
"Yuna, apa kau di dalam?" terdengar suara panggilan seorang pria dari luar kamar mandi
Dan itu semua sungguh membuat Yuna begitu terkejut dan tersentak hingga akhirnya Yuna dengan panik mencari sebuah handuk. Karena begitu panik dan terburu-buru, akhirnya Yuna malah terpeleset dan terjatuh begitu saja.
BUUGGHH ...
"Argghh ..." erang Yuna yang sudah terjatuh di atas lantai masih dalam keadaan shower yang masih menyala.
"Yuna, apa kau baik-baik saja?!" Kagami Jiro berteriak dari luar dan terdengar begitu panik.
Yuna hanya terdiam dan tak menjawab panggilan Kagami Jiro karena masih begitu panik. Yuna hanya berusaha untuk segera bangun kembali untuk mengambil sebuah handuk untuk menutupi tubuhnya, namun sepertinya kaki kirinya terkilir dan Yuna kesulitan untuk bangkit kembali.
"Oh sial! Bagaimana ini? Mengapa pria itu datang dengan tiba-tiba seperti itu? Membuatku begitu terkejut saja!" sungut Yunaa yang masih berusaha untuk segera bangun kembali.
"Yuna apa kau baik-baik saja? Apa kau mendengarku?" teriak Kagami Jiro lagi.
"Aduh bagaimana ini? Seharusnya aku lebih berhati-hati tadi! Sekarang kakiku tak bisa bergerak karena sakit." gumam Yuna yang sudah mencoba untuk bangkit, namun malah kembali terjatuh.
"Yuna! Kalau kau diam saja, maka aku akan mendobrak pintu ini!" terial Kagami Jiro lagi.
Ahh ... bagaimana ini? Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Batin Yuna yang terlihat semakin panik saja.
"Aku akan menghitung sampai hitungan ketiga. Aku akan mendobrak pintu ini!" teriak Kagami Jiro lagi mengingatkan. "Satu ..." imbuhnya mulai menghitung.
"Jangan! Jangan masuk! Aku baik-baik saja! Jangan mendobrak pintu itu!" akhirnya Yuna menyauti dengan berteriak juga.
"Dua ..." ucap Kagami Jiro terus menghitung.
"Jangan masuk! Jangan mendobrak pintu itu!" teriak Yuna semakin panik.
"Apa yang sedang kau lakukan di dalam? Mengapa daritadi hanya diam dan tak menjawabku?" ucap Kagami Jiro kembali mengurungkan niatnya untuk mendobrak pintu itu.
"Tentu saja aku sedang mandi. Memang apa lagi yang mau aku lakukan di dalam kamar mandi?!" sahut Yuna dengan asal.
"Cepat keluar atau aku akan benar-benar mendobrak pintu ini!" ucap Kagami Jiro mulai mengancam kembali, karena sebenarnya Kagami Jiro sedikit khawatir dengan Yuna, karena sempat terdengar suara Yuna yang sedang terjatuh.
__ADS_1
"Ahh ... iya-iya! Aku akan segera keluar." ucap Yuna yang mulai berusaha untuk bangun kembali.
Namun lagi-lagi Yuna tak bisa melakukannya dengan baik, dan malah kembali terjatuh.
"Ahh ... mengapa secepat ini rasa sakit karena terkilir. Biasanya akan terasa setelah beberapa saat." keluh Yuna pelan.
"Aku akan mulai menghitung kembali. Jika dalam hitungan ketiga kamu masih belum juga keluar, maka aku akan benar-benar mendobrak pintu ini." ucap Kagami Jiro kembali menandaskan.
Spontan saja, Yuna kembali panik dalam hitungan detik.
"Satu ..." Kagami Jiro mulai berhitung kembali.
Sial ... pria itu benar-benar menyebalkan. Bagaimana ini?
Batin Yuna yang masih sangat panik dan hanya menatap nanar handuk yang berada pada gantungan yang berada cukup jauh darinya.
"Dua ..." ucap Kagami Jiro melanjutkan menghitung.
"Tuan! Aku mohon jangan masuk! Kakiku hanya sedang terkilir, dan aku tidak bisa bangun dan berjalan ...." ucap Yuna akhirnya.
"Mengapa tak bilang daritadi agar aku lebih cepat untuk membantumu?" teriak Kagami Jiro yang mulai bersiap untuk mendobrak pintu kamar mandi itu.
