Casanova In Love

Casanova In Love
Seperti Sebuah Misi Terberat


__ADS_3

Dengan gayanya yang masih begitu cool, Kagami Jiro mulai menyisiri mini market itu untuk mencari benda yang saat ini sedang dicarinya. Sesekali dia mengedarkan pandangannya kembali untuk memastikan situasi di sekitarnya masih aman dan tak ada pengunjung lain yang melihatnya sedang mencari barang yang bisa menjatuhkan harga dirinya dalam sekejap itu.


Tak butuh waktu lama, kini dia sudah menemukan sebuah rak yang berisi penuh dengan berbagai macam dan berbagai merk pembalut.


Sepasang mata kecoklatan itu masih mengamati semua yang ada di dalam rak itu. Lagi-lagi Kagami Jiro terlihat begitu bingung karena begitu banyak pilihan dan variasi dari benda itu. Dia begitu tak mengerti harus membeli yang seperti apa.


Bagaimana ini? Begitu banyak pilihan dan jenisnya. Aku tidak tau harus mengambil yang seperti apa? Dan aku tidak tau berapa yang Yuna butuhkan.


Kagami Jiro menghembuskan napas kasarnya ke udara lalu mengedarkan pandangannya kembali untuk memastikan lagi tak ada pengunjung yang melihatnya saat ini. Setelah itu Kagami Jiro mulai memasukkan beberapa benda itu ke dalam keranjangnya. Bukan hanya beberapa! Sebenarnya cukup banyak dia mengambil hingga di dalam rak itu hanya menyisakan beberapa picis saja! Oh My!


Setelah itu, dengan langkah tergesa Kagami Jiro segera melenggang untuk menuju ke kasir.


BRRAAKK ...


Kagami Jiro meletakkan sebuah keranjang belanjaan yang berisi penuh dengan berbagai macam dan berbagai merk pembalut dengan cukup keras di atas meja kasir. Dan tentu saja itu membuat gadis petugas kasir begitu terkejut dan sedikit terhentak.


Gadis petugas kasih itu sedikit membelalak menatap keranjang belanjaan itu lalu menatap sang pembeli dengan tatapan yang sulit untuk digambarkan. Antara bingung tak mengerti, kagum karena pelanggan pria yang terlihat begitu menawan dan sempurna itu begitu perhatian dengan sang kekasih. Mungkin seperti itulah ...


"Cepat hitung!" perintah Kagami Jiro penuh penekanan sambil melirik sekitarnya lagi.


"Ba-baik, Tuan." gadis petugas kasir itu menyauti dengan ketakutan lalu mulai menghitung semua barang itu. "Apakah tuan memiliki kartu member?"


"Tidak! Hitung saja semuanya sekarang juga!" tandas Kagami Jiro dengan wajahnya yang sudah terlihat begitu tak sabar disertai aura yang sungguh membuat siapa saja yang melihatnya bergidik ngeri.

__ADS_1


Satu persatu barang itu mulai dia pindai dengan mesin barcode. Semua terjadi dengan cukup cepat dan lancar. Namun tiba-tiba saat memindai barang terakhir, terjadi sedikit kendala. Berulang kali gadis petugas kasir itu berusaha untuk memindainya dengan mesin barcode, namun tidak terbaca sama sekali. Barang itu sepertinya belum terdaftar di dalam komputer kasir.


"Mengapa lama sekali?!" ucap Kagami Jiro semakin tak sabaran.


"Ma-maf ... se-sebentar, Tuan. Saya akan memasukkan manual, karena ada sedikit kendala." ucap gadis petugas kasir itu sedikit ketar-ketir.


"Lakukan dengan cepat! Jika tidak aku akan mengatakan kepada bosmu jika kau tidak becus dalam bekerja!" lagi-lagi Kagami Jiro mulai mengancam dan berkata seenak jidatnya sendiri.


"Ba-baik, Tuan. Saya sedang berusaha." sahut gadis petugas kasir itu sambil memasukkan beberapa kode ke dalam komputer secara manual.


Sementara itu ternyata sudah ada 2 orang wanita dewasa yang sudah mengantri di belakang Kagami Jiro. Dan sebenarnya ini sungguh membuat Kagami Jiro tidak nyaman dan tingkat rasa malu seketika meningkat drastis.


