
Kagami Jiro segera kembali ke ruang tengah. Kali ini dia berusaha mengusir rasa bosannya dengan menghidupkan TV dan menyaksikan sebuah siaran TV sambil menunggu Igor.
Sebuah acara TV sedang menayangkan sebuah acara seleksi untuk menjadi trainee di sebuah perusahaan besar entertaiment di Beijing. Ratusan, bahkan ribuan peserta yang mengikiti audisi itu dari berbagai kota.
Seorang bintang akan segera terlahir. Dan inilah tahap pertama dari pencarian bintang itu ...
Seorang MC pada acara itu mulai membuka acara tersebut dan Kagami Jiro dengan malasnya mengganti channel lainnya.
"Bintang apanya? Hanya bermodal tampan dan cantik tanpa memiliki kekuatan otot dan ketrampilan bela diri mana berguna!" Kagami Jiro mendengus begitu kesal menanggapi acara itu. "Rela bersaing dan mengalahkan ribuan orang hanya untuk menari dan menyanyi di atas panggung saja? Cih ... mengapa mereka mau melakukan semua itu." imbuhnya masih kesal.
Sesekali Kagami Jiro mulai mengambil ponselnya untuk memeriksa sesuatu. Namun sampai saat ini belum ada satupun pesan atau panggilan dari seseorang.
Setelah beberapa saat akhirnya bel apartemen kamarnya mulai berbunyi, menandakan sudah ada seorang tamu yang sedang berada di luar. Kagami Jiro segera melenggang untuk membukakan pintu itu.
CEKKLLEEKK ...
Terlihat seorang pria dengan pakaian hangat sudah berdiri di balik pintu dan membawakan beberapa bingkisan yang sudah dia jinjing dengan kedua tangannya. Kagami Jiro menatap pria itu dengan begitu kesal.
"Tiga puluh menit lewat dua belas detik! Kau terlambat dua belas detik, Igor!" Kagami Jiro berkacak pinggang dan masih menatap Igor dengan begitu kesal.
"Ma-maafkan aku, Tuan. Antrian kasirnya sangat panjang. Ini saja aku sudah menyerobot beberapa orang, Tuan Jiro." ucap Igor berusaha untuk menjelaskan.
"No reason! Sekarang berikan semua itu untukku!" Kagami Jiro menengadahkan tangannya dan Igor segera menyerahkan bingkisan-bingkisan itu untuk Kagami Jiro. "Besok kamu sudah harus melengkapi persediaan di lemari penyimpananku! Jangan sampai ada satu rak yang masih kosong!" imbuh Kagami Jiro memerintahkan.
__ADS_1
"Ba-baik, Tuan Jiro. Dipahami. Aku akan melakukannya dengan baik." jawab Igor dengan nada rendah dan merasa sedikit lega karena Kagami Jiro tidak memberikan hukuman yang berat untuknya.
"Sekarang cepat pulanglah kembali! Istrimu sudah menunggumu untuk ronde selanjutnya!" ucqp Kagami Jiro dengan asal dan sudah bersiap untuk menutup pintu kamar apartemennya kembali.
"Baik, Tuan Kagami Jiro. Terima kasih banyak.' sahut Igor begitu merasa beruntung dan membungkukkan badannya beberapa kali.
"Hhm ..." jawaban singkat Kagami Jiro lalu menutup keras pintu kamar apartemennya.
BBLLAAMM ...
Igor yang masih berada di depan pintu sedikit tersentak karena kaget. Namun wajahnya terlihat begitu berseri dan dihiasi dengan senyuman. Lalu Igor memutuskan untuk segera pulang kembali dan menemui istrinya kembali.
Sementara itu ...
Gelas untuk ini memiliki bentuk ebih bulat. Tangkainya cukup kecil, sehingga banyak yang meminumnya dengan memegang badan gelas. Sebenarnya ada dua jenis gelas untuk menikmati anggur merah, yaitu Bordeaux dan Burgundy.
Gelas Bordeaux digunakan untuk menikmati anggur merah sejenis Cabernet, Merlot dan jenis minuman yang kuat lainnya. Sedangkan gelas burgundy dibuat untuk anggur yang rasanya lebih lembut.
