Casanova In Love

Casanova In Love
Kehadiran Nana Fukada


__ADS_3

CEKLEKK ...


Tiba-tiba saja pintu kamar mulai terbuka tanpa ada beberapa ketukan atau sebuah kata permisi sebelumnya.


Kagami Jiro mulai menghentikan aksinya namun masih berada di posisi yang sama dan hanya sedikit menoleh ke arah pintu.


Seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Aiko yang sudah mulai memasuki kamar ini pun seketika terlihat cukup syok karena melihat tingkah laku dari Kagami Jiro yang menurutnya telalu bodoh dan tergesa-gesa itu.


"Jiro!!" hardik Aiko yang seketika membuat Kagami Jiro mulai bangun kembali dan segera menghadap sang ibu yang sepertinya sudah cukup kesal dan murka atas kelakuannya. "Apa yang sedang kamu lakukan?! Bisa-bisanya kamu melakukan hal seperti ini di depan kedua putra kembarmu! Dan lagi!! Saat ini seharusnya kamu menyambut para tamu di bawah!!"


"Ma-maafkan aku, Ibu ... aku akan segera turun bersama dengan Yuna." ucap Kagami Jiro mulai gelagapan dan merapikan kembali pakaiannya.


Sementara Yuna juga segera bangun dan juga segera merapikan rambut dan gaunnya yang sudah menjadi sedikit terbuka karena ulanh dari Kagami Jiro.


"Baiklah. Cepat turun dan temani para tamu undangan!" ucap Aiko menandaskan kembali dengan sangat tegas sebelum Aiko meninggalkan kamar ini.


"Baik, Ibu ..." sahut Kagami Jiro yang seketika terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang diceramahi oleh ibunya.


Aiko mulai berbalik dan melenggang meninggalkan kamar ini. Ritme dari hentakan sepatu hak tingginya terdengar begitu teratur dan tegas, dan perlahan suara dari hentakan itu mulai mejauh dari ruangan ini.


Kagami Jiro mulai mangambil nafas lalu mulai melepaskannya kembali. Kedua tangannya mulai digunakan untuk menarik masing-masing sisi jasnya untuk kembali merapikannya kembali dan terlihat seolah tak terjadi masalah apapun.


Berbeda dengan Yuna yang merasa begitu malu karena Aiko melihat dan memergoki Kagami Jiro dan Yuna yang sedang bermesraan di dalam kamar putranya. Bahkan di hadapan kedua putra kembarnya!


Di saat Aiko meninggalkan kamar ini, dua orang baby sitter juga mulai datang kembali dan akan segera menidurkan si kembar Kenzi dan Kenzou.


"Sayang, mari kita segera turun. Biarkan Kenzi dan Kenzou tidur dulu." ajak Kagami Jiro sambil meraih tangan Yuna dan mengajaknya untuk segera turun dan ikut menjamu para tamu undangan.

__ADS_1


Yuna tak menjawabnya, dan hanya mengikuti ajakan dari suaminya. Kini mereka berdua mulai menuruni tangga untuk mencapa lantai dasar. Mereka mulai bergabung dan berbincang dengan beberapa tamu undangan.


Namun tiba-tiba ada seorang gadis yang masih cukup muda dan cantik dengan balutan gaun yang begitu indah tanpa lengan berwarna pink lembut mulai menghampiri Yuna dan Kagami Jiro dengan membawakan sebuah bingkisan berukuran sedang.


"Hallo, Jiro!" sapanya dengan senyuman yang begitu manis menatap Kagami Jiro.


"Oh ... hai, Nana." sahut Kagami Jiro membalasnya.


Gadis itu adalah Nana Fukada, seorang model dan bintang yang sangat terkenal dan pernah begitu dekat dengan Kagami Jiro.


"Aku membawakan hadiah untuk kedua putra kembarmu. Dimana mereka?" ucapnya yang hanya memandang Kagami Jiro saja, seolah keberadaan Yuna di dekatnya tak dianggap sama sekali.


"Kedua putra kembarku sedang tertidur saat ini. Terima kasih sudah datang, Nana." ucap Kagami Jiro sambil menerima sebuah bingkisan dari Nana Fukada.


