Casanova In Love

Casanova In Love
Di Dalam Elevator Bersama Lagi


__ADS_3

"Nana Fukada juga tinggal disini? Mengapa aaku tidak pernah mengetahuinya ya? Hhm ..." gumam Yuna mengkerutkan keningnya. "Mereka berdua terlihat dekat sekali, apa tidak takut jika Tanaka Miuri akan salah paham? Huft ... sudahlah. Ini masalah mereka dan bukan urusanku! Sebaiknya segera hampiri mereka dan serahkan barang ini untuk pria licik ini lalu kembali pulang lagi." imbuh Yuna masih bergumam.


Yuna mulai melenggang kembali dan semakin mendekati mereka berdua yang tengah asyik berbincang dan terlihat begitu dekat dan mesra.


"Mengapa pergi ke apartemen ini tapi tidak mampir ke apapetemenku? Sebenarnya ada acara apa hingga selarut ini, Jiro?" rengek Nana dengan nada begitu manja dan memeluk lengan Kagami Jiro.


"Anak buah ibuku merayakan pesta ulang tahun, dan aku diundang ke apartemennya untuk makan malam bersama mereka." jawab Kagami Jiro seadanya. "Aku mau pulang, Nana. Besok harus berangkat pagi karena banyak pekerjaan."


"Yah ... jadi kau tidak bisa menemaniku minum ya?" ucap Nana terlihat begitu kecewa.


"Sebaiknya mulai sekarang kamu menjaga jarak denganku, Nana. Atau akan timbul masalah ..." belum sempat Kagami Jiro melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja ada yang menyelanucapannya.


"Maaf mengganggu ..." ucap Yuna memotong ucapan Kagami Jiro.


Nana dan Kagami Jiro menoleh ke arah suara dan keduanya terlihat begitu terkejut.


"Yuna, ada apa?" tanya Kagami Jiro sedikit terkejut namun dia juga senang karena melihat gadis bermulut pedas itu lagi.


"Kak Yuna!" ucap Nana begitu terkejut namun wajah ayunya begitu berbinar bahagia. "Kakak tinggal di apartemen ini juga?"


"Benar sekali, Nona Nana." Yuna menyauti dengan senyum manis menatap Nana lalu beralih menatap Kagami Jiro lagi. "Tuan, ini milik tuan. Maaf baru sempat mengembalikannya sekarang. Karena aku baru saja menyetrikanya." ucap Yuna sambil memberikan sebuah tote bag putih berukuran sedang untuk Kagami Jiro.


"Hhm? Apa ini?" ucap Kagami Jiro sedikit membuka tote bag itu untuk melihat isi di dalamnya.


"Coat milik tuan. Terima kasih dan aku akan pamit kembali. Maaf jika aku mengganggu. Kalian lanjutkan saja berbincangnya." Yuna membungkukkan badannya dan berbalik untuk melenggang.


Kagami Jiro tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah Yuna pergi, karena sudah tak ada alasan lagi. Hingga akhirnya setelah beberapa saat berpikir, dia memiliki sebuah alasan dan mulai mengejar Yuna dan meninggalkan Nana begitu saja.

__ADS_1


Tepat saat Yuna hendak memasuki sebuah elevator, Kagami Jiro berhasil menyusulnya dan mulai masuk ke dalam elevator tersebut bersama Yuna.


Dan itu sungguh membuat Yuna terkejut hingga mendongak dan menatap sisi samping wajah Kagami Jiro cukup lama.


"Apa yang tuan Kagami Jiro lakukan disini? Mengapa malah ikut naik bersama denganku lagi?" pertanyaan itu terlontar juga setelah beberapa saat.


"Aku hanya ingin menemanimu saja selama di dalam elevator kok. Kau pasti masih begitu trauma setelah kejadian kemarin bukan?" jawab Kagami Jiro begitu santai tanpa menatap Yuna sama sekali. "Bahkan kau memaksakan diri untuk tetap menggunakan elevator ini hanya untuk mengejarku bukan?"


Ah ... semua itu memang benar sih. Setelah kejadian itu, hari inilah aku baru memakai elevator kembali. Selama beberapa hari ini aku hanya menggunakan tangga manual. Dan ... aku sangat beruntung karena aku hanya tinggal di lantai 7. Bayangkan saja jika aku tinggal di lantai 30, 40, 50, 60, atau bahkan lantai paling atas? Oh, bisa keriting kakiku!


