
Meskipun sudah ada keamanan yang begitu ketat di kediaman rumah besar itu, namun kali ini mereka diserang oleh salah satu gangster berandalan terbesar dan terkuat di Yokohama, gangser yang pernah memiliki dendam terhadap Tadashi Yusen.
Ratusaan anak buah dari berandalan itu mulai memasuki kediaman rumah besar Tadashi Yusen dan mulai membuat kerusuhan di sepanjang halaman dan mulai memasuki rumah besar itu, serta mereka juga menyerang siapa saja yang sudah berusaha untuk menghalangi mereka.
Mereka tak akan segan untuk melakukan pembunuhan terhadap orang yang sudah mencoba untuk menghalangi niatnya.
Sementara si pemimpin bersamurai mulai bertarung melawan seorang pria pemberontaknya yang bernama Yukimura. Keduanya memang sama-sama tangguh dan sangat kuat. Ditambah bertarung dengan memakai samurai, menjadikan si pemimpin begitu sempurna layaknya seorang master samurai yang sedang mengayunkan pedang indah pembunuh itu mengalir seperti aliran air.
Sementara si pria pemberontak yang bernama Yukimura itu juga cukup hebat dan kuat, bahkan dia menghadapi si pemimpin gangster itu hanya dengan menggunakan tangan kosong, tanpa senjata sama sekali. Dia hanya bertarung dengan mengandalkan kekuatan dan seni bela dirinya yang begitu indah dan memukau.
Gerakan keduanya juga begitu cepat dan sangat gesit. Namun, disaat Yukimura sedikit lengah, Yukimura mendapatkan sebuah serangan tak terduga yang akan cukup memberikan kenangan dan begitu membekas. Sebuah sayatan tajam dari samurai itu, menyayat bahu kiri Yukimura dengan begitu dalam dan memanjang.
"Arrghh ..." rintih Yukimura sambil memegangi dan meremas bahu kirinya yang sudah mengeluarkan begitu banyak darah segar.
Sementara itu, dari kejauhan dibalik beberapa pepohonan, terlihat beberapa orang yang masih mengintai dan mengamati pertarungan itu.
"Tuan, bagaimana ini? Apa kita harus ikut menyerang sekarang?" seorang pria berpakaian serba hitam berkata dengan setengah berbisik kepada tuannya yang berada di sisi sampingnya dan masih terlihat mengawasi pertarungan kedua pria kuat itu.
"Biarkan saja dulu, masih ada para keamanan di rumah besar Tadashi Yusen, dan juga ... kedua pria itu bukanlah sekutunya sendiri? Biarkan saja mereka saling bunuh dan mengurangi tugas kita! Kita tak perlu mencampurinya!" ucap seorang pria bermata kecoklatan, yang tak lain adalah Kagami Jiro.
"Baiklah, Tuan!" sahut seorang bawahannya lagi yang kembali terdiam dan mengamati mereka dari kejauhan.
"Tuan, bukankah pria bernama Yukimura itu kini sedang menentang tindakan para berandalan itu? Apa tidak sebaiknya kita membantunya?" ujar Bryan, salah satu klan dari Doragonshadou di Yokohama.
"Tunggu dulu! Kita tidak boleh gegabah! Dia menentang gangster itu karena bukan untuk menegakkan hukum! Namun, dia menjadi pemberontak dari gangster itu karena di dalam target utama gangster itu saat ini adalah kedua orang tuanya yang sudah bekerja lama disana."
__ADS_1
Sementara itu ...
"Taki! Hentikan semua ini dan tinggalkan Death Eye!" ucap Yukimura yang masih memegangi bahu kirinya yang sudah dipenuhi dengan darah segar. Bahkan darah segar itu terus keluar dan merembes pada baju Yukimura.
Pemimpin bernama Taki tidak mengindahkan ucapan Yukimura dan malah bersiap untuk menyerangnya lebih dan lebih lagi. Kini Taki melayangkan tendangan sampingnya dan mengenai kaki kiri Yukimura dan mengenai bagian engselnya.
KKRRAAKK ...
Terdengar sesuatu yang begitu membuat ngilu siapa saja yang mendengarnya.
