Casanova In Love

Casanova In Love
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Di sebuah kafe yang berada tak jauh dari Tokyo Designer Gakkuin College, terlihat seorang pria tampan sedang duduk salah satu bangku di pojokan seorang diri. Sesekali dia melirik jam tangan super mewahnya yang melingkar manis di tangan kirinya.


Dan berulang kali dia melihat ponselnya untuk mengecek sesuatu. Nampaknya pria itu sedang menunggu pesan atau panggilan dari seseorang.


"Sudah 3 jam aku berada di kafe ini. Dan mengapa Yuna belum menghubungiku? Apa dia masih belum selesai?" gumam pria itu yang tak lain adalah Kagami Jiro. "Atau jangan-jangan dia sudah pulang dan lupa mau menghubungiku?"


Akhirnya Kagami Jiro mulai mengusap benda pipih itu lagi untuk melihat sesuatu. Sebuah aplikasi untuk mengirimkan sebuah pesan.


"Tunggu dulu. Tidak keren jika aku menghubunginya lebih dulu hanya karena ingin menjemputnya." gumamnya lalu menghapus kembali pesan yang sudah diketiknya meskipun hanya mengatakan,


Apa presentasinya belum selesai?


"Haishhh ... apa aku pergi ke kampusnya saja ya?" gumamnya pelan. "Tidak ... tidak ... sebaiknya aku tunggu sebentar lagi."


Kagami Jiro mulai meminum kembali jus jeruknya dan iseng melihat salah satu sosial medianya. Seketika Kagami Jiro dibuat tersedak karena melihat sesuatu yang sangat mengejutkannya.


Sebuah postingan Yuna yang mengatakan jika dia sudah berada di sebuah mall dan mengambil pesanan kue. Ditambah lagi dia pergi dan menge-tag nama Jonathan.


Segelas orange juice yang sedang berada dalam genggamannya kini mulai digenggamnya kuat-kuat hingga akhirnya gelas itu pecah begitu saja.


PPRRAANGG ...


Dasar gadis bermulut pedas. Jelas-jelas dia sudah mengatakan akan menghubungiku. Tapi dia malah pergi bersama Jonathan jelek itu. Sungguh keterlaluan!


Batinnya lalu menggebrak meja di hadapannya.


BRRAKK ...


Beberapa pengunjung dan waitress yang berada tak jauh dari Kagami Jiro seketika sedikit terhentak karena terkejut mendengar suara gebrakan meja itu.


...⚜⚜⚜...


Di sebuah kamar di apartemen Azabu, terlihat seorang gadis sedang bersiap dan sudah mengenakan sebuah dress tanpa lengan di atas lutut berwarna emerald green dan berbahan satin yang mengkilap.

__ADS_1


Rambut coklat kemerahannya yang pendek sedikit dia gulung ke belakang. Riasannya begitu natural, wajahnya cantik namun memiliki karakter tegas. Dan siapa saja yang melihat wajahnya, tak akan pernah merasa bosan.


"Yuna sayang, ayo keluar. Sudah ada Jonathan dan juga Wilson lho." seorang wanita paruh baya yang berusia kira-kira 45 tahun mulai memasuki kamar dengan dipenuhi dengan nuansa putih itu.


"Iya, Ibu. Aku akan segera menyusul. Ibu duluan saja." Yuna menyauti dan masih terlihat memakai sebuah anting.


"Baiklah. Jangan lama-lama ya. Kasihan teman-temanmu." sahut ibunya sedikit membenarkan gaun sisi belakang yang sesang dipakai oleh putri keduanya.


"Iya, Ibu."


"Oh iya ... Yuna sayang. Tetangga kita yang bernama Wilson ramah, baik, tampan dan mapan. Dia juga bekerja sebagai under boss di Doragonshadou bukan?" celutuk ibu Yuna.


"Iya, Ibu. Wilson bekerja disana. Dan dia memang sangat ramah dan baik. Tak seperti saat dia sedang bekerja. Dia begitu keras dan tegas. Kecuali saat menghadapi boss utama dia." sahut Yuna yang kini mulai memoleskan sebuah lip tint berwarna pink natural pada bibirnya yang mungil dan sebenarnya sudah merah alami itu.


"Sayang. Mengapa kamu tidak bersama Wilson saja? Ibu lihat dia menyukaimu lo." ucap ibu Yuna begitu sumringah.


"Darimana ibu tau?" tanya Yuna yang mulai menutup lip tint itu dan meletakkan dinmeja riasnya kembali.


