Casanova In Love

Casanova In Love
Penculikan


__ADS_3

Dengan wajah yang masih berseri, Kagami Jiro mulai mengangangkat panggilan itu. Namun betapa terkejutnya Kagami Jiro ketika mendengar suara di seberang adalah suara seorang pria. Seketika senyuman yang terlukis indah pada wajah tampannya membeku dan dalam hitungan detik berubah menjadi amarah dan kekesalan.


"Hallo tuan Kagami Jiro ..." terdengar suara seorang pria dari seberang line dengan tawa kecil dan terdengar begitu menyebalkan.


"Siapa ini? Dan dimana Yuna?!" tandas Kagami Jiro dengan begitu tegas.


"Nona Yuna masih aman dan tidak tergores sedikitpun. Tenang saja, Tuan Kagami Jiro. Tuan tidak perlu khawatir." ucap pria itu kembali.


"Apa maumu?! Lepaskan Yuna dan aku akan memberikan semua yang kamu minta! Namun jika kamu melukainya sedikit saja, aku tak akan segan-segan untuk mengirim kalian ke neraka!" geram Kagami Jiro dengan wajahnya yang sudah memanas karena menahan amarahnya.


Pria itu malah tertawa menyebalkan dan semakin membuat Kagami Jiro begitu kesal.


"Jika tuan Kagami Jiro menginginkan nona cantik ini baik-baik saja, maka cepatlah datang kesini seorang diri tanpa membawa senjata apapun! Aku akan mengirimkan titik lokasinya melalui pesan!" ucap pria itu lalu mengakhiri panggilan itu.


"Dasar bedebah sialan!! Beraninya mereka menyentuh Yuna!!" geram Kagami Jiro begitu murka. "Dimana Jo dan Maki?! Mengapa mereka berdua sangat tidak berguna dan tolol seperti ini?!"


Belum sempat Kagami Jiro menghubungi salah satu dari pengawal transparan itu, kini dua buah pesan sudah masuk di ponselnya. Rupanya pesan itu berasal dari nomor Yuna dan mengirimkan sebuah alamat dan juga sebuah foto yang memperlihatkan jika Yuna sedang dibungkam dan diikat terduduk di atas sebuah kursi.


"Sampah-sampah ini berani sekali melakukan semua ini!! Aku akan membuat kalian menyesal!" geram Kagami Jiro lalu mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang luar biasa cepatnya.


NGGUUNGG ...


WUUSSHH ...


Kagami Jiro sudah terlihat sangat tidak sabaran dan di dalam pikirannya saat ini hanyalah untuk secepatnya segera sampai di lokasi penyekapan Yuna. Buggati Divo hitam metalik itu melaju dengan sangat kencang membelah jalanan kota Yokohama yang tak terlalu ramai.

__ADS_1


Satu persatu mobil dilaluinya dengan sangat gesit dan terampil, bahkan terlihat seperti seorang pembalap sungguhan yang sedang mengemudikan mobil tersebut.


Butuh waktu kira-kira 35 menit, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai sampai pada lokasi itu. Terlihat sebuah gedung bekas gudang sebuah perusahaan di hadapannya. Bangunan itu terlihat sudah begitu kotor dan tak terawat. Dinding-dindingnya sudah berjamur bahkan berselimut dengan lumut. Lokasi ini sangat jauh dari pemukiman pendukuk lokal, dan malah dekat dengan perkebunan.


Kagami Jiro memeriksa ponselnya kembali untuk memastikan jika tempat itu adalah sudah sesuai dengan titik lokasi yang dikirimkan oleh para preman itu melalui ponsel Yuna.


Belum sempat Kagami Jiro turun dari mobil kesayangannya, kini benda pipih itu kembali berdering. Lagi-lagi panggilan itu berasal dari preman yang sedang menggunakan ponsel Yuna.


"Hallo ... aku sudah sampai!" ucap Kagami Jiro setelah mengangkat panggilan itu.


"Ya, Tuan. Aku sudah melihat mobil tuan. Sekarang masukklah ke dalam bangunan di hadapan tuan itu. Dan ingat! Jangan membawa senjata apapun dan jangan membawa orang! Jika sampai aku tau tuan membawa senjata atau membawa orang bersama dengan tuan Kagami Jiro, maka aku akan segera menarik pelatuk ini dan peluru panas ini akan segera menembus otak nona cantik ini." ancam preman itu dan membuat amarah Kagami Jiro semakin memuncak saja.


