Casanova In Love

Casanova In Love
Introgasi Dari Yuna


__ADS_3

Yuna mulai menatap Wilson, Yosuke dan Sean secara bergantian dengan begitu tajam dan menusuk.


"Aku ingin kalian bertiga menjelaskan sesuatu kepadaku sekarang juga! Sebenarnya apa hubungan antara suamiku dengan Nana Fukada? Dan jelaskan kepadaku mengenai rumor yang sedang kalian bicarakan! Katakan padaku semuanya tanpa ada yang terlewat satupun!!" titah Yuna dengan penuh penekanan dan penuh dengan ancaman.


Wah ... wah ... rupanya kakak ipar Yuna benar-benar sangat keren. Hanya dia satu-satunya gadis yang benar-benar bisa mengimbangi dan mengendalikan kak Jiro yang begitu keras dan tak bisa terkalahkan sama sekali. Kakak ipar Yuna sangat luar biasa!!


Batin Yosuke yang malah merasa takjub saat melihat sikap tegas Yuna yang sangat berbeda dengan gadis-gadis yang pernah bersanding dengan Kagami Jiro sebelumnya.


"Yosuke!! Mengapa kamu malah diam saja dan malah menatapku dengan senyuman konyol itu?!" ucap Yuna sedikit kesal karena Yosuke malah hanya tersenyum menatap Yuna saja.


"Ehm ... maaf, Kakak ipar Yuna. Aku tidak bermaksud apa-apa ..." sahut Yosuke meringis.


"Baiklah. Sekarang cepat katakan padaku semuanya! Diantara kalian bertiga siapa yang akan menceritakannya kepadaku?" kali ini Yuna mulai beralih menatap Sean dan Wilson.


"Uhm ... Yuna! Sean akan menceritakan semuanya kepadamu. Dia kan selalu pandai menganalisa dan melaporkan sesuatu. Jadi aku sangat yakin jika Sean-lah yang terbaik diantara kita. Hehe ..." ucap Wilson sedikit mendorong tubuh Sean ke depan, karena Wilson sudah tidak mau lagi mendapatkan hukuman dari Kagami Jiro. "Benar begitu kan, Sean? Ayo katakan semuanya kepada Yuna, Sean!"


"Wilson! Mengapa malah menyuruhku?" protes Sean tak terima atas perlakuan Wilson kepadanya.


"Hhm. Karena aku yakin kamu yang paling bisa menjelaskannya dengan baik, Sean." sahut Wilson dengan santai dan menepuk-tepuk bahu Sean.


Sementara Yuna mulai menatap lekat Sean masih dengan kedua tangannya yang saling disilangkannya di bawah dadanya. Sean yang menatap Yuna mulai menelan salivanya karena menganggap tatapan Yuna begitu menusuk dan dingin.

__ADS_1


"Hhm. Aku sedang menantikanmu untuk mengatakan sesuatu kepadaku, Sean." ucap Yuna kembali meraih segelas jus jeruk yang sudah disediakan di atas meja lalu mulai meneguknya beberapa teguk.


"Baik, Nyonya Yuna. Jadi ... begini ..." ucap Sean kembali mengatur nafasnya sebelum Sean menceritakan salah satu rahasia dari Kagami Jiro dan Nana Fukada kepada Yuna. "Tapi, Nyonya ... tuan Kagami Jiro pasti akan sangat marah kepadaku jika aku menceritakannya kepada nyonya Yuna." imbuh Sean mulai ragu-ragu kembali.


"Tenang saja, Sean. Aku akan menjamin keselamatanmu. Tapi kamu harus menceritakan semuanya kepadaku dengan jujur dan terperinci." ucap Yuna meyakinkan Sean kembali.


"Baik, Nyonya. Jadi ... begini ... sebenarnya tuan Kagami Jiro dan nona Nana Fukada sudah mengenal cukup lama. Dan mereka juga sangat dekat. Dan mengenai rumor yang beredar di publik adalah tentang beberapa foto yang beredar karena seseorang yang sengaja memotret mereka berdua dan menyebarkannya begitu saja." ucap Sean dengan jujur.


"Memang foto seperti apa itu?" tanya Yuna lagi seakan belum puas akan jawabab dari Sean.


"Sebenarnya itu hanya sekedar foto bersama saja, Nyonya." jawab Sean yang masih saja belum cukup untuk membuat Yuna puas.


