Casanova In Love

Casanova In Love
Hal Konyol


__ADS_3

Kue itu kini benar-benar sudah habis begitu saja. Yuna segera merapikan bingkisan itu kembali dan membuangnya di tempat sampah yang berada tak jauh darinya.


Beberapa saat kemudian Kagami Jiro mulai datang kembali dan masih mengenakan jubah mandinya. Lalu dia mulai melenggang mendekati lemari pakaiannya untuk mengambil pakaian ganti dan mulai mengenakannya satu persatu.


"Yuna ... apa kau membuang kue pemberianku? Apakah rasanya sangat tidak enak?" ucap Kagami Jiro saat menyadari bingkisan itu sudah tidak terlihat lagi olehnya.


"Uhm ... itu ... sebenarnya kuenya sudah habis." ucap Yuna sedikit malu, karena was-was jika Kagami Jiro akan memberinya predikat sebagai cewek yang rakus karena bisa memakan sekotak red velvet cake hanya dalam hitungan menit.


"Sudah habis?" sahut Kagami Jiro terlihat begitu terkejut menatap Yuna.


Yuna meringis dan mengangguk pelan, "Maaf ya, aku tidak menyisakan sedikitpun kue itu untuk tuan Kagami Jiro."


"Aku memang sengaja membelinya untukmu kok, Yuna." sahut Kagami Jiro menurunkan intonasi bicaranya. "Aku justru merasa sangat senang jika kamu menyukainya dan menghabiskannya. Lagipula aku tidak menyukai seauatu yang manis seperti itu." imbuhnya dengan jujur.


"Benarkah? Tapi mengapa? Padahal kue itu enak lo." sahut Yuna keheranan.


"Sejak kecil aku memang tidak menyukai makanan manis seperti itu. Aku juga tidak tau kenapa aku bisa begitu tidak menyukainya." sahut Kagami Jiro seadanya.


"Oh, begitu ya ... tuan lebih menyukai masakan tradisional bukan?" sahut Yuna dengan hati-hati karena takut ingatannya akan salah.


"Hhm. Iya. Ingatanmu sungguh luar biasa!" puji Kagami Jiro dengan seulas senyum. "Yuna, apa kamu mau menginap disini lagi?" imbuhnya yang membuat Yuna sedikit terkejut.


"Ehh ... mengapa? Tentu saja aku mau segera pulang. Kedua orang tuaku akan khawatir jika aku tidak pulang lagi." jawab Yuna dengan cepat.


"Lalu mengapa kau masih saja belum mengenakan pakaianmu? Apa kau mau pulang dengan memakai semua itu?" ucap Kagami Jiro yang terlihat sedikit menahan tawa.


Yuna segera melihat dirinya kembali untuk memasrikan sesuatu dan rupanya dirinya masih mengenakan sebuah jubah mandi.


Oh tidak! Bagaimana mungkin aku bisa melupakan untuk segera mekakai pakaianku kembali dan malah keasyikan menikmati red velved cake saja? Haish ... kau sungguh memalukan sekali, Yuna! Sekarang pria ini pasti akan mengingatmu sebagai gadis rakus yang sangat ceroboh.

__ADS_1


Gerutu Yuna di dalam hati yang terlhat begitu kesal terhadap dirinya sendiri.


"Baiklah. Aku akan keluar sebentar. Kau gantilah baju dulu." ucap Kagami Jiro lalu mulai melenggang dan meninggalkan kamar itu.


Yuna segera bangkit dari tempat duduknya lalu mulai mengambil pakaian dan berganti dengan pakaian yang sudah dia pilih sebelumnya. Tak lama kemudian Kagami Jiro sudah datang kembali dan keduanya berniat untuk segera meninggalkan apartemen itu.


"Kau melupakan ini, Yuna." sebuah tas keemasan mulai disodorkan kembali untuk Yuna saat mereka baru saja keluar dari kamar apartemen itu.


"Ah ... bagaimana mungkin aku bisa melupakannya lagi. Terima kasih, Tuan Kagami Jiro." ucap Yuna sambil menerima tas keemasan itu.


"Hhm. Sama-sama." sahut Kagami Jiro mulai melenggang beberapa langkah. "Apa kamu bisa berjalan sendiri, Yuna? Aku akan menggendongmu jika kakimu masih sakit."


