Casanova In Love

Casanova In Love
Sweet Like A Candy


__ADS_3

Perlahan Yuna mulai memberanikan diri untuk meraih salah satu jemari Kagami Jiro dan menggenggamnya. Dan jemari Kagami Jiro sudah menjadi sedikit dingin.


"Tuan Kagami Jiro, selama ini tuan selalu saja menjahiliku dan mempermainkanku. Selama ini tuan memang selalu membuatku merasa begitu kesal. Yaa ... aku sangat kesal, Tuan!" ucap Yuna si dalam isak tangisnya. "Namun saat ini aku rela untuk terus dibohongi olehmu, Tuan. Aku rela untuk terus dipermainkan olehmu, Tuan. Hiks ..." Yuna kembali terisak dan menatap nanar wajah pucat yang biasanya selalu terlihat begitu berseri, menawan, namun menyebalkan di hadapan Yuna.


"Tuan Kagami Jiro harus tetap hidup! Bukankah hari ini adalah saatnya aku menjawab penawaran darimu, Tuan? Kamu harus bertahan dan tetap hidup! Aku menunggmu untuk bangun ... hiks ..."


Sesak! Menyesal! Itulah yang sedang dirasakan oleh Yuna saat ini. Yuna tak ada lagi memiliki sebuah kesempatan untuk melihat senyum menyebalkan itu lagi, yang sekarang mungkin akan sangat Yuna rindukan.


"Dan melihat tuan seperti ini hanya karena untuk melindungiku, telah membuat dadaku begitu sesak! Dan bukankah hari ini adalah waktuku untuk menjawab penawaran dari tuan? Andaikan tuan bisa sadar kembali ... andaikan tuan Kagami bisa bangun saja ... aku akan bersedia untuk melakukan apapun untuk tuan. Aku mohon bangun dan buka mata tuan. Aku sungguh rela untuk melakukan apapun. Hiks ..." Yuna kembali terisak dan menunduk.


"Benarkah itu, Yuna?" tiba-tiba saja mulai terdengar suara yang begitu familiar dan membuat Yuna begitu terkejut, hingga akhirnya Yuna segera mendongak.


Dan betapa terkejutnya Yuna saat melihat Kagami Jiro sudah membuka sepasang matanya dan sedikit tersenyum menatap Yuna.


"Tu-tuan Kagami Jiro masih hidup?" ucap Yuna begitu tak percaya dengan apa yang sudah terjadi saat ini.


Apakah Kagami Jiro mengalami mati suri? Itu adalah salah satu pertanyaan yang sempat terlintas di benak Yuna saat ini.


"Apakah kamu berharap agar aku mati, Yuna? Tega sekali kamu padaku ..." celutuk Kagami Jiro yang masih memasang senyum tipis.


Yuna masih menatap bingung Kagami Jiro, dan terdiam selama beberapa saat. Sementara Wilson hanya berdiam diri dan terlihat begitu santai. Ataukah mungkin sebenarnya Wilson sudah menyadari semua ini, jika Kagami Jiro hanya sedang berpura-pura meninggal dan sengaja mempermainkan Yuna yang sangat polos itu.


Wilson masih berdiri di belakan kursi Yuna dengan kedua tangannya dang saling disilangkan di depan dada bidangnya.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini? Mengapa dokter mengatakan jika dia sudah memberikan yang terbaik?!" selidik Yuna memicingkan sepasang matanya menatap Kagami Jiro yang masih berbaring di atas brankar.


"Tentu saja dokter akan melakukan yang terbaik untukku, Yuna. Dan mungkin saja luka pada wajahku akan meninggalkan beberapa bekas, dan mereka akan mengatasinya dengan baik." ucap Kagami Jiro dengan asal dan memasang senyuman manis.


Karena hari ini Kagami Jiro merasa begitu berbahagia, karena baru saja mendengar penyataan dari Yuna yang menyatakan bahwa Yuna menginginkan dirinya untuk kembali. Dan Yuna akan melakukan apapun jika Kagami Jiro sadar kembali.

__ADS_1


Sangat berbeda dengan Yuna, karena kali ini Yuna berubah menjadi sedikit kesal karena merasa telah dipermainkan oleh Kagami Jiro.


"Lalu dokter juga memintaku untuk segera menemuimu untuk yang terakhir kalinya?! Sekarang bagaimana tuan akan menjelaskan semua ini padaku?!" ucap Yuna lagi dan masih menatap lurua Kagami Jiro dengan ekspresi kesal.


Kagami Jiro tersenyum tipis dan mulai menjawab kembali pertanyaan Yuna, "Yuna, saat ini sudah hampir tengah malam. Itu artinya ini adalah pertemuan terakhir di hari ini."


