
Seorang gadis cantik dengan rambut blonde dengan penampilannya yang sexy dan pakaian super minim terlihat mulai memasuki markas besar Doragonshadou dengan langkah yang begitu anggun.
Ritme dari hentakan sepatu hak tingginya terdengar begitu teratur dan tegas. Gadis itu terus menyusuri markas utama Doragonshadou hingga akhirnya mulai memasuki sebuah elevator.
Semua mata tertuju padanya karena penampilannya yang sungguh aduhai. Beberapa petugas keamanan sudah berusaha untuk menahan gadis cantik itu, namun dia bersikeras untuk tetap memasuki semakin ke dalam lagi.
Dan gadis itu mengancam akan membeberkan sebuah video yang akan bisa menghancurkan Doragonshadou serta pemimpin utama mereka, Kagami Jiro. Hingga akhirnya para kaki tangan Kagami Jiro tak bisa berkutik dan tak bisa menghalangi gadis itu yang berusaha untuk menemui Kagami Jiro di dalam ruangannya.
CEKLEKK ...
Sebuah ruangan yang cukup besar di lantai 13, mulai dimasuki oleh gadis itu tanpa ada kata permisi ataupun mengetuk ruangan itu terlebih dahulu. Dua orang berpakaian rapi juga mengikuti gadis itu dan masih berusaha untuk menghalangi gadis yang nekat itu.
Sementara di dalam ruangan, terlihat seorang pria berjaz yang sedang duduk di tempat kerjanya dan menghadap sebuah monitor laptop di hadapanya. Namun karena sebuah kericuhan dan gangguan kecil itu, pria tampan berwajah dingin itu mulai menghentikkan aktifitasnya, dan terlihat begitu kesal.
"Minggir dan lepaskan aku!" gadis itu menghempaskan tangan kedua pria yang masih saja berusaha untuk menghalangi langkahnya untuk menemui Kagami Jiro.
"Tuan Kagami Jiro, maafkan kami. Kami sudah berusaha untuk menghentikannya, tapi nona ini malah mengancam akan membeberkan sebiah video." ucap salah satu kaki tangan Kagami Jiro.
"Hhm. Kalian berdua keluarlah!" titah Kagami Jiro dengan santai dan menutup laptopnya.
"Baik, Tuan." kedua pria itu mulai meninggalkan ruangan pribadi Kagami Jiro dan meninggalkan gadis itu yang masih berada di dalamnya bersama Kagami Jiro.
"Ada apa lagi datang mencariku? Sepertinya urat malumu sudah putus ya, Jessy?! Apa kamu tak takut aku akan melenyapkanmu?! Apa kau sudah bosan untuk hidup?" tandas Kagami Jiro begitu malas untuk menghadapi gadia satu itu.
"Jiro! Aku tidak terima kamu akan menikahi gadis itu! Memang apa hebatnya dia?!" protes Jessy tak terima.
"Aku tak butuh pendapatmu! Aku akan segera menikah, dan sebaiknya kamu tak pernah menampakkan wajahmu di hadapanku lagi!" ucap Kagami Jiro dengan malas.
__ADS_1
"Tidak bisa! Kamu tak bisa menikahi gadis itu!!" ucap Jessy bersikeras dan sangat tak terima.
"Ccckk. Kau pikir kamu siapa bisa melarangku dan mengaturku?!" Kagami Jiro tersenyum miring menertawakan gadis cantik yang masih berdiri di hadapannya yang hanya berbatas dengan sebuah meja berbentuk L.
"Aku hamil, Jiro! Dan ini adalah anakmu! Kamu harus bertanggung jawab ... gadis yang seharusnya kamu nikahi adalah aku, Jiro. Kamu harua menikahiku!" ucap Jessy penuh harap lalu mulai memberikan sebuah amplop putih yang di dalamnya berisikan sebuah laporan medis yang menyatakan jika Jessy sudah hamil 8 minggu.
"Apa?! Kamu hamil?" Kagami Jiro mulai terlihat sedikit terkejut setelah mendengarkan ucapan dari Jessy dan mulai membuka amplop tersebut untuk memastikan sesuatu.
