Casanova In Love

Casanova In Love
Menerima Tantangan Samuel


__ADS_3

"Gyahahaha ... aku kaya!!" tawa renyah dari Samuel terdengar begitu menggelegar sambil meraup semua uang yang baru saja dia dapatkan malam ini dari permainannya bersama pria botak itu. "Adakah dari kalian yang ingin bermain melawanku malam ini?" kini Samuel berdiri dan berkacak pinggang dan menatap beberapa orang pengunjung dengan gaya sombongnya.


Wilson dan Sean mulai berpandangan lalu keduanya mengangguk pelan. Lalu mereka mulai melenggang untuk mendekati Samuel yang masih berkacak pinggang dan menaikkan kaki kirinya di atas kursi. Wajah angkuhnya terlihat begitu menyebalkan dan tak enak untuk dipandang.


"Kau!! Apa kau datang untuk menerima tantanganku?!" ucap Samuel menatap Wilson dengan sebuah seringai.


Mendengar ucapan dari Samuel, Wilson yang masih menyematkan kedua jemarinya pada saku celana hitamnya, kini sedikit memiringkan kepalanya dan tersenyum misterius menatap Samuel.


"Aku akan menerima tantangan darimu!" sahut Wilson masih tersenyum misterius menatap Samuel, lalu dia mulai beralih menatap seorang gadis dealer yang sudah duduk di antara mereka berdua. "Tapi aku mau kita mengganti dealer dalam permainan kita!" imbuh Wilson tiba-tiba.


Dan tentu saja Wilson begitu mengetahui jika sebenarnya dealer cantik yang sedang duduk bersama dengan mereka adalah salah satu kenalan bahkan komplotan Samuel. Dan sebenarnya Samuel sudah berbuat curang saat bermain dengan si pria botak itu, hingga Samuel memenangkan semua uang itu meskipun dengan cara yang licik.


Meskipun Wilson hanya melihat permainan dari mereka sekilas saja, namun Wilson akan sangat memahami gerak-gerik seseorang yang berlaku curang!


"Mengapa harus diganti?! Aku tidak setuju!" tandas Samuel terlihat begitu keberatan. "Bagaimana jika kau berniat untuk mencurangiku dengan mengganti dealer untuk kita?! Hah?!! Aku tidak mau!!" imbuh Samuel kekeh dan menggebrak meja.


"Mengapa kau sangat ketakutan, Tuan? Bukankah semua gadis dealer adalah sama saja?" ucap Wilson dengan senyum manisnya. "Jika kau bertingkah seperti ini ... maka aku akan semakin curiga. Jangan-jangan kalian adalah komplotan dan sudah bekerja sama untuk mencurangi tamu-tamu disini?" ucap Wilson lalu menebarkan pandangan menatap para pengunjung yang sedang berada di sekeliling mereka.


Seketika Samuel menjadi sedikit salah tingkah karena mendengar ucapan dari Wilson yang sebenarnya adalah benar!


"Benar sekali! Jangan-jangan kamu sudah berbuat curang ya daritadi?!" celutuk seorang pengunjung pria mulai termakan omongan dari Wilson.


"Benar. Pantas saja setiap kali kau main di tempat ini kau selalu bersikeras memilih dealer ini! Aku jadi curiga padamu, Tuan!" tandas pengunjung yang lainnya lagi mulai memojokkan Samuel.


"Tidak ... tidak ... itu tidak benar! Semua itu tidak benar!" bantah Samuel dengan kedua tangannya dilambai-lambaikannya dan terlihat begitu gelagapan.

__ADS_1


"Jika memang itu semua tidak benar, maka buktikan kepada kami!" ucap Wilson dengan sangat santai. "Mari bermain bersama dengan jujur dan biarkan penonton yang memilih dealer untuk kita!" tantang Wilson dengan seulas senyum.


Samuel sedikit terkejut dan sangat keberatan dengan saran dari Wilson, namun dia tak bisa berbuat apa-apa saat ini selain memenuhi permintaan dari Wilson.


Sial! Siapa sebenarnya pria ini?! Mengapa dia melakukan ini semua?! Jika dealer diganti, maka kemungkinan presentase untuk selalu menang darinya akan berkurang! Tapi ... aku tak bisa berbuat apa-apa saat ini. Jika membantah pria ini, bisa-bisa semua orang akan semakin mencurigaiku! Dan itu akan sangat tidak baik untukku. Jadi lebih baik aku mengikuti permainannya saja.