Kagami Jiro menepuk jidatnya karena merasa begitu pusing.
"Kalau aku tidak masuk, lalu bagaimana aku bisa menolongmu, Yuna?" ucap Kagamk Jiro sedikit frustasi.
"Tapi aku sedang tidak memakai apapun saat ini ..." ucap Yuna lagi
"Baiklah, aku akan masuk dan memejamkan mataku untuk memberimu pakaian. Tunggu sebentar." ucap Kagami Jiro mulai mencari sesuatu di dalam kamarnya.
Apanya yang memejamkan mata? Pasti itu hanyalah siasat buruknya lagi dan pasti dia akan mencari sebuah keuntungan. Ahh, betapa sialnya nasibku!
Batin Yuna menggurutu di dalam hatinya.
Setelah beberapa saat mulai terdengar beberapa suara hentakan seakan pintu itu sedang berusaha untuk dibuka secara paksa.
BUUGGHH ...
__ADS_1
BAAGGHH ...
Meskipun posisi Yuna saat ini adalah membelakangi pintu kamar mandi, namun itu tetap saja membuat Yuna begitu panik dan semakin beringsut menunduk dan berusaha untuk menutupi beberapa bagian dari tubuhnya dengan menggunakan kedua tangan dan kakinya.
Sial! Ini adalah hari terburukku dalam seumur hidupku!
Batin gadia cantik itu semakin menunduk dan membungkuk.
BRRAAKK ...
Setelah beberapa saat akhirnya pintu kamar mandi itu berhasil dibuka paksa oleh Kagami Jiro. Dan tak sengaja Kagami Jiro sekilas melihat bagian belakang tubuh Yuna saat baru saja memasuki kamar mandi ini. Namun Kagami Jiro segera menutupi kedua matanya dengan jemari kirinya.
Oh sial! Betapa susahnya menahannya! Sudah lama sekali aku menginginkan gadis ini, dan sekarang dia tak mengenakan sehelai benang di hadapanku! Oh .. **** ..
Batin Kagami Jiro berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dan melawan sebuah gejolak di dalam hatinya.
Perlahan Kagami Jiro mulai melenggang mendekati Yuna dan mulai mengulurkan sebuah jubah mandi berwarna putih untuk Yuna.
"Pakailah dulu dengan benar!" setelah memberikan jubah mandi itu untuk Yuna, Kagami Jiro mulai berbalik membelakangi Yuna dan memberikan waktu untuk Yuna memakai jubah mandi itu terlebih dulu.
Yuna segera menerimanya dan memakainya secepat mungkin, hingga terakhir Yuna mulai mengikat pengikat pada bagian perutnya.
"Aku sudah selesai." ucap Yuna yang kini sudah duduk membelakangi Kagami Jiro yang masih berdiri dengam tegap.
Kagami Jiro mulai berbalik dan menunduk hingga akhirnya tanpa meminta ijin, Kagami Jiro mulai menggendong depan Yuna bak seorang pangeran yang sedang menggendong sang putri.
"Tu-tuan ..." sergah Yuna merasa kikuk kembali.
"Sudah, jangan menolakku! Kakimu sedang sakit karena terkilir dan tidak bisa untuk berjalan bukan?" pertanyaan retoris itu dilontarkan oleh Kagami Jiro dan hanya membuat Yuna mengunci mulutnya kembali, karena semua itu adalah benar.
Kagami Jiro mulai membawa Yuna menuju ke kamarnya lagi dan mendudukkannya di atas sofa.
"Tunggu sebentar dan jangan kemana-mana! Aku akan mengambil air hangat untuk merendam kakimu." ucap Kagami Jiro lalu melenggang begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Yuna.
"Huftt ... memang aku mau kabur kemana lagi? Toh kakiku sedang sakit dan tak bisa untuk berjalan saat ini." sungut Yuna mendengus kesal sambil menatap punggung Kagami Jiro yang sudah mulai menjauh darinya.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Kagami Jiro mulai datang kembali dengan membawa sebuah baskom berukuran sedang yang sudah berisi dengan air hangat.
__ADS_1
Kagami Jiro mulai meletakkan baskom itu di dekat kaki Yuna, "Rendam dulu kakimu yang terkilir!"