Casanova In Love

Casanova In Love
Nama Untuk Si Kembar


__ADS_3

Empat bulan kemudian ...


Kagami Jiro merasa begitu bahagia ketika Yuna melakukan pemeriksaan dengan ultrasonography dan mengetahui jika kedua bayinya rupanya adalah putra.


Sebenarnya putra maupun putri semua akan membuat Kagamo Jiro dan Yuna merasa bahagia. Namun kehadiran putra sebagai keturunan dari Kagami Jiro tentu saja sangat dinantikan. Karena suatu saat Kagami Jiro juga membutuhkan seorang penerus.


"Wah ... sayang, lihatlah dan rasakan ... jagoan kita sedang menendang-nendang." ucap Yuna begitu berbinar ketika perutnya yang sudah semakin membesar mengalami pergerakan nyata dan juga begitu terlihat.


Kagami Jiro yang sedang duduk di sebelah Yuna kini mulai menempelkan telapak tangannya pada perut Yuna. Bahkan Kagami Jiro sesekali juga menempelkan kepalanya pada perut Yuna dengan wajahnya yang juga penuh binar.


"Hallo, Sayang. Jangan nakal di dalam ya ... kalian sehat-sehat selalu di dalam ya." ucap Kagami Jiro mengajak kedua bayi itu berbincang dan seketika membuat Yuna semakin tersenyum lebar.


"Rasanya sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan mereka berdua." imbuh Kagami Jiro mulai duduk dengan tegap namun jemarinya masih mengusap lembut perut Yuna. "Pasti mereka berdua akan tampan seperti ayahnya!" imbuh Kagami Jiro mulai melirik Yuna dengan senyum tipisnya.


"Ahaha ya ... ya ... ya ... tentu saja mereka akan tampan seperti ayahnya." sahut Yuna mengiyakan saja ucapan dari Kagami Jiro.


"Kira-kira kita akan memberikan nama untuk kedua jagoan kita apa ya, Sayang?" ucap Kagami Jiro mulai memikirkan dua buah nama yang mirip untuk kedua putra kembarnya kelak. "Daichi-Daisuke ... Ryo-Reiji, uhm ... Haru-Hiro ... Hiroki-Hiroshi ... Akio-Aito?" imbuh Kagami Jiro menatap Yuna untuk meminta pendapat dari Yuna.


Namun Yuna meggeleng pelan, seolah nama-nama itu tidak ada yang disukainya sama sekali. Kini mereka berdua terdiam kembali dan mulai memikirkan kembali dan mencari nama yang tepat.


"Bagaimana jika Kagami Yuki dan Kagami Yuji?" usul Kagami Jiro lagi menatap Yuna kembali.


"Tidak, Sayang ..." sahut Yuna yang juga mulai memikirkan kembali dua buah nama untuk calon kedua putra kembarnya. "Uhm ... bagaimana dengan Kagami Kei dan Kagami Ken?" ucap Yuna mulai mengusulkan.


"Hhm. Bagus juga, Sayang. Namun akan lebih bagus jika namanya Kagami Kenzi ..." ucap Kagami Jiro mulai mengusulkan kembali.


"Dan Kagami Kenzou ..." sambung Yuna dengan wajahnya yang begitu berbinar, karena sangat menyukai nama itu.

__ADS_1


Mereka berdua saling bertatapan dengan wajah yang begitu berbinar dan berseri-seri. Seolah-olah sudah menemukan sebuah peti harta karun yang ribuan tahun sudah hilang karena terkubur dan menjadi misteri.


Setelah bertatapan beberapa saat dengan senyum lebar mereka berdua mengangguk pelan dan menyetujui nama itu kelak akan diberikan untuk kedua buah hatinya.


"Ya sudah. Mari kita tidur. Besok aku akan mengajakmu untuk membeli beberapa perlengkapan bayi." ucap Kagami Jiro mulai membenarkan bantal untuk Yuna dan untuk dirinya sendiri. "Tidurlah, Sayang." imbuh Kagami Jiro setelah tempat itu selesai disiapkan.


Yuna mulai berbaring miring menghadap Kagami Jiro. Sementara Kagami Jiro juga mulai tidur miring menghadap Yuna. Namun tangan kanannya ditekuk ke atas dan digunakan untuk menopang kepalanya. Sementara tangan kirinya melingkar memeluk tubuh Yuna.


"Apa punggungmu masih sering terasa sakit, Sayang?" tanya Kagami Jiro sebelum mereka benar-benar tertidur.


