
Kagami Jiro sudah lebih dulu kembali. Pria dewasa itu terlihat semakin bersinar, berwibawa dan tampan dengan sebuah setelan jas berwarna putih. Rambutnya yang hitam pekat sedikit diberi minyak rambut dan disisir dengan rapi ke samping.
Tak banyak memakai make up, karena Kagami Jiro selalu saja bersin ketika brush-brush itu menyapu wajahnya yang sangat jarang tersentuh dengan segala jenis make up.
Dan ketika sang make up artist itu merias wajah Kagami Jiro, Kagami Jiro selalu saja memaki-makinya karena sudah berulang kali membuatnya bersin. Sehingga Kagami Jiro hanya mengenakan make up seadanya saja.
"Tuan Fu! Sepertinya make up artist itu harus diganti secepatnya! Dia sama sekali tak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik! Setiap kali dia meriasku, selalu saja aku dibuat bersin-bersin!" celutuk Kagami Jiro melaporkan gadis perias yang sudah merias Kagami Jiro beberapa saat yang lalu.
Sang gadis perias itu terlihat begitu ketakutan dan membelalak. Karena tentu saja dia sangat takut jika akan kehilangan pekerjaannya saat ini.
"Ahh ... maafkan kami jika tidak bisa melakukan semua ini dengan sempurna, Tuan. Kami akan segera mengurusnya." tuan Fu menyauti dengan raut wajahnya yang terlihat begitu menyesal karena sudah gagal memberikan pelayanan yang terbaik untuk Kagami Jiro. "Aira! Siapkan surat pengunduran dirimu!!" tandas tuan Fu mulai memberikan titahnya untuk gadia perias itu.
Sepasang mata gadis perias itu semakin membulat sempurna setelah mendengarkan ucapan dari bos besarnya itu. Namun gadis perias itu tak bisa berbuat apa-apa atau bahkan melawan.
Tak ada pilihan lain, jika bosnya sudah memberikan titahnya maka secepatnya harus segera dilaksanakan. Dan surat pengunduran itu juga harus segera diajukan.
Namun tiba-tiba saja mulai terdengar ritme teratur dari hentakan sepatu hak tinggi yang semakin mendekati mereka. Seorang wanita dengan make up natural dan balutan gaun berwarna putih dengan desain lengan yang rendah mulai melenggang mendekati mereka.
Tuan Fu dan beberapa anak buahnya mulai menatap wanita cantik itu seakan terpana melihat kecantikannya. Namun Kagami Jiro masih berdiri membelakangi wanita itu dan belum menyadarinya.
"Mengapa malah terdiam saja?! Bukannya bosmu sudah memberikan perintah kepadamu?! Apa perlu aku yang menegaskan sendiri kepadamu?!" ucap Kagami Jiro yang masih merasa kesal dengan gadia perias yang saat ini sudah semakin gemetaran karena mendengarkan hardikan dari Kagami Jiro.
"Ma-maafkan aku, Tuan. Ak-aku akan segera membuat surat pengunduran diriku ..." sahut gadis perias itu terbata karena sangat merasa ketakutan luar biasa.
__ADS_1
"Hhm. Baguslah itu!!" ketus Kagami Jiro dengan tegas.
"Sayang ..." panggil wanita bergaun putih yang sudah berdiri tepat di belakang Kagami Jiro.
Kagami Jiro segera berbalik dan menatap sang pemilik suara itu. Rupanya dia adalah Yuna. Melihat Yuna yang sudah begitu cantik sempurna dengan balutan gaun putih yang dihiasi dengan manik-manik indah itu membuat Kagami Jiro mulai tersenyum penuh binar dan melupakan kekesalannya terhadap gadis perias itu begitu saja.
"Wah ... istriku cantik sekali." puji Kagami Jiro mulai meraih kedua belah tangan Yuna.
"Hhm. Terima kasih. Tapi tolong jangan seperti itu, Sayang. Kasihan dia jika dipecat begitu saja. Semua yang bekerja di Winston Diamond Gallery adalah orang-orang terpilih. Dan tentu saja gadis itu sudah memiliki krireria dan kinerja yang baik, sehingga bisa diterima untuk bekerja disini. Benar begitu, Tuan Fu?" kini Yuna mulai beralih menatap tuan Fu.
