Casanova In Love

Casanova In Love
Sebuah Noda Merah


__ADS_3

"Amane ..." alunan maskulin dan terdengar begitu lembut dari Kagami Jiro sempat membuat hati Amane berdegup seperti drum.


Kini dalam beberapa detik saja dunia seakan berputar dengan begitu cepat. Posisi mereka sekarang menjadi berubah dalam hitungan detik saja. Kagami Jiro mencengkeram kedua lengan Amane dan membaringkannya di atas ranjang. Sementara Kagami Jiro kini berada di atasnya.


"Seseorang sudah menyalakan sebuah dupa pembangkit gairah di kamar sebelah. Dan aku tidak sengaja memasuki kamar itu. Sekarang aku begitu merasa ... uhm ... itu ..."


"Ya?" Amane menatap Kagami Jiro dengan sangat bingung, namun sebenarnya dia begitu berdebar saat ini. "Apa yang bisa aku lakukan untukmu, Jiro?" sepasang matanya yang seperti green sapphire diamond itu terlihat begitu indah dan sedikit bergetar menatap pemuda yang kini berada di atasnya dengan wajah yang sudah merona bahkan pakaian setengah terbuka.


Wanita mana yang tidak akan terpesona oleh sosok Kagami Jiro? Seorang pemimpin dari Doragonshadou yang begitu legendaris. Tampan, cerdas ... bahkan sebenarnya dia termasuk genius! Dan satu lagi, dia sangat kaya raya! Tak akan ada wanita yang mampu terlepas dari jeratannya! Jikapun ada, maka Kagami Jiro akan menjadikan wanita itu sebagai istrinya! Itulah janjinya kepada dirinya sendiri!


"Amane, maukah kamu menjadi penawar untukku?" ucapan konyol Kagami Jiro antara sadar dan tidak sadar, namun tetap terlihat begitu mempesona di hadapan Amane.


Bahkan dinding pertahanan yang selama ini tak mampu untuk disentuh dan dirobohkan oleh pria manapun, kini seketika bisa diraih dengan mudah oleh Kagami Jiro.


Amane hanya terdiam dan terpaku mendengar ucapan dari Kagami Jiro, untuk menjawabnya rasanya lidah terasa begitu kelu dan begitu berat. Namun pandangannya menatap lemah dan begitu hangat menatap pemuda yang saat ini hanya berjarak beberapa lembar jari saja dari hadapannya.


"Aku anggap diammu adalah iya ..." Kagami Jiro mulai menyibak beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik alami itu. Kagami Jiro mulai memiringkan wajahnya lalu perlahan mulai mendekati wajah gadis cantik itu.


Amane mulai memejamkan matanya dan terlihat begitu pasrah untuk menghadapi Kagami Jiro.


Kecupan lembut dan hangat itu mendapat sambutan hangat dari sang gadis cantik peracik parfum yang bahkan selama ini belum pernah merasakan cinta dari seorang pria di sepanjang hidupnya.

__ADS_1


Kini sang jemari pengembara tak bisa lagi berdiam diri, mereka mulai mengusap dengan lembut dengan gerakan dan ritme yang begitu memabukkan. Perlahan jemari pengembara itu mulai mengusap paha mulus itu, dan sedikit menyibak handuk pakaian itu hingga akhirnya mulai memasuki dan menyusup kedalamnya, lalu perlahan mulai naik.


Pengaruh dari dupa itu semakin membuat Kagami Jiro tak bisa lagi untuk menahan dan mengontrol keinginannya untuk bercinta. Dan tentu saja itu membuatnya menjadi sedikit berbeda dari biasanya. Dia terlihat begitu menikmatinya, begitu menggebu-gebu, dan sangat agresif. Bahkan Kagami Jiro sampai benar-benar menggigit dan meninggalkan luka pada leher indah Amane.


Kini perlahan Kagami Jiro mulai melepaskan ikatan tali handuk pakaian itu dan sesekali mengecup kembali bibir merah muda di hadapannya itu.


"Jiro ..." ucap Amane begitu pelan dan menangkap tangan Kagami Jiro yang berusaha untuk menyibak handuk pakaian itu.


