
Tiga tahun kemudian ...
Seorang gadis cantik dan terlihat begitu tegas terlihat sedang menghadiri acara di sebuah pameran di sebuah gedung dimana dia dan para mahasiswa dari Tokyo Designer Gakkuin College lainnya sedang mendapat tugas untuk menciptakan sebuah maha karya untuk pameran disana.
Gadis cantik itu baru saja menyelesaikan kuliahnya di Fashion Institute of Technology ( FIT ) di New York. FIT merupakan salah satu universitas terbaik di Amerika Serikat di bidang fashion. FIT berlokasi di New York, jadi para mahasiswanya hidup dan belajar di kota yang menjadi salah satu pusat fashion dunia. Disanalah gadis cantik itu memupuk hobinya di dunia fashion dan designer.
Dan sekarang gadis cantik berwajah tegas itu sedang melanjutkan S2 di Tokyo Designer Gakkuin College Tokyo dengan jurusan yang sama.
"Yuna! Kamu harus ikut aku! Karya luar biasa milikmu sungguh terlihat begitu menakjubkan ketika di pamerkan di pameran kali ini!" seorang gadis berambut sedikit keriting dan begitu manis tiba-tiba menarik lengan gadis cantik berwajah tegas yang bernama Yuna.
Mereka mulai melenggang bersama di sebuah ruangan yang cukup besar dan begitu menakjubkan. Ruangan ini ada beberapa patung manekin yang sudah berhiaskan dengan gaun-gaun indah buah karya dari para mahasiswa dan mahasiswi Tokyo Designer Gakkuin College.
Sebuah patung manekin terlihat mengenakan sebuah gaun indah dan begitu mewah berwarna pink sugar. Bentuk gaun itu begitu mini, dengan high neckline, inner lining, resleting belakang, dan regular fit.
Sementara di sebelahnya, sebuah patung manekin terlihat mengenakan sebuah gaun cantik berwarna hitam dan terbuat dari bahan satin bridal kombinasi, dan disempurnakan dengan ruffle dan lace sebagai detailnya. Gaun ini terlihat manis nan anggun. Gaun terusan ini memiliki potongan lurus simetris. Sempurna, gaun mewah yang diirancang dengan sangat sempurna dan menggunakan bahan berkualitas tinggi.
Kedua gaun yang dipamerkan di tempat spesial itu adalah design dari gadis cantik bernama Yuna itu.
"Lihatlah kedua gaun karyamu itu, Yuna. Begitu cantik dan fantastis!" celutuk gadis berambut kriting itu terlihat begitu takjub menatap kedua gaun itu.
"Tidak, Anju. Jangan berlebihan. Karyamu juga luar biasa cantik kok." Yuna menyauti dengan senyum lebar menatap sahabatnya itu.
__ADS_1
Tiba-tiba beberpaa rombongan datang dan menghampiri mereka berdua.
"Selamat malam, Nona Yuna. Apa benar anda adalah alumni dari Fashion Institute of Technology ( FIT ) di New York dan mrndapatkan predikat mahasiswi terbaik tahun lalu?" tanya seorang pemuda dengan membawa sebuah kamera yang terlihat sedang merekam.
"Ya. Benar sekali. Aku baru saja menyesaikan S1 di FIT 6 bulan yang lalu, dan sekarang melanjutkan jurusan yang sama di Jepang karena kami sekeluarga memutuskan untuk kembali ke Jepang." jawab gadis itu dengan ramah.
"Bisa jelaskan kepada kami, Nona Yuna? Apa yang mempengaruhi nilai dari sebuah pakaian?" tanya seorang gadis yang terlihat juga sudah mulai merekam dengan kamerenya.
"Desain adalah salah satu faktor yang mempengaruhi mewah tidaknya sebuah pakaian. Entah akan dikenakan untuk acara formal maupun santai, desain pakaian akan menambah nilai penampilan seseorang. Agar semakin menarik, pilihlah pakaian sesuai karakter dari si pemakai dan sesuai kepentingan acara. Pilih hanya pakaian yang desainnya beda dari yang lain. Maka akan jadi pusat perhatian!" jawab Yuna dengan senyum lebar.
"Nona Yuna, kalau boleh tau ... mengapa anda suka sekali membuat desain gaun?" tanya salah satu dari mereka.
Yuna tersenyum begitu manis dan mulai menjawab pertanyaan dari mereka, "Gaun akan menonjolkan kesan anggun dan feminin, sehingga menambah daya tarik pada penampilan setiap wanita. Apalagi gaun yang mewah."