Nah loh ... jawaban macam apa ini? Seketika Yuna tersenyum miring dan terlihat semakin kesal kembali mendengar jawaban dari Kagami Jiro yang sedikit aneh.


"Tuan Kagami Jiro! Rupanya tuan masih berusaha untuk membohongiku lagi ya! Huft ..." ucap Yuna dengan aura yang begitu mencekam dan penuh kekecewaan.


Yuna mulai berbalik, untuk segera meninggalkan kamar ICU ini, namun Kagami jiro segera duduk dan menahan lenggan Yuna dan membuatnya berbalik kembali.


"Yuna! Tunggu ... jangan pergi ... dengarkan aku dulu ..." sergah Kagami Jiro dengan cepat.


"Jangan terlalu banyak bergerak dulu, Tuan. Badan tuan Kagami Jiro sedang banyak terluka saat ini." ucap Yuna yang sebenarnya tak tega melihat keadaan Kagami Jiro yang saat ini memiliki banyak luka lebam.


Kagami Jiro kembali tersenyum karena baru saja dia mendapatkan pelakuan manis dan kepedulian dari gadis yang saat ini sedang disukai olehnya.


"Ehem ..." tiba-tiba saja Wilson berdehem dengan sengaja. "Aku akan pergi dulu keluar. Permisi." ucqpnya lalu melenggang meninhggalkan ruangan itu.


Dan tentu saja itu membuat kebahagiaan Kagami Jiro saat ini meningkat, bertambah menjadi lebih sempurna! Senyumya mulai mengembang saat melihat punggung Wilson yang mulai menjauh dan menghilang dari pelupuk matanya.


"Yuna ... bukankah kamu mengatakan akan menjawabnya hari ini?" ucap Kagami Jiro menatap Yuna yang sedang berdiri di samping brankar dengan begitu lekat.


"Iya, Tuan ... aku akan menjawabnya."


"Hhm. Jadi apa keputusanmu?" sebuah senyuman dan wajah penuh harapan terpancar dari wajah tampan yang masih terlihat sedikit pucat itu.


Yuna terdiam beberapa saat dan terlihat begitu ragu saat mau memberikan jawaban untuk Kagami Jiro. Entah sebuah perasaan ragu, malu, atau takut?

__ADS_1


"Aku ..."


"Ya?" potong Kagami Jiro tak sabaran dan masih menatap lekat gadis itu penuh harap.


"Ak-aku ... menerima tuan Kagami Jiro." ucap Yuna akhirnya dan ucapan sederhana itu sukses membuat Kagami Jiro begitu bahagia tak terhingga.


"Terima kasih karena sudah memberikanku kesempatan, Yuna." ucap Kagami Jiro dengan tulus. "Dan tolong jangan panggil aku tuan lagi. Panggil saja namaku. Kau membuatku terlihat tua ... bagaimana jika kita sudah menikah nanti?" ucap Kagami Jiro menggoda Yuna.


Wajah Yuna seketika merona karena mendengar kata pernikahan yang sebenarnya belum terfikirkan sama sekali olehnya.


"Baiklah, Tuan ... uhm ... maksudku baiklah, Jiro ..." ucap Yuna terlihat begitu ragu dan seperti tak menghormati karena hanya menyebut namanya.


"Brgitu lebih baik." sahut Kagami Jiro dengan senyum lebarnya dan memberlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih.


"Dan kamu bilang ... kamu akan melakukan semuanya untukku kan jika aku bangun kembali?" tanya Kagami Jiro penuh binar.


"Uhm ... i-iya ... benar sekali ..."


"Baiklah. Sekarang aku minta sebuah pelukan." ucap Kagami Jiro yang lebih terdengar seperti permintaan seorang anak kecil.


Belum sempat Yuna menjawabnya, Kagami Jiro langsung saja memeluk tubuh ramping Yuna yang masih berdiri di samping brankarnya. Kagami Jiro terlihat begitu berbinar dan menyandarkan kepalanya pada dada Yuna.


Wajah Yuna semakin merona dan seakan gadis berwajah cantik nan tegas ini lupa cara untuk bernafas dalam beberapa saat. Dan wajahnya menjadi semakin merona ketika Kagami Jiro sedikit mendongak dan mengecup pipi Yuna dengan manis.


"Kamu begitu manis sekali, seperti sebuah permen!" celutuk Kagami Jiro yang mulai memeluk erat Yuna lagi.


Yuna tersenyum tipis dan mulai melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh Kagami Jiro.


Sungguh kebahagiaan yang sungguh tak terkira di dalam hidup seorang Kagami Jiro, saat Kagami Jiro berhasil mendapatkan seorang gadis yang pertama kali sudah bisa membuatnya jatuh cinta dan tergila-gila padanya.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2