Tatapan keduanya kini kembali bertemu kembali, namun tatapan menawan dari pemuda itu kini mampu meluluhkan kembali gadis cantik itu.


"Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan, jangan takut ..." ucap Kagami Jiro setengah berbisik dan sengaja mengatakannya di dekat daun telinga Amane.


Kagami Jiro kini sedikit duduk dan mulai menanggalkan satu persatu pakaiannya. Tubuhnya terlihat begitu atletis dan cukup kekar. Sebuah tato naga juga terukir dengan indah pada dada bidangnya sebelah kiri. Struktur tulangnya juga terlihat begitu tegas.


Kagami Jiro kini mulai mendekati Amane kembali. Jemarinya mulai berusaha untuk menyibak kembali handuk pakaian itu. Dan kali ini Amane hanya bisa pasrah dan membiarkan Kagami Jiro melakukan semua hal itu padanya, karena sebenarnya diam-diam sebenarnya Amane mulai memiliki perasaan untuk pria yang selama ini menjadi partner dan bersandiwara untuk menjadi kekasihnya.


Kecupan demi kecupan mulai dia layangkan untuk menjelajahi setiap detail tubuh indah dan begitu molek itu. Bahkan tak puas dengan itu saja, Kagami jiro juga membuat beberapa kiss mark kemerahan yang dia tinggalkan pada beberapa bagian tubuh indah gadis itu.


Desaahan demi desaahan yang dikeluarkan oleh si gadis cantik Amane semakin membuat hujaman demi hujaman itu semakin tak bisa dikendalikan oleh Kagami Jiro. Bahkan malam ini dia melupakan sesuatu yang sangat penting! Yeap, Kagami Jiro lupa untuk mengkonsumsi pil KB nya sebelum melakukan hubungan badan dengan seorang gadis!


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


Lantunan melodi mulai terdengar dari ponsel seorang pemuda tampan yang masih terbaring dan tertidur cukup pulas di atas sebuah pembaringan yang bernuansa putih. Dia masih hanya mengenakan sebuah selimut putih untuk menutupi sebagian tubuhnya.


Cahaya matahari yang mulai mengintip dari sisi luar terkadang juga membuat pemuda itu sesekali mengerutkan keningnya meskipun dia masih terpejam. Jemarinya mencoba meraih sebuah benda yang sedang berdering itu di atas meja sebelah pembaringan.


"Hallo ..." sapa pemuda itu setelah mengangkat panggilan itu dan masih dalam keadaan sepasang mata yang masih terpejam.


"Tuan Jiro, hari ini akan ada pertemuan dengan beberapa klien, dan tuan harus segera sampai jam 10 AM di Rokkasen restaurat." terdengar suara seorang pria dari seberang.


"Hhm. Tenang saja! Aku masih mengingatnya dengan baik, Igor!" celutuk pemuda itu dengan malas.


"Baik, Tuan. Saya hanya mengingatkan tuan. Khawatir jika tuan lupa." jawab Igor dengan nada rendah.


"Hhm ..." Kagami Jiro mulai mematikan ponselnya dan kembali untuk melanjutkan tidurnya dengan memeluk guling.


Namun tiba-tiba dia membuka sepasang matanya dan sedikit membelalakkan matanya. Yeap, dia teringat dengan kejadian kemarin malam, malam panas yang telah dilakukan bersama Amane.


Kagami Jiro melihat di sebelahnya sudah tidak ada sosok gadis cantik itu. Bahkan dia segera duduk dan menyibak selimut itu.


Dan yang paling membuatnya begitu shock adalah dia mendapati sebuah noda merah di pembaringan itu.


Pemuda tampan itu mulai mengusap rambutnya ke belakang dengan kedua jemarinya dan terlihat begitu frustasi.

__ADS_1


"Sial! Ternyata aku tidak salah duga! Amane bahkan benar-benar masih perawan! Dan aku sudah melakukan hal gila itu padanya. Ditambah lagi aku lupa untuk meminum pil KB itu! Arrgghh!! Semoga saja dia tidak mempersulitku dan tidak menjeratku."


__ADS_2