Casanova In Love

Casanova In Love
Bertemu Dengan Wilson Kembali


__ADS_3

Yuna yang sudah mengenakan mengenakan balutan gaun panjang berwarna peach lembut kini sudah datang bersama dengan Christal yang juga mengenakan sebuah gaun selutut berwarna sweet purple yang juga begitu manis.


Kedua wanita ini terlihat begitu memukau dan cantik dengan polesan make up natural. Karena Yuna sendiri kurang menyukai make up bold yang terlalu mencolok. Liptint yang sering diaplikasikan pun juga berwarna natural dan lembut, bahkan dari sekian koleksinya warna-warna liptint itu hampir sama semuanya.


Sedangkan Christal juga tak jauh berbeda dengan Yuna. Christal biasanya hanya mengenakan pelembab wajah secukupnya dan menaburinya tipis dengan bedak berwarna natural juga. Dan liptint maupun lipgloss yang dikenakannya juga berwarna lembut.


Kedua baby sitter juga terlihat melenggang di belakang Yuna dan Christal. Masing-masing sudah menggendong pangeran kecil Kenzi dan Kenzou yang sedang asyik bermain dengan mainan bayinya masing-masing.


Kagami Jiro yang menyadari kedatangan mereka yang sedang menuruni tangga dengan karpet merah yang memiliki ukiran klasik itu mulai menantikan kedua gadis cantik dan putra kembarnya di bawah tangga untuk menyambut mereka.


"Hallo, Sayang." sapaan hangat itu diberikan oleh Kagami Jiro untuk Yuna dan mulai melakukan ritual seperti biasanya saat baru bertemu bersama Yuna. "Christal temani ibu dulu menyambut para tamu." imbuh Kagami Jiro mulai beralih menatap Christal.


"Baik, Kak." sahut Christal lalu mulai melenggang meninggalkan mereka dan segera menyusul Aiko.


Kini Kagami Jiro mulai menggendong Kenzie, sedangkan Kenzou mulai digendong oleh Yuna. Dan mereka mulai melenggang bersama untuk kembali menyambut para tamu undangan yang tentunya juga ingin bertemu dan melihat kedua pangeran kembar kecil itu, cucu dari keluarga besar Kagami.


"Wah, lucu sekali mereka berdua." ucap salah satu tamu undangan itu terlihat begitu gemas saat melihat kedua pamgeran kembar kecil itu.


"Manisnya. Benar-benar sangat mirip dengan ayahnya yang sangat tampan dan rupawan." imbuh salah satu tamu undangan yang masih terlihat cukup muda.


Pujian itu sebenarnya terdengar cukup janggal dan sempat membuat Yuna merasa tak dipandang oleh tamu itu. Namun Kagami Jiro yang peka dan memahami perasaan Yuna tentu saja langsung peka dengan cepat.


Dan Kagami Jiro mulai merangkulkan lengan kanannya untuk meraih tubuh Yuna dan semakin mendekatkan padanya.


"Kedua putra kembarku tentu saja akan mirip denganku. Namun dia juga akan mewarisi kehangatan dari ibunya. Karena si kembar pastinya adalah perpaduan dari kami berdua." ucap Kagami Jiro dengan senyum lebar menatap Yuna lalu beralih menatap kedua tamu itu. "Baiklah sebaiknya nona menikmati penjamuannya. Kami akan menyabut tamu lainnya dulu. Mari, Sayang!" imbuh Kagami Jiro mulai menggiring Yuna untuk meninggalkan kedua tamu itu.


Kagami Jiro mulai mengajak Yuna ke tempat yang lebih sepi dan mulai memberikan segelas minuman manis yang baru saja diantarkan oleh seorang pelayan

__ADS_1


"Minumlah dulu, Sayang!" ucap Kagami Jiro kepada Yuna dan mulai memberikan kedua putra kembarnya kepada kedua baby sitter lagi karena kedua bayi kembar itu sudah mulai mengantuk.


"Tolong bawa mereka ke kamar. Sepertinya mereka sudah mau tidur kembali." titah Kagami Jiro kembali kepada kedua baby sitter itu.


"Baik, Tuan." sahut kedua baby sitter itu mulai berlalu bersama si kembar Kenzi dan Kenzou yang sudah digendongnya.


Sementara Yuna masih berusaha untuk menghabiskan jus jeruknya yang hanya tersisa sedikit itu. Entah saking hausnya, saking lelahnya, atau saking kepanasan karena merasa kesal karena ucapan dari tamu itu.