"Tidak, Tuan. Aku bisa berjalan sendiri kok." Yuna menolak dengan ramah dan cepat karena tidak mungkin dia digendong oleh Kagami Jiro hingga sampai lantai dasar dan menjadi pusat perhatian dari semua orang.


"Baiklah. Jika seperti itu, pelan-pelan saja jalannya."


Keduanya mulai melenggang bersama dengan pelan, bahkan Kagami Jiro juga berjalan cukup pelan dan sabar karena mengimbangi Yuna. Setelah sampai di dasar bangunan, kini mereka mulai menuju ke parkiran dan mulai menaiki sebuah Buggati Divo hitam metalik yang sudah tak asing untuk Yuna.


.


.


.


.


.


Suasana di dalam mobil menjadi hening, Kagamj Jiro fokus mengemudikan mobil, dan Yuna hanya menatap gedung-gedung yang menjulang tinggi dan kokoh disisi sampingnya yang dilaluinya.

__ADS_1


"Yuna ..." ucap Kagami Jiro memecah keheningan. "Tolong pikirkan baik-baik untuk penawaranku tadi." imbuhnya yang sesekali melirik Yuna yang masih menatap keindahan kala senja di ibu kota Jepang ini.


"Oh ... iya. Aku akan memikirkannya lagi nanti." jawab Yuna seadanya.


Niat hati ingin sedikit memberikan pendekatan dan kesan romantis di hadapan Yuna, namun malah semua kacau! Di kala senja ini Kagami Jiro telah membuat sebuah kesalahan dan membuat Yuna semakin kesal kepadanya.


"Yuna, aku sungguh ingin menjadi lebih dekat denganmu ..." Kagami Jiro yang sedang mengemudikan mobilnya, berniat untuk meraih jemari kiri Yuna. Sementara pandangan masih fokus menatap jalanan di hadapannya.


Namun sebuah kejadian tak terduga telah memberikan kesan yang buruk atau lebih tepatnya memperburuk penilaian dan pandangan Yuna terhadap Kagami Jiro.


"Jadi maksud dari ucapan ingin menjadi lebih dekat denganku adalah seperti ini ya?" ucap Yuna yang terlihat seperti sedang menahan amarah. "Beraninya anda melakukan semua ini padaku, Tuan Kagami Jiro!!" imbuh Yuna begitu pelan namun sangat penuh dengan penekanan saat itu. Wajah gadis cantik itu terlihat sedang menahan amarahnya dan mulai memanas.


Kagami Jiro terlihat sedikit shock setelah sedikit melirik Yuna dan menyadari bahwa saat ini yang dia raba dan sentuh adalah bukan jemari Yuna, melainkan paha Yuna. Dengan cepat dia segera menarik kembali tangannya.


"Eh ... anu ... ini tidak seperti yang kamu bayangkan, Yuna! Ini hanya salah paham." ucap Kagami Jiro yang terlihat sangat tidak biasa.


Biasanya dia tidak akan peduli dengan pandangan orang lain. Entah orang mau menilainya kejam, bengis, pemain wanita dia tidak pernah peduli dengan semua itu. Namun entah mengapa di hadapan Yuna dia sangat berbeda.


"Ternyata rumor itu benar ya. Tuan adalah seorang pemain, dan penawaran itu hanyalah tak jauh dengan hal seperti ini ya. Sekarang cepat turunkan aku!" ketus Yuna mulai terlihat kesal kembali karena pandangannya terhadap Kagami Jiro memburuk kembali dalam hitungan detik karena sebuah kesalahan dari Kagami Jiro.


"Tidak! Tidak! Aku akan mengantarmu sampai rumah!" bantah Kagami Jiro yang masih mengemudikan Buggati Divo itu.


"Turunkan atau aku tidak akan pernah mau menemuimu lagi!" ancam Yuna terdengar begitu tegas.


Dengan terpaksa akhirnya Kagami Jiro mulai menepikan mobil mewahnya dan mulai menurunkan Yuna. Dengan wajah yang masih terlihat begitu kesal, kini Yuna mulai turun dari mobil itu.


Kagami Jiro hanya bisa mengawasinya dari dalam mobil hingga akhirnya Yuna mulai mrnghadang sebuah taksi dan mulai berlalu dengan taksi itu.


"Haishhh ... sial!" umpatnya terlihat begitu kesal. "Mengapa aku bisa melakukan kesalahan memalukan seperti itu?! Kau sungguh payah sekali, Jiro!" umpatnya sendiri dan terlihat begitu frustasi.

__ADS_1


__ADS_2