Batin Yuna mengkerutkan keningnya dan mengusap pelan pelipisnya. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya elevator mulai berhenti di angka 7, menandakan lantai tujuan sudah sampai.


TRING ...


Perlahan pintu elevator mulai terbuka dan sebuah senyuman mulai menghiasi wajah Yuna yang masih menatap pintu elevator yang sedang mengalami pergerakan semakin lebar itu. Perasaanya begitu lega menyadari dia sudah sampai di lantai 7.


Namun Yuna malah berdiam diri dan tidak segera keluar dari elevator itu. Sepertinya ada yang sedang mengganggu pikirannya saat ini, atau mungkin dia terlalu bahagia hanya karena elevator yang sudah sukses mengantarnya di lantai 7, dimana dia tinggal.


"Jika terlalu lama, maka pintu akan tertutup kembali. Dan kau malah akan terjebak di lantai lainnya lagi." ucap Kagami Jiro kembali dengan nada jenaka.


Ucapan Kagami Jiro seketika membuyarkan angan Yuna.


"Oh ... iya. Benar! Terima kasih sudah mengantarku, Tuan Kagami Jiro. Terima kasih banyak." ucap Yuna dengan tulusdan sedikit berbalik menghadap Kagami Jiro dan membungkukkan badannya.


"Hhm. Setelah ini segera kembalilah ke apartemenmu dan beristirahatlah."


"Hhm. Tentu saja aku akan segera pulang. Memang mau kemana lagi aku." sahut Yuna yang bahkan belum beranjak untuk mendekati pintu elevator, hingga akhirnya pintu elevator mulai bergerak kembali dan akan tertutup kembali.

__ADS_1


Yuna terlihat begitu panik saat pintu itu semakin menyempit, hingga akhirnya Kagami Jiro sedikit maju 2 langkah dan mengulurkan tangan kanannya di antara kedua pintu yang hampir saja tertutup dengan sempurna itu.


Pintu itu mulai terbuka kembali dan Yuna kembali bernapas dengan sangat lega.


"Sudah aku bilang bukan, cepat pulang sana!" perintah Kagami Jiro kembali.


"Baiklah. Sampai jumpa kembali, Tuan Kagami Jiro. Aku pulang. Bye ..." dengan berhati-hati Yuna melangkah meninggalkan elevator itu, dan ketika sudah sampai di luar gadis itu mulai berjalan cepat untuk menuju apartennya kembali.


Kagami Jiro tersenyum geli melihat tingkah Yuna yang menurutnya begitu lucu dan menggemaskan. Kedua tangan mulai dimasukkan ke dalam saku pakaiannya, hingga akhirnya dia menemukan ada sesuatu yang mengganjal di salah satu pakaiannya.


Perlahan Kagami Jiro mulai mengeluarkan benda itu. Sebuah boneka tedy bear yang berukuran kecil kini berada dalam genggamannya dan membuat tersenyum kecut.


TRING ...


Pintu elevator mulai terbuka kembali. Dan Kagami Jiro mulai melangkahkan kakinya kembali untuk meninggalkan elevator itu dan berhenti di samping elevator itu.


Kaki kanannya mulai dipijakkannya untuk menginjak sebuah pijakan untuk membuka sebuah tempat sampah yang berukuran cukup besar. Saat tempat sampah itu mulai terbuka, Kagami Jiro mulai melemparkan boneka tedy bear itu ke dalam tempat sampah itu.


Senyum misterius mulai menghiasi wajah tampan itu. Begitu dingin dan auranya begitu menakutkan. Setelah itu Kagami Jiro mulai melenggang kembali dengan langkah lebarnya yang begitu tegas dia mulai meninggalkan apartemen Azabu.


Di depan apartemen itu sebuah mobil Buggati Divo sudah menantikannya dengan Igor yang menyetir kali ini, karena Kagami Jiro sedang malas dan merasa cukup lelah untuk mengemudi malam ini.


"Silakan, Tuan Kagami Jiro." Igor mulai membuka pintu belakang dan mempersilakan Kagami Jiro untuk memasukinya.


Tanpa menjawab apapun, Kagami Jiro langsung memasuki mobil itu dan tidur sebentar saat perjalanan pulang.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2