
Yuna merasa begitu terkejut dan tak percaya karena panggilannya ditolak begitu saja oleh Kagami Jiro. Tak seperti biasanya. Biasanya panggilan telpon dari Yuna akan segera diterima olehnya, atau jika sampai panggilan dari Yuna tak sempat diangkat oleh Kagami Jiro, maka Kagamk Jiro akan segera menelpon balik.
Namun malam ini panggilan itu malah ditolak begitu saja oleh Kagami Jiro, bahkan nomornya langsung tidak aktif setelah itu sampai keesokan harinya.
"Mengapa panggilanku ditolak oleh tuan Kagami Jiro? Apakah dia masih sibuk bekerja hingga selarut ini? Padahal aku hanya ingin membuat janji bertemu untuk lusa. Karena lusa aku sudah harus menjawab semuanya ..." gumam Yuna sambil merebahkan tubuhnya di atas pembaringannya.
"Namun sebenarnya aku masih bingung harus menjawab apa lusa? Apakah aku harus menerima pria itu? Dan mendampingi hidupnya begitu saja? Tapi bagaimana jika dia hanya bermain-main saja denganku? Aku tidak ingin menjadi boneka mainannya! Haishh ... siapa yang bisa membantuku menyelesaikan masalah ini?! Jika aku menceritakan semua ini kepada Jonathan, pasti dia juga tidak akan setuju dengan semua ini." celutuk Yuna yang mulai memejamkam sepasang matanya.
Aku hanya ingin berpesan kepadamu, Yuna ... kamu harus berhati-hati kepada pria manapun. Jangan mudah percaya hanya karena janji manis atau pemberian barang-barang super branded. Aku tau kamu adalah gadis yang baik, aku ingin kamu mendapatkan pria yang layak dan dia yang sepenuhnya menyayangimu.
Tiba-tiba saja bayangan Wilson mulai membayangj Yuna dengan sebuah nasehat darinya.
"Wilson benar sekali. Aku memang harus berhati-hati. Tapi ... bagaimana caranya aku bisa mengetahui ketulusan dari tuan Kagami Jiro? Haisshh ... sudahlah! Lebih baik aku tidur saja! Masih banyak yang harus aku kerjakan esok! Dan aku juga harus bangun pagi besok!" Yuna mulai memejamkan matanya kembali dan memeluk gulingnya.
...⚜⚜⚜...
Seorang gadis cantik berambut blonde terlihat sudah berdandan dan berpakaian begitu rapi. Dan dia sudah duduk di hadapan sebuah cermin rias dan sesekali menyisisir rambut blonde panjang dan bergelombang itu.
Gadis yang tak lain adalah Jessy ini mengenakan sebuah pakaian yang tersedia di apartemen Kagami Jiro, sebuah dress berwarna putih kebiruan yang Kagami Jiro siapkan untuk Yuna beberapa hari yang lalu.
Sementara itu di atas pembaringan terlihat Kagami Jiro masih tertidur dengan cukup pulas dan masih dalam keadaan tak mengenakan sehelai pakaian apapun, hanya sebuah selimut putih yang tebal dan lembut yang saat ini menutupi tubuh atletisnya itu.
__ADS_1
Jessy tersenyum penuh kemenangan dan segera mengambil sebuah miny camera di atas nakas, lalu menyimpannya di dalam tas hitam kesayangannya.
Setelah beberapa saat, Kagami Jiro mulai bergerak dan membuka matanya. Namun betapa terkejutnya ketika dia melihat Jessy sedang duduk si depan meja rias miliknya.
Dengam cepat Kagami Jiro segera duduk dan merasa begitu kebingungan saat melihat dirinya yang sedang tak mengenakan satupun pakaian.
"Apa yang sudah kau lakukan disini, Jessy? Dan mengapa kamu datang kesini?!" geram Kagami Jiro yang mulai emosi karena melihat gadis itu dan menurutnya sungguh sangat lancang karena berani datang ke apartemen pribadinya tanpa undangan dari Kagami Jiro. "Dan mengapa aku tak mengenakan pakaian?! Apa yang sudah kau lakukan padaku?!"
