Casanova In Love

Casanova In Love
Gaun Malam Pilihan Kagami Jiro


__ADS_3

Kagami Jiro mulai menyiapkan air hangat di dalam sebuah baskom berukuran sedang. Setelah itu Kagami Jiro segera kembali lagi mendatangi Yuna dengan membawa baskom berisi dengan air hangat itu.


Dengan begitu pelan dan hati-hati, Kagami Jiro mulai menyeka dan membersihkan darah pada bagian lengan kiri Yuna. Setelah cukup bersih, kini Kagami Jiro mulai mengoleskan obat merah dan juga salep pada luka itu.


Pria itu melakukannya dengan sepenuh hati dan sangat fokus. Sedangkan Yuna hanya mengamati dan malah menatap wajah sang suami yang terlihat sedang serius saat merawat luka pada lengan Yuna itu.


"Apa ini sakit?" tanya Kagami Jiro yang masih mengoleskan salep pada sayatan pada lengan kiri Yuna.


"Tidak kok. Rasa sakit terdasyat yang pernah aku rasakan adalah ketika melahirkan Kenzi dan Kenzou. Nikmat sekali rasanya ..." jawab Yuna sedikit tertawa kecil.


Kagami Jiro yang mendengarnya seketika tersenyum lebar dan mulai memasang sebuah casa steril untuk membalut lengan Yuna yang sedang terluka itu.


"Apakah itu sakit sekali, Sayang?" tanya Kagami Jiro yang sesekali mulai beralih menatap Yuna, namun kembali lagi menatap lengan kiri Yuna karena Kagami Jiro belum menyelesaikan melilitnya.


"Hhm. Bisa dikatakan seperti itu. Namun saat mereka sudah lahir, rasanya sangat lega sekali. Seakan rasa sakit itu seketika lenyap dan tidak aku rasakan lagi. Karena melihat mereka berdua sudah sangat membuatku merasa bahagia tak terkira." jawab Yuna dengan senyum lebar.


"Hhm. Lalu bagaimana saat melihatku? Apa kamu juga merasa bahagia tak terkira?" tanya Kagami Jiro yang kini sudah menyelesaikan pengobatannya untuk Yuna.


"Hhm? Bagaimana menurutmu?" tanya Yuna kembali bertanya dan tersenyum tipis menatap Kagami Jiro.


"Hhm ... aku sedang bertanya padamu. Tapi kamu malah berbalik bertanya kepadaku." gerutu Kagami Jiro.


Kagami Jiro mulai merapikan beberapa alat medis itu ke dalam sebuah kotak P3K lagi lalu meletakkannya di atas meja. Lalu baskom itu juga mulai dipindahkannya di lantai.


"Hhm. Aku hanya ingin mengetahui pendapatmu saja kok." sahut Yuna dengan tawa kecil.

__ADS_1


Kagami Jiro mulai duduk kembali di tepian ranjang dan masih tersenyum tipis menatap Yuna.


"Sayang, buka bajumu ..." perintah Kagami Jiro dengan hangat dan tersenyum tipis menatap Yuna.


Sepasang mata bening Yuna kini sedikit membelalak mendengar perintah dari sang suami untuk melepaskan pakaiannya itu.


"Mengapa aku harus melepaskan pakaianku?" tanya Yuna malah semakin memegang erat tali pengait gaun malamnya dan menatap Kagami Jiro waspada.


"Tentu saja untuk memakanmu, Sayang." jawab Kagami Jiro dengan sengaja dan sukses membuat Yuna semakin membukatkan sepasang matanya kembali.


"Bukankah kamu harus bangun pagi besok dan akan berangkat ke Nagano?" tanya Yuna yang sebenarnya wajahnya sudah menjadi sedikit merona.


"Hhm. Maka dari itu. Sebelum aku pergi ke luar kota, maka aku memintanya darimu. Masa kamu tega membiarkanku merana selama 5 hari, Sayang?" ucap Kagami Jiro yang sebenarnya hanya sebatas menggoda Yuna.


"Uhm ... tapi ... it-itu ..." sahut Yuna mulai terbata karena malu.


Selama beberapa saat Kagami Jiro tertawa kecil setelah cukup puas melihat ekspresi Yuna yang memang sedang sangat dinantikannya saat ini. Ekspresi antara rasa kesal dan malu yang bercampur menjadi satu.