"Iya. Apalagi jika saat tidur terlentang terlalu lama. Pasti akan sangat terasa sakit." sahut Yuna yang akhir-akhir ini sudah terbiasa menyikapi kehamilannya.


Rasa mual, pusing, sensitif tidak seperti dulu saat kehamilan trimester pertama. Meskipun sebenarnya sesekali Yuna masih merasakan akan hal itu.


"Baiklah kalau begitu besok aku akan membamtumu mandi lagi." ucap Kagami Jiro.


"Tentu saja ada, Sayang. Jika punggungmu masih terasa sakit, maka kamu akan sedikit kesakitan dan tidak nyaman saat melakukan aktifitas apapun. Jadi aku sebagai suamimu tentu saja akan selalu membantumu dalam berbagai hal apapun." ucap Kagami Jiro begitu hangat dan sudah memejamkan matanya.


"Hhm. Terima kasih, Sayang. Kamu selalu baik padaku. Namun aku terlalu lama menyadarinya. Maafkan aku ... dan terima kasih sudah selalu bersabar menghadapiku saat-saat itu." ucap Yuna dengan tulus dan semakin membenamkan kepalanya pada dada bidang Kagami Jiro.


"Hhm ... tidak masalah. Karena memperjuangkan cintamu akan menjadi sebuah kenangan yang tak akan pernah aku lupakan. Begitu luar biasa, penuh warna, dan unik." sahut Kagami Jiro yang mulai benar-benar sudah mengantuk.


"Apa kamu sedang meledekku? Ih ... benar-benar menyebalkan sekali!!" sungut Yuna yang sebenarnya juga sudah memejamkan sepasang matanya.


"Tidak kok, Sayang. Aku berkata apa adanya dan jujur. Ya sudah mari tidur. Jangan terlalu sering tidur malam lagi."


"Iya ... iya. Ini juga sedang berusaha untuk tidur kok."

__ADS_1


Setelah beberapa saat, akhirnya Kagami Jiro sudah tertidur begitu saja dengan cepat. Berbeda dengan Yuna yang harus menunggu cukup lama hingga Yuna benar-benar bisa tidur.


...⚜⚜⚜...


Keesokan harinya Kagami Jiro dan Yuna mendatangi sebuah pusat perbelanjaan bersama untuk membeli beberapa perlengkapan bayi. Dan tentunya mereka juga ditemani oleh Igor dan salah satu pengawal keluarga Kagami, yang akan bertugas membawakan semua barang-barang belanjaan.


Pasangan suami istri ini terlihat begitu bersemangat ketika memilih-milih perlengkapan bayi itu. Dan tentunya mereka juga memberikan yang terbaik untuk calon buah hati mereka yang kemungkinan akan segera melihat dunia dalam waktu kurang lebih 18 minggu lagi.


"Sayang, apa perlu belikan baby walker juga untuk mereka berdua?" tanya Kagami Jiro saat melihat beberapa baby walker yang begitu lucu dan menggemaskan yang sudah dilengkapi dengan beberapa mainan di ataa mejanya.


"Sebenarnya masih cukup lama peralatan bayi itu digunakan sih. Tapi jika ingin membelinya sekarang tidak masalah. Kelak kita tidak akan membelinya lagi." sahut Yuna yang mulai mendatangi Kagami Jiro dan ikut melihat-lihat baby walker itu.


"Baiklah. Ayo pilihkan yang bagus untuk mereka Sayang!"


"Hhm. Asal warnanya tidak merah muda saja." sahut Yuna dengan tawa kecil. "Karena mereka berdua adalah jagoan."


"Tentu saja. Bagaimana jika ini? Warna biru lembut dan ungu lembut? Perlengkapan mainannya juga cukup banyak dan menarik. Kedua jagoan kita pasti akan menyukainya!" ucap Kagami Jiro yang mulai mencoba memainkan perlengkapan mainan yang menempel pada baby walker itu.


"Hhm. Aku setuju, Sayang! Itu saja!" sahut Yuna yang juga menyukai kedua baby walker pilihan sang suami.


"Baiklah. Tolong bungkuskan ini juga ya!!" titah Kagami Jiro kepada petugas toko itu.


"Baik, Tuan." sahut salah satu dari mereka berdua.


Kini Kagami Jiro dan Yuna mulai melihat-lihat peralatan bayi lainnya dan mulai memilih-milih kembali. Waktu 3 jam berlalu begitu saja hanya untuk berada di dalam toko perlengkapan bayi itu. Dan mereka berdua kembali pulang dengan membawa cukup banyak bingkisan yang dibawakan oleh Igor dan Nagasaki.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2