Sepasang mata kecoklatan itu sedikit membelalak karena hasil medis itu menyatakan jika Jessy memang benar-benar sudah hamil.
"Mengapa kau begitu yakin jika ini adalah anakku? Aku sangat tau kau wanita yang seperti apa, Jessy!" Kagami Jiro memicingkan sepasang matanya menatap Jessy penuh kecurigaan.
"Aku hanya melakukan semua itu denganmu, Jiro! Aku bahkan sudah lama tidak menjalin ikatan dengan seorang pria manapun! Aku tidak mau tau, pokoknya kamu harus bertanggung jawab!" ucap Jessy menggebrak meja berbentul L itu.
Kagami Jiro memijit keningnya karena begitu pusing dengan semua hal ini.
"Apakah itu artinya kamu mau bertanggung jawab dan menikahiku, Jiro?!"
"Aku akan bertanggung jawab jika memang anak itu adalah anakku. Kita akan membahasnya lagi nanti." Kagami Jiro mulai menghubungi seseorang melalui telpon di dalam ruangannya.
"Jimmy, siapkan mobil dan antarkan Jessy pulanh! Tunggu di depan halaman!" titah Kagami Jiro lalu mengakhiri panggilan itu lagi.
"Pulanglah dan istirahatlah ..." ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu lembut.
Jessy seketika luluh dan segera berlalu setelah melemparkan senyuman manisnya. Senyuman Kagami Jiro mulai memudar seiring dengan berlalunya Jessy.
Kagami Jiro memijit keningnya karena begitu pusing, namun dia segera menghubungi seseorag kembali.
__ADS_1
"Igor! Selidiki Jessy! Apakah dia benar-benar sedang hamil, dan lakukan sesuatu yang berguna untukku!" titah Kagami Jiro memberikan perintah untuk Igor.
Panggilan itu mulai diakhirinya, kedua jemarinya mulai mengusap rambut tipisnya ke belakang yang lurus dan berwarna hitam pekat itu.
"Bagaimana bisa aku menikahi Jessy? Namun aku juga tak bisa melakukan sesuatu untuk mencelakai bayi itu. Sialan!! Gara-gara mabukbyang berlebihan semua menjadi sangat kacau dan berantakan seperti ini!" Kagami Jiro terlihat sangat kesal dan pusing.
TRINGG ...
Sebuah pesan masuk dan Kagami Jiro segera memeriksa ponselnya. Pesan dari seorang gadis yang sangat dia sayangi kini tak bisa membuatnya tersenyum seperti biasanya. Padahal pesan itu seharusnya membuatnya begitu bahagia.
Kami akan menunggumu nanti malam di rumah. Maaf jika nanti aku tidak sempat membalas atau menghubungi tuan, karena aku sedang sibuk membantu ibuku memasak untuk acara nanti malam. Yuna.
"Yuna ... aku tidak tau harus bahagia atau bersedih ... namun aku tidak ingin mengecewakanmu ... jika aku sudah melakukan sebuah kesalahan!" ucap Kagami Jiro menatap nanar pesan dari Yuna, lalu mulai mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.
"Aku harap kamu menemukan sesuatu, Igor. Karena nanti malam adalah waktu untukku melamar Yuna ..."
Suasana hati Kagami Jiro begitu tak menentu saat ini, hari bahagia yang sudah dia tunggu selama ini sudah tiba dan berada di hadapan matanya. Namun tiba-tiba saja seorang gadis datang padanya dan mengaku sedang mengandung anaknya.
Kagami Jiro memutuskan untuk meninggalkan tempat kerjanya dan berniat untuk pulang ke rumahnya untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang mungkin akan sangat berguna untuk melindungi dirinya sendiri.
Sebuah laptop mulai dihidupkannya, setelah beberapa saat menyibukkan dirinya di hadapan laptop itu di ruang tengah, kini Kagami Jiro mulai mengirim sebuah video untuk Igor dan meminta Igor untuk mengurus sesuatu dengan memakai video itu.
TIKK ...
Sebuah tombol enter mulai ditekannya dan video itu mulai terkirim.
"Ini hanya sebuah antisipasi saja. Aku harap bisa berguna kelak." guman Kagami Jiro kembali mengusap rambutnya ke belakang.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...