Tidak hanya itu, aroma dan rasa dari red wine benar-benar didukung oleh gelas ini, karena bentuk badannya yang lebar. Dan disaat menikmati red wine dengan menggunakan gelas ini akan membuat hidung si peminum bisa ikut masuk ke dalam gelas, dan bisa menikmati aromanya.
Sebenarnya cukup banyak koleksi gelas di apartemen Kagami Jiro, seperti banquet crystal, twiggy crystal, banquet white wine yang biasa dia gunakan untuk menikmati white wine.
Lalu ada juga koleksi pribadi Kagami Jiro jenis gelas untuk menikmati champagne. Untuk menikmati jenis minuman itu, sering juga menggunakan flute. Bentuknya bagian atas lebih ramping dan bagian bawahnya lebih besar. Kaki gelas lebih tinggi dan semakin ke atas semakin mengecil. Gelas ini dibuat dengan bibir gelas yang jauh lebih sempit, apalagi dibandingkan dengan gelas anggur merah. Hal ini agar gelembung dari sparkling wine tidak cepat hilang dan keluar dari gelas.
__ADS_1
Koleksi gelas Kagami Jiro lainnya adalah rose wine, gelas ini sering digunakan khusus untuk white wine. Gelas ini memiliki bentuk bagian bawahnya menggembung bahkan terkesan meliuk. Sedangkan bagian atasnya sedikit melebar. Hal itu ditujukan agar dapat menikmati aroma yang kuat dan khas dari rose wine.
Dan gelas terakhir yang menjadi salah satu koleksi Kagami Jiro adalah gelas sherry. Ciri khas dari gelas ini adalah bagian wadah di dalamnya lebih dalam dari gelas biasa, serta lebih menggembung, sedangkan tangkainya lebih pendek. Gelas ini digunakan untuk menikmati minuman yang aromatik.
Ya sudah tidak perlu dibahas lagi masalah pergelasan. Karena sebenarnya gelas-gelas itu memang sangat unik dan memiliki bentuk dan desain yang berbeda-beda dan tentu saja memiliki maksud dan tujuan. Dan lagi setiap gelas akan digunakan untuk jenis minuman yang berbeda-beda, menurut jenis minumannya dan tingkat kekerasannya.
Sekarang kita kembali lagi melihat pria casanova yang sedang dimabuk red wine karena sedang dimabuk cinta, atau lebih tepatnya karena dia begitu frustasi karena penolakan dari sang gadis bernama Yuna ( sebenarnya belum resmi ditolak sih).
Tak terasa Kagami Jiro sudah menghabiskan beberapa botol red wine, hingga akhirnya kesadarannya sudah mulai hilang dan dia mulai menjatuhkan kepalanya di atas meja.
Tiba-tiba bel apartemennya kembali berbunyi, dan itu berarti saat ini sedang ada yang bertamu dan sudah menunggu di luar apartemen. Kagami Jiro yang masih sedikit sadar akhirnya mengangkat kepalanya kembali dan bergumam pelan.
"Ada apa lagi Igor datang kembali? Benar-benar mengganggu saja!" pria pemilik pupil kecoklatan itu mulai bangkit dan berjalan sempoyonganke arah pintu utama.
Sebelum membuka pintu itu, Kagami Jiro melihat melalui sebuh monitor kecil untuk melihat siapa sebenarnya tamu itu. Terlihat seorang gadis dengan pakaian super mini sedang berdiri di depan pintu apatemen dan sedang menunggu untuk segera dibukakakan.
"Yuna ... benarkah itu kamu ..." gumam Kagami Jiro lalu mulai tersenyum begitu berbinar.
Rasanya begitu berbunga-bunga saat Yuna datang ke apartemennya. Dengan begitu bersemangat dan tak sabaran Kagami Jiro mulai membukakan pintu itu untuk gadis yang saat ini sudah cukup meracuni hidupnya.
CEKKLLEKK ...
Gadis berambut blonde dan berpakaian super sexy dan menantang itu mulai melemparkan tersenyum manisnya dan lekas mendekati Kagami Jiro.
__ADS_1
"Yuna ... kau datang untukku?" ucap Kagami Jiro dengan wajahnya yang begitu berbinar menatap gadis cantik itu.