
Beberapa saat team penyelamat datang, mereka berusaha untuk mencari sosok Kagami Jiro dan Kim Nara, namun mereka tidak menemukan mereka. Bahkan semua tumpukan dari reruntuntuhan itu sudah mereka bongkar satu per satu, namun mereka berdua tidak dapat ditemukan.
Ponsel mereka berdua juga tidak aktif sama sekali, malah tiba-tiba saja salah satu dari team penyelamat menemukan sebuah ponsel, yang diduga adalah ponsel Kagami Jiro. Ponsel itu sudah rusak dan sebagian hancur.
"Benar ponsel ini adalah milik tuan Kagami Jiro!" ucap Igor yang terlihat begitu terpukul dan terlihat begitu bersedih.
"Jirooo!!!" seorang gadis tiba-tiba datang dan sudah menangis. "Dimana dia? Dimana Jiro?" ucap gadis berambut blonde panjang dan bergelombang yang sudah beruraian air mata.
"Nona Jessy, tuan Kagami Jiro belum ditemukan. Padahal team penyelamat sudah mencari di seluruh timbunan reruntuhan puing-puing ini ..." ucap Igor dengan nada rendah dan begitu terpukul.
Gadis bernama Jessy seketika langsung ambruk dan terduduk begitu lemas karena begitu schock. Tiba-tiba seorang gadis berwajah kalem dan berambut pirang datang menghampirinya.
"Mari aku bantu, sebaiknya kita menunggu di dalam mobil. Biarkan team penyelamat yang melakukan pekerjaan ini ..." ucap gadis berambut pirang dan bermata bak green shappire diamond itu.
Namun Jessy menepis kasar tangan gadis itu, "Aku tidak mau! Aku tidak mau kemanapun sebelum Jiro ditemukan!"
Tiba-tiba seorang pria paruh baya datang bersama dengan beberapa orang bawahannya dan segera menghampiri Igor. Raut wajahnya terlihat begitu khawatir namun masih terlihat begitu garang.
"Dimana putraku?!" tanya pria paruh baya yang tak lain adalah tuan besar Kagami Gumi itu dengan raut wajahnya yang begitu garang.
"Tuan Kagami Jiro dan Kim Nara belum ditemukan, Tuan Besar." ucap Igor dengan nada yang begitu rendah dan menunduk dalam karena begitu takut dan ketar-ketir.
"Kenapa kau membiarkan putraku masuk sendirian, padahal seharusnya kau tau ini adalah sebuah perangkap! Mengapa kau begitu bodoh, Igor! Jika sampai terjadi sesuatu terhadap putraku, aku tidak akan pernah melepaskanmu juga!" tandas Kagami Gumi dengan wajahnya yang sudah memanas, dan sepasang matanya terlihat begitu tajam dan menusuk.
__ADS_1
"Maafkan saya, Tuan Besar. Saya memang tidak becus menjaga tuan Kagami Jiro. Dan ini adalah sepenuhnya kesalahan saya. Hukumlah saya tuan ..." ucap Igor semakin menunduk dan tidak berani untuk menatap Kagami Gumi.
Tiba-tiba saja ada beberapa team penyelamat yang datang menghampiri mereka berdua.
"Kami sudah mencari di setiap reruntuhan bangunan ini, Tuan. Namun tetap saja tuan Kagami Jiro tidak ditemukan." ucap team penyelamat itu melaporkan.
"Cari mereka di sekitar sini! Dan cari lagi mereka diantara puing-puing itu lagi! Jika kalian belum menemukan tubuh putraku Kagami Jiro, itu berarti dia masih hidup dan selamat. Segera temukan dia!" perintah Kagami Gumi dengan suara yang begitu menggelegar di tengah malam yang begitu dingin dan mencekam ini.
Apalagi lokasi gudang tua ini terletak di dekat hutan dan jauh dari pemukiman warga. Hanya ada sebuah desa yang dekat dari hutan ini. Dan itupun berjarak hampir 1 km.
"Baik, Tuan." kedua team penyelamat itu menyauti bersamaan dan segera kembali melakukan tugasnya.