Jika Kagami Jiro adalah sebuah bom waktu, mungkin dia sudah meledak dalam sekejap. Atau jika Kagami Jiro adalah sebuah gunung berapi, maka Kagami Jiro akan segera meledak dan menyemburkan larvanya yang panas. Ataukah jika Kagami Jiro adalah sebuah halilintar, kilatan yang menyala dengam menakutkan hingga mulai mengeluarkan guruh yang begitu menggelegar, jika perlu langsung menyambar para preman itu!


"Aku tidak membawa senjata apapun! Dan aku hanya datang seorang diri! Cepat katakan padaku! Sekarang aku harus apa?!" ucap Kagami Jiro begitu tak sabaran dan mulai turun dari mobilnya.


Kagami Jiro membanting pintu kemudi dengan cukup keras karena masih dipenuhi dengan amarah yang begitu memuncak.


"Baiklah. Tuan Kagami Jiro masuk saja ke dalam gedung di hadapan tuan. Kami ada di dalam. Dan nona yang cantik ini juga di dalam bersama dengan kami." sahut preman itu yang sesekali tertawa bersama rekannya.


"Baik, aku akan masuk!"


Tut ... tut ... tut ...


Kini panggilan itu berakhir kembali. Setelan menyimpan benda pipih itu ke dalam saku pakaiannya Kagami Jiro mulai melenggang mendekati bangunan tua di hadapannya itu.

__ADS_1


Dengan langkah kaki yang begitu mantap tanpa ada keraguan sedikitpun, Kagami Jiro mulai membuka pintu utama bangunan itu dan segera memasuki gedung tua yang sudah begitu berantakan isi di dalamnya itu. Bahkan tempat ini sudah dipenuhi dengan sarang laba-laba


KRRIIEETT ...


Kagami Jiro mengibaskan tangan kanannya beberapa kali karena ruangan ini sungguh berdebu dan sangat kotor. Sepasang mata kecoklatan itu mulai mengawasi sekitarnya. Hanya ada beberapa lampu yang menyala di beberapa titik.


Salah satunya di ruangan tengah. Sebuah lighter bulat menyinari tepat dibawahnya dan kira-kira memiliki diameter 2 meter yang terkena oleh cahayanya. Terlihat seorang gadis sedang duduk di atas sebuah kursi kayu dengan keadaan terikat dengan kursi itu.


Mulutnya dibungkam dengan menggunakan sebuah plaster berwarna hitam. Gadis itu menunduk dan rambutnya menutupi bagian wajah depannya. Dan sepertinya gadis itu sedang dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Yuna ..."


Kagami Jiro yang melihat gadis itu kini segera melangkahkan kakinya dengan cepat untuk mendatangi dan menyelamatkannya. Namun tiba-tiba sebuah pisau melesat dengan cepat di hadapan Kagami Jiro.


Kagami Jiro yang menyadari serangan mendadak itu, segera menahan langkah kakinya hingga akhirnya bisa menghindari serangan itu. Dan pisau itu melesat tepat hanya berjarak beberapa inchi saja dari wajah Kagami Jiro.


Instingnya sungguh luar biasa! Pertimbangan dalam setiap pergerakannya sangat luar biasa dan akurat. Kuat, genius, dan penuh perhitungan! Maka dari itu kali ini para preman itu ingin melawan Kagami Jiro dengan sebuah cara yang licik dan sedikit curang. Sungguh cara yang tidak fair dan licik!


Dua orang pria berusaha untuk menghadang Kagami Jiro, namun dengan mudahnya Kagami Jiro mengalahkannya dengan begitu cepat. Kagami Jiro meraih kerah baju keduanya dan menghempaskan kedua tubuh preman itu ke arah belakang hingga menabrak tembok.


Wow!! Sangat kuat!! Kini Kagami Jiro mulai melangkahkan kakinya kembali ke depan.


"Berhenti!" titah seorang preman karena melihat Kagami Jiro masih berusaha untuk mendekati Yuna.


Akhirnya Kagami Jiro mulai menghentikkan langkah kakinya ketika melihat seorang pria yang sudah menggunakan sebuah masker tengkorak untuk menutupi wajah bagian bawahnya, sedang menodongkan sebuah senjata api pada kepala Yuna.

__ADS_1


Sepasang mata kecoklatan Kagami Jiro membelalak tak percaya menyaksikan semua itu. Tak ada pilihan lain selain mengikuti semua perintah dari preman-preman itu untuk sementara waktu.


__ADS_2