
Amane mulai menghidupkan ponselnya kembali setelah tadi ponsel itu sempat mati karena kehabisan baterai.
Ada sebuah pesan masuk yang membuatnya kembali berdebar. Yeap, pesan yang dikirimkan oleh seorang pemuda yang kini membuat jantungnya berdetak bagaikan drum lagi. Sebuah pesan dari Kagami Jiro untuknya.
Amane, ponselmu seharian tak bisa dihubungi. Bahkan beberapa hari ini aku juga tidak bisa menghubungimu. Apa kau baik-baik saja? Hubungi aku jika kau sudah membaca pesanku. Kagami Jiro.
"Mengapa dia mencariku dan terlihat seakan dia mengkhawatirkan aku? Aku harus bagaimana sekarang?" gumam gadis cantik itu terlihat semakin kebingungan. "Tidak ... aku tidak siap untuk menghubunginya! Sebaiknya tidak usah aku balas dan biarkan saja. Mungkin dia akan mengira aku sudah tidur! Benar sekali!"
Amane mulai meletakkan ponselnya di atas meja dan segera berusaha untuk segera tidur. Tak butuh waktu lama, akhirnya dia segera tertidur begitu saja.
...⚜⚜⚜...
Di sebuah gedung yang cukup besar dan megah, dengan bertuliskan KA Parfume pada dindingnya yang kokoh. Terlihat seorang gadis berambut pirang panjang dan sedikit bergelombang dengan balutan sebuah blazer berwarna navy dipadukan dengan celana putih dengan design berkancing mulai dari bagian perut.
Gadis itu terlihat sedang melayani beberapa pengunjung yang sedang mencari beberapa parfum dengan ramah dan senyum yang selalu terukir pada wajah ayunya.
Setelah beberapa saat, seorang pemuda dengan setelan jaz super mewahnya mulai melenggang dengan langkah lebar dan dada yang sedikit membusung ke depan dengan kedua tangan yang dimasukkan pada saku celananya.
Pemuda tampan berambut hitam pekat dan lurus itu kini mulai melenggang menghampiri seorang gadis berambut pirang itu.
"Selamat datang. Ada yang bisa saya ... ban-tu ..." ucap gadis itu dengan cepat menyambut kedatangan pemuda itu, namun dia tidak bisa melanjutkan ucapannya dengan keren dan sempurna, karena setelah menatap pemuda itu, ucapannya menjadi sedikit terbata. Bahkan gadis itu juga terlihat begitu shock.
Pemuda tampan itu kini tersenyum manis menatap gadis bermata seperti safir kehijauan itu, "Bantu aku memilih sebuah parfum!" perintahnya dengan manis.
"Ba-baik. Ingin mencari parfum untuk karakter pemakai yang bagaimana?" tanya gadis itu dengan ramah.
"Tolong carikan parfum untuk seorang yang mempunyai kepribadian begitu lembut, kalem, dewasa dan sedikit misterius!" perintah pemuda tampan itu.
"Apakah dia seorang gadis?" tanya gadis cantik itu berusaha untuk tetap bersikap profesional.
"Yeap. Gadis cantik dan memiliki kulit begitu bersih dan lembut." sahut pemuda itu masih tersenyum dengan manis menatap gadis itu.
"Baiklah. Mohon tunggu sebentar, Tuan." ucap gadis itu lalu undur diri dan segera mencari sebuah parfum yang tepat di sebuah lemari kaca yang dipenuhi dengan berbagai macan jenis parfum.
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya gadis itu sudah kembali dengan membawa sebuah botol kaca bening yang memiliki bentuk begitu unik. Botol itu berisi dengan sebuah parfum berwarna keemasan.
"Parfum Sweet Shine ini akan sangat cocok untuk gadis seperti karakter yang tuan katakan." ucap gadis itu sambil menyodorkan sebotol parfum itu untuk pemuda itu.
"Baiklah. Aku akan ambil yang itu. Berapa harganya?"
"20.000 yen ( 23 juta rupiah ), Tuan."
"Baiklah. Ini ..." pemuda itu mengeluarkan sebuah black card dari dalam dompetnya lalu memberikannya untuk gadis itu untuk membayar parfum itu.
"Baiklah. Mari, Tuan." gadis cantik itu menerimanya dengan ramah dan segera melenggang dengan begitu anggun untuk pergi ke kasir.