"Arrgghh ..." erang Yukimura yang seketika tubuhnya ambruk, karena sepertinya kaki kirinya kini juga mengalami patah tulang.
"Katakan, apa pesan terakhirmu sebelum aku mengirimmu ke neraka, Yukimura-sama!" ucap Taki dengan seringai yang begitu menakutkan.
"Kembalilah ke jalan yang benar dan jangan menyakiti orang yang tidak bersalah lagi, Taki ..." ucap Yukimura begitu pelan.
Namun kali ini Yukimura berhasil menangkisnya, dan akhirnya samurai itu sedikit menyayat kening Yukimura dan memberikan luka bergaris horizontal, ayunan kedua berhasil ditangkis kembali dan malah memberikan sayatan tipis bergaris vertikal bagian wajah kirinya.
Kini wajah Yukimura sudah sangat dipenuhi oleh darah segar dan dia sudah terlihat sangat lemah dan tidak berdaya lagi.
Selanjutnya Taki mulai mendekati Yukimura yang masih terduduk, kini dia menarik lengan kiri Yukimura dan memplintir lengan yang cukup kekar itu (belum sesekar saat Yukimura di novel Never Say Good Bye ya. Hehe ...).
KKRRAAKK ...
Lagi-lagi terdengar suara yang membuat ngilu siapa saja yang mendengarnya. Yeap, kali ini tangan kiri Yukimura juga mengalami patah tulang.
__ADS_1
"Arrgghh ..." erang Yukimura lagi yang menahan rasa sakit itu. Bahkan kini Taki juga kembali memberikan luka di bahu Yukimura yang sudah terluka cukup parah dengan mencengkeram sangat kuat bekas luka itu, sehingga darah yang keluar dari luka sayat itu menjadi semakin banyak.
"Aragghh ..." Yukimura berusaha untuk melepas cengkeraman kuat Taki, namun sepertinya kekuatannya sudah semakin melemah. Bahkan wajah Yukimura sudah sedikit memucat.
Sementara itu ...
Sial! Bisa-bisa pria yang baru saja bertobat bernama Yukimura itu akan benar-benar mati. Biar bagaiamanapun dia sudah berusaha untuk berbuat dan mengajak di jalan kebaikan. Aku harus menolongnya!
Batin Kagami Jiro yang kini mulai bangkit dan maju selangkah. Kagami Jiro yang sudah tidak tahan melihat semua ini, dan akhirnya dia memutuskan untuk segera bertindak dan menolong pria itu.
"Kalian, majulah sekarang dan bantu para keamanan Tadashi Yusen di rumah besar itu! Sementara pria itu, biarkan aku yang menghadapinya sendiri!" perintah Kagamj Jiro dengan cukup tegas dan menatap tajam kedua pria yang sedang bertarung itu.
...⚜⚜⚜...
Bersambung dulu ya ...
Akhirnya inilah pertemuan pertama antara Kagami Jiro dengan Tokugawa Yukimura. Hayo, kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya setelah Kagami Jiro menyelamatkan Tokugawa Yukimura?
Apakah mereka akan menjadi teman? Ataukah Tokugawa Yukimura bahkan tak akan bisa terlolong lagi? Kalian yang sudah membaca Never Say Good Bye, pasti akan sangat mengetahui jawabannya.
Lalu bagaimana dengan kisah si gadis berambut blonde , Jessy? Bagaimana hubungan si gadis cantik bernama Jessy bersama seorang pemimpin Doragonshadou, Kagami Jiro?
Apakah hubungan keduanya masih berlanjut setelah malam yang begitu mencengangkan itu? Oopss ...
Lalu, bagaimana kisah Kagami Jiro dengan si gadis cantik dan lembut si peracik parfum, Amane yang melakukan ikatan palsu sebagai pasangan kekasih? Bahkan kedua orang tua Amane sudah memberikan lampu hijau untuk mereka berdua. Apakah kedua orang tua Amane akan segera menyuruh mereka akan segera menikah?
__ADS_1
Simak kisah mereka hanya di Casanova In Love, jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan Like, Comment, Klik Favourite, Vote, Gift, and Rate.
Salam hangat dari author Anezaki ...