
Kagami Jiro menarik tangan Yuna untuk merubah jalur perjalanan mereka dan memilih untuk menaiki eskalator lainnya. Dan sepertinya saat ini Kagami Jiro sedang menghindari untuk bertemu dengan seseorang.
"Ada apa?! Mengapa harus cepat-cepat hingga menarikku seperti ini?!" ucap Yuna saat mereka mulai memasuki elevator.
"Ada seorang gadis, dan aku tak mau berurusan dengannya lagi." ucap Kagami Jiro dengan jujur.
"Siapa? Apakah kekasih tuan? Jika memang seperti itu maka seharusnya tidak melarikan diri seperti ini atau dia akan salah paham nanti." sahut Yuna menyarankan.
Kagami Jiro menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan terlihat begitu malas untuk menjawab ucapan dari Yuna. Pria berwibawa ini hanya menatap lurus ke depan dan sesekali melirik jam tangan super mewahnya.
"Aku lapar! Kita makan malam dulu sebelum aku mengantarmu pulang." ucap Kagami Jiro mengabaikan ucapan Yuna.
"Tidak. Lebih baik tuan menemui gadis itu! Aku tidak mau ada sesuatu keributan nanti. Dan aku tak mau terlibat. Lebih baik aku pulang saja dengan naik taxi." sahut Yuna.
"Apa? Memang mengapa aku harus menemui gadis itu? Dan mengapa harus ribut? Toh aku sama dia tak ada hubungan sama sekali!" sahut Kagami Jiro cuek.
"Kalau begitu kenapa harus takut saat bertemu dengan gadis itu?" celutuk Yuna.
"Karena aku malas bertemu dengannya!" tandas Kagami Jiro dengan jujur.
Sebenarnya Kagami Jiro memang malas untuk bertemu dengan gadis itu. Namun alasan utamanya menghindari gadis yang pernah menjadi partnernya itu adalah agar gadis itu tak mengetahui tempat tinggal Kagami Jiro yang sekarang.
Karena tempat tinggalnya saat ini adalah sangat rahasia, dan hanya diketahui oleh beberapa orang tertentu saja. Dan Yuna adalah gadis pertama yang mengetahui apartemen baru Kagani Jiro. So special!
TRRIING ...
Pintu elevator kini mulai terbuka. Yuna mulai keluar dari elevator dan diikuti oleh Kagami Jiro. Belum sepenuhnya meninggalkan Oakwood Suites Yokohama appartement, dan saat keduanya masih melenggang bersama menyusuri loby apartemen mewah itu, tiba-tiba ada yang memanggil Kagami Jiro dari sisi belakangnya.
"Jiro!" terdengar suara seorang gadis beriringan dengan suara hentakan sepatu hak tinggi dengan ritme yang begitu teratur semakin mendekati Yuna dan Kagami Jiro.
__ADS_1
Yuna dan Kagami Jiro mulai menghentikkan langkah kakinya, sementara gadis dengan balutan dress super sexy itu mulai melenggang dengan anggun memutar hingga berhadapan dengan mereka berdua.
"Jiro, sudah lama sekali tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? Apa kau tinggal di apartemen ini?" ujar gadis dengan rambut blonde panjang dan bergelombang itu begitu berbinar menatap Kagami Jiro.
"Tidak! Aku hanya sedang menemani kekasihku saja!" ucap Kagami Jiro berbohong karena tak mau gadis di hadapannya itu kembali mengejar dirinya lagi. "Ayo, Sayang kita akan terlambat!" imbuh Kagami Jiro yang tiba-tiba saja merangkul Yuna.
Perlakuan dari Kagami Jiro sukses membuat Yuna melongo dan keheranan, namun Yuna tak bisa berkata-kata lagi.
"Tap- tapi, Jiro ..." sergah gadis itu berusaha untuk menahan lengn kiri Kagami Jiro karena mungkin tak terima dengan perlakuan dari Kagami Jiro.
"Elena, jangan berani bertingkah melebihi batasanmu!" Kagami Jiro menandaskan dengan cukup tegas dan menatap tajam gadis itu, lalu mulai melenggang dan masih berangkul Yuna hingga sudah berhasil keluar dari apartemen itu.
Karena sedikit kesal kini Yuna mulai melepaskan paksa tangan Kagami Jiro yang melingkar manis di bahunya.
