
Ccihh ... jadi inilah pria yang suka mempermainkan para gadis itu? Apanya yang keren darinya?! Dasar!! Pasti gadis-gadis itu sudah dibutakan dengan harta dan mau menyerahkan dirinya dalam jeratan pria busuk itu!
Umpat Yuna dalam hati, namun tiba-tiba saja pemuda bernama Kagami Jiro itu kini berbalik kembali, dan seketika membuat kedua mata Yuna sedikit membelalak.
Ada apa ini? Apa dia bisa membaca pikiranku? Mengapa paman Tatsuya tidak memberitahuku sebelumnya? Wah ... matilah aku sudah memaki-makinya meski di dalam hati.
Batin Yuna semakin membelalak. Sementara Kagami Jiro yang masih berbalik dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya terlihat memasang wajah yang begitu tegas menatap lurus ke arah Yuna.
Yuna yang sudah sangat merasa begitu tegang dan khawatir tak bisa berkata apa-apa dan hanya terdiam menatap Kagami Jiro dari kejauhan dengan begitu waspada.
"Kamu cepatlah sedikit! Mengapa begitu lambat, Igor?!" ucap Kagami Jiro tiba-tiba.
Tiba-tiba seorang pria pria berjalan dengan langkah cepat dan melalui gadis cantik itu begitu saja.
"Maaf, Tuan. Kamar mandinya begitu antri." sahut pria bernama Igor itu dengan nada begitu rendah.
"Aku akan menemui Tatsuya, kamu bisa ikut bersamaku!"
"Baik, Tuan."
Kagami Jiro mulai melenggang bersama Igor. Sementara Yuna mulai menghembuskan napas kasarnya ke udara dan terlihat begitu lega.
"Huft ... untung saja dia tidak bisa membaca pikiranku. Ahahaha ... auranya benar-benar menakutkan sekali! Cckk ..." Yuna menggeleng-gelengkan kepalanya dan mulai melenggang kembali untuk kembali ke aula utama untuk bergabung bersama teman-temannya.
...⚜⚜⚜...
"Sorry, Jiro. Ponselku tertinggal di rumah. Jadi aku tidak bisa menghubungimu." ujar Tatsuya sambil menyodorkan secangkir Americano coffe untuk Kagami Jiro yang baru saja menemui di ruangannya.
Sementara Igor lebih memilih menunggu di luar ruangan agar tidak mengganggu pembicaraan mereka.
"Makanya kau mengirim gadis itu untuk memintaku menemuimu bukan?" sahut Kagami Jiro lalu menikmati Americano coffe miliknya.
"Yeap. Kau benar sekali, Jiro."
__ADS_1
"Siapa gadis muda itu? Aku tidak pernah melihat sebelumnya di pameran-pameran sebelumnya."
"Dia keponakanku Yuna, dan baru pulang menyelesaikan kuliahnya di Fashion Institute of Technology ( FIT ) di New York." jawab Tatsuya seadanya.
"Benarkah itu? Namun aku merasa pernah bertemu dengannya sebelumnya di suatu tempat." gumam Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu.
"Tidak mungkin, Jiro. Kau pasti salah orang. Karena sudah 3 tahun ini Yuna dan keluarganya berada di New York. Dan dia juga baru saja kembali ke Jepang."
"Apa kau meragukan ingatanku, Tatsuya?! Beraninya kau ... hhm ... akan aku buktikan jika aku memang pernah bertemu dengan keponakanmu sebelumnya."
"Well. Terserah kau saja. Malam ini akan ada perayaan perungatan ulang tahun berdirinya gedung pameranku ke-7 tahun. Apa kau mau datang, Jiro?"
"Aku akan usahakan untuk datang." jawab Kagami Jiro seadanya.
"Kau akan menyesal jika tidak datang, Jiro. Disana akan banyak sekali gadis cantik dan model." ujar Tatsuya mulai menggoda Kagami Jiro.
"Ahaha ... okay. Aku akan usahakan untuk datang."
"Aku tidak akan mengecewakanmu. Kau adalah salah satu tamu spesialku."
"Karena kamu sangat kuat. Lagipula bukankah kita sudah cukup lama bekerja sama, Jiro." Tatsuya tersenyum lebar menatap Kagami Jiro.
"Hhm. Aku hanya bercanda."
...⚜⚜⚜...
