Casanova In Love

Casanova In Love
A Little Story About Wilson


__ADS_3

"Aku hanya akan mengambil uang saja, Pak. Dan aku akan segera turun lagi. Karena saat ini aku tidak membawa uang sama sekali." jelas Yuna lagi.


"Ada apa ini?" tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang berada tak jauh dari Yuna.


Yuna segera melihat ke arah sang pemilik suara. Dan terlihat seorang pria yang begitu familiar untuk Yuna. Pria itu adalah Wilson. Dan sepertinya Wilson juga baru saja tiba setelah pergi dari suatu tempat. Karena dia masih mengenakan setelan jaz dan juga memakai coat dan juga menjinjing sebuah tas pipih berwarna hitam.


"Ada apa, Yuna?" ucap Wilson lagi karena Yuna tak segera menjawab pertanyaannya.


Mungkin saja Yuna malu jika Wilson mengetahui jika dia sedang tidak membawa uang untuk membayar ongkos taxi itu. Bahkan akan merasa lebih malu lagi jika sampai harus meminjam sejumlah uang kepada Wilson.


"Itu ... anu ... sebenarnya aku ..." ucap Yuna yang terlihat begitu ragu untuk menceritakannya kepada Wilson.


"Nona ini tidak membawa uang, Tuan. Bisakah tuan membayar ongkos taxi nona ini?" ucap sopir taxi yang membuat Yuna sedikit menunduk dan mengusap keningnya dengan jemarinya karena malu.


"Oh. Tentu saja!" ucap Wilson lalu mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya yang tentunya uang itu lebih dari cukup. Lalu Wilson segera memberikannya untuk sopir taxi itu.


"Terima kasih, Tuan." setelah itu taxi itu mulai melaju kembali meninggalkan mereka berdua.


"Terima kasih Wilson. Sepertinya sling bag -ku tertinggal di resort." ucap Yuna sedikit nyengir karena malu.


Wilson menatap Yuna dari ujung kepala hingga ujung kaki dan menyadari jika seluruh Yuna basah dan begitu lembab.


"Apa kamu berenang dengan memakai gaun, Yuna?" celutuk Wilson tiba-tiba.


Nah lo ... pertanyaan yang sebenarnya cukup konyol. Pertama, ini sudah malam, maka tidak akan ada orang yang akan berenang malam hari di musim dingin. Kedua, tidak akan ada orang yang akan berenang dengan menggunakan gaun.


Namun belum sempat Yuna menjawab pertanyaan dari Wilson, Wilson segera berinisiatif untuk melepaskan coat miliknya dan memakaikannya untuk Yuna.


"Ayo kita berbincang sambil kembali ke apartemen. Udara di luar semakin dingin, kau bisa sakit jika tidak segera berganti pakaian." ucap Wilson lalu melenggang bersama Yuna untuk memasuki apartemen Azabu.

__ADS_1


"Hhm ..."


"Mengapa kamu bisa basah kuyup seperti ini?" tanya Wilson yang tampaknya masih begitu penasaran, mengapa gadis yang sedang berjalan di sebelahnya bisa basah kuyup seperti itu.


"Itu ... sebenarnya ... aku terjatuh di kolam renang. Maka dari itu aku pulang." ucap Yuna seadanya.


"Kamu terjatuh di kolam renang?" tanya Wilson sedikit terkejut.


"Uhm. Lebih tepatnya ... aku sendiri yang menceburkan diriku ke kolam renang sih." ucap Yuna


"Eh? Memang kamu benar-benar ingin berenang dengan memakai gaun rupanya, Yuna?" hampir saja tak percaya mendengar jawaban dari Yuna, Wilson sampai menoleh menatap Yuna.


"Bukan, Wilson. Aku hanya ingin menolong tuan Kagami Jiro yang hampir saja tenggelam saat itu. Makanya aku menyelamatkannya." ucap Yuna dengan jujur.


Tuan Kagami Jiro tenggelam? Mustahil! Bahkan dia adalah perenang yang sangat handal. Tidak mungkin tuan Kagami Jiro tenggelam hanya saat berada di dalam kolam renang. Konyol sekali!


