Casanova In Love

Casanova In Love
Membantu Seorang Gadis Kecil


__ADS_3

Kagami Jiro mulai meninggalkan kios itu dan meninggalkan segala jenis makanan yang sudah dibelinya sesuai dengan permintaan sang istri.


Kini Kagami Jiro mulai berlari dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk segera mencapai tempat dimana dia meninggalkan Yuna seorang diri. Hingga akhirnya setelah beberapa saat Kagami Jiro sudah sampai dan memang dia tak lagi menemukan sosok Yuna di bangku itu.


Hanya ada Igor yang masih mengawasi sekitarnya dan berusaha untuk menemukan Yuna. Kagami Jiro mulai meraih ponselnya dan segera mencari nomor ponsel Yuna.


Berulang kali Kagami Jiro berusaha menghubunginya, namun panggilan itu sama sekali tidak diangkat oleh Yuna. Dan hal itu tentu saja membuat Kagami Jiro semakin khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi dengan Yuna. Terlebih saat ini Yuna sedang hamil.


"Igor, apa kamu sama sekali tak melihat Yuna saat datang kesini?" tanya Kagami Jiro menatap Igor serius.


"Tidak, Tuan. Nyonya tak ada lagi saat aku kembali." jawab Igor dengan nada bicara yang begitu rendah dan sedikit menunduk karena ketakutan tuannya aga begitu murka padanya.


"Baiklah. Igor, cari lagi dan hubungi beberapa orang pengawal untuk membantu dalam pencarian Yuna!" titah Kagami Jiro lagi.


"Baik, Tuan" sahut Igor lalu mulai meraih ponselnya untuk menghubungi beberapa pengawal agar segera datang dan membantu.


"Kali ini kamu pergi kemana lagi, Yuna?" Kagami Jiro berkacak pinggang dan mengedarkan pandangannya lagi. "Tenanglah, Jiro! Mari lakukan pemeriksaan chip lagi. Kali ini ponsel Yuna hidup, jadi akan lebih mudah untuk mengetahui keberadaannya." imbuhnya lalu menghempaskan dirinya di atas bangku katu yang panjang itu.


Sebuah miny computer mulai dikeluarkan Kagami Jiro dan Kagami Jiro mulai menghidupkannya. Setelah itu Kagami Jiro mulai melacak chip yang sudah dipasang pada ponsel Yuna.


Setelah beberapa detik berkutat di depan miny computer itu, kini Kagami Jiro mulai menemukan keberadaan Yuna. Titik koordinat itu masih saja berlokasi di taman Yamashita bagian dekat pelabuhan.


KLAAPP ...


Miny computer yang menyerupai sebuah laptop mini itu mulai ditutup sementara oleh Kagami Jiro. Kagami Jiro segera bergegas untuk menuju pada titik koordinasi itu dengan berlari secepat mungkin.

__ADS_1


Sementara itu ...


Seorang gadis kecil bergandengan tangan dengan Yuna dan terus berjalan di area pelabuhan.


"Erika, dimana orang tuamu? Kita sudah berjalan terlalu jauh. Kakak tidak bisa lagi lebih jauh, dan kakak harus segera kembali." ucap Yuna mulai menghentikan langkah kakinya.


Rupanya beberapa saat yang lalu, ada seorang gadis kecil yang tersesat dan datang padanya. Gadis kecil itu mengatakan jika kedua orang tuanya baru saja ada di taman ini. Karena gadis kecil itu terlalu asyik bermain sendiri dan mengejal seorang penjual balon, akhirnya gadis kecil itu malah terpisah dengan kedua orang tuanya.


Dan kebetulan dia bertemu dengan Yuna dan sudah menangis tersedu-sedu. Yuna yang baik hati akhirnya mendekatinya dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Hingga akhirnya gadis kecil itu mulai menceritakan semuanya dan Yuna memutuskan untuk membantu gadis kecil itu untuk menemukan kedua orang tuanya.


Namun sudah beberapa saat berjalan cukup jauh dan lama, mereka masih saja tak menemukan sosok kedua orang tua dari gadis kecil itu.