"Sekedar foto bersama seperti apa? Bicaralah yang jelas, Sean!" ucap Yuna kembali dengan pelan namun penuh dengan penekanan dan masih saja menatap tajam Sean.


Namun sebenarnya yang beredar di publik memang hanya foto-foto itu saja yang pernah digunakan oleh seseorang untuk memeras Kagami Jiro. Namun saat itu Kagami Jiro tak menghiraukan ancaman-ancaman itu sama sekali.


Dan mungkin karena merasa tak dihiraukan oleh Kagami Jiro, akhirnya sang pelaku menyebarkan foto-foto itu yang sudah diambilnya dengan sembunyi-sembunyi dan tanpa ijin.


"Apa kamu yakin tidak ada hal lainnya? Dan apa kamu yakin hanya ada foto-foto itu saja, Sean? Jika memang hanya seperti itu, lalu mengapa Miura begitu murka dan menimbulkan pertengkaran dengan Nana Fukada saat itu seperti yang sudah kalian katakan beberapa saat yang lalu?" ucap Yuna masih saja berusaha untuk mencari tau lebih jauh lagi.


"Tentu saja mereka akan bertengkar, Kakak ipar Yuna. Biar bagaimanapun Nana Fukada dan dan Miura sudah bertunangan. Dan tiba-tiba saja beredar berita miring seperti itu. Dan Miura pasti juga merasa kesal dan cemburu karena mengira berita itu adalah benar." sela Yosuke berusaha untuk menolong Sean menjawab pertanyaan dari Yuna.

__ADS_1


"Seharusnya Miura menanyakannya secara langsung kepada Nana Fukada untuk mengkonfirmasinya bukan? Bukan langsung termakan berita mentahan seperti itu!" celutuk Yuna masih mencurigai ketiga pria di hadapannya itu, seakan Yuna merasa masih ada yang mereka sembunyikan dari Yuna.


"Ahaha ... soal itu kami juga tidak tahu, Kakak ipar Yuna." sahut Yosuke nyengir.


"Jadi, apakah hanya seperti itu saja hubungan antara Nana Fukada bersama dengan suamiku? Hanya dekat sebagai teman yang sangat-sangat dekat?" tanya Yuna lagi memicingkan sepasang matanya menatap Yosuke, Sean dan Wilson secara bergantian.


"Ya, Nyonya Yuna. Kami hanya mengetahuinya seperti itu saja. Namun jika nyonya Yuna masih ingin mengetahui lebih lagi tentang hal itu, masih ada seseorang yang bisa nyonya introgasi saat ini." sahut Sean mulai terpikirkan sebuah ide.


"Siapa? Panggil dia kemari sekarang juga!!" titah Yuna mulai sedikit duduk bersandar pada sebuah kursi yang beberapa saat yang lalu mulai didudukinya.


"Ba-baik, Nyonya Yuna. Aku akan memanggilnya sebentar." ucap Sean mulai meninggalkan tempat itu untuk mencari seseorang dan segera membawanya ke hadapan Yuna.


Kini Yuna mulai menatap Yosuke kembali. Namun dengan cepat Yosuke segera mengalihkan pandangannya agar mereka berdua tidak bertatapan lama dengan Kagami Jiro.


Yuna mulai beralih menatap Wilson yang masih memperlihatkan wajah ramah dan santainya menatap Yuna.


"Wilson bagaimana menurutmu ? Selama ini kamu selalu berkata dengan jujur apapun kepadaku. Dan apakah kali ini kamu juga akan melakukan semua itu kepadaku?" ucap Yuna yang masih menatap lekat pria berdarah campuran itu.


"Tentu saja, Yuna. Aku akan selalu berkata apa adanya kepadamu. Namun kali ini aku hanya mengetahuinya seperti itu saja, Yuna. Selebihnya aku tidak mengetahuinya. Maafkan aku, Yuna." ucap Wilson dengan jujur.


Yuna terlihat mulai menghela nafas panjang kembali lalu mulai melepaskannya perlahan-lahan. Raut wajahnya sudah terlihat mulai pasrah saja karena penyelidikannya rupanya tak membuahkan hasil sama sekali.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja dua orang pria berpakaian rapi dengan setelan jas mulai melenggang dan semakin mendekati mereka bertiga.


__ADS_2