apa kamu yakin jika diantara mereka berdua hanyalah terjalin hubungan antara sesama sahabat saja. Jika memang seperti itu, maka jelaskan padaku ... mengapa Miura sangat marah akan rumor yang telah beredar itu?" ucap Yuna lagi dengan senyuman miring menatap Igor dan masih menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.
"I-iya, Nyonya ... foto bersama yang dipotret oleh seseorang itu begitu membuat tuan Miura marah dan sempat membuat hubungannya bersama nona Nana Fukada renggang. Namun semua itu sudah berlalu dan mereka menikah setelah itu." jelas Igor tanpa sedikitpun membongkar rahasia masa lalu Kagami Jiro yang sebenarnya pernah memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Nana Fukada di masa lalu.
"Jadi begitu ya. Mungkin hanya aku yang terlalu berlebihan karena melihat mereka berdua seperti dekat sekali tadi." Yuna menyauti dan sedikit mengusap dagu tirusnya dan merasa bersalah kepada Kagami Jiro, karena sudah berpikiran buruk tentangnya.
"Benar sekali, Nyonya. Tuan Kagami Jiro hanya memandang nyonya selama ini. Dan nyonya-lah satu-satunya wanita yang paling tepat untuk tuan Kagami Jiro dan nyonya-lah satu-satunya wanita yang bisa mengendalikan tuan Kagami Jiro." ucap Igor lagi bermaksud untuk sedikit memuji Yuna.
Namun rupanya sesuatu diluar dugaannya tiba-tiba saja terjadi. Sebuah aura kelam, dingin, dan mencekam tiba-tiba saja mulai menyelimuti daerah belakang Igor hingga membuat Igor mengusap tengkuknya karena merinding.
__ADS_1
"Mengendalikanku seperti apa, Igor?" tiba-tiba mulai terdengar suara maskulin yang begitu mencekam tepat di belakang Igor.
Wilson, Yosuke, dan Sean segera memalingkan pandangannya ke arah lain dan berpura-pura sibuk dengan hal masing-masing. Wilson langsung berpura-pura sedang berbincang dengan seorang waitress yang kebetulan sedang melenggang tak jauh dari dirinya.
Sedangkan Sean berpura-pura mengangkat sebuah panggilan dan mulai melenggang menjauh dari mereka, "Ya, hallo ..."
Sementara Yosuke dengan cepat bepura-pura seolah sang ibunya sedang memanggilnya saat ini, "Ah ... rupanya ibuku sedang memanggilku. Ya, Ibu. Aku akan segera datang!" ucapnya segera melangkah lebar meninggalkan tempat itu, padahal Aiko saat ini sedang berbincang bersama para tamu lainnya.
Kini hanya tersisa Igor, Yuna dan seorang pria yang baru saja datang dengan auranya yang begitu gelap dan kelam.
"Igor! Aku bisa mengendalikan seluruh hidup dan keluargamu dengan mudah seperti aku membalikkan telapak tanganku. Aku bisa membuat orang berdiri di puncak yang tinggi, namun aku juga bisa membuat orang terjatuh ke dasar jurang yang curam!!" imbuh pria itu kembali dan terdengar begitu mencekam.
"Tu-tuan Kagami Jiro ... ma-aafkan aku, Tuan. Aku sungguh tidak bermaksud apa-apa, Tuan." ucap Igor mulai gemetaran saat menghadapi Kagami Jiro dan keringat dingin sebesar biji jagung mulai keluar membasahi pelipisnya.
"Pergi dan carikan aku katana legendaris Dojigiri Yasutsuna yang pernah digunakan dalam pertempuran legendaris oleh Tokugawa Ieyasu dan shogun Toyotomi Hideyoshi! Dan jangan pernah kembali saat kamu belum menemukan katana yang aku mau!!" titah Kagami Jiro dengan seringai menakutkan menatap Igor.
"Katana Dojigiri Yasutsuna? Bagaimana aku bisa mendapatkan katana legemdaris yang pastinya selalu dijaga itu, Tuan?" ucap Igor seakan masih tidak percaya dengan perintah Kagami Jiro kali ini yang menurutnya cukup berar.
Yeap, tentu saja itu adalah sebuah misi sangat berat. Bagaimana mungkin Igor bisa mendapatkan katana terhebat dan sangat legendaris itu? Bahkan katana itu adalah salah satu pusaka di negeri Sakura ini yang selalu dijaga dan dirawat.
"Jika tidak mau, maka siapkan surat pengunduran dirimu secepatnya!" ucap Kagami Jiro menandaskan tanpa berpikir panjang terlebih dulu.
__ADS_1
"Ja-jangan, Tuan. Aku mohon jangan lakukan itu, Tuan." ucap Igor ketakutan.
Yuna yang merasa tak tega melihat Igor, akhirnya mulai berniat untuk segera membantunya. Meskipun sabenarnya Yuna merasa tidak begitu yakin apakah dirinya bisa menolong Igor atau tidak.
"Sayang ... tolong jangan lakukan semua itu." ucap Yuna memberanikan dirinya dan mulai meraih lengan kuat Kagami Jiro. "Katana Dogijiri Yasutsuna begitu dijaga selama ini. Dan katana itu begitu bersejarah dan sangat legendaris. Igor akan sangat kesulitan untuk mendapatkannya. Jangan hukum dia ... dia sama sekali tidak bersalah." imbuh Yuna mempertihatkan mata kucingnya menatap Kagami Jiro.
"Tapi, Yuna ..."
"Aku yang bersalah ... hukum saja aku. Dan aku ... juga meminta maaf kepadamu ... karena sudah berpikiran buruk terhadapmu." ucap Yuna begitu menyesal.
"Igor! Hari ini kamu selamat! Kamu sangat beruntung kali ini! Pergilah!" perintah Kagami Jiro dengan tegas.
Ada rasa lega luar biasa dan membuat Igor tersenyum tipis setelah mendengarkan titah itu.
"Ba-baik, Tuan. Terima kasih, Tuan Kagami Jiro. Terima kasih, Nyonya Yuna." ucap Igor penuh binar lalu membungkukkan badannya dan segera bergegas untuk meninggalkan tempat itu.
Yuna hanya menunduk dan tidak menatap Kagami Jiro, namun Kagami Jiro malah meraih kedua bahu Yuna dan menghadapakannya padanya.
"Aku minta maaf ... aku tidak sengaja mendengar perbincangan mereka tentang kamu dan Nana Fukada. Dan hal itu membuatku berpikir kemana-mana dan aku malah berpikiran buruk tentangmu. Maaf ..." ucap Yuna dengan tulus masih tidak berani menatap Kagami Jiro.
Kagami Jiro mulai tersenyum misterius dan sedikit memicingkan sepasang mata kecoklatan itu saat menatap Yuna. Sementara jemari kanannya mulai mengusap pelan dagu indah dengan rahang yang tegas itu.
__ADS_1
"Malam ini kamu harus menerima hukuman dariku! Hukuman yang berlipat-lipat, karena hari ini kamu sudah berulang kali membuat kesalahan." ucap Kagami Jiro dengan senyum misteriusnya.
...⚜⚜⚜...