"Beberapa hal yang mempengaruhi nilai adalah dari bahan, tipe, aksesori tambahan, proses pembuatan, hingga perancangnya pun akan mempengaruhi harga, dari termurah sampai yang mahal. Bahkan target pasar akan sangat mempengaruhi nilai dari sebuah karya." jawab Yuna terlihat begitu cerdas dan cekatan. "Jika dihiasi dengan bahan-bahan yang langka dan mahal, makan harganya pun akan mahal dan begitu melambung."
"Gaun mewah bukan hanya berupa kain jahitan biasa. Busana tersebut notabene bertabur dengan hiasan langka, sehingga harganya pun akan melangit. Hiasan itu antara lain berlian, terutama warna pink, biru, dan kuning yang jarang ditemukan. Ada juga hiasan berupa bulu merak. Karena burung merak memiliki ekor yang begitu menawan dan juga memiliki warna yang begitu mempesona. Dan itu adalah hal yang tidak mudah membuat gaun dengan hiasan bulu merak!" imbuh Yuna lagi.
"Selain itu, apakah masih ada lagi, Nona?"
"Emas juga termasuk perhiasan yang sering digunakan untuk menghiasi gaun mewah. Logam mulia ini memiliki warna kuning metal yang lekat dengan kesan elegan. Harganya tidak murah, sehingga baju berhiaskan emas pasti mahal. Ada juga gaun yang berhiaskan batu kaca kristal. Terutama batu kaca kristal satu ini, bahkan namanya pun cantik, Swarovski. Bedanya dengan perhiasan lain, kristal buatan pengrajin Austria bernama Swarovski AG ini lebih mudah ditemukan, sehingga dijual tidak semahal berlian dan kawan-kawannya. Tapi jika Swarovski yang digunakan sangat banyak, harganya pun bisa jadi mahal."
__ADS_1
Gaun-gaun rancangan dari gadis cantik alumni dari FIT itu benar-benar luar biasa. Bahkan bamyak sekali public figur yang sudah seringkali mengenakan gaun rancangan darinya. Yeap, tidak jarang, gaun-gaun yang dipakai oleh para public figure dihiasi dengan emas, berlian, dan batu mulia lainnya. Perempuan mana yang bisa menolak kemegahan batu mulia yang menawan hati itu? Memberikan kesan begitu elegan dan glamour.
Bagi mereka, memakai baju berhiaskan emas, berlian, dan batu serupa akan menjadikan penampilan lebih istimewa dan berkelas. Apalagi, jika dipakai dengan busana berbahan satin atau rayon, yang permukaannya berkilauan dan halus. Tentu, tidak semua orang bisa membeli gaun mewah sekeren ini. Terutama, untuk yang sering menghadiri acara formal atau pesta.
"Baiklah, maaf. Tapi kami harus segera pergi dan mengurus beberapa hal." ucap Yuna sambil menggandeng Anju untuk bergegas meninggalkan para wartawan itu.
Mereka berdua meninggalkan tempat itu dan mulai mencari tempat yang sedikit lebih tenang.
"Yuna, mengapa tidak menghubungiku jika malam ini kau akan mengikuti acara pameran ini? Bahkan karya luar biasa yang dihasilkan oleh tanganmu dipamerkan disini." seorang pemuda dengan balutan jas berwarna abu-abu tua terlihat sudah mendatangi mereka.
"Paman Tatsuya, maafkan keponakanmu ini yang tidak sempat memberimu kabar. Aku terlalu sibuk menyelesaikan semua ini. Bahkan gaun-gaun ini baru aku selesaikan kemarin malam." gadis cantik bernama Yuna itu kini memperlihatkan wajah manisnya yang dihiasi dengan senyuman menawannya.
"Paman? Kau membuatku terlihat begitu tua ya. Padahal kita hanya memiliki selisih usia 5 tahun." ujar Tatsuya.
"Paman tidak harus tua bukan? Lagian siapa suruh jarak usia paman dan ayahku terpaut begitu jauh. Hehe ..." celutuk Yuna.
"Baiklah. Sekarang ikut keruanganku dulu. Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan, Yuna."
"Hhm. Baiklah. Anju, aku pergi sebentar dulu ya. " ucap Yuna yang kini beralih menatap Anju.
"Jangan khawatir, pergi dan berbincanglah dengan pamanmu yang tampan dan muda itu." bisik Anju menggoda sahabatnya yang baru dikenal 6 bulan terakhir ini.
__ADS_1
Yuna melempar senyum manis disertai anggukan kecil lalu mulai melenggang bersama Tatsuya untuk pergi ke ruangannya.