Batin Samuel terlihat begitu kesal dan mengepalkan kedua tangannya.


"Ide yang bagus!" sahut seorang pengunjung wanita.


"Baiklah. Aku setuju denganmu!" ucap Samuel akhirnya meskipun dengan begitu berat.


"Hhm ... baiklah. Salah satu dari kalian. Tolong pilihkan dealer untuk kami!" ucap Wilson menatap para pengunjung itu satu persatu.


Salah satu gadis berambut keemasan mulai mengangkat tangannya dan bergantian menatap Samuel dan Wilson, "Bolehkah aku memilihkan dealer untuk kalian?"


Gadis berambut keemasan itu mulai melihat sekelilingnya, dan kebetulan tak jauh darinya terlihat seorang gadis dealer bule sedang melenggang begitu saja.


"Aku mau gadis dealer bule itu!" ucap gadis berambut keemasan itu sambil menuding gadis dealer itu.


"Maaf, permisi nona." kini Sean mulai mendatangi gadis dealer bule itu. "Bisakah kau menemani temanku bermain kasino black jack?"


"Sure, i will ..." jawab gadis dealer itu dengan ramah dan menjawab Sean dengan bahasa Inggris.


Akhirnya Samuel, Wilson, dan gadis dealer bule itu mulai duduk bersama melingkari sebuah meja dan sudah bersiap untuk bermain bersama.

__ADS_1


"Untuk bermain bersama akan terasa lebih nyaman jika kami mengetahui namamu. Siapa namamu, Nona?" Wilson menatap gadis dealer bule yang saat ini sedang mengocok sebuah tumpukan kartu-kartu itu.


"I'am Caroline, Sir!" sahut dealer bule itu yang ternyata adalah gadis bule yang bertemu dengan Kagami Jiro tadi siang.


Meskipun saat orang-orang berbicara dengan bahasa negara lain dengan Caroline, Caroline akan tetap memahaminya, namun dia akan selalu menjawabnya dengan bahasa Inggris.


Caroline sedikit paham akan beberapa bahasa asing seperti bahasa Jepang, China, Spanyol, Thailand, Filipina, German, dan masih banyak lagi. Namun ketika dia hendak menjawabnya sesuai bahasa lawan bicaranya, Caroline akan sedikit merasa kesulitan. Maka dari itu, dia selalu menggunakan bahasa Inggris untuk menjawabnya.


"Nama yang cantik ..." sahut Samuel tersenyum menggoda Caroline. "Okay. Mari segera kita mulai saja, Caroline! Aku sudah tak sabar untuk mengalahkan pria sombong ini!" sungut Samuel memangdang Wilson dengan kesal.


Namun Wilson hanya menanggapi dengan seulas senyum dan bahkan dia menahan tawa, entah apa yang lucu dan begitu membuatnya menahan tawa.


Dasar pria bodoh ini! Siapa yang sebenarnya yang selalu suka menyombongkan diri? Padahal kemenangan-kemenangan itu hanyalah tipuannya dan kelicikannya saja ... benar-benar bodoh! Aku sudah begitu tidak sabar ingin segera memberinya pelajaran.


Batin Wilson menutup mulutnya dengan punggung telapak tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya mulai mengambil 2 buah kartu yang mulai dibagikan oleh Caroline.


Hhm ... 6 hati dan 5 diamond ya ... nilai yang aku miliki masih 11.


Batin Wilson yang sesekali melirik Samuel. Samuel terlihat tersenyum lebar saat menatap kedua kartu miliknya.


"Hit!!" ucap Wilson lalu beralih menatap Caroline. "Give me one more ..."


"Sure." Caroline segera memberikan sebuah kartu untuk Wilson dengan sangat ramah.


Sebuah kartu yang masih dalam posisi terbalik itu mulai diambil oleh Wilson untuk segera dilihatnya.

__ADS_1


Hmm ... 3 spade ya. Berarti aku masih mempunyai nilai 14. Masih cukup aman untuk memilih hit.


Batin Wilson masih dengan berhati-hati. Sean yang berdiri di belakang Wilson menyilangkan kedua tangannya dan selalu mengawasi permainan ini, khawatir jika Samuel akan berbuat curang kembali.


__ADS_2