Casanova In Love

Casanova In Love
Kesepakatan Bersama


__ADS_3

BRRUAAGHH ...


Seorang pria terhempas jatuh di bawah kaki seorang pria paruh baya. Sepasang matanya hanya berani untuk menatap sebuah sepatu kulit hitam mewah dan berkilau yang sedang dikenakan oleh sang pria paruh baya berkacamata itu.


Karena dia tak mempunyai keberanian lagi untuk menatap pria yang pernah menjadi bosnya selama beberapa waktu ini. Nyalinya menjadi ciut, karena sudah merasa mengkhianatinya.


Sementara dari arah pintu masuk sudah ada seorang pria yang mulai melenggang mendekati mereka berdua dengan langkah tegasnya. Di belakang pria itu juga sudah ada tiga pria yang juga tak kalah keren. Mereka berpakaian begitu rapi dan necis.


Sang pria paruh baya yang tak lain adalan tuan Lun, menatap keempat pria itu dengan tatapan aneh dan seperti seseorang yang sudah kepergok telah melakukan sesuatu hal yang buruk. Lalu dia menatap kembali pria yang masih bersimpuh pada kakinya kembali.


"Tuan Lun, maafkan aku ..." ucapnya sambil memeluk kaki dari tuan Lun.


Tuan Lun terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata apapun. Nampaknya dia begitu kebingungan saat ini, karena aksinya baru saja tercium dan bisa digagalkan dengan mudahnya oleh Wilson dan Kagami Jiro yang bahkan tidak memiliki senjata api saat itu.


Kagami Jiro mulai mengangkat tangan kirinya dan mengisyaratkan Wilson untuk maju. Namun dengan cepat para pengawal tuan Lun menghadangnya begitu saja.


"Padahal aku baru saja memafkan kesalahanmu karena kecuranganmu. Namun kau malah berbuat hal rendah seperti ini, Si tua!" geram Wilson lalu menarik kerah pakaian kedua pengawal itu, lalu menghempaskannya dengan cukup kuat ke belakang hingga tubuh kedua pengawal itu terjatuh di bawah kaki tuan Lun juga.


"Kali ini, jangan salahkan aku jika aku tak bisa mengendalikan diriku lagi!" Wilson menatap tajam tuan Lun dan mulai melenggang semakin mendekatinya.


Setiap langkahnya semakin membuat semakin tuan Lun semakin gemetara dan nyalinya menjadi ciut. Karena pada dasarnya tuan Lun memang tak ahli dalam ilmu bela diri. Dia hanyalah orang tua yang selalu aktif di dalam dunia bisnis kasino.


Dan mungkin saja karena kemenangan Wilson, sudah membuatnya begitu bangkrut dan frustasi hingga melakukan hal nekat untuk mencelakai Wilson tanpa berpikir panjang ke depan. Dan tentu saja dia pikir akan begitu mudahnya untuk melenyapkan Wilson saat Wilson berada di atas speed boat.


Namun semua pemikiran, perkiraan, dan analisis dari tuan Lun adalah salah besar. Karena dia tak tau siapa yang sedang dihadapinya saat ini! Seorang under boss dari Doragonshadou yang tentunya adalah bukan sembarangan orang.

__ADS_1


Dan mungkin saja jika tuan Lun mendengarkan nama Doragonshadou, maka itu akan membuatnya semakin ciut hingga benar-benar menyesali apa yang sudah dia perbuat untuk mencelakai Wilson dan Kagami Jiro.


"Katakan ... apa pesan terakhirmu!" geram Wilson yang kini mulai mencengkeram leher tuan Lun. Sepasang mata Wilson saat ini terlihat begitu tajam dan lebih buas. Sangat berbeda saat pertama kali tuan Lun bertemu dengan Wilson.


"Ma-maafkan aku ... to-tolong maafkan aku ..." ucap tuan Lun begitu gemetaran.


"Jika minta maaf berguna, maka tidak akan polisi di dunia ini! Kau sudah berani mengambil langkah seperti ini, maka kau juga harus berani menanggung resikonya!" tandas Wilson dengan tegas dan suaranya terdengar begitu menakutkan.


Auranya sungguh sangat mencekam, wajah tampan itu terlihat begitu bengis saat ini. Cengkeraman Wilson kini semakin kuat dan mulai mengangkat tubuh pria tua itu ke udara.