"Lepaskan pakaianmu dan gantilah dengan yang baru, Sayang. Lihatlah gaun malam yang sedang kamu kenakan saat ini sudah terkena darah." ucap Kagami Jiro akhirnya setelah tawanya reda.


"Ah ... oh ... I-iya ..." ucap Yuna semakin merasa malu, namun akhirnya Yuna berniat untuk segera menuruni brankar.


"Kamu disini saja. Aku akan ambilkan gaun malam lainnya untukmu." ucap Kagami Jiro dengan cepat lalu mulai melenggang kembali untuk mengambilkan sebuah gaun malam untuk Yuna.


Kali ini Kagami Jiro sengaja mengambilkan sebuah gaun malam berwarna putih yang sangat sexy, tipis dan terbuka. Bahkan gaun itu hanya memiliki sepasang tali penggantung yang sangat tipis. Dan gaun itu juga memiliki desain bagian dada yang begitu rendah.

__ADS_1


Sebenarnya Kagami Jiro yang sudah membelikan gaun itu untuk Yuna saat mereka baru menikah. Dan yang membantu memilihkannya belanja saat itu adalah Igor. Karena Igor cukup berpengalaman akan model gaun malam wanita dengan desain yang sangat sexy. Karena istri dari Igor memiliki koleksi yang cukup banyak.


Sebenarnya Yuna berulang kali menolak untuk memakainya, karena gaun malam itu memang sangat terbuka. Dan tentu saja Yuna merasa sangat malu saat mengenakannya. Bahkan seperti tak berpakaian saja.


Namun kali ini tiba-tiba saja Kagami Jiro memberikan dan menyodorkan gaun malam itu untuk Yuna. Kagami Jiro mendatangi Yuna kembali dan rupanya Yuna belum juga melepas gaun malamnya itu.


"Mengapa belum dilepas bajunya?" tanya Kagami Jiro kebingungan. "Atau mau aku bantu untuk melepasnya?" imbuhnya menawarkan diri.


"Eh ... tidak ... aku bisa sendiri kok." sahut Yuna yang masih terduduk di atas pembaringan lalu mulai menarik tali pengikat gaun malamnya dengan hati-hati dan menunduk.


Meskipun sudah hampir satu tahun menikah, namun sebenarnya Yuna masih merasa cukup malu untuk tak mengenakan sehelai benangpun di hadapan sang suami. Jangankan dengan tak sehelai benangpun, masih mengenakan setelan pakaian dalam seperti saat ini saja sebenarnya masih saja membuatnya sangat malu luar biasa.


"Ini. Pakaialah, Sayang ..." ucap Kagami Jiro dengan senyuman nakalnya menatap Yuna sambil menyodorkan gaun putih itu.


Dan betapa terkejutnya Yuna ketika melihat gaun malam berwarna putih di hadapannya.


"Kamu sengaja ya memilihkan gaun malam itu untuk aku pakai malam ini?!" celutuk Yuna merasa sedikit kesal.


"Aku hanya asal mengambilnya saja kok. Bukankan semua gaun malam sama saja, Sayang? Gaun-gaun itu hanya dikenakan untuk tidur saja?" ucap Kagami Jiro yang masih saja mengumbar senyum tipisnya. "Lagipula sayang, gaun mahal ini sudah aku belikan untukmu. Namun kamu sekalipun belum pernah memakainya sama sekali." imbuh Kagami Jiro lagi.


"Memang iya sih ... gaun-gaun ini pada akhirnya memang dikenakan untuk tidur." sahut Yuna mulai membenarkan dan menyetujui ucapan dari Kagami Jiro. "Ya sudah aku akan mengenakannya." imbuh Yuna akhirnya lalu mulai menerima gaun malam itu dan dengan sangat terpaksa mulai mengenakannya.


Kagami Jiro semakin terlihat puas dan senyumnya semakin mengembang karena pada akhirnya Yuna mulai memutuskan untuk mengenakan gaun malam pilihannya itu.


Namun setelah mengenakan gaun malam itu, kini Yuna segera membaringkan tubuhnya di atas pembaringan berukuran king itu dengan posisi miring dan membelakangi Kagami Jiro.

__ADS_1


__ADS_2