"Aku juga tidak tau dimana mereka berada saat ini, Kak. Kakak jangan tinggalkan aku sendirian. Aku takut sekali, Kak." rengek gadis kecil itu memohon dan menarik-narik tangan Yuna.


"Baiklah. Kakak tidak akan meninggalkanmu. Ayi kita cari lagi kedua orang tuamu, Erika." sahut Yuna tak tega saat menatap seorang gadis yang kira-kira berusia 5 tahun yang terpisah dari kedua orang tuanya di temlat seluas ini.


"Kak!! Itu mereka!! Ayo kita kesana!!" ajak Erika mulai menarik tangan Yuna lagi untuk segera menuju ke arah itu.


Sebenarnya Yuna sudah cukup lelah karena sudah berjalan dan berputar-putar selama beberapa menit untuk menemani gadis kecil yang sedang tersesat itu. Namun Yuna tak bisa menolak dan masih ingin menolong Erika.


"Ayah!! Ibu!!" teriak Erika lalu berlari ke pelukan sepasang suami istri yang terlihat sedang kebingungan di dekat ruang informasi itu.


Namun setelah melihat Erika, wajah sepasang suami istri itu kembali berbinar. Dan mereka berdua segera menyambut kedatangan Erika, gadis kecilnya.


"Sayang. Kamu pergi kemana saja? Mengapa pergi sendirian? Itu sangat berbahaya sekali." sang ibu yang sudah memeluk erat Erika terlihat begitu khawatir.

__ADS_1


"Maaf, Ibu. Aku hanya mengejar seorang penjual balon dan ingin membeli satu. Tapi malah tersesat begitu saja. Maafkan aku, Ibu. Hiks ..." sahut Erika malah menangis karena takut kedua orang tuanya akan memarahi dan menghukumnya.


"Ya, Sayang. Tapi lain kali kamu jangan seperti ini lagi ya. Ini sangat berbahaya." ucap sang ibu setelah melepaskan pelukannya dan menatap lekat Erika.


Erika mengangguk pelan dan terlihat begitu patuh.


"Nona, terima kasih karena telah menjaga putri kami saat kami terpisah." ucap sang ayah dengan tulus kepada Yuna.


"Tidak masalah. Erika begitu menggemaskan kok. Aku senang bersama dengannya." jawab Yuna dengan ramah.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi. Terima kasih banyak." ucap sang ayah mulai menggendong Erika.


"Terima kasih." imbuh sang ibu dengan tulus dan terlihar begitu lega.


"Bye, Kakak ..." ucap Erika melambaikan tangannya dan tersenyum manis kepada Yuna sebelum mereka semua meninggalkan Yuna.


Yuna juga mulai merasa sangat lega karena akhirnya Erika bisa bertemu kembali dengan kedua orang tuanya. Namun, senyumnya yang terukir menghiasi wajah ayunya kini tiba-tiba saja memudar karena mengingat sesuati.


Pesan terakhir yang disampaikan oleh Kagami Jiro sebelum Kagami Jiro meninggalkannya untuk memberikan beberapa makanan sesuai dengan permintaannya, tiba-tiba saja mulai terngiang-ngiang di telinganya.


Wajah ayu Yuna tiba-tiba saja mulai terlihat khawatir dan merasa bersalah.


"Aduh ... saat ini Jiro pasti akan sangat bingung karena aku yang tiba-tiba menghilang. Dan pasti dia akan sangat marah padaku. Bagaimana ini?" guman Yuna terlihat begitu risau dan merasa bersalah. "Sebaiknya aku segera menghubunginya. Ya ... aku harus segera menghubunginya!" imbuh Yuna sambil mencari ponselnya di dalam slingbag berwarna putih itu.


Puluhan panggilan yang berasal dari Igor dan Kagami Jiro terlihat pada daftar riwayat panggilan di ponsel Yuna, dan hal itu semakin membuat Yuna merasa bersalah. Dengan cepat Yuna mulai menghubungi Kagami Jiro dan berharap Kagami Jiro akan segera mengangkatnya.

__ADS_1


Namun, panggilan itu sama sekali tidak diangkat oleh Kagami Jiro. Dan tiba-tiba saja sebuah tangan mulai menepuk bahu Yuna dari arah belakang.


GRREPP ...


__ADS_2