Kedua tangan tuan Lun berusaha untuk melepaskan tangan Wilson karena cengkeraman itu membuatnya sulit untuk bernapas saat ini.


"Aakhh ... to-long ... ma-afkan ... ak-kku ... ak-kku akk-kann ... mem-beri-kan ... sem-muuaa ... yang kal-lian ma-uu. Tol-long lep-paskan ..."


"Wilson! Lepaskan dia!" perintah Kagami Jiro.


Nasib baik Wilson tak menghempaskan tubuh tuan Lun hingga menabrak dinding atau menabrak benda lainnya yang tentunya bisa membuat tubuh si pria tua itu patah tulang atau cedera ringan, atau bahkan cedera permanen seumur hidupnya.


"Uhuukk ... uhukk ..." pria tua itu mulai memegangi lehernya yang terlihat sedikit merah dan masih terbatuk-batuk.


Kali ini Kagami mulai melenggang dengan langakah lebarnya dan gaya khasnya. Kaki kanannya mulai diangkat sedikitke udara lalu didaratkannya di atas dada si pria tua itu hingga membuat tubuh tuan Lun sedikit bersandar ke belakan pada sebuah meja.


PPUUKK ...


"Kau bilang akan memberikan semua yang kami minta?" kali ini Kagami Jiro semakin memperkuat pijakan kakinya dan sedikit mencondongkan badannya ke arah pria tua itu.

__ADS_1


"Be-benar ... katakan saja kalian mau apa ..." jawab tuan Lun masih dengan suara yang bergetar karena ketakutan, ditambah lagi leher dan dadanya masih terasa begitu sesak saat ini.


"Hhmm ..."Kagami Jiro memutar kedua bola matanya dan mencoba memikirkan sesuatu.


Sebuah kesepakatan yang tentunya harus menguntungkan dirinya di masa sekarang dan masa depan. Setelah beberapa saat akhirnya sebuah seringai manis mulai menghiasi wajah tampan Kagami Jiro.


"Kau harus membagi keuntungan setiap tahunnya bisnis kasinomu ini dengan kami! 60 persen!" ucap Kagami Jiro menandaskan.


Dan tentu saja permintaan dari Kagami Jiro kali ini membuat tuan Lun begitu shock hingga pria tua itu membelalak lebar dan mulutnya menganga. Bagaimana tidak shock? Tuan Lun baru saja mengalami sebuah kerugian yang sangat besar karena harus membayar hadia jackpot untuk Wilson, yang memiliki nominal begitu besar!


Ditambah kini Kagami Jiro memintanya untuk berbagi keuntungan dalam tiap tahunnya. Bahkan Kagami Jiro meminta 60 persen. Itu berarti tuan Lun hanya akan menerima 40 persennya saja. Belum lagi masa pemulihan setelah kebangkrurannya.


Untung saja pria tua itu masih cukup sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Jadi nyawanya masih aman hingga sampai detik dan bab ini. Oopss ...


"Enam puluh persen?" ucap tuan Lun masih seakan tak percaya dengan apa yang sudah dia dengar.


"Yeap. Aku hanya meminta 60 persen saja. Masih baik bukan karena aku tak meminta 70 persen!" sahut Kagami Jiro menyeringai menatap pria tua itu.


"Bagaimana jika 50 persen?" ucap tuan Lun berusaha untuk bernegoisasi dengan Kagami Jiro.


"Jangan salah! Aku tak sedang mengajakmu untuk bernegoisasi!" tandas Kagami Jiro lalu mengangkat kakinya kembali dan berbalik untuk mengambil sebuah puntung rokok pada saku pakaiannya dan menghidupkan dengan lighter. "Wilson, bereskan saja si tua ini!"


"Baik, Tuan!" sahut Wilson mulai menghampiri tuan Lun dan kembali mencengkeram lehernya. "Tenang saja, rasa sakitnya hanya sebentar saja. Setelah itu kau tak akan merasakan apapun lagi setelah aku memecah pembuluh darahmu!" Wilson menyeringai dan mencengkeram kembali dengan kuat.


"Baiklah! 60 persen! Deal!" ucap tuan Lun dengan cepat.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2