Casanova In Love

Casanova In Love
Makan Siang Bersama di Apartemen Azabu


__ADS_3

Nana Fukada masih menatap lekat Kagami Jiro dan Yuna secara bergantian. Seakan-akan masih tak percaya jika Kagami Jiro akhirnya memutuskan akan segera menikah. Bahkan gadis yang akan dinikahi adalah Yuna! Gadis yang menurut Nana Fukada adalah gadis baik dan tidak neko-neko.


Bagaimana seorang Kagami Jiro bisa menyukai seorang gadis yang memiliki karakter yang sangat berbeda dengan gadis-gadis yang selama ini selalu menemani hari-hari sang casanova itu?


Beberapa pertanyaan memenuhi isi kepala Nana Fukada saat ini dan tak ada satupun yang berhasil dia temukan jawaban yang tepat dan membuatnya merasa puas.


Setelah dua orang pelayan laki-laki datang dan mengantarkan beberapa makanan yang sudah mereka pesan, kini mereka bertiga mulai menikmati makan siang mereka bersama.Dan betapa terkejutnya Nana Fukada saat melihat Kagami Jiro berbuat begitu manis kepada Yuna di hadapannya.


"Yuna, mau mencoba ini? Ini enak sekali lo ..." Kagami Jiro mulai mengambil sepotong jamur matsutake dengan sumpitnya dan berusaha untuk menyuapi Yuna.


Namun Yuna menahan tangan Kagami Jiro, karena merasa begitu malu. Terlebih saat ini mereka tidak hanya sedang berduaan, namun disini juga sedang ada Nana Fukada.


"Tidak, terima kasih. Makanlah ... aku akan memakan makananku sendiri." tolak Yuna dengan ramah.


"Jamur ini sangat bagus untuk kulit dan wajah lo. Jamur ini juga bagus untuk menjaga beberapa organ dalam tubuh kita. Ayo, coba dulu, Sayang." ucap Kagami Jiro yang malah semakin mendekatkan suapannya pada mulut Yuna, hingga akhirnya dengan terlaksa Yuna mulai membuka mulutnya dan menerima suapan dari Kagami Jiro.


Sungguh hal ini membuat Nana Fukadamerasa sedikit kesal sendiri. Karena selama ini, selama menjalin hubungan dengan Kagami Jiro, Nana Fukada tak pernah mendapatkan perlakuan yang begitu manis seperti ini.


"Bagaimana? Apa itu enak?" tanya Kagami Jiro terlihat begitu berbinar menatap Yuna.


Yuna tersenyum dan mengangguk pelan, "Hhm ... ini enak sekali."


"Uhm ... maaf, aku permisi mau ke kamar mandi dulu." ucap Nana Fukada tiba-tiba, lalu mulai melenggang dan meninggalkan tempat itu.


"Hari ini tidak pergi ke butik?" tanya Kagami Jiro sambil menikmati shabu-shabu miliknya yang masih hangat dan sedikit berasap.


"Tidak, aku sedikit tidak enak badan dan perutku juga sakit. Setelah pulang dari kampus, aku segera kembali pulang." jawab Yuna sambil memasukkan sesuap ramen uddon yang sudah dia pesan.

__ADS_1


"Kamu sakit? Ayo aku antar ke rumah sakit!" ucap Kagami Jiro yang mulai terlihat begitu khawatir saat mengetahui jika Yina sedikit tidak enak badan.


"Hhm? Tidak perlu ke rumah sakit kok. Hanya sakit perut saat ... uhm ... sedang kedatangan tamu saja kok. Setelah minum air hangat dan beristirahat nanti juga sudah menjadi lebih baik kok." jawab Yuna seadanya.


"Kamu sedang datang bulan?" ucap Kagami Jiro dengan datar.


Sementara ucapan dari Kagami Jiro yang secara terang-terangan membuat Yuna begitu tersipu karena malu, "Hhm. I-iya ..."


"Baiklah, setelah pulang dari makan siang sebaiknya langsung pulang dan istirahat. Dirumah ada siapa?" tanya Kagami Jiro yang masih menghentikkan aktifitas makannya dan malah menatap Yuna sedari tadi.


"Tidak ada. Ayah masih bekerja. Dan ibu juga belum pulang dari rumah Jonathan dari tadi pagi."


"Bibi di rumah Jonathan? Ada urusan apa" selidik Kagami Jiro.


