Casanova In Love

Casanova In Love
Kasino Berdarah Dan Sniper Misterius


__ADS_3

Seorang pria mengayun-ayunkan sebuah tongkat pemukul besi dengan wajahnya yang begitu menyebalkan. Rambutnya bergaya punk dan diberi warna kuning kemerahan. Tariannya saat mengayukan tongkat besi itu terlihat begitu lihai dan terampil.


Di sebelahnya lagi ada seorang pria dengan membawa sebuah katana yang hanya menatap tajam Kagami Jiro dan juga Yukimura dari tempatnya dia berdiri


Di sisi lainnya terlihat seorang pria berbadan lebih besar dari yang lainnya dan badannya cukup gempal. Dia tidak membawa senjata apapun, mungkin dia hanya mengandalkan kekuatannya saja.


Di sebelahnya lagi sudah ada seorang pria dengan rambutnya yang sedikit gondrong berwarna hitam membawa sebuah pisau lipat yang sudah dia siapkan dan berada pada genggamanya.


Di sebelahnya lagi ada seorang pria yang membawa sebuah senjata api yang masih dia gantungkan pada sisi samping celana panjangnya yang longgar dan bermotif army.


Kelima pria berwajah sangar itu kini mulai berjalan dan mengepung Kagami Jiro dan Yukimura. Seketika Kagami Jiro dan Yukimura segera berdiri saling membelakangi, namun masih terlihat begitu santai.


"Gyahahaha ..." tiba-tiba terdengar tawa seorang pria yang begitu menggelegar memenuhi seisi ruangan ini.


Dari arah depan kini mulai terlihat seorang pria mulai memasuki ruangan ini. Pria itu ternyata adalah Samuel. Dan kemungkinan kelima pria ini adalah para anak buahnya yang baru saja dipanggilnya untuk menghadapi Kagami Jiro dan Yukimura.


"Dasar banci!" timpal Sam dengan tawanya yang sudah mulai mereda. "Bukankah sudah aku katakan kepada kalian untuk jangan melarikan diri dariku?! Apa kalian begitu ketakutan hingga membuat kalian ingin segera meninggalkan tempat ini dan kabur begitu saja dariku?!" ucap Sam mulai melenggang semakin mendekati tengah ruangan.


"Tenang saja. Jika kalian mau mengembalikan semua uang itu dan meminta maaf kepadaku dengan berlutut kepadaku, maka aku akan bermurah hati dan akan memafkan kalian berdua. Bagaimana?" ucap Sam dengan nada bicaranya yang terdengar begitu menyebalkan.


"Samuel! Jaga bicaramu! Kau tidak tau saat ini kau sedang berhadapan dengan siapa? Cepat minta maaflah kepada tuan ini!" kini seorang pria paruh baya yang mungkin saja pemilik dari kasino ini mulai datang menghampiri mereka.


"Cckk. Memang siapa mereka?! Merek hanya berandalan yang berusaha untuk menipu dan memerasku saja! Aku tak akan meminta maaf kepada para berandalan ini, Paman!" timpal Sam masih saja kekeh dengan keputusannya sendiri.

__ADS_1


"Kau baru saja kembali dari Korea! Kau tidak tentu tidak mengenali siapa mereka, Samuel! Sekarang cepat minta maaf kepada mereka!" tandas pemilik kasino ini lagi yang sepertinya sudah mengenal Sam cukup dekat.


"Ciih!! Aku tak akan pernah meminta maaf kepada orang yang sudah berusaha untuk menipu dan memerasku seperti mereka, Paman! Najis! Cuihh!!" timpal Sam yang terlihat begitu kesal dan jijik mendengar ucapan yang selalu saja memintanya untuk segera meminta maaf.


"Samuel!!" hardik paman pemilik kasino itu dengan wajahnya yang sudah merah padam. "Paman sudah memperingatkanmu! Jika terjadi sesuatu padamu, maka jangan pernah kau menyesalinya!" sepasang mata yang sudah terlihat mulai memutih itu menatap Sam penuh amarah.


"Aku Samuel Ishihara, tidak akan pernah menyesali segala pilihan hidupku yang sudah aku pilih dan tentukan!" tandas Sam dengan sangat tegas dan penuh percaya diri. "Semuanya! Serang tanpa ampun! Berikan mereka pelajaran hingga mereka tak pernah melupakan hari ini! Hari kasino berdarah yang akan selalu mereka ingat! Serang sekarang!!"