"Wah sungguh pria impian. Begitu sayang dan pengertian terhadap kekasihnya. Uh ... so sweet." celutuk salah satu wanita dewasa yang tepat mengantri di belakang Kagamk Jiro.


Kagami Jiro hanya terdiam dan tak bisa berkutik sama sekali. Antara sebuah rasa malu dan bahagia karena dipuji karena begitu perhatian dan menyayangi kekasihnya ( padahal tidak ada hubungan apapun antara dirinya dengan Yuna!) bercampur menjadi satu.


"Tambahkan minuman hangat yang biasa digunakan untuk mengatasi ... nyeri haid dan juga termos." perintah Kagami Jiro sedikit memelankan suaranya.


"Baik, Tuan." gadis petugas kasir itu mulai mengambil sebuah termos baru berwarna baby blue lalu membersihkannya dan mulai mengisinya dengan air mineral hangat dan juga memasukkan sebuah serbuk ke dalamnya.


"Semuanya 2 ribu yen ( kira-kira 217 ribu rupiah ), Tuan." ucap gadis penjaga kasir itu sambil menyerahkan sekantong besar pembelanjaan Kagami Jiro.


Kagami Jiro mulai mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan memberikannya kepada gadis petugas kasir itu.

__ADS_1


"Kembaliannya untukmu saja!" ucapnya lalu membawa sekantong penuh dengan barang belanjaannya itu dan melenggang untuk meninggalkan mini market itu.


"Wah benar-benar keren sekali! Pria tampan, berkharisma dan macho seperti itu namun begitu penyayang dan pengertian kepada kekasihnya. Ahh ... irinya ..." masih terdengar suara beberapa pengunjung lainnya lagi yang masih membicarakan Kagami Jiro.


Kagami Jiro yang masih mendengarkan perkataan mereka secara samar-samar harus menebalkan wajah dan telinganya saat ini. Sebenarnya wajahnya sudah sedikit menjadi merah saat ini.


Haiishh sial! Di dalam seumur hidupku, ini adalah seperti sebuah misi terberat saja! Menjatuhkan harga diri dan kharismaku dalam sekejap! Untung saja para gadis itu tidak mengenaliku dengan baik! Bisa jatuh semuanya dalam sekejap!


Batin Kagami Jiro sedikit memijat keningnya karena merasa begitu pusing. Kini dia mulai melenggang dengan langkah lebar dan bergegas untuk segera kembali ke pantai Odaiba dan menemui Yuna.


Raut wajah Kagami Jiro terlihat sedikit lega saat melihat Yuna yang masih berada di pondok gazebo itu sedang duduk di sebuah kursi kayu.


"Ini!" Kagami Jiro mulai meletakkan sekantong plastik besar yang berisi dengan pembalut kepada Yuna. Dia juga memberikan sebuah termos berukuran mini yang berisi teh peppermint yang masih hangat.


Yuna sedikit bingung melihat sebuah kantong yang berukuran cukup besar yang berisi dengan banyak barang yang baru saja Kagami Jiro bawakan untuknya itu.


"Apa ini?" tanya Yuna mengkerutkan keningnya menatap kantong hitam itu lalu mulai melihat isinya.


Sepasang mata Yuna mulai membulat sempurna karena melihat isi di dalamnya adalah pembalut. Yeap, semua itu adalah pembalut dengan berbagai macam jenis dan berbagai merk.


"Itu adalah barang yang kau butuhkan bukan?" ucap Kagami Jiro sambil mengusap tengkuknya dan menatap sisi lain karena sebenarnya saat ini Kagami Jiro masih begitu malu.


"I-iya ... memang benar aku sedang membutuhkannya. Tapi ... mengapa sebanyak ini?" ucap Yuna yang sebenarnya merasa begitu kikuk.

__ADS_1


Kedua anak manusia itu seketika menjadi begitu kikuk karena situasi saat ini. Antara malu, canggung, namun karena situasi yang menjadikan keadaan ini terjadi begitu saja, akhirnya terjadilah!


__ADS_2