"Mengapa tuan berkata seperti itu? Padahal kita tak memiliki ikatan apapun. Gadis itu akan salah paham nantinya." sungut Yuna.
"Aku tidak peduli! Lagipula bukankah sudah aku katakan padamu, dia bukan siapa-siapaku?!"
"Jika apa?"
"Jika ... kita sedang berkencan ... padahal kita hanyalah orang asing ..." ucap Yuna mulai menunduk karena karena merasa tak nyaman dengan berbincangan itu.
"Bagaimana jika aku menginginkan lebih dari itu?" Kagami Jiro mulai mengurkan tangan kanannya dan mendaratkan telapak tangannya di dinding sisi luar apartemen untuk mengunci tubuh Yuna.
"Apa maksud tuan?"
"Maksudku adalah ... aku menginginkanmu!" ucap Kagami Jiro menandaskan dan menatap lurus-lurus Yuna yang saat itu sudah begitu waspada.
Yuna tertawa dan mendengus mendengar ucapan itu dan malah teringat dengan kejadian di Heaven resort malam itu.
__ADS_1
"Maaf, Tuan. Tapi jujur saja, aku bukan gadis yang seperti itu! Jika tuan masih saja berpikiran seperti itu, maka tuan salah besar. Dan silakan saja cari gadis lain untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan tuan." ucap Yuna berusaha untuk menghindari Kagami Jiro melewati sisi lainnya yang tak terkuci.
Namun dengan cepat Kagami Jiro mulai mengunci kembali sisi itu dengan tangan kirinya, sehingga menghentikan niat Yuna yang berusaha untuk meloloskan diri.
Angin malah di musim dingin kali ini benar-benar dingin. Bahkan Tokyo yang sangat langka dengan kehadiran si salju putih yang berkilauan di musim dingin, kini mulai bersalju kembali.
WUSSHH ...
BBRR ...
Dingin sekali ... apalagi aku sedang kurang sehat hari ini. Harus segera pulang dan sampai di rumah.
Batin Yuna yang sudah menahan rasa dingin yang seakan menusuk hingga sampai tulangnya.
"Aku menginginkanmu! Jadilah milikku sepenuhnya!" tandas Kagami Jiro.
Namun bertepatan dengan saat Kagami Jiro mengatakan hal itu, tubuh Yuna terlihat begitu tak bertenaga hingga tubuh itu hampir ambruk dan terjatuh begitu saja. Dengan cepat Kagami Jiro segera menangkap tubuh Yuna.
"Yuna! Tubuhmu panas sekali!" ucap Kagami Jiro saat tak sengaja menyentuh tangan dan bagian paha Yuna.
Tak ada jawaban, karena Yuna sudah tak sadarkan diri begitu saja. Karena panik, akhirnya Kagami Jiro mulai membawa Yuna ke apartemennya kembali dan meminta Igor untuk menghubungi dokter pribadi keluarga Kagami untuk segera datang ke apartemennya.
Sambil menunggu dokter keluarga Kagami datang, Jiro mulai mengompres kening Yuna dengan menggunakan air hangat yang sudah disiapkan oleh Igor.
Pria yang bahkan tak pernah merawat siapapun sebelumnya itu ( karena semua sudah dilakukan oleh asisten rumah tangganya ) terlihat begitu telaten dan berhati-hati saat melakukannya.
Benarkah yang sedang berada di hadapanku ini adalah tuan Kagami Jiro? Mengapa terlihat begitu berbeda sekali? Aku tak pernah melihat tuan Kagami Jiro rela mengurus orang lain seperti ini sebelumnya. Ini sungguh fenomena yang sangat langka. Apa kali ini tuanku benar-benar jatuh cinta dengan nona Yuna?
Batin Igor yang terus mengamati Kagami Jiro yang sedang mengompres Yuna berulang kali dengan begitu telaten.
__ADS_1
"Igor! Siapkan air hangat lagi dengan suhu yang tepat! Air ini sudah sedikit menjadi dingin." perintah Kagami Jiro yang mulai membuyarkan angan Igor saat itu.
"Ba-baik, Tuan!" sahut Igor sedikit gelagapan lalu segera berlalu untuk menyiapkan air hangat untuk mengkomprea Yuna kembali.