"Dan kalian, temukan pelaku dibalik kasus ini! Kerahkan juga beberapa klan!" perintah Kagami Gumi kepada beberapa anggotanya. "Tangkap dalam keadaan hidup atau mati, aku tidak peduli! Jika perlu kalian bereskan saja sekaligus! Aku akan berikan bonus 5 juta yen (500 juta rupiah) bagi siapa saja yang bisa mengatasinya dengan baik!" imbuhnya sambil berkacak pinggang menatap beberapa kepala klan Doragonshadou yang malam ikut bersamanya.
Semua team penyelamat kembali disibukkan dalam pencarian Kagami Jiro. Sedangkan beberapa orang dari Doragonshadou juga mulai bertindak untuk menemukan pelaku yang sudah menculik Kim Nara dan yang sudah berusaha untuk melenyapkan Kagami Jiro.
Jiro, semoga kau baik-baik saja di suatu tempat! Kau harus segera kembali lagi!
Batin seorang gadis pemilik sepasang mata bak green shappire diamond yang terlihat begitu bersedih dan murung.
...⚜⚜⚜...
Di sebuah jalan kecil yang begitu gelap yang tepatnya berada di ruangan bawah tanah, terlihat seorang gadis yang memapah seorang pria yang terluka cukup parah.
__ADS_1
"Bertahanlah sebentar lagi, Tuan. Jalan bawah tanah ini seharusnya akan membawa kita ke sebuah pedesaan." ucap gadis muda itu yang terlihat juga sudah begitu lelah karena sudah menempuh jarak cukup jauh untuk memapah pria yang mempunyai ukuran tubuh jauh lebih besar darinya.
Namun, gadis itu tidak menyerah dan cukup tangguh. Dia terus memapah pria itu hingga akhirnya mereka sampai pada sebuah lubang ventilasi di langit-langit yang menghubungkan dengan luar.
"Tuan, tunggu sebentar disini!" ucap gadis itu sambil mendudukkan pria itu bersandar di dinding dengan sangat hati-hati.
Setelah beberapa saat pergi untuk mencari sesuatu di sekitar, gadis itu kembali lagi dengan membawa sebuah tali yang berukuran cukup besar dan panjang, lalu gadis itu mulai mengikatkan pada bagian perut pemuda itu.
"Nara ... apa yang kau lakukan? Kau tidak sedang berpikir untuk menarikku dari atas bukan?" ucap pria itu begitu pelan karena mungkin tenaganya sudah sedikit habis. "Tubuhku begitu berat. Kau tidak akan bisa melakukan hal itu." imbuhnya menatap gadis polos di hadapannya itu.
"Lalu bagaimana kita bisa naik, Tuan?" tanya gadis bernama Nara yang terlihat sedikit kebingungan.
Dengan santai pria yang tak lain adalah Kagami Jiro itu menunjuk sebuah lorong panjang di sebelah kanan dengan jari telunjuknya.
"Apakah ada jalan lain disana?" tanya Nara sedikit mengangkat kedua alisnya menatap pria tampan yang sedang terduduk di hadapannya yang kondisinya sudah sedikit lemah itu.
Yeap, karena ledakan itu, beberapa potongan bangunan sempat mengenai Kagami Jiro. Kaki kirinya dan sebagian tubuhnya tertimpa puing-puing yang cukup besar sebelum dia memasuki ruang bawah tanah, karena Nara-lah yang memasuki ruang bawah tanah duluan.
"Hhm, disana ada jalan lain. Bahkan ada tangga untuk kita naik. Kau masih kuat untuk membantuku berjalan?" tanya Kagami Jiro menatap gadis muda itu sedikit kasihan, karena gadis itu terlihat sudah begitu kelelahan.
"Iya, Tuan! Aku masih kuat. Mari aku bantu!" kini Nara mulai meraih lengan kiri Kagami Jiro dan mengalungkan pada bahunya lagi. Lalu mereka kembali berdiri dan mulai berjalan dengan pelan lagi.
"Kau terlihat begitu mengetahui ruang bawah tanah ini, sampai kau mengetahui ada sebuah desa di sekitar sini ..." ucap Kagami Jiro yang masih berjalan dibantu oleh Nara.
__ADS_1
"Tidak, Tuan. Aku hanya memperkirakan saja. Karena aku pernah melihat lokasi gudang tua dan hutan itu di dalam peta. Dan seingatku ada sebuah perkampungan arah barat daya dari gudang tua itu. Dan kebetulan ada sebuah jalan bawah tanah yang arahnya sama. Jadi aku berpikir desa itu akan ada di daerah sini."