"Ya! Tentu saja aku akan datang, Jiro! Sebenarnya aku ingin sekali melihat dan bertemu dengan mereka kedua." ucap Nana Fukada memperlihatkan wajahnya yang sedikit murung.


"Mau bagaimana lagi. Datanglah lagi lain kali dan bermain bersama dengan mereka." sahut Kagami Jiro dengan entengnya.


"Aku akan mengambil minuman dulu. Kalian lanjutkan saja berbincangnya." sela Yuna yang tiba-tiba merasa kehausan.


Entah kesal karena melihat Nana Fukada dan Kagami Jiro yang keasyikan berbincang dan tidak mempedulikan keberadaannya, atau memang karena memang haus. Entahlah ...


"Oh, aku akan menemanimu, Sayang!" Kagami Jiro menyauti dengan cepat.


"Tidak usah. Aku hanya mau minum saja kok. Kamu temani nona Nana saja dulu, Sayang." sahut Yuna tersenyum tipis menatap Kagami Jiro lalu mulai beralih menatap Nana Fukada.


"Baiklah, Sayang." ucap Kagami Jiro akhirnya.

__ADS_1


Yuna mulai melenggang dengan anggun meninggalkan mereka berdua lalu mulai mengambil jus strawberry yang sudah disediakan oleh pelayan.


"Wah Nana Fukada bahkan masih berani menemui tuan Kagami Jiro secara terang-terangan ya. Padahal sempat tersebar rumor tentang mereka berdua dan membuat pertengkaran Nana dengan Miura."


Tiba-tiba Yuna mendengarkan perbincangan beberapa orang yang berada tak jauh dari dirinya. Dan rupanya mereka adalah Sean, Wilson dan Yosuke yang sudah berkumpul kembali.


"Hhm. Kak Jiro memang pernah sangat dekat dengan Nana Fukada." sahut Yosuke mulai memakan beberapa kue yang sudah dihidangkan di atas meja di dekat mereka.


"Ya, dekat sekali. Mungkin kalau Miura melihatnya langsung maka dia akan benar-benar sangat cemburu." imbuh Sean yang masih menatap Kagami Jiro dan Nana yang masih asyik berbincang.


Sedangkan Wilson tak banyak berkomentar, dia hanya sibuk meneguk red wine yang juga dihidangkan saat ini untuk para tamu.


Yuna yang mulai dipenuhi dengan rasa keingin tahuannya tentang hubungan Kagami Jiro dengan Nana Fukada kali ini memutuskan untuk mendatangi ketiga pria yang bernasib sama itu.


Ya!! Bernasib sama dan kurang beruntung dalam hal percintaan. Bahkan sampai sekarang mereka masih saja sendiri dan belum menemukan gadis yang tepat. Padahal ketiga pria itu cukup tampan, sempurna dan berkelas. Hanya saja mereka bertiga selalu saja bertemu dengan gadis yang salah, nakal, atau matrealistis.


BBRAKK ...


Yuna meletakkan gelas kosongnya di atas meja yang berada di dekat ketiga pria itu dengan cukup keras. Dan sontak saja membuat ketiga pria itu sedikit terkejut dan mulai beralih untuk menatap Yuna.


"Kakak ipar Yuna ..." ucap Yosuke sedikit terkejut.


"Yuna ..." / "Nyonya Yuna ..." ucap Wilson dan Sean bersamaan dan juda merasa terkejut karena Yuna yang tiba-tiba datang.


"Ya! Ini aku!!" ucap Yuna mulai menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya dan menatap ketiga pria itu secara bergantian seakan sedang mengabsennya satu persatu.


"Uhm ... ada apa, Kakak ipar Yuna? Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Yosuke tersenyum kaku menatap Yuna.

__ADS_1


Sebenarnya umur Yuna jauh lebih muda dibanding dengan Yosuke. Namun biar bagaimanapun Yuna adalah istri dari kakak sulungnya dan harus tetap memanggilnya kakak.


"Sekarang aku ingin kalian bertiga menjelaskan sesuatu kepadaku! Sebenarnya apa hubungan antara suamiku dengan Nana Fukada? Dan jelaskan padaku mengenai rumor yang sedang kalian bahas! Katakan padaku semuanya tanpa ada yang terlewat satupun!!" titah Yuna dengan penuh penekanan.


__ADS_2