Sementara pemuda itu mulai mengikutinya dari belakang hingga akhirnya mereka sampai di meja kasir. Gadis cantik itu mulai menggesekkan black card milik pemuda itu pada sebuah alat electronic data captured, lalu mempersilakan pemuda itu untuk memasukkan beberapa pin.
Setelah pembayaran berhasil, gadis cantik itu segera membungkus parfum itu dengan sebuah tote bag yang berukuran begitu mungil dan lucu lalu menyodorkannya bersama black card itu untuk pemuda itu.
Pemuda tampan itu hanya tersenyum dan menerima black card miliknya saja, lalu menyimpannya kembali di dalam dompetnya. Lalu pemuda ini mengatakan hal yang membuat gadis itu begitu terkejut dan menjadi salah tingkah kembali.
"Parfum ini untukmu, Amane. " ucap pemuda itu semakin tersenyum begitu manis menatap Amane.
"Terima kasih. Tapi aku ..."
"Sekarang aku mau berbicara denganmu sebentar. Apa kau punya waktu, Amane?" ucap pemuda itu lagi.
"Ah ... iya. Tunggu saja aku di kafe di depan toko ini. Aku akan menyusul setelah merapikan ini sebentar." sahut gadis itu.
"Hhm. Baiklah. Aku akan menunggumu di cafe depan." pemuda itu melayangkan senyum manisnya sebelum dia melenggang dan meninggalkan tempat itu.
Gadis bernama Amane itu kini mengambil napas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.
Mengapa Jiro tiba-tiba saja datang dan mencariku? Bahkan memberiku hadiah meski dia membelinya dari tokoku sendiri. Apa yang ingin dia katakan padaku?
Batin Amane yang kini mulai melenggang meninggalkan toko parfumnya dan segera pergi ke cafe di depan toko parfumnya untuk menyusul Kagami Jiro.
__ADS_1
Amane mulai mencari sosok pemuda itu, dan ternyata pemuda tampan itu mengambil tempat duduk di pojok belakang. Dengan langkahnya yang begitu anggun, gadis cantik bermata hijau safir itu mulai melenggang dan menghampiri Kagami Jiro.
"Maaf agak lama. Tiba-tiba saja ada pelanggan yang ingin dilayani." ucap gadis itu dengan ramah lalu duduk di seberang Kagami Jiro.
"Kau adalah owner dari KA Parfume. Mengapa harus selalu stay dan membantu para staff?" tanya Kagami Jiro menatap lekat Amane.
"Ah itu karena aku hanya ingin membantu saja daripada bosan di waktu luang."
"Hhm. Kau pemimpin yang baik dan patut ditiru!" puji Kagami Jiro dengan seulas senyum.
"Terima kasih." sahut Amane sedikit tersipu malu.
"Hmm. Amane mengapa kau tidak membalas pesanku?" tanya pemuda itu masih memperlihatkan senyum manisnya.
"Ah ... itu karena aku sibuk bekerja." kilah Amane asal.
"Bahkan di waktu luang seperti ini, kau juga tidak bisa menghubungi atau membalas pesanku, Amane? Dan kau malah bekerja dan membantu pekerjaan para staff ..." celutuk pemuda itu lagi.
Nah loh ... sekarang mau jawab apa, Amane? Jangan sekali-kali bersilat lidah dan berusaha untuk membohongi seorang Kagami Jiro, karena itu akan sia-siap saja.
"Uhm ... itu ... maaf, Jiro. Ponselku mati karena kehabisan baterai." jawab Amane seadanya.
"Apakah setiap hari kehabisan baterai?" ucap Kagami Jiro yang terus mengejar.
"Eh ... tidak ... bukan seperti itu ..."
"Lalu?"
"Ehm ... itu ... sebenarnya ..."
"Katakan, ada apa? Mengapa kau menghindariku setelah malam itu? Apa malam itu aku begitu mengecewakanmu? Katakan padaku ... bagian mananya yang membuatmu tidak puas?" ucapan Kagami Jiro kini sukses membuat wajah ayu Amane menjadi merona dan begitu merah seperti tomat.
"Jiro ..."
__ADS_1
Jiro ... jika saja kamu mengakui kamu salah dan meminta maaf kepadaku ... jika saja kamu mau bertanggung jawab atas perbuatanmu tanpa aku harus memaksamu ... maka aku akan membatalkan lamaran senior Kin Izumi ...
Batin gadis cantik itu yang kini hanya menunduk dan meremas pakaiannya tanpa sepatah kata apapun.