Jessy menatap Kagami Jiro dan tersenyum lebar, sebenarnya Jessy juga adalah gadis yang sangat cantik, ( Tentu saja! Buktinya Kagami Jiro berulang kali memakai dan menidurinya. Oops ...) namun bagi Kagami Jiro, Jessy hanyalah salah satu dari mantan dari partnernya. Dan Kagami Jiro tak pernah serius dengan gadis pemilik ranbut blonde itu.
Jessy mulai menutup kembali sebuah lip tint berwarna merah lembut yang memberikan hasil akhir sedikit glossy pada bibir Jessy, lalu Jessy meletakkan lip tint itu di atas meja rias kembali.
"Jiro,kau sendiri yang membawaku kemari dan memaksaku untuk menemani malammu. Apa kamu lupa itu?" ucap Jessy berbohong.
"Saat asistenmu Igor mengantarkan red wine untukmu, dia terlihat begitu cemas. Dan aku tak sengaja melihat semua itu. Karena aku sangat khawatir padamu, makanya aku mulai memberanikan diriku untuk mengunjungimu dan melihatmu, Jiro. Namun saat itu kamu malah langsung menarikku dan menguncimu di dalam apartemenmu. Dan tiba-tiba saja kau memaksaku untuk melakukan semua itu ... untuk menemani malammu." jawab Jessy menjelaskan dan tentu saja semua itu sudah sedikit dibumbui dengan kebohongan karangannya sendiri.
"Aargghh ..." Kagami Jiro terlihat begitu frustasi hingga akhirnya menghempaskan beberapa bantal dan guling dengan cukup kasar.
Rahangnya mulai mengeras dan wajah putihnya mulai menjadi merah padam. Kagami Jiro mulai menyibak rambut hitam pekatnya yang lurus dan tipis ke belakang.
"Dan mengapa kamu memakai pakaian itu??!" sepasang mata kecoklatan itu menatap tajam Jessy dan menatap pakaian yang sedang dikenakan oleh Jessy. Pakaian yang seharusnya dikenakan oleh Yuna, kini malah dikenakan oleh Jessy begitu saja.
__ADS_1
"Ma-maaf, Jiro. Tapi pakaianku tadi malam kotor terkena ... ehm ... itu ... jadinya aku mengenakan pakaian ini. Maafkan aku, Jiro." ucap Jessy mencari alasan.
"Haishh ... kau sungguh menyebalkan! Sekarang cepat enyah dari hadapanku!" titah Kagami Jiro yang terdengar begitu menakutkan.
"Jiro, kamu janganlah seperti ini dong, Sayang. Tadi malam kamu memperlakukanku dengan begitu lembut, tapi sekarang ..."
"Cepat pergi dari hadapanku!" tandas Kagami Jiro memotong ucapan dari Jessy. "Jika sampai aku mengetahui kamu berani membohongiku, maka aku tak akan segan-segan untuk membuatmu menyesali semua ini di sepanjang hidupmu! Ingat itu baik-baik, Jessy!" imbuh Kagami Jiro menandaskan dengan tegas dan penuh penekanan.
"I-iya, Jiro ... tapi kamu juga harus bertanggung jawab jika sampai ada yang terjadi sesuatu padaku nanti ..." ucap Jessy memberanikan diri dan sedikit terbata.
"Apa maksudmu berkata seperti itu?!" hardik Kagami Jiro yang sudah cukup kesal menghadapi Jessy.
"Seandainya ... seandainya aku hamil nanti ..."
"Apa kau sudah gila, Jessy?! Kau tidak akan hamil!! Dan aku juga tidak akan pernah menginginkan hubungan kita lebih dari ini!! Jadi jangan khawatir akan hal ini! Sekarang cepat pergi dari hadapanku dan jangan pernah memperlihatkan dirimu lagidi hadapanku! Aku akan mengirimkan sejumlah uang untukmu!" ucap Kagami Jiro yang terlihat sudah begitu muak untuk menghadapi gadis itu
"Tapi, Jiro ..." sela Jessy yang masih saja kurang terima.
"Enyahlah sebelum aku berubah pikiran dan berniat melenyapkanmu!" tandas Kagami Jiro lagi dengan suara yang lebih menggelegar.
Tak ada pilihan lain, akhirnya dengan terpaksa gadis cantik pemilik rambut blonde itu mulai meraih tas hitam kesayangannya dan segera meninggalkan apartemen ini meski dengan langkah yang begitu berat.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...