"Hanya berkunjung saja kok. Kebetulan sudah lama ibu tidak bertemu dengan kedua orang tua Jonathan." jawab Yuna seadanya.


"Tidak kok. Aku bisa sendiri di rumah. Tuan Kagami Jiro pasti juga begitu sibuk. Oopss ... maksudku Jiro ..." ucap Yuna dengan cepat agar Kagami Jiro tidak menghukumnya kali ini.


Kagami Jiro menatap Yuna agak lama dan mulai tersenyum hangat lalu mengelus kepala Yuna dengan lembut.


"Aku tidak akan menghukummu kali ini. Tenang saja." ucap Kagami Jiro lalu mulai kembali menghadap meja dan menikmati makan siangnya kembali. "Cepat habiskan makan siangmu dan mari segera pulang!"


"Hhm, iya." ucap Yuna mulai menyantap ramen udon itu lagi.


Setelah beberapa saat, akhirnya Nana Fukada sudah kembali lagi dan bergabung bersama untuk kembali menikmati makan siangnya. Namun rupanya Kagami Jiro dan Yuna sudah hampir menghabiskan makan siangnya lebih dulu.


"Nana, semua ini sudah aku bayar. Terima kasih tadi sudah menemani calon istriku sebelum aku datang. Sekarang kami berdua pamit dulu, karena calon istriku sedang sedikit kurang enak badan." ucap Kagami Jiro lalu mulai merangkul Yuna. "Ayo, Sayang! Aku akan mengantarmu!"

__ADS_1


Dan betapa meronanya Yuna ketika Kagami Jiro memanggilnya dengan panggilan calon istriku. Dan sebenarnya Yuna belum terbiasa dengan semua itu.


Tak bisa membantahnya, akhirnya Yuna menurut. Begitu juga dengan Nana Fukada. Nana Fukada juga mempersilakan mereka untuk pergi.


"Cih ... meskipun selama ini hanya sekedar bersenang-senang saja. Namun saat melihat Kagami Jiro bersikap manis dengan gadis lain, rasanya cukup membuatku kesal! Hhm ..." Nana Fukada mulai mendengus kesal saat Kagami Jiro dan Yuna sudah meninggalkannya seorang diri.


"Huft ... sudahlah, Nana. Lebih baik lupakan saja pria itu! Sebentar lagi kamu juga akan menikah dengan Miura!!" ucap Nana Fukada kepada dirunya sendiri.


...⚜⚜⚜...


Bonus part


Igor terlihat sedang mengawasi kamar apartemen Jessy dari gedung seberang. Dan Igor melihat, Jessy yang mulai melepas sumpelan yang berbahan seperti sebuah silikon yang sengaja Jessy letakkan di bagian perutnya dan menutupinya dengan pakaiannya agar perutnya terlihat buncit dan seakan sedang hamil.


Disaat Jessy sedang mandi di dalam kamar mandi. Igor dengan cepat mulai memasuki kamar apartement Jessy melalui balkon yang kebetulan tidak dikunci oleh Jessy.


Salah satu kebiasaan Jessy adalah mandi dalam waktu yang cukup lama, bahkan Jessy berlama-lama saat di dalam kamar mandi. Terkadang bisa satu hingga dua jam Jessy sangat betah di dalam kamar mandi. Dan hal inj tentu saja sudah sangat dipahami oleh Igor.


Igor yang sudah berhasil memasuki kamar Jessy, kini mulai menjalankan rencananya yang sudah diperintahkan oleh Kagami Jiro dengan hati-hati namun cepat. Igor mulai menukarkan sebuah USB flash drive milik Jessy dengan sebuah USB flash drive yang sudah dia siapkan sebelumnya.


Sebuah USB flash drive yang memiliki merk, warna serta bentuk yang sama persis dengan USB flash drive milik Jessy. Setelah itu, Igor segera merusak rekaman CCTV di kamar Jessy saat Igor memasuki kamarnya.


Setelah itu Igor segera meninggalkan kamar apartemen Jessy dengan melewati balkon. Igor harus mengendap-endap dan menuruni bangunan demi bangunan untuk sampai di dasar bangunan.


"Huft ... untung saja masih bi bawah lantai 10. Misi selesai!! Akhirnya aku mendapatkan bonus tambahan dari tuan Kagami Jiro. Hehe ..." ucap Igor sambil menimang-nimang USB flash drive itu dengan senyum lebar.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2