Batin Wilson sembari mengusap pelan keningnya yang sudah berkerut.


Batin Wilson yang terlihat sedikit murung karena mengkhawatirkan Yuna.


"Yuna ... begini ..." kini Wilson sedikit melangkah lebih cepat lalu berbalik dan menghadap Yuna lalu memegang kedua bahunya.


"Hhm? Ada apa, Wilson?"


"Aku hanya ingin berpesan kepadamu, kamu harus berhati-hati kepada pria manapun. Jangan mudah percaya hanya karena janji manis atau pemberian barang-barang super branded. Aku tau kamu adalah gadis yang baik, aku ingin kamu mendapatkan pria yang layak dan dia yang sepenuhnya menyayangimu." ucap Wilson yang seolah berkata kepada seorang gadis kecil saja.


"Apaan sih. Tidak ada pria yang dekat denganku selama ini. Hanya ada Jonathan dan kamu. Itu artinya aku juga harus berhati-hati terhadapmu bukan." Yuna mulai memicingkan sepasang matanya menatap Wison.


Ucapan Yuna membuat Wilson merasa sedikit terhibur dan tersenyum samar, "Tentu saja! Kamu juga harus waspada terhadapku, Yuna. Karena bisa saja sebenarnya aku sangat berbahaya ..." Wilson tersenyum lebar dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih lalu berbalik dan melenggang kembali.

__ADS_1


Yuna mulai melangkah cepat untuk mengikuti Wilson.


"Jika kamu berani macam-macam padaku, maka aku akan menghajarmu! Kamu tau kan aku juga suka bela diri!" ucap Yuna menyombongkan diri, lalu tertawa renyah.


Wilson menanggapinya dengan senyum lebar lalu mereka berdua mulai memasuki elevator bersama untuk menuju lantai 7.


"Pekan depan aku akan pindah dari sini." ucap Wilson tiba-tiba.


"Pindah? Tapi kenapa? Bukankah kamu akan membeli apartemen yang sedang kamu tinggali saat ini, Wilson?" ucap Yuna tak percaya.


"Hhm. Semuanya aku batalkan, karena aku akan segera tinggal di Frazer Suites Akasaka." jelas Wilson lagi.


"Yah ... padahal kamu sudah begitu nyaman disini bukan?"


"Iya, Yuna. Aku tak punya pilihan lain karena tempat itu pemberian dari Doragonshadou untukku."


"Wah keren sekali! Mereka memberikan tempat tinggal untukmu?"


"Hhm ... benar sekali, Yuna."


"Pasti ibuku akan sangat sedih, karena selama ini kamulah satu-satunya tetangga kami yang paling dekat dengan keluargaku. Dan kamulah tetangga yang paling ibu sukai selama kita tinggal di Azabu." ucap Yuna apa adanya.


"Tenang saja. Aku akan sering mengunjungi bibi." ucap Wilson mulai terlihat begitu murung.


Dan mungkin saja saat ini Wilson sedang teringat dengan keluarganya yang sudah terpecah belah. Yeap, Wilson adalah seorang anak korban dari broken home.


Kedua orang tuanya berpisah saat Wilson berusia 15 tahun. Ayahnya menikah lagi dan tinggal bersama keluarga barunya di Shinjuku. Sementara ibunya juga sudah menikah lagi dan sekarang tinggal bersama keluarga barunya di Kanada.


Penyebab perpisahan yang terjadi diantara kedua orang tuanya adalah karena ibunya yang sudah berselingkuh dengan pria masa lalunya yang sekarang menjadi suaminya.

__ADS_1


Wilson lebih memilih untuk tak tinggal bersama dengan keduanya. Pria berdarah campuran Jepang-Kanada itu lebih memilih untuk hidup mandiri di Yokohama seorang diri. Karena tentunya akan sangat merasa tidak nyaman ketika tinggal bersama keluarga baru mereka. Rasanya akan sangat asing dan sedikit aneh.


Mungking seperti itulah pemikiran Wilson.


__ADS_2