Di malam hari gedung pameran itu kembali ramai oleh para tamu undangan untuk perayaan ulang tahun ke-7. Para tamu terlihat begitu menikmati pesta yang cukup meriah itu. Seperti ucapan dari Tatsuya, banyak para bintang dan model yang mengadiri perayaan pesta malam ini.
Pembukaan acara akan diawali dengan sebuah dansa dari presdir Tatsuya bersama keponakannya. Dikarenakan tunangan dari Tatsuya sedang menyelesaikan kuliahnya di luar negri, maka keponakannya-lah yang akan menggantikannya kali ini.
Seorang pemuda tampan dengan balutan jaz super branded-nya mulai menggandeng seorang gadis yang masih cukup muda dan belia dengan balutan gaun berwarna sweet lilac ke tengah aula.
Melodi dari dentingan pemain piano profesional mulai mengiringi mereka berdansa bersama. Ritme yang terdengar begitu menyihir dan seakan membuat kita ingin menari-nari. Alunan lembut itu terdengar begitu menenangkan hati dan pikiran.
__ADS_1
"Mengapa paman tidak memberitahuku sebelumnya kalau kita akan berdansa bersama? Untung saja aku pernah belajar berdansa, meskipun saat itu aku sudah membuat kaki guruku cedera karena selalu aku injak ketika latihan bersama. Ahaha ..." ucap gadis cantik itu setengah berbisik lalu tertawa kecil.
"Maafkan aku, Yuna. Aku juga lupa jika pembukaan pesta perayaan tahun ini akan dibuka dengan dansa. Untung saja aku memiliki keponakan sepertimu, kamu adalah dewi penyelamatku kali ini." celutuk Tatsuta dengan senyum lebar.
"Baiklah. Kalau begitu aku tunggu bayaranku, Paman. Ahaha ..." ucap Yuna menggoda pamannya.
"Hhm. Tenang saja. Aku akan membayar semuanya." sahut Tatsuya dengan senyum lebar.
Keduanya terus berdansa dengan begitu indah dengan iringan dari dentingan melodi yang mengalun begitu indah memenuhi seluruh penjuru ruangan ini. Para tamu umdangan juga terlihat begitu menikmati dan terkesima dengan tarian dansa mereka berdua.
"Cantik dan tampan sekali ... sungguh serasi sekali mereka." celutuk seorang tamu undangan.
"Gadis itu adalah keponakan dari presdir Tatsuya." sahut tamu undangan yang lainnya lagi.
"Wah ... benarkah? Aku kira mereka adalah pasangan. Ahaha ..."
"Bukan. Tunangan presdir Tatsuya masih menyelesaikan kuliahnya di luar negri. Dan tahun depan baru akan pulang, dan mereka akan segera menikah." sahut tamu undangan yang lainnya lagi.
"Namun keponakannya juga sangat cantik ya ..."
"Ya. Selain cantik dia juga sangat cerdas dan sudah menjadi designer muda yang cukup sukses."
"Keren sekali ... dan sangat cantik. Dan mereka berdansa dengan sangat baik." imbuh tamu undangan yang lainnya lagi.
Begitulah para tamu undangan masih saja membicarakan Tatsuya dan Yuna, hingga akhirnya pembicaraan itu ada yang terdengar hingga sampai ke seorang pemuda yang sedang duduk bersantai dengan menikmati segelas blue wine miliknya.
"Gadis cantik dan cerdas? Siapa yang sedang mereka bicarakan?" gumam pemuda itu kembali meneguk blue wine-nya. "Tak ada gadis manapun yang bisa menolakku! Hehe ..." pemuda itu menyeringai dan mulai merasa begitu tertantang.
Kini dia bangkit dari tempat duduknya dan mulai melenggang untuk mencari tau siapa gadis yang sedang mereka bicarakan. Bahkan hampir semua tamu undangan sedang membicarakan dan selalu memujinya.
Pemuda itu terus melenggang dan mulai memasuki aula utama yang dijadikan sebagai pusat perayaan pesta ulang tahun gedung pameran ini yang ke-7. Tepat di tengah-tengah ruangan terlihat salah satu partner kerjanya sedang melakukan dansa pembukaan acara dengan seorang gadis muda yang memiliki paras begitu cantik.
Sudut-sudut bibir mulai ditarik oleh pemuda tampan itu hingga menyembulkan sebuah seringai manis.
__ADS_1
"Ternyata gadis itu lagi ya ..." gumam pemuda yang memiliki pupil kecoklatan itu.