Tuan Fu rasanyanya seakan bingung untuk untuk segera memberikan jawaban untuk Yuna. Karena jujur saja, tuan Fu juga merasa tidak enak dengan Kagami Jiro yang sudah memberikan titah untuknya beberapa saat yang lalu untuk memecat gadia perias itu.
"Benar sekali, Nyonya Yuna." tuan Fu menyauti dengan terpaksa dan terdengar begitu ragu-ragu.
Ucapan dari Yuna rupanya seketika membuat wajah Kagami Jiro memerah karena merasa malu karena semua orang yang berada di tempat ini jadi mengetahui jika Yuna pernah berusaha untuk merias Kagami Jiro. Meskipun sebenarnya saat itu hanya keisengan Yuna saja sih.
Semua orang yang berada di tempat itu sedikit membelakak dan menahan senyumnya, namun dengan cepat mereka semua segera mengalihkan pandangannya ketika Kagami Jiro berbalik dan memergoki mereka.
"Diam kalian! Siapa yang berani menertawakanku?!" ucap Kagami Jiro yang sudah dipenuhi dengan amarah tingkat dewa.
Dengan cepat Yuna segera meraih lengan kanan Kagami Jiro dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanan Yuna mulai meraih sisi samping kiri wajah Kagami Jiro dan menghadapkannya padanya.
"Sayang, sudah. Sebaiknya kita mulai saja pemotretannya. Bukankah kamu juga harus segera pergi ke LV Fashions untuk membantu Yosuke? Yuk!!" ajak Yuna berusaha untuk membujuk Kagami Jiro seperti sedang membujuk seorang anak kecil.
__ADS_1
Namun sebuah pemandangan yang cukup ajaib kini terjadi di hadapan mereka semua. Kagami Jiro, seorang petinggi utama dari Doragonshadou dan merangkap mengurus Ruby Shine yang cukup terkenal begitu tegas, dingin, kejam dan bengis, namun kali ini terlihat begitu manis di depan Yuna dan menuruti keinginan Yuna dengam sangat mudah.
Mereka semua yang menyaksikan semua itu merasa terkejut luat biasa. Dan mereka juga terkesima begitu saja karena memiliki sebuah kesempatan untuk melihat sisi manis dari seorang Kagami Jiro, dan tentunya akan membuatnya semakin terlihat sempurna sebagai sosok suami yang begitu hangat.
Pemotretan kini segera dimulai. Seperti biasanya, Kagami Jiro selalu terlihat begitu kaku saat di depan sebuah kamera. Seakan mati kutu begitu saja.
Namun seperti biasanya juga, Yuna selalu bisa menanganinya dengan baik dan membuat Kagami Jiro terlihat begitu rileks dan tenang saat pemotretan dilakukan.
"Tuan Kagami Jiro. Tolong tersenyumlah, Tuan ..." pinta seorang fotografer memberanikan diri untuk meminta Kagami Jiro tersenyum.
Karena sejak dari tadi Kagami Jiro hanya memperlihatkan wajah dinginnya yang begitu kaku dan tegang. Coba bayangkan saja? Iklan produk mana yang akan memakai model seperti itu? Bukannya menarik, namun semua orang malah akan takut karena melihat tatapan dingin dari Kagami Jiro.
Kagami Jiro berusaha untuk memberikan senyuman terbaiknya, namun lagi-lagi yang tersembul menghiasi wajah tampan nan sangar itu hanyalah sebuah senyuman yang begitu kelam dan mencekam. Dan siapa saja yang melihatnya pasti akan merinding dibuatnya.
Semua orang yang berada di tempat ini juga mulai ketakutan karena melihat senyum dari Kagami Jiro. Namun Yuna segera mengatasinya dengam baik.
"Sayang. Lihat aku saja ..." ucap Yuna tiba-tiba sambil memiringkan wajahnya untuk menatap suaminya.
Kagami Jiro yang sudah memeluk tubuh ramping Yuna kini mulai menoleh menatap Yuna dan mulai tersenyum dengan alami dan begitu hangat.
"Baiklah ..." ucapnya lirih.
Disaat itulah para fotografer mulai mengambil beberapa gambar mereka berdua.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...