
Kini Yuna mulai memutuskan untuk mengenakan gaun malam berwarna putih pilihan dari Kagami Jiro. Dan tentu saja hal itu membuat Kagami Jiro semakin terlihat puas dan senyumnya semakin mengembang karena pada akhirnya Yuna menurutinya.
Kini Yuna segera membaringkan tubuhnya di atas pembaringan berukuran king itu dengan posisi miring dan membelakangi Kagami Jiro setelah mengenakan gaun malam itu. Tak lupa Yuna juga mulai menarik selimutnya untuk menyelimuti tubuhnya.
Sebenarnya Kagami Jiro sempat dibuat melongo oleh sikap dari Yuna yang seketika menjadi cuek setelah mengenakan gaun malam pilihannya itu. Namun tentu saja hal itu sangat dipahami oleh Kagami Jiro jika Yuna sedang malu dan sedang berusaha untuk menghindari dirinya saat ini.
Kagami Jiro mulai duduk kembali di atas pembaringan itu lalu mulai berbaring miring menghadap Yuna. Dengan santainya Kagami Jiro mulai melingkarkan tangannya pada tubuh Yuna dan semakin mendekatkan tubuhnya dengan memeluk Yuna dari belakang.
"Apakah kamu sudah tidur, Sayang?" tanya Kagami Jiro lirih dan suara maskulinnya yang terdengar begitu jelas dan jernih.
Suara itu sangat dekat pada daun telinga Yuna. Bahkan hembusan nafas hangatnya juga menyapu daun telinga dan leher jenjang Yuna seakan sedang menggelitikinya.
Yuna yang sebenarnya belum tertidur kini mengangkat kedua bahunya karena merasa sedikit geli.
"Hhm? Belum tidur ya?" ucap Kagami Jiro kembali dengan nada jenakan dan menahan tawanya.
"Baru mau tidur kok. Ayo kita tidur saja! Besok kamu harus bangun pagi untuk berangkat ke Nagano bukan?" ucap Yuna mulai menarik selimutnya kembali.
"Hhm ... iya ..." sahut Kagami Jiro malah semakin menarik tubuh Yuna semakin dan semakin mendekapnya. "Tapi, Sayang ..."
"Apa? Kamu mau sesuatu? Americano coffe?" tanya Yuna yang masih saja membelakangi Kagami Jiro.
"Apa kamu sedang ingin membuatku tak tertidur malam ini, Sayang?" tanya Kagami Jiro dengan nada jenaka kembali, namun kali ini sedikit ada tawa dalam ucapannya. "Baiklah. Aku rela tidak tidur untukmu. Mari kita lakukan olahraga malam saja." imbuh Kagami Jiro dengan entengnya.
Jika saja Yuna sedang makan, sudah bisa dipastikan Yuna akan tersedak seketika. Namun kali ini ucapan dari Kagami Jiro sukses membuat Yuna mematung seketika, bahkan segala apapum yang Yuna ucapkan seperti akan selalu menjadi sebuah bumerang untuknya sendiri dan berakhir akan sangat membuatnya malu.
Karena Kagami Jiro, selalu saja cerdas dalam berkata-kata dan selalu bisa membuat ucapan dari seseorang menjadi sebuah bumerang untuk orang yang mengucapkannya.
"Buk-bukan seperti itu maksudku ..." ucap Yuna setelah sekian lama terdiam dan masih saja berkata dengan sangat kikuk.
__ADS_1
Kagami Jiro tertawa pelan dan malah mengangkat kepalanya lalu menopangnya dengan tangan kanannya. Selimut yang menutupi tubuh Yuna itu perlahan dibukanya. Luka pada lengan kiri Yuna yang sudah terlilit rapi dengan perban itu diusapnya dengan lembut.
"Lalu seperti apa, Sayang? Americano coffe akan mempercepat detak jantung dan akan membuatku tidak tidur. Lalu selain olahraga malam, apa yang bisa kita lakukan bersama di malam ini?" sebuah pertanyaan yang mungkin saja Yuna akan merasa sangat kebingungan untuk menjawabnya, kini sudah dilontarkan kembali oleh Kagami Jiro.
Sebuah kecupan lembut dan begitu manis mulai dilayangkan oleh Kagami Jiro untuk mengecup bahu belakang Yuna yang terbuka dan sebenarnya sangat membuat Kagami Jiro tegoda.
Lagi-lagi Yuna mengangkat bahunya karena merasa geli.
"Aku ... aku salah berbicara. Maksudku adalah ... jika kamu mengingknkan sesuatu aku akan membuatkannya. Teh hangat? Atau susu hangat? Agar kamu bisa tidur nyenyak ..." ucap Yuna berusaha untuk menjawab Kagami Jiro.
"Hhm. Aku tidak mau semua itu." jawab Kagami Jiro mulai menarik tubuh Yuna dan membuatnya terlentang.
Perlahan Kagami Jiro mulai merubah posisinya dan kini sudah berada di atas tubuh Yuna dan mengunci tubuh Yuna dengan kedua tangannya.