"Sayang. Apakah kamu begitu haus? Aku akan meminta pelayan untuk mengambilkan minuman lagi? Kamu mau apa? Jus atau apa?" tanya Kagami Jiro menawari.


"Tidak. Terima kasih. Ini sudah cukup kok." jawab Yuna sambil meletakkan sebuah gelas bening yang sudah kosong itu di atas sebuah meja.


"Tuan Kagami Jiro, Yuna!" sebuah sapaan kini mulai terdengar dan beberapa detik kemudian pemilik suara itu mulai menampakkan dirinya di hadapan mereka berdua.


Rupanya dia adalah Wilson, dan di sebelahnya sudah ada Sean. Mereka berdua berpakaian dengan sangat rapi dengan setelan jas juga. Rambutnya juga disisir rapi kesamping dan mengenakan minyak rambut.


"Hai, Wilson! Lama tidak melihatmu. Apa kabar?" celutuk Yuna penuh binar menatap Wilson.


"Kabarku baik. Bagaimana dengan kabarmu, Yuna?" balas Wilson balik bertanya yang juga terlihat behagia saat bertemu kembali dengan Yuna.


"Kabarku baik juga kok. Kamu kemana saja, sudah lama aku tak melihatmu." tanya Yuna cukup penasaran.


Karena sudah cukup lama Yuna tak melihat Wilson. Bahkan dihari pernikahannya saja, Wilson hanya datang sebentar. Dan pertemuan terakhir Yuna dengan Wilson adalah saat mereka di kantor polisi, saat Kagami Jiro ditahan.


"Sebenarnya aku hampir saja dikirim ke Afrika saat itu agar ..."


"Cari mati kamu, Wilson?!" potong Kagami Jiro penuh dengan penekanan dan terdengar sangat tegas.

__ADS_1


Sebenarnya setelah kejadian di kantor polisi itu, Kagami Jiro kembali cemburu buta kepada Wilson.


Flash back on ...


"Tuan Kagami Jiro memanggilku?" tanya Wilson yang sudah memasuki ruangan Kagami Jiro karena tiba-tiba saja Kagami Jiro memanggilnya.


"Hhm. Selama 10 bulan aku akan menugaskanmu ke luar dari Yokohama! Kamu pergilah ke Kyoto dan urus klan Kyoto dan sekitarnya." titah Kagami Jiro tiba-tiba.


"Selama 10 bulan? Mengurus klan Hokkaido dan sekitarnya?" tanya Wilson yang sebenarnya cukup terkejut dengan tugas mendadak ini.


"Mengapa? Apa kamu keberatan? Katakan apa pendapatmu!"


"Memang apa yang terjadi di Hokkaido, Tuan? Dan mengapa aku harus berada disana selama 10 bulan?" tanya Wilson masih ingin mengetahui alasan dari Kagami Jiro yang tiba-tiba saja memberikan keputusan ini untuk mengirimnya ke Hokkaido dalam waktu yang cukup lama itu.


"Hhm ... melihat tanggapanmu yang seperti ini, sepertinya kamu terlihat begitu keberatan ya." gumam Kagami Jiro mulai menautkan kedua jemarinya dan memicingkan sepasang mata kecoklatannya menatap lekat Wilson, seorang pria yang suda bekerja cukup lama dan mengabdi untuk Doragonshadou sebagai seorang under bos.


"Hhm ... begini saja, Wilson. Aku akan mengirimmu ke Afrika saja dan mungkin kamu akan lebih menyukainya bukan?" imbuh Kagami Jiro lagi tersenyum misterius menatap Wilson.


"Afrika?" gumam Wilson begitu syok dengan sepasang matanya yang sudah membulat dengan sempurna, marena merasa masih tak percaya jika Kagami Jiro sedang berniat untuk mengasingkan dirinya dari kota Tokyo dan sekitarnya.


Entah Wilson sudah membuat sebuah kesalahan apa, namun saat itu Wilson memang tak memahami kesalahannya.


"Siapkan dirimu untuk pemberangkatan ke Afrika besok!" titah Kagami Jiro lagi mulai duduk dengam tegap dan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Ti-tidak, Tuan!" ucap Wilson dengan cepat. "Aku akan segera berangkat ke Hokkaido!" imbuhnya karena tak mungkin Wilson lebih memilih untuk diasingkan ke Afrika.


Seringai menis itu kini mulai menghiasi wajah Kagami Jiro dan memperlihatkan sebuah kepuasan karena akan menjauhkan Wilson dan Yuna kembali, yang mungkin saja mereka bisa bertemu lagi sewaktu-waktu jika Wilson masih berada di Tokyo.

__ADS_1


Flash back off ...


__ADS_2