"Sangat terlihat dari cara dia menatapmu, Putriku. Percayalah dengan ibu. Jika dia menyatakan padamu, maka jangan tolak dia. Di jaman sekarang begitu susah mencari pemuda yang baik dan tulus." ucap ibu Yuna yang kini memegang kedua bahu Yuna dan tersenyum menatap putri keduanya melalui cermin di hadapannya.


"Karena dia pria yang cukup sibuk, Yuna sayang. Dia memiliki jabatan tinggi di Doragonshadou. Dia selalu berangkat pagi dan pulang begitu larut." ucap ibu Yuna bersikeras.


"Mengapa ibu mengetahui semua itu?" selidik Yuna tersenyum menatap ibunya.


"Wilson yang bercerita kepada ibu. Oh iya, ibu lupa mengatakannya kepadamu, Sayang. Akhir pekan kemarin dia bertamu cukup lama di rumah."


"Akhir pekan?"


"Hhm. Akhir pekan kemarin dia bertamu cukup lama."


Akhir pekan kemarin aku tidak berada di rumah, dan seharian bersama tuan Kagami Jiro. Pantas saja aku tidak mengetahuinya.


Batin Yuna sambil merapikan pinggiran ramputnya.

__ADS_1


"Baiklah. Mari turun bersama. Kamu sudah terlihat begitu cantik. Wilson akan semakin terpana melihatmu, Sayang." goda ibu Yuna dengan tertawa kecil.


"Ibu ada-ada saja. Dia tak akan menyukai gadis sepertiku deh. Aku bukanlah sebanding dengan dia, Ibu. Dia pasti akan lebih menyukai gadis yang dewasa, cantik, dan anggun. Tidak sepertiku yang anggun hanya dalam momen-momen tertentu." tawa kecil mulai menghiasi di antara keduanya.


Namun meskipun begitu, sebenarnya ibu Yuna begitu mengharapkan Yuna agar dekat dengan Wilson. Karena selain alasan yang tadi ibu Yuna jelaskan, Wilson adalah putra satu-satunya di dalam keluarganya yang cukup terpandang.


Menjadi putra tunggal di dalam keluarga besarnya, tentu akan sangat menguntungkannya. Karena semua ahli waris tentu saja otomatis akan jatuh padanya.


Ibu dan anak itu mulai meninggalkan kamar Yuna dan mulai mendatangi ruangan makan dan bergabung bersama ayah Yuna, Jonathan dan juga Wilson.


Jonathan dan Wilson yang menyadari kehadiran Yuna bersama ibunya seketika terus menatap lekat Yuna. Seakan keduanya begitu terpesona melihat penampilan Yuna malam hari ini. Padahal hanya sedikit memakai gaun mewah dan menambah riasan make up-nya saja.


"Ayah ..." Yuna yang baru saja datang segera memeluk ayah tersayangnya dari belakang.


Ayahnya memegang kedua lengan Yuna dan tersenyum hangat, "Ayo kita mulai makan malamnya bersamanya."


"Hhm. Iya, Ayah." Yuna segera melepas pelukannya dan duduk di samping Jonathan. Sementara di seberangnya ada Wilson yang sedari tadi menatap Yuna seolah begitu tersihir oleh Yuna.


"Hai, Wilson! Kau sudah datang rupanya." ucap Yuna berbasa-basi dengan senyum lebar menatap Wilson.


"Ahaha ... iya. Aku baru saja datang kok." sahut Wilson berbohong.


Padahal udah satu jam yang lalu dia datang, dan berbincang dengan ayah Yuna.


"Kau hanya menyapa Wilson, Yuna? Jahat sekali kamu ya!" Jonathan sedikit mendengus kesal.


"Ahaha ... bukan begitu, Jonathan! Tentu saja aku akan menyapamu! Hanya saja kau tak sabaran dan malah lebih dulu memprotesku." Yuna terkekeh dan menepuk bahu Jonathan.


"Baiklah. Mari kita mulai makan malamnya." ucap ibu Yuna lalu mengambilkan sebuah sup untuk suaminya. "Makanlah sepuasnya ya. Karena malam ini tante masak begitu banyak." imbuhnya dengan sangat ramah.


"Baik, Bibi." sahut Wilson dan Jonathan bersamaan.


Ting tong ...

__ADS_1


Belum sempat mereka menikmati makan malamnya, tiba-tiba saja bel rumah Yuna mulai berbunyi. Menandakan sedang ada tamu di luar.



__ADS_2