Kelima berandalan itu mulai menyerang Yukimura dan Kagami Jiro. Sementara paman pemilik kasino terlihat begitu khawatir dan sangat tegang menyaksikan pertumpahan darah di tempat kasinonya saat ini. Bahkan mungkin saja keponakannya yang bernama Sam akan mendapatkan ganjaran atas apa yang sudah dia perbuat kepada sang pemimpin Doragonshadou.


Darah segar mulai mengalir dan memenuhi segala tempat ini. Padahal Kagami Jiro dan Yukimura tidak menggunakan senjata sama sekali. Kelima preman itu yang selalu berusaha menyerang Yukimura dan Kagami Jiro dengan menggunakan senjata-senjata tajam itu, hingga akhirnya senjata itu malah mengenai mereka sendiri.


Disaat Yukimura dan Kagami Jiro masih disibukkan untuk menyelesaikan preman yang tersisa, tiba-tiba saja suara tembakan melesat dari sebuah sniper yang berasal dari suatu tempat tersembunyi.


Tubuh besar Yukimura sedikit terhentak ke belakang karena bidikan dari sniper itu mengenai dada kiri Yukimura. Yukimura yang menyadari dirinya yang sudah tertembak meluapkan emosinya dengan menghantam seorang pria dengan gaya rambut punk yang kebetulan sedang berada tepat di hadapannya dengan menghamtam dada pria itu dengan kekuatan penuh yang masih tersisa hingga akhirnya Yukimura mulai ambruk di atas lantai.


BRRUUGHH ...


"Yukimura!!" Kagami Jiro segera menghunuskan sebuah pisau lipat pada tubuh seorang brandalan itu sebelum dia berlari dan menghampiri Yukimura yang sudah ambruk di atas lantai.


Sementara Sam yang masih dalam keadaan segar bugar kini mulai melarikan diri begitu saja. Seorang sniper misterius itu juga pasti sudah melarikan diri begitu saja.


"Yukimura!!" Kagami Jiro mulai meraih badan Yukimura dan memangkunya. "Apa kau mendengarku?! Katakan sesuatu padaku, Yukimura!" Kagami Jiro sedikit mengguncang bahu Yukimura hingga Yukimura membuka sepasang matanya kembali.

__ADS_1


"Uuhhukk ..." Yukimura terbatuk pelan. "Jiro ... kejar mereka! Tangkap mereka! Aku akan baik-baik saja!" imbuhnya pelan.


"Tidak! Aku yakin peluru itu tidak melukai organ tubuhmu! Tapi aku harus tetap segera membawamu ke rumah sakit, Yukimura! Kau yang terpenting saat ini!" ucap Kagami Jiro yang terlihat masih begitu tenang, namun sebenarnya Kagami Jiro begitu mengkhawatirkan Yukimura, sahabatnya.


"Ayo kita ke rumah sakit!"


Kagami Jiro mulai meraih lengan Yukimura dan mengalungkannya pada lehernya lalu mulai memapah tubuh besar Yukimura untuk segera meningalkan tempat ini dan menuju ke rumah sakit terdekat.


...⚜⚜⚜...


"Igor, apa kau sudah dapatkan sesuatu?" tanya Kagami Jiro di dalam sebuah ruangan rawat VIP di sebuah rumah sakit besar di Tokyo.


Kini Kagami Jiro sedang duduk di sofa bersama asisten pribadinya, Igor yang mulai membuka sebuah file untuk memperlihatkan beberapa rekaman CCTV kepada Kagami Jiro.


"Ya, Tuan Jiro. Sniper itu berasal dari sebuah gedung. Tepatnya gedung Tokyo Skytree yang berada tak jauh dari tempat kasino yang tuan Kagami Jiro kunjungi. Namun pelakunya segera meninggalkan gedung itu setelah meluncurkan serangan itu." jelas Igor.


Kagami Jiro masih terlihat mengawasi beberapa rekaman CCTV itu. Terlihat seorang pria bertopi hitam menggunakan jaz hujan berwarna hitam yang tertangkap oleh rekaman itu. Wajahnya sedikit buram karena suasana sudah begitu remang dan hanya mengandalkan lampu penerangan malam saja.


"Cari tau tentang pria ini! Temukan dia dimanapun dia berada!" perintah Kagami Jiro menautkan kedua tangannya dan masih mengamati rekaman CCTV itu.


Apakah ini juga ulah Death Eyes? Ataukah ini ulah dari anak buah cecunguk Samuel?! Siapapun dia, aku akan segera menemukannya dan memberikan balasan untuknya! Aku tak akan mengampuninya apapun yang terjadi! Sekalipun kau melarikan diri dan meninggalkan Jepang, aku akan tetap menemukanmu!


Batin Kagami Jiro mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2