"Yang aku inginkan saat ini adalah kamu, Sayang." ucap Kagami Jiro dengan sangat lirih dan tersenyum hangat menatap Yuna.
Yuna tak bisa menjawab perkataan dari Kagami Jiro lagi. Wanita yang memiliki wajah cantik alami itu kini hanya terdiam memandangi suaminya dengan pandangan yang semakin terhanyut di dalamnya.
Kagami Jiro semakin mendekati wajah ayu itu dan memiringkan wajahnya. Dengan reflek Yuna mulai memejamkan sepasang matanya dan sudah bersiap untuk menyambut sesuatu dari Kagami Jiro.
Hingga akhirnya sebuah kecupan hangat itu mulai terjadi dan bibir mereka berdua saling bertaut satu sama lain. Bahkan Yuna juga membalas kecupan dari Kagami Jiro dan mulai mengalungkan kedua tangannya pada leher kuat Kagami Jiro.
Seperti sudah mendapatkan sebuah lampu hijau dari Yuna, kini Kagami Jiro semakin bersemangat dan agresif saat meluncurkan serangan demi serangannya untuk Yuna. Jemari pengembara itu mulai menjelajahi setiap detail dari tubuh Yuna yang saat ini sangat menggodanya.
Yeap, gaun malam yang saat ini sedang dikenakan oleh Yuna yang begitu sexy, tipis dan sangat terbuka. Dan tentu saja itu semakin membuat Kagami Jiro semakin tergoda.
Sebuah pertempuran yang cukup menguras energi dan mempersatukan peluh mereka berdua kini terjadi di malam yang sudah menjadi semakin dingin ini. Namun rasa dingin itu tak dirasakan oleh mereka berdua lagi. Karena saat ini hanyalah ada rasa hangat, atau bahkan malah kegerahan.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1
Bonus Part :
Hallo semuanya tak terasa sudah mencapai 299 bab. Semoga Casanova In Love bisa selalu menghibur pembaca tersayang ya. Mari berbincang-bincang dengan beberapa tokoh dari Casanova In Love dulu yuk untuk refreshing.
Kagami Jiro : Sampai bab ini aku masih merasa sangat bahagia. Karena pada akhirnya aku bisa menikahi gadis yang aku sukai dan aku sayangi. Bahkan saat ini aku sudah memiliki 2 orang putra kembar sekaligus. Author-ku memang sangat baik. Memberikan kebahagiaan bertubi sekaligus. Thanks a lot, Anezaki!!
Anezaki : Sebenarnya karena lebih dulu launching novel Never Say Good Bye sih. Jadi mau tidak mau aku harus menuliskan jika kamu memiliki putra kembar disini, Jiro! Hehe ...
Yosuke : Lalu kapan aku akan menemukan belahan jiwaku, Anezaki? Bahkan di novel Never Say Good Bye kamu masih saja membiarkanku hidup sendirian. Hiks ... papaku dan ibu pasti akan memarahiku dan mengira aku tak bisa memikat seorang gadis. Kejam sekali!
Anezaki : Tenang saja, Yosuke! Kamu akan bertemu dengan jodohmu di usia 29 tahun dan kamu juga akan menikah di tahun itu. Kisahmu mungkin akan sedikit terlihat saat di novel The Goddess Of War dan juga novel coming soon dari sekuel Never Say Good Bye. Tetap semangat, Yosuke!!
Yosuke : Buatkan juga novel tentangku! Dan biarkan aku yang menjadi pemeran utamanya!! Lagipula aku juga tidak kalah tampan dan rupawan dari kak Jiro. Mengapa kak Jiro bisa disukai banyak gadis? Sedangkan aku? Aku malah dibuat putus dengan kekasihku ... hiks ... jahat sekali author-ku.
Wilson : Daripada membuat novel tentang Yosuke, lebih baik membuat novel tentangku saja, Anezaki!! Haha ... kisahku hidupku lebih menantang dan pasti akan disukai para pembaca. Hehe ...
Anezaki : Ahaha ... PR ku masih menumpuk. Aku masih mau menulis kisah Zen dan Christal dulu. Setelah selesai beberapa novel, aku akan pikirkan lagi untuk menulis kisah kalian 🏃♀️
Kenzi-Kenzou : Kisah si kembar juga pasti akan seru. Jangan lupa buat kisah kami juga!!
Anezaki : Kenzi-Kenzou ... kalian bahkan masih berusia 1 bulan. Seharusnya kalian belum bisa berbicara ...
Kenzi : oh ... astaga. Aku lupa. Di sebelah kami bahkan sudah menjadi pemuda tampan dan kami juga menjadi penerus ayah. Tapi sayangnya kini masih figuran. Hiks ...
Kenzou : Benar sekali. Jadi buatkan juga cerita tentang kami! Titik!!
Anezaki : kabur saja deh daripada dikeroyok mereka 🏃♀️
Sampai jumpa di bab selanjutnya reader tersayang.
__ADS_1